Kata Awalan T Menurut Kamus Pertambangan

Ditemukan 83 Kata awalan t menurut Kamus Pertambangan. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 T singkatan dari temperature (suhu) atau temperature absolut dan sering juga berarti sesuatu yang berbentuk huruf T.
2 tar cairan kentaal berwarna coklat sampai hitam., tidak mengandung air dihasilkan dari proses penguapan zat terbang yang diperoleh dsari batubara dengan cara pengembunan dalam keadaan tertentu. Tar juga dihasilkan dari proses yang sama terhadap kayu, minyak, serpih minyak dan sebagainya. Cairan tar ini sering juga disebut ter.
3 tektonik sifat fisika tertentu dari tenaga struktur yang berada dan terjadi di dalam bumi (tenaga orogen), misalnya tenaga yang menimbulkan gempa tektonik.
4 teras jenjang lereng, yaitu datar atau hampir datar yang relatif sempit dibanding dengan panjangnya, dengan satu sisi membentuk lereng kearah atas dengan sisi lainnya membentu lereng kebawah dan dibuat mengikuti kontur tanah serta disesuaikan dengan tujuan bukaan tambang.
5 terkira :tingkat keyakinan rendah secara geologi. Untuk sumber-sumber atau cadangan batubara. istilah terkira berarti perkiraan jumlah, peringkat, ketebalan atau penyebarannya didasrkan pada interpolasi atau deduksi atas sumber atau cadangan batubara batubara yang berlanjut dari sumber atau cadangan yang telah terukur dan terduga karena adanya bukti-bukti atau tanda-tanda secara geologi. perkiraan dihitung dari proyeksi data batubara terduga tetapi arealpercontohan dan pengukuran belum ada.
6 traktor alat berat yang berjalan dengan rantai (track) seperti bulldozer dan track loader. Alat berat yang mempunyai ban karet untuk menarik kereta, lori atau alat-alat petanian juga dinamakan traktor.
7 truk kendaraan beroda dengan mesin penggerak sendiri yang dipergunakan sebagai alat angkut material.
8 tumpang tindih keadaan diman suatu wilayah sebagian atau seluruhnya berada didalam wilayah/kawasan atau hak-hak atas tanah lainnya seperti wilayah izin pertambangan bahan galian lain, kawasan kehutanan, perkebunan, transmigrasi, pemukiman, perhubungan dan sebagainya.
9 Talus batuan lepas, kerikil atau yang terbentuk akibat hancuran tebing batuan curam dan jatuh ke bagian kaki tebing akibat gaya berat dan membentuk tumpukan.
10 toe kaki atau dasar dari teras penggalian (penambangan), lereng penggalian atau lereng tumpukan bahan tambang.
11 tronton truk jungkit berukuran relatif kecil dengan kapasitas sekitar 18 ton, mempunyai 10 ban dan termasuk truk jalan raya. Nama tronton berasal dari merk yang mula-mula dikenal khususnya diperusahaan perkayuan, yaitu thornton.
12 triangulasi pekerjaan pengukuran dengan pola rangkaian sgitiga-segitiga yang diterapkan pada sebidang tanah dan dihitung secara trigonometri.
13 type tipe atau jenis batubara berdasarkan bahan tumbuhan yang terkandung (pembentuk) batubara. perbedaan jenis batubara berdasarkan keragaman tumbuhan asal terlihat pada batubara berlapis (banded coal), batubara cannel, batubara algal dan batubara splint.
14 topography bentuk permukaan yang menggambarkan relief dan tata letak bentukan alam dan buatan manusia.
15 Template bentuk tiruan dari kayu lapis atau pelat tipis yang digunakan untuk percobaan, misalnya mencoba ukuran peraslatan tambang dalam untuk lubang-lubang angkutan atau jalan masuk kepanel-panel.
16 TCE singkatan dari tonne coal equivalent yang berarti jumlah kalori dari suatu bahan bakar setara dengan 1 ton (satu metrik ton) batubara "baku" dengan nilai kalori/gram.
17 Tail drive motor penggerak ban-berjalan yang dipasang dibagian belakang dari sistem ban berjalan.
18 Tailings kotoran dan atau bahan berkualitas rendah yang dipisahkan dari bahan berharga pada penyaringan atau pengolahan bahan galian.
19 Tambang auger tambanng batubara yang biasanya merupakan tambang terbuka atau tambang permukaan yang menggunakan alat auger (spiral) untuk melubangi lapisan batubara sekaligus menarik batubara keluar lubang sebagai alat produksi batubara.
20 Tambang berbahaya tambang batubara atau permuka tambang dalam pada keadaan udara tambang mengandung gas yang dapat terbakar (terutama gas metan) 0.25% atau lebih. Dalam keadaan seperti itu udara tambang dapat terbakar atau meledak.
21 Tanah kupasan sama dengan spoil (lihat spoil).
22 Tanah penutup sama dengan over burden (lihat over burden).
23 Tanah pucuk lapisan tanah paling atas yang biasanya mengandung humus dan atau bahan-bahan organik yang menunjang pertumbuhan tanaman. Sebelum penambangan tanah pucuk biasanya dikupas tersendiri, disimpan dan akan menjadi permukaan lahan reklamasi.
24 Tenaga kalori jumlah panas yang dihasilkan oleh satuan berat atau satuan isi bahan bakar bila terbakar sempurna. Secara umum tenaga kalori yang disebut juga dengan tenaga panas atau nilai kalori adalah jumlah panas yang dapat diperoleh dari batubara yang berhubungan dengan peringkat dan kualitas secara keseluruhan.
25 Teori drift teori yang menyatakan bahwa batubara terjadi dari endapan bahan-bahan tumbuhan yang telah dipindahkan dari tempat tumbuhnya dan diendapkan di tempat lain dimana terjadi proses pembatubaraan (terjadinya batubara).
26 Teori in-situ teori yang menyatakan batubara terjadi di tempat dimana tumbuhan bahan asal batubara tumbuh dan melapuk. Teori in-situ berlawanan dengan teori drift.
27 Teori rasio karbon teori yang menyatakan bahwa peringkat batubara tertentub diperlukan oleh bahan-bahan organik untuk membentuk cairan hidrokarbon.
28 Terasering pekerjaan membentuk jenjang datar atau hampir datar. Terssering berasal dari kata terracing.
29 Terrestrial deposits endapan-endapan terestrial, yaitu endapan-endapan bahan galian yang terletak dipermukaan tanah. Endapan atau letakan bahan galian alam yang terdapat didalam air seperti di dalam sungai dan danau kadang-kadang juga dinamakan endapan terestrial.
30 Terunjuk tingkat kemungkinan sedang sedang secara geologi. Untuk sumber-sumber atau cadangan-cadanganbatubara perkiraan jumlah, peringkat, ketebalan, contoh dan data geologi singkapan-singkapan batubara yang berdekatan, parit uji dan lubang-lubang bor pada jarak tertentu dan lebih dalam dari sumber-sumber atau cadangan-cadangan batubara terukur. Tidak ada contoh dan pengukuran pada daerah terunjuk.
31 Test boring pemboran uji, yaitu pembuatan lubang bor dengan mesin bor putar dan pengambilan contoh untuk diteliti guna memperoleh data mengenai sifat-sifat fisika lapisan batuan yang ditembus.
32 Test cone kerucut uji, yaitu abu sisa pembakaran batubara yang dibuat berbentuk kerucut kecil biasanya menggunakan sejenis perekat tertentu. Kerucut itu kemudian dibakar dalam oven penguji dan diamati saat terjadi perubahan kerucut pada suhu-suhu terttentu untuk memperoleh suhu pelunakan, suhu perubahan bentuk dan suhu pelelehan dari kerucut uji. Kerucut uji sering juga dibuat dari bahan-bahan lainnya seperti bata tahan api untuk menguji parameter-parameter seperti abu batubara.
33 Test hole lubang uji, yaitu lubang bor atau penggalian dangkal untuk menguji sifat-sifat fisik lapisan batubara.
34 Test pit sumur uji, yaitu sumuran atau penggalian dangakal untuk menentukan keberadaan, penyebaran atau kualitas endapan batubara atau bahan galian lain.
35 Thermal unit unit atau satuan yang dipakai sebagai perbandingan atau perhitungan jumlah panas.
36 Thick bands lapisan-lapisan tipis vitrain antara 5 mm – 50 mm pada batubara yang berlapis-lapis tipis.
37 Thick coal baubara tebal, yaitu lapisan batubara yang tebalnya lebih dari 2.44 meter atau lebih dari sekitar 3 meter (adakalanya batubara tebal mencapai ketebalan 90 meter di Indonesia).
38 Thick seam lapisan batubara tebal yang secara umum adalah lapisan batubara dengan ketebalan lebih lebih dari 1.2 meter.
39 Thickness categories kategori-kategori ketebalan, yaitu berbagai ukuran ketebalan endapan batubara yang dipakai pada perhitungan, perkiraan dan pelaporan cadangan-cadangan serta sumber-sumber batubara.
40 Thickness characteristics ciri-ciri ketebalan batubara secara keseluruhan pada suatu lapangan yang mungkin layak ditambang. Ciri-ciri ketebalan batubara secara keseluruhan selalu dinyatakan dalam hubungannya dengan sistem penambnagn yang umum dipraktekkan, jumlah rata-rata dari lapisan batubara pada penyebarannya ke arah mendatar serta kearah vertikal.
41 Thin bands lapisan-lapisan tipis vitrain antara 0.5 mm – 2.0 mm pada batubara berlapis-lapis tipis.
42 Thin seam lapisan batubara tipis yang secara umum adalah lapisa batubara dengan ketebalan 0.6 meter.
43 Thin section penampang tipis atau sayatan tipis, yakni lapisan atau pecahan ataupun sayatan batubara setipis kertas, mineral atau bahan galian biasanya direkatkan pada slide untuk mikroskop. Sayatan tipis ini dibuat untuk diamati dibawah mikroskop dengan penyinaran.
44 Third generation process proses generasi ketiga, yaitu proses pembutan bahan bakar gas dari batubara sistem sistem konvensional lanjut yang memakai reaktor nuklir untuk menghasilkan suhu tinggi yang diperlukan dalam proses gasifikasi.
45 Tingkat batubara istilah yang menunjukkan sifat batubara terutama berdasarkan kandungan belerang serta jenis abu batubara.
46 Tingkat kekerapan perbandingan antara jumlah kecelakaan kerja dalam waktu tertentu dengan jumlah pekerja tambang.
47 Tingkat keparahan perbandinagn antara jumlah hari kerja yang hilang dalam waktu tertentu dengan jumlah hari kerja pekerja tambang.
48 Tipple sample contoh batubara yang diambil dari wadah pembersihan, pencucian atau penyimpanan (tipple).
49 Tipple struktur atau wadah untuk membersihkan, memproses atau menyimpan batubara hasil penambangan sebelum dimuat kedalam kapal atau alat angkut lain.
50 Toe hole lubang tembak yang di bor mendatar atau miring kebawah kearah dasar dari teras atau lereng bukaan tambang terbuka. Lubang bor ini dibuat untuk meledakkan bagian dari teras penembangan agar terbentuk hasil peledakan yang baik (teratur).
51 Top heading method metoda pembuatan terowongan atau lubang-lubang tambang dalam dengan terlebih dahulu menggali bagian atasnya saja. Bagian bawahnya digali belakangan dan dikerjakan secara terpisah.
52 Topographic map peta topografi, yaitu peta yang menunjukkan ketinggian dan kemiringan:pelerengan) permukaan.
53 Topographical profile penampang topografi, yaitu garis yang menggambarkan atau mewakili bentuk dari fisik permukaan tanah.
54 Topping failure gerakan atau kehancuran tanah dalam bentuk pemisahan lapin-lapisan miring kearah belakang dari bagian tanah (permukaan) atau dinding teras penambangan terbuka.
55 Topping batuan halus yang membentuk lapisan tipis penutup jalan atau pelerengan.
56 Topsoil inventory tumpnkan tanah pucuk yang akan dipergunakan sebagai lapisan permukaan lahan reklamasi. Istilah ini juga berarti penelitian rinci terhadap jenis, jumlah dan kualitas tanah pucuk sebelum penambangan pada suatu daerah/lapangan pertambangan.
57 Topsoil markers tanda penunjuk tanah pucuk, yaitu tanda-tanda yang dengan jelas penunjukan lokasi penumpukan tanah pucuk atau tanah lainnya yang menunjang pertumbuhan tanaman (tanah penyubur).
58 Topsoil storage penyimpanan tanah pucuk sementara dari kupasan tanah penutup yang dihasilkan pada waktu penambangn tidak praktis.
59 Topsoil subtitutes pengganti tanah pucuk, yaitu tanah yang dipilih dari kupasan tanah penutup batubara atau bahan galian lain pada kegiatan tambang terbuka yang digunakan sebagai pengganti atau penambah tanah pucuk.
60 Topsoil sama dengan tanah pucuk (lihat tanah pucuk).
61 Toxic spoil tanah buangan beracun, yakni material buangan yang bersifat asam dengan pH dibawah 4 dan tanah buangan yang kandungan mineral-mineral aluminium, mangan dan besinya dapat merusak pertumbuhan tanaman.
62 Trace element unsur yang terdapat dalam konsentrasi sangat kecil didalam tanah atau kulit bumi. Istilah ini juga berarti seluruh unsur selain dari delapan unsur utama pembentuk batuan.
63 Tracking gerakan bulldozer atau alat-alat berat pemindah tanah mekanis keatas dan kebawah lereng untuk memantapkan, memadatkan, mengendalikan erosi serta untuk mempersiapkan lahan pertamanan.
64 Transgressive transgresif, yaitu perluasan laut dangkal akibat proses penggelaman daratan karena permukaan laut yang naik atau tanah yang turun.
65 Transhipment pemindahan muatan dari tongkang ke kapal yang lebih besar karena kedalaman laut dipelabuhan pemuatan terlalu dangkal untuk labuh kapal besar.
66 Trench parit uji, yaitu parit memanjang yang digali secara manual atau dengan alat berat seperti excavator yang biasanya dibuat untuk membuka lapisan-lapisan batubara untuk memperoleh penampang, ketebalan, arah dan sifat fisik batubara serta lapisan-lapisan batuan diatas dan dibawahnya pembuatan parit uji juga merupakan cara pengambilan contoh batubara dan batuan.
67 Trenching penggalian parit uji yang relatif dangkal untuk membuka lapisan batubara untuk diamati dan pengambilan contoh yang akan dianalisis di laboratorium.
68 Trimmed keadaan kapal yang mantap (stabil) karena muatannya disebar dan dirapikan merata pada semua kamar kargo sehingga draft depan dan belakang kapal sama atau hampir sama. Pengaturan muatan ini biasanya dilakukan dengan alat bulldozer untuk muatan batubara.
69 Trimming pekerjaan mengatur dan merapikan kargo dalam kapal untuk membuat kapal mantap (stabil).
70 Trip time carter kontrak carter kapal dengan ketentuan bahwa pengontrak penyewa kapal untuk sekali pelayaran atau sekali edar dan pencarter membayar sewa harian termasuk biaya bahan bakar, biaya kepelabuhan dan sebagainya.
71 Tripple firing sistem pembakaran yang dapat menggunakan tiga jenis bahan bakar, misalnya batubara, gas dan minyak pada ketel untuk pembangkit tenaga listrik tenaga uap.
72 True anthracite batubara antrasit dengan kadr karbon lebih kecil dari 93,03% dan hidrogen kurang dari 4%. True anthracite sama dengan orthoanthracite menurut kandungan karbon dan hidrogennya.
73 True depth kedalaman sebenarnya pada titik lubang bor tertentu yang diukur secara tegak (vertikal) dari permukaan tempat lubang bor di beton. Tre depth disebut juga true vertikal depth (kedalaman tegak sebenarnya).
74 True thickness ketebalan yang sebenarnya dari suatu lapisan batubara. ketebalan ini diukur menurut tebal yang tegak luurus terhadap garis atap dan garis alas lapisan batubara atau sesuai dengan sudut kemiringan (dip) lapisan.
75 Truk buang bawah truk yang mempunyai mekanisme pembuangan muatan dari bawah (dengan lantai membuka). Lebih sering disebut bottom mdump truck.
76 Truk buang samping truk yang mempunyai mekanisme pembuangan dari samping. Lebih sering disebut side dump truck.
77 Truk buang truk yang mempunyai mekanisme pembuangan muatan. Lebih sering disebut dump trck.
78 Truk jungkit truk yang mempunyai mekanisme pembuangan pembuangan dari belekang dengan menjungkitkan bak secara hidrolik. Lebih sering disebut rear dump truck.
79 Tumbler test uji kerapuhan, yaitu pengujian butiran batubara hasil penggerusan dan penyaringan dengan cara serta peralatan khusus untuk menentukan tingkat kerapuhannya.
80 Tumbuhan batubara fosil tumbuhan yang berperan dalam menentukan batubara atau merupakan tumbuhan asal bahan yang menjadi endapan batubara.
81 Tumpukan buangan tambang batubara timbunan besar limbah padat (tanah atau batuan buangan) dari tambang batubara, pabrik pengolahan atau pencucian batubara termasuk berbai jenis batu, tanah, campuran batuan kotor, batu sabak dan sebagainya.
82 Type of coal tipe batubara atau jenis batubara berdasarkan parameter tertentu, bahan pembentuk, mikroskopi, kondisi pembentukan, teknologi pengolahan dan pemanfaatan batubara atau sifat-sifat kimia batubara serta pembentukan batubara.
83 Typical coal quality kualitas batubara tipikal, yaitu kualitas batubara yang biasanya terlihat dari nilai atau kadar kalori,abu, kelembaban, belerang dan kekerasan yang mewakili atau yang paling dominan dari keseluruhan produksi batubara yang dapat dipasarkan.

Tentang Kamus Pertambangan

Kamus Kamus Pertambangan ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Pertambangan, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.