Kata Awalan N Menurut Kamus Peribahasa

Ditemukan 50 Kata awalan n menurut Kamus Peribahasa. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 nasi sudah menjadi bubur Sudah terlanjur; sudah tidak dapat diubah.
2 nasi tersaji di lutut Keuntungan yang diperoleh dengan mudah.
3 nibung bangsai bertaruk muda Orang tua yang bertingkah laku seperti anak muda. (bangsai = rapuh dan buruk)
4 Nafsu tidak bertepi Keinginan hati yang tidak ada batasnya.
5 Nafsu-nafsu, raja di mata sultan di hati Menuruti kehendak hati sendiri.
6 Naga ditelan ular lidi Anak bangsawan yang kawin/menikah dengan orang biasa/rakyat jelata.
7 Naik basuh kaki saja Mengerjakan suatu pekerjaan dengan mudah.
8 Naik dari janjang, turun dari tangga Melakukan suatu pekerjaan menurut aturan.
9 Naik di janjang, turun di tangga Melakukan suatu pekerjaan menurut aturan.
10 Naik ke rumah bercuci kaki saja Kawin/menikah tanpa mengeluarkan biaya (atau hanya mengeluarkan biaya sedikit saja).
11 Naik melompat, turun terjun Untuk memperoleh kejayaan/kekayaan lambat/sangat susah, tetapi untuk jatuh cepat/mudah sekali.
12 Naik membilang anak tangga turun selangkah jejaklah ke bumi Untuk memperoleh kejayaan/kekayaan lambat/sangat susah, tetapi untuk jatuh cepat/mudah sekali.
13 Naik seperti kelip-kelip, turun seperti ribut Untuk memperoleh kejayaan/kekayaan lambat/sangat susah, tetapi untuk jatuh cepat/mudah sekali.
14 Naik tak bertangga, turun tak berpintu Melakukan perbuatan yang salah.
15 Naik tangga dari bawah Menurut derajat dan kedudukan masing-masing; menurut aturan yang lazim.
16 Nak ditelan termengkelan, nak diludah tak keluar Berada dalam keadaan yang serba salah.
17 Nak kaya berdikit-dikit, nak ramai bertabur urai Hemat dan cermat adalah tangga kekayaan, murah hati adalah tangga tuah/keselamatan.
18 Nak menangguk ikan, tertangguk ke batang Menginginkan laba/keuntungan tetapi justru merugi.
19 Nak tahu jahat orang tanyakan kepada seterusnya, nak tahukan baik orang tanyakan kepada sahabatnya Kejahatan dapat diketahui dari musuh, sedangkan kebaikan dapat diketahui dari sahabat.
20 Nampak gabak di hulu Tanda-tanda yang menunjukkan akan terjadi sesuatu hal.
21 Nampak kulitnya tahulah isinya Sifat seseorang dapat dilihat dari rupa dan gerak-geriknya.
22 Nan berat tidak terpikul, nan ringan tidak terjinjing Sudah terlalu tua.
23 Nan berseluk urat, nan berjumbai akar, nan berlambai pucuk Walaupun antar keluarga hidup berjauhan tetapi hubungan baik masih tetap terjalin. (seluk = lilit) (lambai = berayun-ayun naik dan turun)
24 Nan dekat panggilan tiba, nan jauh kulangsing lepas Adat panggil-memanggil, yang dekat dipanggil dengan mulut dan yang jauh dipanggil dengan pesan. (kulangsing = sirih pemanggil)
25 Nan dimaksud sampai, nan diamal pecah Sudah tercapai apa yang dicita-citakan. (amal = idaman/cita-cita)
26 Nan lurah juga diturut air Orang yang kaya juga yang akan bertambah kekayaannya.
27 Nan pekak pelepas bedil, nan buta pengembus lesung, nan bisu penggera ayam, nan lumpur penghuni rumah Masing-masing orang memiliki kemampuan/kegunaannya tersendiri; simbol persatuan yang kukuh. (penggera = orang yang menggertak)
28 Nasi basi penolak nafsu
29 Nasi disaji pula digaduhkan, padi di ladang dilanyak gajah tidak disusahkan Belanja/pengeluaran yang sedikit yang diributkan, sedangkan pengeluaran yang besar tidak dihiraukan/tidak diperhitungkan.
30 Nasi masak periuk pecah Hukuman yang sudah diputuskan tidak dapat dibanding/diganggu-gugat lagi.
31 Nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang Pekerjaan dilakukan secara bersama-sama, tetapi keuntungan diambil seorang diri.
32 Nasi sedap gulai mentah, gulai sedap nasi mentah Pekerjaan yang tidak selesai (terbengkalai).
33 Nasi tak dingin, pinggan tak retak Cermat dalam melakukan suatu pekerjaan.
34 Nasi tersenduk tidak termakan Tidak dapat merasakan, meskipun sudah diperoleh; belum menjadi rezeki.
35 Nasib penyapu, banyak jasa turun darjat Terlalu banyak melakukan kebajikan, sehingga merusakkan/merugikan diri sendiri.
36 Negeri besar, rumah besar, berapa pun panjang perian takkan terantuk Orang kaya yang murah hati, berapa pun banyaknya orang yang meminta pertolongan ia tidak akan menjadi miskin.
37 Neraca berbatu intan Hukuman yang sangat adil.
38 Neraca palingan Allah, mata palingan setan Pendirian orang mudah berubah.
39 Neraca palingan bungkal, hati palingan Tuhan Pendirian orang mudah berubah.
40 Neraca yang palingan, bungkal yang piawai Hakim yang sangat adil.
41 Niat di hati hendak memeluk gunung, sudah terpeluk biawak celaka Berhajat/menghendaki sesuatu yang baik, tetapi justru yang buruk yang diperoleh.
42 Niat hati hendak memancing ikan, tak mau membuang umpan Ingin mendapatkan keuntungan tanpa mau berkorban.
43 Niat hati hendak memancing temenung, sudah terpancing ikan setoka Yang dihajati/dikehendaki berbeda dengan yang diperoleh.
44 Niat hati nak getah bayan, sudah tergetah burung serindit Yang dihajati/dikehendaki berbeda dengan yang diperoleh.
45 Niat hati nak peluk gunung, apakan daya tangan tak sampai Menginginkan sesuatu yang besar tetapi tidak berdaya untuk meraihnya karena kekurangan akal dan alat.
46 Nikah maharaja bumi Kawin/menikah tanpa mengeluarkan biaya (atau mengeluarkan sedikit biaya saja).
47 Nyamuk lepas pijat-pijat kena pirik Mendapatkan bencana/kesulitan karena kesalahan orang lain. (pirik = menumbuk/melumat)
48 Nyamuk mati, gatal tak lepas Masih menaruh dendam kepada orang yang telah berbuat jahat, meskipun orang itu telah diberikan hukuman yang setimpal.
49 Nyawa bergantung di hujung kuku Berada dalam keadaan yang sangat berbahaya; sangat rentan.
50 Nyiur setandan tetapi berlain-lain jadinya Walaupun seibu dan sebapa (bersaudara), tetapi tabiatnya jauh berbeda.

Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.