Kata Awalan L Menurut Kamus Peribahasa

Ditemukan 191 Kata awalan l menurut Kamus Peribahasa. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 lading tajam sebelah Selalu mau menerima pemberian orang, tetapi enggan untuk memberi. (lading = sejenis alat perang)
2 lain gatal lain digaruk Jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaannya.
3 lain padang lain belalang Adat di masing-masing negeri selalu berlainan.
4 laksana jentayu menantikan hujan Sangat rindu. (jentayu = burung garuda yang besar)
5 laksana taji dibentuk Kening yang elok.
6 lapuk oleh kain sehelai Beristeri atau bersuami hanya seorang saja (tidak bercerai-berai dan tidak saling menduakan).
7 laut budi tepian akal Orang cerdik (pandai) atau cendekiawan.
8 laut ditimba akan kering Harta yang banyak sekalipun akan habis jika selalu dibelanjakan/digunakan.
9 layang-layang putus talinya Tinggal berserah kepada nasib saja karena sudah tidak ada lagi daya/upaya.
10 layar menimpa tiang Kawan yang menjadi lawan.
11 lemak penyelar daging Orang yang memboroskan harta benda tuannya. (penyelar = penggoreng)
12 lempar batu sembunyi tangan Berbuat jahat/usil kepada orang lain tetapi pura-pura tidak tahu.
13 lengan bagai lilin dituang Lengan yang indah/menawan.
14 lepas bantal berganti tikar Kawin/menikah dengan saudara atau keluarga dari isteri yang sudah tiada/meninggal.
15 licin bagai belut Tidak mudah ditipu atau ditangkap.
16 lidah bercabang Selalu berubah-ubah; tidak dapat dipercaya.
17 lidah biawak Selalu berubah-ubah; tidak dapat dipercaya.
18 lidah terganjal Tidak dapat membantah permintaan seseorang karena telah berhutang budi dan sebagainya.
19 lidah terkalang Tidak dapat membantah permintaan seseorang karena telah berhutang budi dan sebagainya.
20 lihat anak pandang menantu Menganggap orang lain sama/setara dengan dirinya sendiri.
21 lupak jadi perigi Orang miskin yang menjadi kaya.
22 lurus bagai piarit Kelihatannya baik, tetapi sebenarnya jahat. (piarit = serampangan, seruit)
23 Laba sama dibagi, rugi sama diterjuni Persahabatan yang sangat karib.
24 Laba tertinggal, harta lingkap Laba tidak diperoleh, namun modalnya juga lenyap/hilang.
25 Labu dikerbuk tikus Gadis yang sudah kehilangan daranya/perawannya.
26 Ladang yang berpunya Perempuan yang sudah kawin/menikah.
27 Lading tak tahu akan majalnya Tidak insaf akan keadaan dirinya. (majal = tumpul, tidak tajam)
28 Lagak Padang, omong Betawi Sombong, padahal pengetahuannya hanya sedikit.
29 Lagi jatuh ditimpa tangga Mendapatkan kesulitan bertubi-tubi.
30 Lagi lebai lagi berjanggut Orang yang berilmu dan berbudi pekerti yang baik.
31 Lagi murah, lagi ditawar Semakin diberi semakin banyak yang diminta.
32 Lagi teduh, lagi berkajang Melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya.
33 Lagi terang, lagi bersuluh Perbuatan yang pandir/bodoh; mempertanyakan sesuatu yang sudah diketahui banyak orang; menyia-nyiakan tenaga dan uang.
34 Lagi tongkat lagi senjata Semakin kaya semakin banyak temannya.
35 Lah baris nan berpahat, lah jalan nan berturut Pekerjaan yang dilakukan dengan menurut aturan.
36 Lah karam maka bertimba Setelah mendapatkan kesulitan/kerugian barulah teringat.
37 Lah ke tengah makan api Perselisihan yang telah mendalam/memuncak dan sulit untuk didamaikan/diselesaikan dengan baik.
38 Lah panas hari, kacang lupa akan kulitnya Orang yang melupakan asal-usulnya setelah mendapatkan sesuatu.
39 Lah sesak alam tempat diam, tak berbumi tempat tegak Mendapatkan malu yang teramat sangat, sehingga tidak ada tempat lagi untuk menyembunyikan muka.
40 Lah tampak jalan tempat lalu, lupa batu akan menarung Orang miskin yang mendapatkan kebahagiaan/kesenangan dan lupa akan bahaya yang mungkin mencelakakan dirinya. (menarung = menyentuh, menyerandung)
41 Lain bengkak lain bernanah Orang lain yang tidak bersalah yang menanggung akibatnya.
42 Lain biduk lain digalang Jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan. (galang = penyangga, landasan)
43 Lain di mulut, lain di hati Yang dikatakan lain dengan yang ada di dalam hati.
44 Lain diniat lain ditakdir, lain diacah lain yang jadi Memperoleh sesuatu yang lain daripada yang dikehendaki/diinginkan.
45 Lain dulang lain kaki, lain orang lain hati Masing-masing orang memiliki kesukaannya tersendiri.
46 Lain galang, lain perahu yang disorong Perbuatan yang berlainan dengan tujuannya.
47 Lain lubuk, lain ikannya Adat di masing-masing negeri selalu berlainan.
48 Lain luka lain menyiuk, lain sakit lain mengaduh Lain yang disindir lain yang tersinggung; lain yang berbuat salah lain pula yang menerima akibatnya. (menyiuk = menarik nafas karena sakit)
49 Lain mangkuk lain cawan Tidak sama antara pembawaan dan kesukaan.
50 Lain orang memperanakkan, lain orang dipanggil bapa Balasan yang tidak pada tempatnya; lain orang yang berbuat baik, lain pula orang yang mendapatkan penghargaan/imbalan.
51 Lain orang yang makan nangka, lain orang yang kena getah Lain orang yang melakukan kesalahan, lain pula orang yang menerima akibatnya.
52 Lain orang, lain pendapat Masing-masing orang memiliki kesukaannya tersendiri.
53 Lain sakit lain diobat, lain luka lain dibebat Jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaannya.
54 Lain teringat lain disebut, bertukar angguk dengan ilallah Perbuatan yang bertentangan dengan apa yang dikatakan.
55 Lain yang bengkak, lain yang bernanah; lain yang untut, lain yang mengisut Lain orang yang melakukan kesalahan, lain pula orang yang dituduh.
56 Laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan Urusan sendiri ditinggalkan karena lebih mementingkan urusan orang lain.
57 Laksana antah lemukut, lapar sangat baru berguna Sesuatu yang tidak (kurang) berharga dan kurang baik, tetapi kalau sudah sangat kekurangan akan berguna juga.
58 Laksana apung di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi Hidup melarat di negeri asing/rantauan.
59 Laksana apung dipermainkan gelombang Hidup melarat di negeri asing/rantauan.
60 Laksana barang derham, sedia ada suratan Istanbul Pekerjaan mulia yang telah dilakukan/diselesaikan dan mendapatkan pujian istimewa.
61 Laksana barang yang disadur Tidak tahan uji.
62 Laksana batang manau, seribu kali embat haram tak putus Sangat kuat dan kokoh. (manau = rotan besar) (embat = pukul)
63 Laksana batik Lasam Sesuatu yang semakin lama digunakan semakin baik. (Lasam = nama daerah di Jawa)
64 Laksana binatang umang-umang di mana sarang udang di situ tempat menumpang Orang yang hidupnya bergantung kepada orang lain.
65 Laksana buah bemban, masak jatuh ke lumpur Menghilangkan diri.
66 Laksana buah masak lum, dihinggut perdu luruh sendiri Orang tua yang sudah uzur sewaktu-waktu mungkin akan mendapatkan sakit keras. (lum = ranum)
67 Laksana bunga dedap, sungguh merah berbau tidak Orang yang elok/rupawan dan berbudi bahasa yang baik.
68 Laksana buntal kembung, perut buncit di dalamnya kosong Orang sombong yang kurang berpengetahuan.
69 Laksana burung diam dalam sangkar Orang yang hidupnya terikat dengan sesuatu.
70 Laksana cempedak mambung, pulur saja jual tak laku Perempuan gemuk yang tidak disukai orang.
71 Laksana golok kayu, ditetakkan tak makan, dijual tak laku Pengetahuan yang tidak sempurna, sehingga tidak mendatangkan faedah sedikit pun.
72 Laksana janda baru bangun tidur Perempuan yang benar-benar cantik.
73 Laksana jauk penjauk yang kerap Terlalu kikir. (jauk = jaring kecil bertangkai untuk menangkap ikan)
74 Laksana kain putih Sentiasa menuruti perkataan/perintah orang; masih kanak-kanak.
75 Laksana kain tiga hasta Serba tanggung/tak cukup.
76 Laksana kasihkan bunga seceper, terbuang bunga sekaki Terlalu menghiraukan yang banyak, sehingga yang sedikit dan sudah di tangan menjadi hilang.
77 Laksana katak di harung ular Lari bercempera/berhamburan dengan suara agak riuh karena ketakutan.
78 Laksana kedidi, di mana pantai tercunggit-cunggit Orang yang tidak tahu membawa/menempatkan diri.
79 Laksana kedidi, sedikit hujan banyak bermain Suka membesar-besarkan perkara yang kecil.
80 Laksana kerbau, di mana rumput hijau di sana menerkam Tidak menghiraukan adanya bahaya karena melihat sesuatu yang disukainya.
81 Laksana kumbang menyeri bunga, kumbang pun terbang bunga pun layu Lelaki yang suka mempermainkan perempuan (ia pergi, perempuan itu pun merana).
82 Laksana layang-layang melawan angin Melakukan perbuatan yang sia-sia.
83 Laksana layang-layang putus teraju Hanya tinggal berserah pada nasib saja karena sudah tidak ada daya/upaya lagi.
84 Laksana layang-layang salah teraju Anak-anak muda yang menapaki jalan yang salah.
85 Laksana lembu dogol, tak boleh ditanduk hanya disondol Orang yang suka menggertak/mengancam tetapi tidak berbahaya.
86 Laksana lembu kasi, galak saja tiada melawan Orang yang tubuhnya besar dan suka menggertak, tetapi sebenarnya penakut.
87 Laksana lemping terbuang Bagi orang yang berada/mampu benda-benda yang sedikit itu tidaklah berguna, tetapi bagi orang yang kurang berada/miskin benda-benda itu sangatlah besar artinya.
88 Laksana mencari sungai yang tiada berhulu Bersusah payah tanpa hasil; sia-sia saja.
89 Laksana pencalang tersarat, tiada ke timur tiada ke barat Orang yang sudah berpakaian dan bersolek dengan menarik, tetapi hanya berdiam diri di dalam rumah saja.
90 Laksana pohon kayu tiada berbuah Ilmu yang tidak diamalkan.
91 Laksana sampan pukat Orang yang tidak pernah keluar jauh dari tempat kediamannya.
92 Laksana sebuku gaharu, sukat dibakar makin berbau Baru memperlihatkan kelebihannya/kemampuannya bila diperlukan saja.
93 Laksana terung bertunang ikan kering Sangat sesuai/cocok.
94 Lalang yang terbakar, sicerek menumpang mati Terlibat dalam urusan orang lain; mendapat kesulitan karena kesalahan orang lain.
95 Lalat langau mengerumuni bangkai Para lelaki yang berkumpul di rumah perempuan jahat.
96 Lalat memanglah mencari puru Lelaki yang jahat memanglah mencari perempuan jahat.
97 Lalu hangus, surut layu Berada dalam keadaan yang serba salah; dilakukan/dikerjakan salah, tidak dilakukan pun salah.
98 Lalu penjahit, lalu kelindan Apabila usaha yang pertama telah berhasil, niscaya usaha yang berikutnya pun akan berhasil juga.
99 Lambat laga asalkan menang Biarpun lambat bekerja asalkan maksud tercapai sesuai harapan.
100 Lampai bagai pimping di lereng, lemah bagai lenggundi muda Pujian terhadap perempuan yang tubuhnya bagus/elok.
101 Lampu kekurangan minyak Dalam keadaan payah/lelah.
102 Lamun ada ubi, ubi; tiada ubi, gadung jadilah Jika terpaksa, barang yang kurang baik pun dapat dipergunakan juga.
103 Lamun takut dilanggar batang, jangan duduk di kepala pulau Kalau takut susah, lebih baik jangan melakukan suatu pekerjaan yang sulit.
104 Lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena diturut Kepandaian/kemahiran didapatkan karena selalu berlatih. (pasar = licin)
105 Lang pungguk lang berikan, tidur siang berjaga malam Pencuri yang tidur di siang hari dan berjaga/mengintai di malam hari.
106 Langau di ekor kerbau, debu di atas tunggul Kedudukan atau pekerjaan yang tidak tetap.
107 Langit akan disigai, tebat akan disiar Hendak melakukan sesuatu yang mustahil.
108 Langit berkelikir, bumi bertemberang; salah-salah fikir menjadi hamba orang Pemikiran yang menuruti hawa nafsu pada akhirnya hanya akan menjerumuskan kita pada kesengsaraan.
109 Langit dapat dilukis, sudut kambut diserayakan Kesalahan kecil dari orang lain tampak/disadari, sedangkan kesalahan besar dari diri sendiri tidak disadari.
110 Langit menimpa kepala, bumi memegang kaki Hidup serba salah karena melanggar perintah negeri.
111 Langit menyungkup kepala Sesuatu yang tidak dapat diatasi lagi.
112 Langit runtuh, bumi cair Segala harapan telah musnah.
113 Langit runtuh, bumi telah terban Segala harapan telah musnah. (terban = runtuh)
114 Langit yang tinggi hendak ditampar, bumi yang dipijak tak dapat dicapai Berhajat/menginginkan pangkat yang tinggi, sedangkan pangkat rendah pun tidak dimiliki.
115 Langkah yang telah terlangkahkan Sesuatu yang sudah dimulai; terlanjur dilakukan.
116 Langkas buah papaya Suatu perkara yang mustahil.
117 Lantai dan dinding bertelinga belaka Memperbincangkan suatu rahasia hendaklah beringat-ingat/pikir-pikir dahulu.
118 Lapuk-lapuk diganti, usang-usang dibarui Adat atau peraturan yang tidak/kurang baik sebaiknya diganti.
119 Laut datang memunggah mutiara Orang pandai/bijaksana yang datang mengajarkan ilmu yang berguna kepada kita.
120 Laut ditembak, darat kena Memperoleh sesuatu yang tidak diinginkan.
121 Laut madu berpantaikan sakar/gula Perkataan manis yang diucapkan oleh orang yang baik dan rupawan.
122 Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan Segala usaha pasti ada bahaya atau kesulitannya.
123 Laut tidak membuang sungai, rimba tidak membuang latah Orang besar/berkuasa yang baik dan murah hati tidak akan menolak permintaan yang diminta kepadanya. (latah = sampah di bawah pohon)
124 Lautan dapat diduga, hati manusia siapakah cakap menduganya Hati/perasaan manusia tidak ada yang mengetahuinya selain dirinya sendiri.
125 Lautan yang dalam sudah diselam rata, buyung di dapur tak tahu apa isinya Negeri asing/rantauan yang sudah benar-benar diketahui seluk-beluknya, sedangkan negeri sendiri tidak diketahui keadaannya.
126 Lautan yang dalam sudah diselami, ini pula air dalam terenang Orang yang pernah mengerjakan suatu pekerjaan besar tidak akan khawatir mengerjakan pekerjaan kecil.
127 Lawak-lawak main, bunga tahi Bersenda-gurau yang akhirnya mendatangkan kegaduhan/keributan.
128 Layu bunga digenggam, layu rumput di halaman Akan menyatakan kematian dari seorang pemimpin mulia/pembesar negeri.
129 Lebai berjanggut kambing pun berjanggut juga Pakaian dan rupa orang bisa saja mirip, tetapi kedudukannya berlainan.
130 Lebih baik berputih tulang daripada berputih mata Lebih baik mati daripada harus menanggung malu yang teramat sangat.
131 Lebih baik seekor singa di padang yang luas, daripada seekor ular di dalam rumput Lebih baik menghadapi musuh besar yang jelas terlihat/diketahui daripada harus berhadapan dengan musuh kecil yang tidak terlihat/diketahui.
132 Lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai Lebih baik bersahabat dengan orang baik walaupun hanya seorang daripada bersahabat dengan sekawanan/sekumpulan orang jahat.
133 Lebih pucuk, lebih pelepah? Kiasan tentang yang mana lebih baik kawan lama atau kawan baru?
134 Lebuh sempit kuda penyepak, jalan licin tebing berkelok Rintangan dalam melakukan suatu pekerjaan akan terasa sangat sulit jika kurang berpengetahuan.
135 Lecah di kaki Seorang lelaki yang kawin/menikah tanpa ada tanggung jawab, melainkan hanya sebagai orang yang menumpang saja.
136 Leka di kerak jarang, kuku habis perut tak kenyang, burung terbang dipipiskan lada Mengerjakan suatu pekerjaan yang merugikan. (leka = asyik, lalai)
137 Leka senantiasa di lipatan sanggul, fikiran singkat akal pun tumpul Tergila-gila dengan seorang perempuan sehingga lupa untuk makan dan minum. (leka = asyik, lalai)
138 Lekuk batu dititik air selalu Biar bodoh sekalipun kalau belajar dengan sungguh-sungguh, niscaya akan menjadi pandai juga.
139 Lelar makan di upih, lagi putih lagi dikeruk Perbuatan yang didasari hawa nafsu pada akhirnya hanya akan mendatangkan kesulitan/malapetaka dan penyesalan.
140 Lemah liat kayu akar, dilentur boleh dipatah tak dapat Pada lahirnya kelihatan lemah tetapi sebenarnya tidak dapat dipengaruhi atau dipermainkan.
141 Lemah melapis, condong menopang Saling tolong-menolong satu sama lain.
142 Lemah tersudu, keras tak tertakik Orang yang teguh pendiriannya. (takik = toreh pada kayu)
143 Lemah-lembut lintah, melekat payah lucut Orang yang lemah lembut perilakunya tetapi susah hendak melepaskan sesuatu yang telah diperolehnya.
144 Lemah-lembut santan berlada Perkataan manis yang berisi sindiran yang pedas.
145 Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan Suatu pertimbangan hendaklah dipikirkan secara matang mengenai baik buruknya, sedangkan kecaman dari orang lain janganlah pula ditolak mentah-mentah/tidak dihiraukan.
146 Lemak manis pada dialah, pahit maung pada orang Orang yang hanya suka dipuji dan tidak suka dikritik.
147 Lembah diraih, pantai dititi Sikap yang bijaksana dalam mengeluarkan suatu perintah. (raih = tarik)
148 Lembu dogol jangan dibalun Orang yang tidak melawan sebaiknya jangan diusik, karena bisa saja nanti dia melawan dengan bersungguh-sungguh.
149 Lempar bunga dibalas lempar tahi Kebaikan dibalas dengan kejahatan.
150 Lemukut di tepi gantang Sesuatu yang sangat tidak dihargai.
151 Lenggang bagai sirih jatuh, tak tahu di tampuk layu Orang yang tidak sadar akan kekurangan pada dirinya.
152 Lenggang lenggok bagai cupak hanyut Gaya melangkah yang lemah lembut/gemulai.
153 Lenggang patah sembilan Gaya melangkah yang lemah lembut/gemulai.
154 Lengkuas di tepi kandang, tekak puas badan menyandang Orang yang berbuat jahat/salah haruslah menerima hukuman yang setimpal.
155 Lepas kaki leher terjerat Orang jahat yang sudah tidak dapat menyembunyikan kejahatannya lagi.
156 Lepas putih hitam tak dapat Yang diharapkan tidak diperoleh dan apa yang telah dimiliki pun hilang.
157 Lepas taufan paksa baik Sehabis kesusahan timbulah kesenangan. (paksa = kesempatan waktu)
158 Lesung mencari antan Perempuan yang sedang mencari lelaki. (antan = alu)
159 Lewat di manis, masam; lewat di harum, busuk Hilang yang baik lalu timbul yang jahat.
160 Licin bagai basuh perahu Mengalami kerugian.
161 Licin karena minyak berminta, elok karena kain berselang Merasa gagah atau angkuh karena harta orang lain. (selang = pinjam)
162 Lidah tidak bertulang, salah petik jiwa hilang Orang yang mendapatkan kemalangan karena tidak bisa menjaga tutur katanya. (petik = gerak lidah)
163 Lidah tidak bertulang Mudah berjanji dan mudah pula untuk mengingkarinya.
164 Lidahnya masin Perkataannya dituruti dan permintaannya diterima.
165 Limau masak sebelah, perahu karam sekerat Hukuman yang berat sebelah (karena memandang kedudukan, harta, dsb).
166 Linggi diserang, Riau yang alah Menyerah tanpa berjuang.
167 Longgar sendat, lapang bertukul Berpura-pura menerima suatu kebenaran, padahal tidak sedikit pun hal itu diingatnya/diterimanya.
168 Lonjak sebagai labu dibenam Sombong dan angkuh.
169 Lubuk akal lautan ilmu Sangat luas pengetahuannya.
170 Lubuk dalam si kitang-kitang yang empunya Masing-masing orang memiliki kemampuan/kelebihannya tersendiri.
171 Lubuk jadi pantai, pantai jadi lubuk Nasib manusia tidaklah tetap, ada masanya orang kaya menjadi miskin dan sebaliknya.
172 Luka di tangan dapat diobat, luka di hati siapa tahu? Kesedihan di hati hanya diketahui oleh diri sendiri.
173 Luka sudah hilang, parutnya tinggal juga Orang yang berselisih meskipun sudah berdamai, tetapi kenangan-kenangannya masih teringat juga.
174 Luka tangan karena berebutkan tembikar pecah Mendapatkan bahaya/malapetaka karena memperebutkan perempuan jahat/sesuatu hal yang buruk.
175 Lulus jarum, lulus kelindan Apabila permulaan dari suatu usaha telah berhasil, maka usaha yang berikutnya pun akan berhasil juga.
176 Lulus tabuh perhatian Hati lapang dan lega; sangat suka. (tabuh perhatian = tabuh untuk maklumat)
177 Lulus tidak berselam, hilang tidak bercari Orang yang sedang sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong. (lulus = maksudnya terbenam dalam air)
178 Lunak disudu, keras ditakik Orang yang penurut diperintah dengan lemah lembut, sedangkan yang suka melawan harus dikerasi/agak dipaksa.
179 Lunak gigi daripada lidah Bersikap merendah; bersikap lemah lembut.
180 Lupa ketinggalan, terlelap kemalingan Kurang berhati-hati dan akhirnya mengakibatkan kerugian.
181 Lupa mengingatkan, terlelap menjagakan Saling mengingatkan.
182 Lurah dituruni, bukit didaki Gigih; tak mengenal lelah; azam/cita-cita yang kuat.
183 Lurah juga diturut air, bukit juga dilejang panas Orang yang berpengaruh/berkuasa juga yang mendapat penghormatan dan orang biasa berbuat jahat pula yang selalu dituduh.
184 Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki Teramat tua dan daif/tidak berkuasa.
185 Luruh upih pergam datang, suruh putih hitam datang Memperoleh hasil yang tidak sesuai dengan yang dihajatkan/diinginkan.
186 Lurus lubang lurus penjolok Pemerintahan dalam sesuatu negara haruslah adil, walaupun keras hukumannya. (penjolok = galah untuk menjolok)
187 Lurus sebagai sumpitan Terlalu jujur; lurus hati.
188 Lurus sumpitan hendak mengena Melakukan tipu muslihat untuk mencari keuntungan pribadi.
189 Lurus-lurus ekor anjing, walau bagaimanapun ada juga bengkoknya Orang yang sudah terbiasa berbuat jahat, sekali-sekali pasti akan teringat untuk mengulangi perbuatan jahatnya.
190 Lurus-lurus sumpitan Melakukan tipu muslihat untuk mencari keuntungan pribadi.
191 Lutung (lotong) kekah kumput jarinya; kembung sengal kentut jadinya Kesudahan/hasil bagi orang yang mencari kehidupan adalah kesenangan.

Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.