Kata Awalan U Menurut Kamus Peribahasa

Ditemukan 76 Kata awalan u menurut Kamus Peribahasa. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 ucap habis niat sampai Hasil yang diperoleh dengan segera.
2 udang hendak mengatai ikan Tidak insaf akan kekurangan dirinya sendiri.
3 uir-uir minta getah Melakukan sesuatu yang hanya membahayakan dirinya sendiri; perempuan yang memikat hati lelaki. (uir-uir = sebangsa belalang atau jengkerik yang biasa berbunyi di dalam rimba)
4 ujung jarum halus kelindan sutera Tipu muslihat yang sangat halus.
5 ulam mencari sambal Perempuan yang mencari lelaki.
6 ular menyusur akar Orang besar/berkuasa yang bersikap merendah tidak akan jatuh martabatnya.
7 umpama air digenggam tiada tiris Orang yang sangat kikir dan tidak mau menolong sesama.
8 usul menunjukkan asal Sifat/kelakuan seseorang dapat menunjukkan asal-usulnya.
9 utang kayu ara Hutang yang tidak mungkin terbayarkan.
10 Uang mudah dicari, sahabat sulit didapat Kekayaan itu bisa dicari, tetapi jika sahabat sejati telah pergi, maka ia tidak akan pernah kembali lagi.
11 Ubun-ubun masih bergerak sudah angkuh Orang yang belum berpengalaman, tetapi sudah sombong.
12 Ubur-ubur airnya hitam Orang yang jahat terlihat nyata dari kelakuan dan perkataannya.
13 Udang merentak dalam tangguk Tidak tenang; gelisah.
14 Udang tak tahu di bongkoknya Tidak insaf akan kekurangan dirinya sendiri.
15 Udang tak tahu di bungkuknya, orang tak tahu buruknya Orang yang tidak menyadari keburukannya/kekurangannya sendiri.
16 Ugut-ugut beruk saja Menunjukkan keberanian terhadap orang yang takut kepadanya.
17 Ujung lurus, pangkal berkait Kelihatannya baik, tetapi sebenarnya hatinya jahat.
18 Ukur baju di badan sendiri Kejahatan/keburukan diri sendiri janganlah diukur dengan kejahatan/keburukan orang lain.
19 Ukur berbaur, bertopang bercerai Bersatu padu dalam segala hal dapat mempermudah tercapainya tujuan.
20 Ukur mata dan telinga Menurut penglihatan dan pendengaran.
21 Ular bercampur dengan belut, tak akan hilang bisanya Orang yang jahat walaupun bergaul dengan orang baik, tetap saja tidak akan berubah tabiatnya.
22 Ular berkepala dua Tidak tentu pihak mana yang didukung; munafik.
23 Ular berlingkar di gulungan tikar Orang jahat yang menyamarkan diri di kumpulan orang-orang baik.
24 Ular biar mati, tanah jangan lekuk, buluh jangan pukah Menyelesaikan suatu perkara hendaklah dengan seadil-adilnya, sehingga kedua belah pihak merasa puas (tidak merasa dirugikan salah satunya).
25 Ular bukan, ikan pun bukan Tidak dapat ditentukan baik buruknya.
26 Ular dipalu biar mati Memberantas kejahatan hingga tuntas.
27 Ular dipukul jangan mati, kayu pemukul jangan patah Menyelesaikan dua pekerjaan sekaligus dengan hasil yang baik.
28 Ular telan babi, cacing yang bengkak perut Iri hati melihat keberuntungan orang lain.
29 Ulat dalam batu pun hidup juga Orang yang rajin berusaha (walaupun miskin) tidak akan mati kelaparan.
30 Ulat di dalam batu, apa dimakannya? Manusia dapat berusaha, namun hanya Tuhan yang menentukan hasilnya.
31 Ulat lupakan daun Lupa akan budi baik orang lain.
32 Umpama Belanda kesiangan Orang yang bertingkah laku seperti orang putih.
33 Umpama anjing makan muntahnya Orang yang tamak dan tidak memilih apa yang akan diperbuatnya.
34 Umpama ayam menetaskan telur itik, anaknya itu ke air juga Perangai atau kelakuan yang tidak dapat diubah oleh siapapun.
35 Umpama batik lasum, makin dibasuh makin berbau Orang yang baik, jika diajari dengan baik maka akan semakin baik jadinya.
36 Umpama bilah atau lidi yang terselat pada dinding, dapat juga diambil akan pencungkil gigi atau pencungkil telinga Betapa pun bodohnya atau bebalnya seseorang, pada suatu saat pasti ada juga gunanya.
37 Umpama buah kepayang, dimakan mabuk dibuang sayang Sesuatu yang sangat disayangi, tetapi bersifat merusak.
38 Umpama dawai Pekerjaan yang dilakukan dengan kurang teliti.
39 Umpama gula dalam mulut Pekerjaan yang sangat mudah; keuntungan yang sudah pasti.
40 Umpama kayu buruk, buruk di panas, reput di hujan Perihal nasib seseorang yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi.
41 Umpama memerah nyiur, santan diambil ampas dibuang Kita harus dapat membedakan antara ucapan yang baik dan yang buruk.
42 Umpan habis ikan tak kena Bersusah payah, tetapi tidak ada hasinya.
43 Umpan habis pancing putus, puca terlepas dari tangan Usaha yang sia-sia.
44 Umpan menyembunyikan pancing Bersikap baik karena mengaharapkan timbal balik/imbalan.
45 Umpan seumpan, kail sebentuk Melakukan suatu usaha/pekerjaan namun dengan alat/syarat yang tidak cukup/memadai.
46 Umpat dan puji tiada bercerai Waspadalah ketika menerima umpatan maupun pujian.
47 Umpat tak membunuh, puji tak menyerang Baik pujian maupun celaan tidak perlu didengarkan.
48 Umur setahun jagung, darah setampuk pinang Masih muda; belum banyak pengalaman.
49 Umur setahun jagung Tidak bertahan lama.
50 Undang-undang berbatu hitam Hukum yang baik dan adil.
51 Unjuk yang tak diberikan Tidak menepati (mengingkari) janjinya.
52 Untuk baja kait, untuk cangkul ujur Serba tanggung; serba tidak cukup.
53 Untuk tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak Malapetaka/kesulitan tidak dapat dihindari dan keuntungan tidak dapat dicari.
54 Untung bagai roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas Nasib seseorang selalu bertubah.
55 Untung bagai untung kapas Orang yang banyak penanggungannya.
56 Untung batu tenggelam Tidak ada seorang pun yang dapat menghindar dari takdir.
57 Untung melambung, malang menimpa Mendapat kemalangan silih berganti.
58 Untung sabut timbul, untung batu tenggelam Untung-untungan dalam melakukan suatu pekerjaan yang berbahaya dan sebagainya; tidak ada orang yang dapat menghindari takdir yang telah ditetapkan Tuhan untuknya.
59 Untung sebagai roda pedati Nasib manusia selalu berputar/berubah, tidak selamanya baik dan tidak selamanya buruk.
60 Untung sepanjang jalan, malang sepanjang mata Sangat sulit untuk meraih keuntungan, tetapi sangat mudah untuk mendapatkan kesulitan/kecelakaan.
61 Untut bertambah kulitnya Orang kaya yang bertambah kaya.
62 Upah bidan pun tak terbayar Anak-anak nakal yang menyusahkan orang tuanya.
63 Upah lalu, bandar tak masuk Tidak mendatangkan hasil sedikit pun, tetapi justru mendatangkan kerugian yang besar.
64 Upas berulam racun Perbuatan jahat yang saling tindih (berganda).
65 Ural malang pangkal celaka Sumber kesusahan/kesulitan.
66 Usahlah teman dimandikan pagi Tidak perlu mempermainkan orang lain dengan sanjungan/pujian yang berlebihan.
67 Usang dibarui, lapuk dikajangi Menghidupkan kembali kebiasaan lama yang baik dan sudah dilupakan orang, serta memperbaiki kebiasaan yang kurang baik.
68 Usul-usul, asal-asal, asal jangan ditinggalkan Mengerjakan sesuatu hendaklah dengan sangat berhati-hati.
69 Utang biduk belum langsai, utang pengayuh datang pula Hutang yang dulu/sebelumnya belum dibayar, tetapi kini sudah berhutang lagi.
70 Utang darah dibayar dengan darah, utang nyawa dibayar dengan nyawa Kebaikan dibalas dengan kebaikan, sedangkan kejahatan dibalas dengan kejahatan.
71 Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati Budi baik seseorang haruslah diingat/dikenang selamanya, karena budi baik tersebut tidak semata-mata dapat dibayar dengan uang.
72 Utang jiwa dibayar dengan jiwa Segala perbuatan pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal/sesuai dengan perbuatannya tersebut.
73 Utang samir belum selesai, hutang kajang tumbuh pula Hutang yang dulu/sebelumnya belum dibayar, tetapi kini sudah berhutang lagi.
74 Utang sebelit pinggang Sangat banyak hutangnya.
75 Utang tembilang belum langsai, utang tajak bila pula Hutang yang dulu/sebelumnya belum dibayar, tetapi kini sudah berhutang lagi.
76 Utang tiap helai bulu Sangat banyak hutangnya.

Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.