Kata Awalan T Menurut Kamus Peribahasa

Ditemukan 316 Kata awalan t menurut Kamus Peribahasa. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 tabung seruas Orang yang mampu berkomunikasi dengan baik terhadap siapapun (dengan berbagai macam sifat).
2 tahan jerat sorong kepala Ingin mencelakakan orang lain, malah mencelakakan dirinya sendiri.
3 tahu makan tahu simpan Dapat menyimpan rahasia dengan baik.
4 tak boleh bertemu roma Selalu berselisih.
5 tak emas bungkal diasah Segala daya/upaya akan dilakukan asalkan cita-citanya tercapai.
6 tak putus dirundung malang Tiada henti-hentinya mendapatkan musibah.
7 tak tentu hilir mudiknya Tidak tentu asal-usulnya.
8 tak tentu kepala ekornya Permasalahan yang tidak diketahui penyebabnya.
9 takut titik lalu tumpah Takut kehilangan sedikit, justru kehilangan banyak.
10 tangan kanan jangan percaya akan tangan kiri Jangan terlalu percaya kepada sahabat karena sewaktu-waktu dia mungkin juga mencelakakan kita.
11 tangan mencencang bahu memikul Siapa yang bersalah, maka dia harus berani menerima akibat/hukumannya.
12 tebal kulit muka Tidak berperasaan.
13 tebu setuntung masuk geraham gajah Pemberian yang sedikit kepada orang kaya sudah barang tentu tidak akan terasa baginya.
14 telaga di bawah gunung Isteri yang mampu memberikan kebahagiaan pada suaminya.
15 telaga mencari timba Gadis yang sedang mencari jodoh.
16 telah meraba-raba tepi kain Menderita sakit parah.
17 tepuk perut tanya selera Sebaiknya bertanya dahulu kepada orang yang sudah berpengalaman sebelum mengerjakan sesuatu.
18 terpecak peluh di muka Sangat malu.
19 tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang Orang kecil/rendahan yang ingin mendekati orang besar/berkuasa, tetapi malu.
20 tiada kayu janjang dikeping Sesuatu hal yang tidak dapat ditangguhkan.
21 tiang pandak hendak menyamai tiang panjang Ingin meniru gaya/tingkah laku orang kaya, dan akhirnya menderita sendiri.
22 tidak tampak batang hidungnya Tidak muncul; tidak kelihatan.
23 tidak terindang dedak basah Suatu permasalahan yang sangat sulit untuk dipecahkan/diselesaikan.
24 tidur bertilam air mata Sangat sedih karena merindukan kekasih.
25 tidur bertilam pasir Tidur di mana saja karena tidak memiliki tempat tinggal.
26 tinggal jangat pembalut tulang Sangat kurus.
27 tinggal kelopak salak Seseorang yang menghabiskan kekayaannya, sehingga jatuh miskin.
28 tinggal kulit pembalut tulang Sangat kurus.
29 tinggi banir tempat berlindung Orang yang berkedudukan tinggi dan dijadikan sebagai pengayom.
30 tohok lembing ke semak Perbuatan yang sia-sia.
31 tong kosong nyaring bunyinya Orang yang banyak bicara, tetapi malas bekerja dan kurang berpengetahuan.
32 tongkat membawa rebah Mendapat kesulitan karena teman sendiri.
33 tunggang hilang berani mati Orang yang mempunyai rasa percaya diri yang sangat tinggi.
34 tak ada gading yang tak retak Masing-masing orang mempunyai kekurangannya tersendiri.
35 Tabir sudah tergantung, tikar sudah terbentang Pesta yang sudah siap untuk dimulai.
36 Tabuhan meminang anak laba-laba
37 Tahan baji oleh kenidai Lawanlah kejahatan dengan kebaikan. (kenidai = sejenis pohon yang tumbuh di pesisir pantai)
38 Tahan jerat di tempat genting Suatu perkara yang sangat besar.
39 Tahan-tahan larat Menahan penderitaan hidup dengan segenap tenaga dan pikiran.
40 Tahu diereng dengan gendeng Bermain judi dengan mata dadu genap atau ganjil.
41 Tajam lidah daripada pedang Ucapan seseorang dapat lebih menyakitkan dibandingkan dengan tersayat senjata tajam.
42 Tajam pisau karena diasah Orang yang rajin belajar dan berusaha akan cepat pandai/ahli.
43 Tak ada air talang dipancung Berusaha dengan segala cara untuk mencapai maksud/tujuan.
44 Tak ada beras yang akan ditanak Tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan/ditunjukkan.
45 Tak ada busuk yang tak berbau Tidak ada kejahatan/keburukan yang dapat disembunyikan selamanya.
46 Tak ada dekar yang tak bulus Tidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah.
47 Tak ada gunung tinggi yang tak runtuh, tak ada lurah dalam yang tak dapat dituruni Suatu usaha bila disertai dengan kemauan yang kuat, pasti akan berhasil baik.
48 Tak ada guru pada orang pekak, tak ada kilat pada orang buta Orang bodoh yang tidak tahu arti kiasan dan sidiran.
49 Tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi si buta Orang bodoh yang tidak tahu arti kiasan dan sidiran.
50 Tak ada kubangan yang tak berkatak Setiap daerah pasti memiliki suatu kelemahan.
51 Tak ada macan yang makan anaknya Tidak ada orang tua yang tega mencelakakan anak kandungnya.
52 Tak ada padi beras setangkai Tidak ada sesuatu yang sempurna.
53 Tak ada pendekar yang tak bulus, tak ada juara yang tak kalah Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.
54 Tak ada rotan, akar pun jadi Jika tidak ada yang baik, yang kurang baik pun bisa digunakan.
55 Tak ada tanaman menolak hujan Setiap orang pasti akan memanfaatkan kesempatan yang baik dan menguntungkan bagi dirinya sendiri.
56 Tak ada terlawan jika buaya menyelam air Sebaiknya janganlah mencoba untuk menyaingi orang besar/kaya.
57 Tak akan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia Janganlah tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu yang telah pasti.
58 Tak akan serik luka dimakan tajak, esok lusa kebendang juga Apabila telah mendapatkan suatu keuntungan, maka hendaklah dipertahankan/dijaga dengan baik.
59 Tak benang batu digilas Apabila belum ada sesuatu yang pas/sesuai keinginan untuk dipakai, maka sebaiknya pakailah sesuatu yang ada terlebih dahulu.
60 Tak beras antak dikisik Segala upaya dilakukan untuk mencapai maksud/tujuan.
61 Tak berasak lenggang dari ketiak Tidak pernah jauh.
62 Tak berasak lenggang di ketiak Tidak ada perubahan sama sekali.
63 Tak berkain sehelai benang Serba kekurangan/melarat.
64 Tak berpucuk di atas enau Orang yang menganggap dirinya lebih dibandingkan dengan orang lain.
65 Tak berudang di balik batu, tak berorang di balik aku Sangat sombong.
66 Tak boleh tanduk telinga dipulas Janganlah melampiaskan kekalahan terhadap orang-orang terdekat dari lawan.
67 Tak empang peluru di lalang Kasih sayang suatu saat bisa berubah menjadi benci.
68 Tak jauh lenggang dari ketiak Tidak jauh dari pokok persoalannya.
69 Tak jemu-jemu seperti ombak memecah Berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan keinginan.
70 Tak kaya oleh emas pembawa, tak gadis oleh kain bersalang Dalam mencapai kejayaan jangan sepenuhnya bergantung kepada orang lain, hendaknya berikhtiar sendiri.
71 Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah Dalam keadaan terpaksa, benda yang tidak dapat digunakan/sudah dalam keadaan tidak bagus akan menjadi berguna.
72 Tak kenal maka tak sayang Perangai seseorang tidak akan dapat diketahui bila belum kenal dekat.
73 Tak keruh laut oleh ikan, tak runtuh gunung oleh kabut Suatu daerah walaupun beraneka ragam pahamnya, tetapi adatnya tidak akan berubah.
74 Tak kuning oleh kunyit, tak putih oleh kapur Seseorang yang sudah kaya sejak awalnya, bukan (kekayaannya) berasal dari negeri yang dikunjunginya; orang yang teguh.
75 Tak lain dandang di air, di gurun ditanjakkan Berusaha untuk menyampaikan maksudnya.
76 Tak lapuk oleh hujan, tak lekang oleh panas Tetap pada pendirian semula; suatu keadaan yang tidak pernah berubah/tetap.
77 Tak lari gunung dikejar Melaksanakan suatu pekerjaan tidak perlu dengan tergesa-gesa.
78 Tak lekang di bibir Seseorang yang selalu disanjung/dipuji oleh orang lain.
79 Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan Aturan yang tidak dapat diubah.
80 Tak mau koyak kulit, koyak kain mau juga Bersedia mengorbankan harta benda asalkan selamat dari bahaya.
81 Tak mengenal pasang surut Tidak pernah berputus asa dalam berusaha/selalu berikhtiar.
82 Tak menghangat mendingin Tidak menghiraukan/tidak peduli.
83 Tak pernah masuk gelanggang bergoyang Orang kampung/desa yang masuk ke rumah orang ternama/besar.
84 Tak sama getah daun dengan getah batang Watak dan tabiat masing-masing orang berbeda, walaupun berasal dari satu keluarga.
85 Tak sungguh getah daun, yang sebenarnya getah batang juga Sejahat-jahatnya saudara kandung, masih lebih baik dibandingkan orang lain yang jahat.
86 Tak tahu di bongkok tidur Perihal seseorang yang tdak menyadari akan kekurangan dirinya.
87 Tak tahu ujung pangkalnya Tidak tahu-menahu mengenai sesuatu hal.
88 Tak tentu hilirnya Tidak tentu maksudnya; simpang-siur.
89 Tak termakan oleh anjing kata-katanya Kata-kata yang kurang baik/menyakitkan dan kasar.
90 Tak timbuh tak melata, tak sungguh orang dikata Bila tidak berbuat jahat, pasti tidak akan ada orang yang mengetahuinya.
91 Tak usah bimbang, gula dalam mulut, tinggal telan saja Jangan ragu-ragu, sesuatu yang ditakdirkan menjadi milik kita tidak akan berpindah tangan begitu saja.
92 Tak usah diajar anak buaya berenang, ia sudah pandai juga Jangan mengajarkan/memberitahukan sesuatu kepada orang yang sudah memahaminya.
93 Tak usah diajar itik berenang Tidak ada gunanya menasihati/mengajari orang yang lebih pandai.
94 Takaran sudah hampir punuh Sudah sangat tua/renta.
95 Takkan ada katak beranak ular Seseorang yang berjiwa pengecut selamanya tidak akan menjadi pemberani.
96 Takkan dua kali orang tua kehilangan tongkat Kegagalan yang sama tidak akan sampai dilakukan dua kali jika sudah dipelajari kegagalan yang terdahulu.
97 Takkan pasang selalu di mana surut senantiasa Keadaan yang tidak tetap (terutama terkait dengan jabatan dan kekayaan seseorang).
98 Takkan pisang berbuah dua kali Sebodoh-bodohnya manusia tidak akan sampai tertipu dua kali jika dia sudah mempelajari kesalahannya yang terdahulu.
99 Takut akan bayang-bayang sendiri Takut akan kelemahan atau perbuatannya sendiri.
100 Takut akan kutu dibuang kain Takut akan bahaya yang kecil, lalu membuang keuntungan yang besar yang mungkin diperoleh.
101 Takut akan lumpur, lari keduri Ingin berbuat kebajikan, tetapi malah dianggap melakukan kesalahan/perbuatan jahat.
102 Takut dihantu, terpeluk di bangkai Mendapatkan musibah baru setelah menghindari sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakutkan.
103 Takut dilanggar batang, jangan duduk di kepala pulau Jangan melakukan hal yang sulit bila tidak mau menanggung resikonya.
104 Takut hantu, terpeluk bangkai Menghindari bahaya yang kecil, tetapi justru mendapatkan bahaya yang lebih besar.
105 Takut kepada ular terkejut kepada bengkarung Merasa takut pada orang yang berkuasa beserta keluarganya.
106 Takutkan tuma, dibuang kain Takut akan sesuatu hal yang kecil, lalu membuang keuntungan besar yang mungkin diperoleh.
107 Tali busur tidak selamanya dapat direnggang Tidak ada seorang pun yang mampu bekerja terus-menerus/tanpa henti.
108 Tali di dalam bungkusan, digerek tikus apa gunanya Seorang anak perempuan atau gadis pingitan yang melakukan suatu kesalahan secara diam-diam.
109 Tali jangan diputus, kaitan jangan diserkah Memutuskan perkara dengan seadil-adilnya.
110 Tali jangan diputus, pengait tinggal di atas Dalam memutuskan suatu perkara hendaknya dilakukan dengan adil dan jangan sampai berat sebelah/memberatkan salah satu pihak.
111 Tali terentang tidak putus, sangkutan tergantung tidak rekah Pertalian/hubungan keluarga yang tidak putus karena pernikahan beda bangsa.
112 Tamak hilang malu, loba dapat kebiasaan Orang yang serakah dan telah menjadi kebiasaan.
113 Tambah air tambah sagu Jika tugas/pekerjaan kita bertambah, maka penghasilan pun akan bertambah.
114 Tampak benar lurah tak berbatu, ijuk tak bersagar Orang miskin yang sering mendapatkan penghinaan dari orang lain.
115 Tampak jalan tempat lalu, lupa batu akan menarung Orang miskin yang celaka karena mendapatkan keuntungan dan sempat memanfaatkan keuntungan itu.
116 Tampak ranggas tak akan melenting Ketahuan tidak dapat melakukan apa-apa karena bodoh atau penakut.
117 Tampan sudah langgam terbawa Sempurna, tidak ada cela.
118 Tampuknya masih bergetah Pendapatannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
119 Tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera Setiap sebab yang ada mendatangkan sebab yang lain.
120 Tanah tumpah darahku Tempat kelahiran.
121 Tanam cempedak tumbuh nangka Memperoleh sesuatu lebih dari yang diharapkan.
122 Tanam ilalang tak akan tumbuh padi Perbuatan jahat tidak akan mendapatkan hasil yang baik karena suatu saat pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya.
123 Tanduk di kepala takkan dapat digelengkan Tidak dapat menghindari kewajiban.
124 Tangan singkat hendak mengulur Ingin menolong tetapi tidak berdaya.
125 Tangan yang celaka, kerja jatuh Mendapatkan kerugian karena keluarga/kerabat berbuat buruk.
126 Tangguk rapat, keruntung bubus Suami isteri yang tidak sesuai/cocok sifatnya.
127 Tarik puntung padamlah bara Perihal seseorang yang berbuat sesuka hatinya karena tidak ada yang membahayakan.
128 Taruh beras dalam padi Menyimpan rahasia dengan sangat baik.
129 Teduhkan di bawah betung Mendapatkan pertolongan yang tidak mencukupi.
130 Tegak berpaling, duduk berkisar Berubah dari apa yang telah dikatakan atau dijanjikan.
131 Tegak meninjau jarak, duduk meraut ranjau Perihal orang yang rajin.
132 Tegak pada yang datar Teguh memegang kebenaran.
133 Tegak seperti alif Memiliki pendirian yang kuat, sehingga tidak mudah untuk terpengaruh oleh pendapat orang lain.
134 Tegak tapak bayang-bayang Tepat tengah hari.
135 Tegang dinanti kendur, keras dinanti lunak Dalam menyelesaikan pertikaian hendaklah dinantikan ketika kedua belah pihak reda kemarahannya.
136 Telah baris berpahat, telah jalan yang tertutur Pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan adat yang berlaku.
137 Telah busuk makan peda Melakukan sesuatu yang sudah terlambat.
138 Telah dapat gading bertua, terbuang tanduk kerbau mati Karena mendapatkan sesuatu yang baru, yang lama diabaikan/ditinggalkan.
139 Telah karam maka ditimba Memberikan pertolongan kepada seseorang yang sudah tidak dapat ditolong.
140 Telah mati yang bergading Kematian dari orang yang berkuasa dan dihormati.
141 Telah mendapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati Karena mendapatkan sesuatu yang baru, yang lama diabaikan/ditinggalkan.
142 Telah menjadi darah daging Sudah menjadi kebiasaan.
143 Telah panas hari, lupa kacang akan kulitnya Seseorang yang lupa akan asal-usulnya atau jati dirinya.
144 Telah penuh sebagai sukat Telah habis kesabarannya.
145 Telentang sama diminum airnya, telungkup sama termakan tanah Bersama-sama dalam menjalani kehidupan.
146 Telentang sama menadah embun, tertiarap sama memakan pasir Sehidup semati; senasib sepenanggungan.
147 Telinga rabit dipasang gelang, kaki untuk dipakaikan gelang, jari kudung dimasukan gelang Memuliakan orang yang tidak patut untuk dimuliakan.
148 Telunjuk lurus, kelingking berkait Perihal orang yang munafik, secara lahiriah tampak bersikap baik namun sebenarnya tidak dapat dipercaya.
149 Telunjuk mencolok mata Orang kepercayaan yang merusak sesuatu yang dipercayakan padanya.
150 Telur dua sebandung, pecah satu pecah kedua Sehidup semati; seia sekata; senasib sepenanggungan.
151 Tempat makan jangan diberaki Jangan melakukan perbuatan buruk kepada orang yang telah memberikan kebaikan kepada kita.
152 Tempayan tertiarap di air Tidak mau mendengarkan nasihat.
153 Tepuk berbalas, alang berjawat Perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan, sedangkan perbuatan baik dibalas dengan kebaikan.
154 Tepuk dada tanya selera Pertimbangkan segala sesuatu sebelum melakukan suatu pekerjaan.
155 Tepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi Perasaan cinta atau sayang yang hanya datang dari salah satu pihak.
156 Teracak bagai lembing tergadai Perihal orang yang merasa tertegun karena melihat sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya.
157 Teralang-alang bagaikan sampah di mata Cemoohan/hinaan yang tidak dapat dilupakan.
158 Terang kabut tenanglah hari Sudah merasa tenang kembali setelah kesusahannya berlalu.
159 Terang kabut, teduhlah hujan Sudah merasa tenang kembali setelah kesusahannya berlalu.
160 Terapung sama hanyut, terendam sama basah Sehidup semati; seia sekata; senasib sepenanggungan.
161 Terapung tak hanyut, tenggelam tak basah Perkara yang tidak pernah berakhir.
162 Teras terhujam gubal melayang, bertingting bertampi beras, gubal melayang teras tinggal Keturunan bangsawan yang tetap dihormati sekalipun miskin.
163 Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu
164 Terbang bertumpu, hinggap mencekam Hidup di negeri orang dan mencari kerabat.
165 Terbangkit batang terendam Terangkat kembali nama-nama yang terlupakan.
166 Terbulang ayam betina Seseorang yang disangka pemberani, padahal sebenarnya penakut.
167 Tercacak bagai lembing tergadai Sangat terkesima/tertegun.
168 Tercencang puar, tergerak andilau Seseorang yang tidak disukai dan mengakibatkan salah satu anggota keluarganya merasa sakit hati.
169 Tercoreng arang di muka Mendapat malu.
170 Terdorong gajah karena besarnya Melakukan perbuatan kurang baik dengan memanfaatkan kekuasaan.
171 Terendam sama basah, terampai sama kering Suka duka dialami bersama.
172 Tergali pada bejana emas Tertarik pada keuntungan besar.
173 Tergeser karena miang, terlanggar karena rebas Orang besar/berkuasa yang tidak mau disalahkan oleh orang kecil/rendahan.
174 Tergolek pada yang indah Mendapatkan musibah dari perkara kecil.
175 Terhengit-hengit bagaikan rumput di tengah jalan, mati segan hidup tak hendak Perihal orang yang hidup susah/melarat.
176 Terkalang di mata, terasa di hati Tidak mampu mengucapkan kata-kata yang dapat dikenang di hati.
177 Terkatung-katung bagai biduk patah kemudi Orang yang sedang membutuhkan pertolongan namun tidak ada seorang pun yang mampu menolongnya.
178 Terkena luluk kandang kering Mendapatkan bencana/kesulitan pada peristiwa yang tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya.
179 Terkena pada ikan bersorak, terkena pada batang masam Orang yang merasa bahagia karena bertemu ddengan seorang teman yang telah memberikan pekerjaan pada dirinya.
180 Terkilat ikan dalam air, tahu jantan atau betina Orang yang bijaksana tahu akan baik dan buruknya sesuatu.
181 Terkilat-kilat bagai katak disemburi Merasa sangat heran/tertegun hingga tidak bisa berbuat apa-apa.
182 Terlalu panggan jadi hangus Terlalu menyanjung/membanggakan diri dan akhirnya jatuh juga.
183 Terlalu panggang hangus Setiap orang memiliki kekurangan, maka janganlah menyombongkan/membanggakan diri.
184 Terlalu tinggi jatuh, terlalu panjang patah Orang yang terlalu meninggikan/menyanjung dirinya pada akhirnya akan jatuh juga.
185 Terlampau cepat jadi lambat Pekerjaan yang dikerjakan dengan tergesa-gesa pada akhirnya hanya akan memperlambat penyelesaiannya, karena terlalu banyak hal penting yang tidak diperhatikan.
186 Terlampau dikandang, mentah Sesuatu yang dilebih-lebihkan justru akhirnya akan manjadi tidak berharga.
187 Terlampau lurus kurus, terlampau cerdik terkedik Orang yang jujur sering kali dikelabuhi orang, begitu juga dengan orang cerdik yang sering kali diperdaya orang.
188 Terlangsung perahu boleh balik, terlangsung cakap tak dapat balik Hendaklah berhati-hati sebelum mengucapkan suatu perkataan, karena jika sudah terlanjur menyinggung perasaan orang lain, tidak akan dapat ditarik kembali.
189 Terlayang-layang bagai bulu berisi tanah Sangat tidak berdaya.
190 Terlentang sama makan abu, tengkurap sama makan tanah Kesetiaan dalam persahabatan atau percintaan serta ikhlas dalam menjalani hidup (baik suka maupun duka).
191 Terlihat ikan dalam air, tahu jantan atau betinanya Orang yang bijaksana tahu akan baik dan buruknya sesuatu.
192 Terlindung oleh sanggul Isteri yang lebih berkuasa dibandingkan suaminya.
193 Terloncat-loncat bagai ulat pinang Sangat gelisah.
194 Termakan cirit berendang Suami yang takut pada isterinya.
195 Termakan hati pukang Perihal seseorang yang sangat pemalu, sehingga tidak mau bertatap muka dengan orang lain.
196 Ternak gembala, parak berpagar Sebaiknya jaga dan pelihara harta dengan baik agar selamat.
197 Terpanggang bagai kodok dalam lubang Perihal orang miskin yang mendapatkan kesulitan.
198 Terpanjat di hutan dadap Terperangkap dalam bahaya besar.
199 Terpaut bertali, teerlambang berlantak Adat istiadat yang sudah mendarah daging di masyarakat.
200 Terpelanting memilihi, tersesak malampungkan Seorang ayah/suami haruslah menjaga keselamatan anak, isteri, dan hartanya.
201 Terpijak bayang-bayang Tengah hari.
202 Terpijak benang arang, hitam tapak Berbuat jahat, maka jahat pulalah balasannya.
203 Terpijak di tanah kapur putih tapak, terpijak di tanah hitam arang hitam tapak Perbuatan yang baik dibalas baik, sedangkan perbuatan yang jahat dibalas jahat.
204 Tersaukkan ikan suka, tersakkan batang masam Jika mendapatkan keuntungan, bersenang-senang, sedangkan jika mendapatkan kerugian, sedihnya bukan kepalang.
205 Tersesak bagai undang kepada yang runcing, tak dapat bertenggang lagi Orang yang sudah tidak berdaya.
206 Tersesak padang ke tebing Orang yang sudah kehabisan akal dalam menghadapi suatu perkara.
207 Tersesat padang ke rimba Sudah tidak bisa berikhtiar lagi.
208 Tersinggung lebih bagai kena Orang yang cepat marah.
209 Tersingit-singit bagai katung di bawah raba Orang kecil yang selalu bersikap merendah bila berhadapan dengan orang besar/berkuasa.
210 Tersuruh kepada orang yang akan pergi, terimbau pada orang yang aka datang Seseorang yang memerintahkan orang lain untuk melakukan sesuatu yang sangat diharapkannya.
211 Tertanam di biji hampa Jika salah langkah dalam usaha, maka tujuan tidak akan tercapai.
212 Tertangguk pada ikan dikeruntungkan, terangguk pada ular dikeruntungkan juga Keputusan yang sudah pasti (tidak dapat diganggu-gugat) harus diterima.
213 Tertangkap di air kalang Berhadapan dengan orang besar/terhormat.
214 Tertangkap kain Orang yang telah berbuat zina dan akhirnya tertangkap basah (rahasianya terbongkar).
215 Tertangkap sama termakan tanah, terlentang sama terminum air Bersama-sama dalam suka maupun duka.
216 Tertarung kaki boleh diinai, tertarung hati susah diobati Hati yang terluka (perihal perasaan yang tersinggung/tersakiti) sulit untuk diobati.
217 Tertimbun dikais, terbenam di selam Sesuatu yang tersembunyi dan diteliti dengan seksama.
218 Tertumbuk biduk dibelokkan, tertumbuk kala dipikiri Pantang menyerah; tidak berputus asa.
219 Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk hati dikelokkan Orang yang sedang berusaha mencari pekerjaan dengan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
220 Tertumbuk biduk dikelolakkan, tertumbuk kata dipikiri Bila mendapatkan kesulitan sebaiknya dicarikan jalan keluar yang baik, sehingga dapat terlepas dari kesulitan tersebut.
221 Tertumpang di biduk tiris Menyerahkan dirinya pada orang yang miskin.
222 Tiada air sungai mengalir ke hulu Anak tidak akan membalas pengorbanan orang tuanya.
223 Tiada akan licin katak puru walaupun berhujan sekalipun Orang yang buruk rupa, meskipun berpakaian mahal tetap saja terlihat buruk.
224 Tiada angin bertiup masakan daun kan bergoyang? Yang berguna tetap disimpan baik-baik, sedangkan yang tidak berguna dibuang.
225 Tiada beban batu digalas Mencari kesulitan.
226 Tiada berpucuk di atas enau Orang yang mengira/merasa dirinya adalah yang paling hebat.
227 Tiada berudang di balik batu Sangat sombong.
228 Tiada biduk karam sebelah Apabila salah satu anggota kelurga menderita, maka seluruh anggota keluarganya akan merasakan penderitaan tersebut.
229 Tiada buruk yang tak elok Jangan menyebarkan rahasia teman/sahabat sendiri.
230 Tiada dibawa orang sehilir semuara Orang yang sudah tidak berguna lagi di masyarakat.
231 Tiada dibawa orang sehilir semudik Orang yang disisihkan dalam pergaulan.
232 Tiada disangka akan karam, ombak yang kecil diabaikan Terlalu meremehkan masalah yang kecil, padahal sebenarnya masalah tersebut dapat mendatangkan kesulitan yang besar.
233 Tiada ilmu suluh padam Tanpa ilmu pengetahuan yang cukup, orang menjadi mudah sesat atau terperosok pada hal-hal yang merugikan.
234 Tiada kekal bunga di karang Tidak ada kemewahan dan kemuliaan yang abadi.
235 Tiada kubang yang tiada berkodok Tidak ada negeri yang tidak memiliki keburukan/kekurangan.
236 Tiada lepas dari bibir Suatu pekerjaan yang masih dalam tahap perencanaan (belum dikerjakan sama sekali).
237 Tiada mengetahui hulu hilirnya Tidak mengetahui ujung pangkalnya.
238 Tiada ragam kunyit, resan serai Dua orang yang memiliki kesamaan dalam suatu hal.
239 Tiada rotan akar pun jadi Sesuatu yang kurang pantas pun bisa digunakan jika sesuatu yang lebih bagus/baik tidak tersedia.
240 Tiada terbawa sekam segatang Sudah tidak mempunyai kekuatan lagi; sudah rapuh.
241 Tiada terbungkam tahi mata dengan empu jari Aib sanak saudara kita tentu kita juga yang akan memikulnya.
242 Tiada terempang peluru oleh ilalang Kehendak orang yang berkuasa tidak akan dapat ditahan oleh orang yang lemah.
243 Tiada umpat yang membunuh, tiada sanjung yang mengenyang Janganlah lekas marah bila dicaci maki dan janganlah terlalu senang bila dipuji.
244 Tiap gila tiap berkongkong, tiap mandi tiap bergosok Bila melakukan suatu pekerjaan, suatu saat pasti akan mendapatkan imbalannya.
245 Tiap-tiap celaka pasti ada gunanya Setiap musibah pasti ada hikmahnya.
246 Tiba di mata dipejamkan, tiba di perut dikempiskan Berat sebelah; tidak adil.
247 Tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipincingkan, tiba di dada dibusungkan Berat sebelah; tidak adil; pilih kasih.
248 Tidak ada kusut yang sehelai, tak ada keruh yang tak jernih Jika terjadi masalah, haruslah dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya.
249 Tidak ada kusut yang tak selesai Tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan.
250 Tidak ada lalat langau Tidak ada orang satu pun.
251 Tidak ada orang yang menggaruk keluar badan Orang yang berpihak pada keluarganya jika terjadi perselisihan.
252 Tidak ada pendekar yang tak bulus, tak ada juara yang tak kalah Orang yang pandai sekalipun pasti pernah dan akan melakukan kesalahan.
253 Tidak ada ribut masakan daun tak bergoyang? Setiap perkara pasti ada penyebabnya.
254 Tidak alang kepalang tanggung Tidak tanggung-tanggung.
255 Tidak berasak tunas dari tunggal Kedudukan yang turun-temurun dalam keluarga.
256 Tidak berdaging lagi Sudah tidak memiliki harta.
257 Tidak beringsut dari bibir Sesuatu yang selalu disebut-sebut karena terus-menerus diingat.
258 Tidak berisi lagi, tinggal koyakan Sudah tidak berdaya dan hanya bisa menunggu kehancuran.
259 Tidak bernasi di balik kerak Orang yang suka memamerkan harta kekayaan milik orang tuanya.
260 Tidak bisa dipegang ekornya Tidak dapat dipercaya.
261 Tidak dapat menaruh muka Tidak berani bertemu dengan orang lain karena malu.
262 Tidak dibawa orang makan sejambar Orang yang dikucilkan karena keadaan atau perbuatannya.
263 Tidak dihambat akar, tidak dihambat dahan Melakukan pekerjaan yang tidak terdapat rintangan sama sekali (atau hanya terdapat rintangan yang sangat mudah untuk dihadapi), sehingga pekerjaan tersebut berjalan dengan lancar hingga selesai.
264 Tidak laku diikat Sesuatu yang tidak berharga.
265 Tidak mudah membuat kanji, kurang haru cirit-kambingan Berhati-hatilah dalam mengurus/melakukan sesuatu, karena bila kurang cermat, urusan/pekerjaan tersebut bisa menjadi berantakan.
266 Tidak tahu alif Tidak bisa membaca dan menulis; buta huruf.
267 Tidak tahu dikeluani orang Tidak sadar jika dirinya sedang atau telah diperalat oleh orang lain.
268 Tidak tanahnya akan menjadi padi Bukan karena fisiknya, sesorang itu dianggap baik.
269 Tidak terindang dedak berbiak lagi Orang yang tidak memiliki kemampuan dan sudah tidak berdaya lagi.
270 Tidak terkayuhkan lagi biduk hilir Tidak mempunyai daya/upaya lagi.
271 Tidak termakan peluru Kebal terhadap senjata api.
272 Tidak usak kerbau oleh penyembelihnya Bila memiliki kelebihan harta, hendaknya selalu berderma.
273 Tidaklah gajah dapat ke tangan manusia Tidak ada sesuatu yang mustahil, jika mau dan berani usaha.
274 Tidaklah gajah yang besar diam di hutan itu ke tangan manusia Janganlah membesar-besarkan kekayaan orang lain, karena suatu saat kekayaan itu akan lenyap juga.
275 Tidur diatas miang Tidak tenang; gelisah.
276 Tidur orang alim lebih baik daripada puasa orang jahat Nasihat orang yang bijaksana lebih baik dari pada pemberian harta dari orang yang berperangai buruk.
277 Tidur tak nyenyak, makan tak kenyang Sangat gelisah; banyak yang dipikirkan.
278 Tikar emas bantal suasa sama dengan berbantalkan lengan Rumah mewah tetapi bukan milik sendiri tidak akan terasa lebih baik/nyaman daripada rumah jelek tetapi milik sendiri.
279 Tikus jatuh ke dalam gudang beras Mendapatkan keuntungan tanpa memberikan kabar (tanpa diketahui oleh orang lain).
280 Timbangan berat sebelah Keputusan yang tidak adil.
281 Tinggal di tabung diuntungkan, tinggal di aweh dikiraikan Segala sesuatu telah diberikan sepenuhnya.
282 Tinggal nadi Sedang sakit parah.
283 Tinggal sehelai pinggang Perihal sesorang yang keadaannya sangat menderita dan melarat.
284 Tinggal tulang dengan kulit Kurus kering.
285 Tinggi di laga, rendah geleparnya Terlalu sombong, tetapi sebenarnya tidak seperti apa yang dikatakan.
286 Tinggi dianjang besar dilambuk Kebesaran sesorang karena dimuliakan oleh anak buahnya.
287 Tinggi dianjung, besar dipupuk Seseorang yang menganggap dirinya sangat mulia.
288 Tinggi gelapur, rendah laga Banyak bicara, tetapi tidak ada buktinya (tidak tahu yang sebenarnya).
289 Tinggi kayu ara dilangkahi, rendah bilang-bilang diseluduki Melakukan sesuatu hendaknya sesuai dengan aturan dan kebiasaan yang berlaku, meskipun hal tersebut terlihat aneh.
290 Tinggi kayu ara dilompati, rendah bilang-bilang disyukuri Cara panggilan dalam suatu kelompok/kaum yang disebabkan oleh perkawinan.
291 Tinggi tampak jauh, yang dekat julung bersua Pemimpin yang bertanggung jawab.
292 Tinggi terbawa oleh ruasnya Seorang pemalas yang masih bodoh, meskipun sudah besar/dewasa.
293 Titah dijunjung, perintah dijalankan Menuruti perintah pemimpin.
294 Titian biasa lapuk, janji bisa mungkir Janji tidak selamanya bisa ditepati.
295 Tohok raja tidak dapat diledakkan Sangat sulit untuk menolak perintah dari orang yang berkuasa.
296 Tohok tunggang ke baruh Mudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya.
297 Tolak tangga berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri Menyia-nyiakan kehidupan yang menyenangkan.
298 Tong penuh trak berguncang, tong setengah berguncang Orang yang pandai berdiam diri, sedangkan orang yang bodoh banyak bicara.
299 Tongkat hati hubungan nyawa Seorang ibu yang sangat mengasihi anaknya.
300 Tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi Orang tua yang tidak tahu diri dan bertingkah laku seperti anak muda.
301 Tua-tua kelapa, makin tua banyak santannya Orang pandai yang semakin tua semakin banyak pengalaman dan pengetahuannya.
302 Tuah anjing celaka kuda Menggembirakan bagi orang lain, belum tentu menggembirakan juga bagi kita.
303 Tuah ayam boleh dillihat, tuah manusia siapa tahu Tidak ada seorang pun yang dapat menentukan nasib orang lain.
304 Tuah melambung tinggi, celaka menimpa badan Selalu mendapatkan kemalangan.
305 Tuah sebesar bukit, celaka sebesar gunung Memiliki kepandaian, tetapi tidak bekerja, sehingga susah juga kehidupannya.
306 Tuak terbeli, tunjang hilang
307 Tuba habis ikan tak dapat Pekerjaan yang sia-sia (tidak mendatangkan untung ataupun rugi).
308 Tukang tuak membuang kayu Orang bijaksana yang mampu menghargai orang lain.
309 Tumbuh pada alur sudah diturut, tumbuh pada jalan sudah ditempuh Mengerjakan suatu pekerjaan hendaknya menurut apa yang telah ditentukan/aturannya.
310 Tumbuk tanak terserah kepada badan seorang Berusaha untuk hidup mandiri, walaupun banyak orang yang menawarkan pertolongan.
311 Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia Barang yang sederhana dan kurang berharga bila disentuh oleh tangan-tangan kreatif akan menjadi lebih bernilai.
312 Tunggul terbakar di tengah huma Orang yang berperilaku sangat buruk.
313 Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat Jangan pernah berhenti menuntut ilmu sampai akhir hayat.
314 Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina Tuntutlah ilmu kemana pun jauhnya kita harus mencari.
315 Turut hati yang geram, hilang takut timbul keberanian Orang yang penakut akan menjadi sangat berani jika ia sedang terpojok ataupun saat sedang marah.
316 Turut rasa binasa, turut hati mati Berpikir dan bertindaklah secara bijaksana, jangan hanya menuruti hawa nafsu.

Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.