Kata Awalan K Menurut Kamus Peribahasa

Ditemukan 324 Kata awalan k menurut Kamus Peribahasa. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 kain basah kering di pinggang Sangat miskin.
2 kain sehelai berganti-ganti Pasangan suami isteri yang hidup melarat/miskin.
3 kaki untut dipakaikan gelang Maksudnya hendak memperindah/memperelok, tetapi justru semakin buruk.
4 kapak menelan beliung Yang baik ditukar dengan yang buruk.
5 kapal besar ditunda jongkong Orang berkuasa yang menuruti perintah dari bawahannya.
6 kapal satu nakhoda dua Suatu pekerjaan yang dikepalai oleh dua orang.
7 karam berdua basah seorang Dua orang yang berbuat salah, namun seorang saja yang dihukum.
8 karam sambal oleh belacan Mendapatkan kerugian karena perbuatan buruk dari orang kepercayaannya atau orang yang dikasihinya.
9 karam tidak berair Mendapatkan malapetaka tanpa diketahui sebabnya.
10 katak hendak jadi lembu Orang kecil/rendahan yang hendak meniru tingkah laku orang besar/berkuasa.
11 ke gunung tak dapat angin Gagal mendapatkan keuntungan.
12 kecil-kecil cabai rawit Meskipun kecil tetapi berani.
13 kelam bagai malam dua puluh tujuh Sesuatu hal atau perkara yang gelap sama sekali (tidak ada titik terang).
14 keledai hendak dijadikan kuda Orang bodoh yang hendak dipandang (dijadikan) orang pandai/bijaksana.
15 keli dua selubang Seorang perempuan yang mempunyai dua orang kekasih.
16 kemiri jatuh ke pangkalnya Mendapatkan tempat yang sepatutnya; kembali ke tempat asalnya.
17 kera kena belacan Sangat gelisah.
18 kera menegurkan tahinya Barang siapa yang berbuat salah, maka dia pulalah yang mula-mula mengatakan/membicarakan kesalahan itu.
19 kera menjadi monyet Tidak ada bedanya.
20 kerosok ular di rumpun bambu Ancaman dari orang yang pengecut.
21 kesat daun pimping Lemah tetapi dapat mendatangkan bahaya/ancaman yang berarti.
22 ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul Orang yang memberi nasihat kepada orang lain, tetapi dia sendiri tidak melakukan apa yang dinasihatkannya itu.
23 kicang-kecoh ciak Suatu perkara yang akan diperiksa haruslah ada buktinya. (kicang-kecoh = tipu daya) (ciak = dakwa)
24 kini gatal besok digaruk Pertolongan yang datang terlambat.
25 kodok dapat bunga sekuntum Mendapatkan sesuatu yang tidak dapat digunakan (sia-sia).
26 koyak tak berbunyi Melakukan sesuatu yang kurang baik tanpa diketahui orang.
27 kuda pelejang bukit Orang yang menjadi kaki tangan (antek-antek) orang lain.
28 kudis menjadi tokak Perkara kecil yang menjadi besar.
29 Kaduk kena baja Orang yang tidak berguna, tetapi panjang umurnya.
30 Kaduk naik junjung Orang hina yang merasa dirinya mulia.
31 Kain dalam acar dikutip dicuci, hendak masuk ke longkang juga Orang yang bertabiat jahat, walaupun diperbaiki, sekali-sekali ia akan berbuat jahat juga.
32 Kain dalam lipatan Perempuan yang melakukan kejahatan secara diam-diam.
33 Kain dibakar tiada berbau Kemiskinan yang teramat sangat.
34 Kain ditangkap maka duduk Kemiskinan yang teramat sangat.
35 Kain jadi basahan Jatuh miskin/ melarat.
36 Kain kasah di atas duri Berada dalam sakratulmaut (menjelang ajal). (kasah = kain putih yang halus)
37 Kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari Menceraikan isteri karena sudah jemu/jenuh, kemudian mencari isteri baru; memutuskan persahabatan dengan kawan lama, lalu mencari kawan yang baru.
38 Kain panjang empat, ditarik ke atas ke bawah tak sampai Serba tak cukup; sangat miskin.
39 Kain pendinding miang, uang pendinding malu Segala sesuatu hendaklah digunakan pada tempatnya.
40 Kain rabak tegal dek lenggang awak, baju rabik tegal dek lenggok awak, kopiah pesuk tegal dek lonjak awak Orang yang suka hidup mewah akhirnya hanya akan merugikan dirinya sendiri.
41 Kain sehelai peminggang habis Mengalami kerugian. (peminggang = lambung perahu)
42 Kain sehelai sepinggang habis Mengalami kerugian.
43 Kain tak bertepi Kemiskinan yang teramat sangat.
44 Kain tersangkut kain tinggal Tergesa-gesa melarikan diri.
45 Kais pagi makan pagi, kais petang makan petang Orang miskin yang harus bekerja setiap waktu.
46 Kaki naik, kepala turun Bekerja siang malam tanpa henti; selalu sibuk.
47 Kaki pekuk lenggang ke perut Orang yang buruk rupa dan bodoh. (pekuk = bengkok)
48 Kaki sudah terlangkahkan, tangan sudah terjembakan Terlanjur.
49 Kaki terdorong badan merasa; lidah terdorong emas padahnya Setiap janji harus ditepati; berani berbuat sesuatu, berani menanggung akibatnya.
50 Kaki tertarung inai padahannya, mulut terdorong emas padahannya Setiap janji harus ditepati; berani berbuat sesuatu, berani menanggung akibatnya.
51 Kalah jadi abu, menang jadi arang Kalah atau menang dalam suatu perkara yang tidak mendatangkan untung bagi pihak yang berperkara.
52 Kalau ada asap, tentu ada api Segala sesuatu ada asal mulanya.
53 Kalau ada beremas, hidup; tiada beremas, mati Akan senanglah hidup jika telah memiliki mata pencaharian yang tetap.
54 Kalau alang-kepalang biarlah jangan Melakukan sesuatu pekerjaan haruslah sampai selesai.
55 Kalau anjing biasa makan tahi, tak makan hidu ada juga Orang yang biasa berbuat jahat, sekali-sekali akan teringat juga untuk mengulanginya lagi.
56 Kalau asal benih yang baik, jatuh ke laut menjadi pulau Yang baik itu, biar dimana pun tempatnya, tetap akan baik juga.
57 Kalau baik buat tauladan, kalau tak baik buat sempadan Cari baiknya dan buang buruknya.
58 Kalau baik disebut orang, kalau jahat jahatlah Perbuatan yang baik akan disebut baik, sedangkan perbuatan yang jahat akan disebut jahat.
59 Kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya Mempertimbangkan baik buruknya sesuatu itu hendaklah dilakukan setelah hal tersebut terjadi.
60 Kalau bersahabat cari sama babat Pilihlah kawan dari golongan sendiri/yang sama. (babat = pasang, suku, golongan)
61 Kalau bertangkai boleh dijinjingkan Bukti yang dapat digunakan sebagai puncak dari suatu penyelidikan.
62 Kalau bertunas diganggut kambing Nasib malang/sial. (ganggut = ragut, renggut)
63 Kalau boros lekas kerugian Boros terhadap pendapatan/penghasilan yang sedikit dan akhirnya mendatangkan kesulitan.
64 Kalau bukan rezeki, di mulut lari ke luar Rezeki yang belum dapat ditentukan.
65 Kalau bunga bukan sekuntum Lelaki atau perempuan bukan/tidak hanya seorang diri di dunia ini.
66 Kalau di bawah melompat, kalau di atas menyusup Pandai menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.
67 Kalau dibalun sebalun kuku, kalau digumpal segumpal tanah Alam rohani yang tidak terbatas.
68 Kalau dicampak bunga takkan dibalas tahi Biasanya suatu pertolongan kepada seseorang jarang akan dibalas dengan kejahatan.
69 Kalau digali tanah berbingkah, tanah berderai yang akan bertemu Sesuatu perselisihan dalam kalangan keluarga, sebaiknya janganlah mencari siapa yang benar yang salah, tetapi carilah jalan untuk menyelesaikannya dengan baik.
70 Kalau dipanggil dia menyahut, bila dilihat dia bersuara Jawab yang benar/tepat.
71 Kalau dipujuk makin menyebal, kalau dimarah baru tertawa Sifat yang sangat bertentangan dengan kondisi umum.
72 Kalau gajah hendaklah dipandang gadingnya, kalau harimau hendaklah dipandang belangnya Sebelum menarik kesimpulan terhadap suatu perkara, hendaklah diperiksa dengan seksama terlebih dahulu.
73 Kalau getah meleleh, kalau daun melayang Dalam keadaan sulit, sanak saudara/kerabat pasti akan tetap berdekatan dengan kita, tetapi orang lain pasti akan meninggalkan kita.
74 Kalau guru makan berdiri, maka muridnya makan berlari Murid yang mencontohi perilaku gurunya (terutama dalam hal yang tidak baik).
75 Kalau ibu kaya anak jadi puteri, kalau anak kaya ibu jadi budak Perbedaan antara kasih sayang ibu dengan kasih sayang anak.
76 Kalau kail panjang sejengkal, jangan lautan hendak diduga Jika hanya memiliki pengetahuan yang sedikit, janganlah hendak melawan orang-orang yang lebih pandai.
77 Kalau kawin ke batubara, kalau mati ke melaka Perihal orang yang mencari sesuatu yang enak/senang saja.
78 Kalau kena tampar biarlah dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang biarlah dengan kaki yang pakai kasut Jika berbuat salah biarlah dihukum oleh orang yang berkuasa atau ditegur oleh orang yang bijaksana, jangan malah dianiaya oleh orang-orang kecil/rendahan yang tak tahu apa-apa.
79 Kalau kerbau sekawan dapat dikawali, manusia seorang tiada dapat dimaklumi Sangatlah susah untuk menghadapi manusia karena masing-masing orang memiliki pendapat yang berbeda-beda.
80 Kalau kubuka tempayan budu, barulah tahu Kalau dibuka rahasianya, tentulah akan mendapat malu.
81 Kalau kucing keluar tanduk barulah ayam boleh bersusu Perkara yang mustahil.
82 Kalau kucing tiada bermisai, takkan ditakuti tikus lagi Orang besar/berkuasa yang sudah tidak berpangkat/memiliki jabatan, tidak akan ditakuti lagi.
83 Kalau kumbang bukan seekor, kalau bunga bukan sekaki Lelaki atau perempuan bukan/tidak hanya seorang diri di dunia ini.
84 Kalau laba bercikun-cikun, buruk diberitahu orang Diam jika mendapatkan kesenangan, tetapi berkeluh kesah jika menderita kesusahan. (bercikun-cikun = sembunyi-sembunyi)
85 Kalau langit hendak menimpa bumi, bolehkah ditahan dengan telunjuk Orang kecil tidak akan dapat mengelakkan diri dari perintah/suruhan orang besar/berkuasa.
86 Kalau menyeberang sungai biarlah ditelan oleh ibunya, tetapi janganlah dipagut oleh ikan kecil Kalau berbuat salah biarlah dihukum/ditegur oleh orang yang berkuasa/berpengetahuan, janganlah sampai dianiaya oleh orang-orang kecil yang tidak tahu apa-apa.
87 Kalau pandai makan, pandai simpan Pandai menyimpan rahasia.
88 Kalau pandai mencencang akar, mati lalu ke pucuknya Orang yang pandai dapat mengalahkan musuhnya hanya dengan sekali gerakan saja.
89 Kalau pandai menggulai, badar pun menjadi tenggiri Sekalipun kurang alat perkakasnya, tetapi kalau sudah pandai maka dapat juga ia mengerjakan sesuatu itu dengan sebaik-baiknya.
90 Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang Orang yang pandai membawa/menempatkan diri pasti akan selamat.
91 Kalau panjang beri beruas, kalau pendek beri berbuku Suatu pekerjaan itu hendaklah dikerjakan menurut aturannya.
92 Kalau sama tinggi kayu di rimba, di mana angin akan lalu Kalau semua orang memiliki pangkat yang sama tinggi, siapa yang akan memimpin dan dipimpin.
93 Kalau seperti kundur labu, boleh dibelah Untuk menyatakan kebenaran dari suatu perkara.
94 Kalau sesangkar sekalipun, yang bayan itu bayan juga; serindit, serindit juga Manusia itu memiliki sifat yang berbeda, sekalipun berasal dari satu keluarga.
95 Kalau si tua (harimau) menunjukkan belangnya, tentulah kambing bertanggungan Orang lemah yang berhadapan dengan orang kuat, tentu yang lemah akan kalah pada akhirnya.
96 Kalau sumpit tak berisi, mana boleh ditegakkan Kalau perut tidak diisi, tentu tidak akan dapat melakukan pekerjaan.
97 Kalau tak ada angin, masakan pokok bergoyang Segala sesuatu terjadi tentu ada sebabnya.
98 Kalau tak ada api, masakan ada asap Jika tidak bersalah, tidak akan dituduh orang; segala sesuatu tentu ada sebabnya.
99 Kalau tak ada berlela, baiklah mereka Jika tidak ada daya/upaya, maka terimalah nasib.
100 Kalau tak ada kulit bercerailah tulang Orang yang sangat kurus.
101 Kalau tak berduit, ke mana pergi tercuit-cuit Orang yang tidak kaya (miskin) selalu melarat hidupnya.
102 Kalau tak bermeriam, baiklah diam Orang miskin/rendahan sebaiknya tidak usah banyak berangan-angan.
103 Kalau tak pandai menggelamai, bercirit kambinglah kelak, dikunyah patah gigi, ditelan sembelit Suatu pekerjaan kalau dikerjakan oleh orang yang tidak tahu, pada akhirnya hanya akan merusak pekerjaan itu.
104 Kalau tak sir berdegak, sir melayang Jika sesuatu yang diinginkan tidak diperoleh, maka hilanglah daya/upaya.
105 Kalau tak takut akan mati, tak sedunia perang; kalau tak takut akan alah, tak sedunia sabung Berperang/berselisih merupakan pekerjaan yang amat berbahaya, tetapi digemari banyak orang.
106 Kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai Kalau takut susah lebih baiklah jangan melakukan suatu pekerjaan yang sukar.
107 Kalau tiada emas sepiak, kerja di mana boleh jadi Orang miskin/rendahan tentulah tidak berdaya untuk memenuhi maksud hatinya (keinginannya).
108 Kalau tiada padi sebarang kerja tak jadi Kalau tidak ada mata pencaharian yang tetap, tentu kehidupan akan menjadi susah.
109 Kalau tidak ada senapang, baik berjalan lapang Jika tidak bersenjata atau bertenaga lebih baik mengalah.
110 Kali sebentuk, umpannya seekor, sekali putus sehari berhanyut Berbuat sesuatu tanpa memikirkan modal, sehingga akhirnya hanya mendatangkan kesusahan dan kekecewaan.
111 Kalis bagai air di daun keladi Memberikan nasihat dan ajaran yang sia-sia. (kalis = tidak berbekas)
112 Kambing di parak panjang janggutnya, hati enggan banyak jawabnya Orang yang enggan untuk disuruh, tentulah banyak dalihnya.
113 Kambing menyusui anak harimau, besar dia dipatahkan tengkuknya Akibat yang akan diterima jika menolong orang jahat yang sedang dalam kesusahan.
114 Kapak tak boleh membelah kayu, kalau bukan kayu pula yang menjadi hulunya Penganiayaan itu berlaku karena ada orang yang menjadi biang keladinya.
115 Kapuk segaul dengan kapas, bedanya takkan lepas Orang mulia dengan orang hina, walaupun serupa keadaannya, namun perbedaannya sangat jelas terlihat.
116 Kapur di hujung telunjuk Tidak dapat menolong sanak saudara.
117 Karam di darat ada juga tinggal tungku lekar, karam di laut habis sekali Kalau susah di dalam negeri sendiri, pasti dapat juga meminta bantuan pada sanak saudara, sedangkan kalau susah di rantauan orang, tidak akan ada yang menolong.
118 Karam di laut boleh ditimba, karam di hati bilakan sudah Kesedihan karena kematian kekasih.
119 Karam kampar oleh kuantan Mendapatkan kerugian karena perbuatan buruk dari orang kepercayaannya atau orang yang dikasihinya.
120 Karena cenderawasih, merak mas dilepaskan Setelah mendapatkan sesuatu hal yang baru, yang lama dilepaskan/ditinggalkan.
121 Karena emas memas, karena padi menjadi Orang kaya bisa mewujudkan apa saja maksud hatinya. (memas = cermat, bagus)
122 Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan Orang besar yang bersuka-ria, orang kecil yang gembira berlebihan. (lotong = kera hitam)
123 Karena mata buta, karena hati mati Orang yang menuruti hawa nafsunya dan akhirnya binasa.
124 Karena mendengar bunyi Terperdaya karena mendengar suatu berita.
125 Karena mulut badan binasa Mendapatkan kesulitan/malapetaka karena perkataannya.
126 Karena mulut kepala terpenggal Mendapatkan kesulitan/malapetaka karena perkataannya.
127 Karena pijat-pijat mati tuma Mendapatkan kesulitan/malapetaka karena berkawan dengan orang jahat atau karena kesalahan orang lain.
128 Karena sabut tebal, tempurungnya pun menjadi kebal Orang yang banyak memiliki kerabat dan sahabat pasti selamatlah hidupnya.
129 Kasih bapa sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan Cinta kasih anak kepada bapak tidak seimbang dengan cinta kasih bapak kepada anak.
130 Kasih itu roh yang buta Kasih sayang tidak memilih/mengenal yang baik atau yang rupawan saja.
131 Kasih saudara sama ada, kasih bapa menokok harta, kasih ibu sama rata, kasih sahabat sama binasa Kasih yang setara/sama rata adalah kasih sayang yang sempurna.
132 Kasih sepantun tulisan pinggan Kasih yang tidak bisa hilang/terlupakan.
133 Kasih tidak bersekutu dengan bijak Apabila kita sangat mengasihi orang lain, maka kita tidak akan lagi memandang cacat/cela dari orang tersebut.
134 Kasihan gajah berusung Rasa kasih yang tidak pada tempatnya.
135 Kasihkan anak tangan-tangankan; kasihkan bini tinggal-tinggalkan Anak yang dimanjakan akan rusak moralnya kelak dan isteri yang selalu diuliti (uliti = menyanyikan sampai tertidur) akan mendatangkan duka cita.
136 Kasihkan padi buangkan rumput-rumput Jika kasihan pada anak isteri, hendaklah berhenti mengasihi wanita lain.
137 Kasihkan pinang sebatang daripada buluh serumpun Lebih sayang kepada orang lain daripada kerabat sendiri.
138 Kasihkan raja di atas usungan Rasa kasih yang tidak pada tempatnya.
139 Kasturi mati karena baunya Mendapatkan malapetaka karena kelebihannya.
140 Kata berjawab, gayung bersambut Yang baik dibalas baik, sedangkan yang jahat dibalas dengan jahat.
141 Kata biarlah kota Janji hendaklah ditepati.
142 Kata dulu bertepati, kata kemudian berceraian Janji hendaklah ditepati.
143 Kata periuk belanga hitam Orang yang mencemooh/mengejek orang lain, sedangkan ia sendiri pun buruk juga.
144 Kata seorang dibulati, kata bersama diperiakan Urusan dengan orang lain hendaklah diurus dengannya orang itu, sedangkan urusan umum hendaklah dilakukan melalui musyawarah dan mufakat.
145 Kata yang benar ditidakkan, rahmat Tuhan dilarikan Tidak mau mengakui kebenaran yang ada.
146 Katak di bawah tempurung Sangat picik/sempit pengetahuannya.
147 Katak ditimpa kemarau Berkeluh kesah tanpa keruan/tidak tentu.
148 Katak menggigit telunjuk, melihatkan ular sudah menjadi belut Orang yang masih curiga terhadap orang jahat yang sudah berubah menjadi orang baik.
149 Kawin naik basuh kaki saja Menikah tanpa mengeluarkan banyak biaya (atau bahkan tanpa biaya); seorang pembohong tentu tidak dapat dipercaya.
150 Kayu besar di tengah padang, tempat bernaung kepanasan, tempat berlindung kehujanan, uratnya tempat bersila, batangnya tempat bersandar Pemimpin yang menjadi tempat bagi rakyat untuk mengadukan nasibnya.
151 Kayu bongkok kura-kura pun boleh memanjat Orang yang sudah bersalah biasanya ada saja orang yang melebih-lebihkan kesalahannya.
152 Kayu buruk tiada bercendawan, lumut tumbuh Orang yang sudah sangat tua dan mudah terkena penyakit.
153 Kayu dikatakan batu, langit hendak dicapai dengan tangan Orang yang tidak sempurna akal pikirannya/picik.
154 Kayu mati berpunggur, manusia mati biar bernama Hidup dan mati manusia hendaklah meninggalkan jasa/kenangan yang baik.
155 Kayu yang banyak akarnya, tak takutkan ribut Orang yang memiliki banyak kawan/kerabat tidak akan takut susah.
156 Kayu yang berakar tunjang tak endahkan ribut Orang yang memiliki banyak kawan/kerabat tidak akan takut susah.
157 Kayu yang besar jugalah yang bersakat Orang yang kaya juga yang bertambah kekayaannya. (sakat = benalu, pasilan)
158 Kayu yang tumbang itu, kura-kura pun hendak memanjatnya Apabila orang-orang besar/berkuasa sudah hilang kebesarannya/kekuasaannya, maka orang-orang kecil/rendahan pun berani mencercanya.
159 Ke atas tidak berpucuk, ke bawah tidak berurat, di tengah-tengah digerek kumbang Sumpah untuk orang yang bersalah: biarlah dia serta kaumnya binasa semuanya.
160 Ke bukit sama didaki, ke laut sama direnangi; adat tiada bertukar, rahasia tidak berubah Hubungan yang sangat karib/erat; tidak dapat diceraikan.
161 Ke dalam sumpit tak muat, ke dalam ambung longgar Orang yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. (ambung = keranjang)
162 Ke gunung emas pasir baiduri, ke padang zamrud habis diedari; terbang bangau sepanjang hari, ke tasik juga akhirnya dicari Betapa pun jauhnya merantau (ke negeri yang luas, melihat tempat yang indah, dsb) pada akhirnya akan pulang juga ke negerinya sendiri.
163 Ke hilir kena kutuk sultan, ke mudik kena kutuk raja Orang yang serba salah karena telah melanggar perjanjian.
164 Ke hulu kena bubu, ke hilir kena tengkalak Tidak terhindarkan dari bahaya. (tengakalak = luka gores/sayat yang panjang)
165 Ke langit tak sampai, ke bumi tak nyata Pekerjaan yang tanggung/terbengkalai.
166 Ke laut meracik ikan, tersenyum siput; ke hutan memancing punai, tertawa badak Perbuatan yang dilakukan tanpa menurut aturan hanya akan menjadi bahan tertawaan orang-orang. (racik = jerat)
167 Ke mana angin yang deras, ke situ condongnya Pendirian yang tidak tetap.
168 Ke mana condong, ke mana rebah Dilakukan menurut adat.
169 Ke mana dialih, lesung berdedak juga Pekerjaan yang selalu mendatangkan kerugian/kesusahan walaupun dikerjakan dimana pun.
170 Ke mana kelok lilin, ke sana kelok loyang Selalu menuruti kehendak orang yang berkuasa; tidak dapat mengambil keputusan sendiri.
171 Ke mana tumpah kuah, kalau tidak ke nasi Segala sesuatu itu akan kembali ke asalnya, meskipun hanya sedikit.
172 Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya Suatu pekerjaan atau perjalanan haruslah ada ketentuannya.
173 Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang Memperoleh keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
174 Ke sungai sambil mandi Sekali melakukan pekerjaan, dua-tiga maksud tercapai.
175 Ke tengah boleh, ke tepi pun boleh Orang yang dapat menyesuaikan dirinya dalam pergaulan; pandai menempatkan diri sesuai kondisi.
176 Kebakaran janggut Bingung tidak keruan.
177 Kebanyakan halilintar kurang hujan Banyak bicara, tetapi kenyataannya sangat sedikit.
178 Kebenaran di hujung lidah Tidak ada keadilan.
179 Kecambah kayu ara takkan jadi pulut-pulut Orang yang pemberani tidak akan pernah menjadi pengecut.
180 Kecek anak Melaka Sangat sombong, tetapi sebenarnya tidak bisa apa-apa.
181 Kecek bagai bunyi merendang kacang Percakapan yang berleler (ngelantur tidak keruan), sehingga susah untuk dipahami maksudnya.
182 Kecek bagai ketiak ular Pembicaraan yang tiada akhir (tidak mencapai mufakat).
183 Kecil anak besar onak Anak pada masa kecilnya sangat menyenangkan hati, tetapi apabila sudah besar sering kali ia mendatangkan kesusahan bagi orang tuanya.
184 Kecil api menjadi kawan, besar ia menjadi lawan Kejahatan yang kecil sebaiknya jangan dibiarkan menjadi besar.
185 Kecil bahan besar penimpanya Pengeluaran yang lebih banyak dibandingkan penghasilan.
186 Kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah Sebagai manusia hendaklah pandai menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar.
187 Kecil gunung dipandang, besar hutang disandang Hutang itu walau sedikit pun, akan terasa berat untuk ditanggung.
188 Kecil hutang diangsur, habis hutang dibayar Pekerjaan yang besar dan berat jika dikerjakan sedikit demi sedikit niscaya akan berkurang bebannya, apalagi kalau dapat diselesaikan sekaligus.
189 Kecil jangan di sangka anak, besar jangan disangka bapa Pengetahuan dan kelebihan itu bukan hanya pada orang yang sudah tua saja, tetapi juga pada orang yang masih muda.
190 Kecil tapak tangan, nyiru ditadahkan Ingin mendapatkan sesuatu sebanyak-banyaknya; sangat berbesar hati.
191 Kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa, sudah tua terubah tidak Kebiasaan sejak kecil yang sudah menjadi tabiat akan susah untuk diubah.
192 Kecil umpan besar ikan Dengan usaha yang sedikit dapat memberikan hasil yang besar.
193 Kecil-kecil anak harimau Meskipun kecil tetapi berani.
194 Kecil-kecil anak sudah besar menjadi onak Anak pada masa kecilnya sangat menyenangkan hati, tetapi apabila sudah besar sering kali ia mendatangkan kesusahan bagi orang tuanya.
195 Kecil-kecil beliung, tumbang juga kempas yang besar Walaupun orang kecil tetapi dapat juga ia mengalahkan orang besar.
196 Kecil-kecil cili Melaka Meskipun kecil tetapi berani.
197 Kecil-kecil lada api, besar-besar limau abung Meskipun kecil tetapi berani.
198 Kecil-kecil pun api Sesuatu yang dapat mendatangkan bahaya janganlah dibiarkan (walaupun sedikit).
199 Kecubung berulam ganja Sama jahatnya. (kecubung = sejenis tumbuhan yang bijinya memabukkan)
200 Kehendak kucinglah bertemu dengan panggang Orang yang bertemu (melihat) sesuatu yang digemarinya.
201 Kejap bagai pelitakan padam Pujian kepada perempuan yang cantik/elok.
202 Keladi muda, muda buahnya; menurut hati muda, berkelahi sudahnya Orang yang masih muda sangat mudah terbawa emosi; kurang matang secara emosional.
203 Kelakatu hendak terbang ke langit Menghendaki sesuatu yang mustahil.
204 Kelalaian menjemput pencuri Kelalaian yang akhirnya mendatangkan kerugian.
205 Kelam disigi, lekung ditinjau Suatu perkara atau perkataan yang kurang jelas/terang hendaklah diselidiki dengan saksama sebelum diputuskan. (sigi = suluh, obor) (lekung = lekuk)
206 Kelapa ditebuk tupai Gadis yang sudah kehilangan daranya/perawannya.
207 Kelapa muda tak berminyak Pemuda yang masih belum ada pengalaman.
208 Kelapa tebal sabut, terhempas ke batu tak pecah, dibuang ke laut tak tenggelam Orang yang banyak anak cucunya, dikasihi oleh kerabat dan kawan-kawannya, suka tolong-menolong, maka selamatlah hidupnya.
209 Kelarai sesat taja Suatu pekerjaan yang sudah salah dari permulaannya/awalnya. (taja = permulaan)
210 Kelebihan ikan radai, kelebihan manusia akal Segala sesuatu ada kelebihannya masing-masing. (radai = sirip)
211 Kelekati memanjat peran, sebelum mati belum jeran Rela mengorbankan diri demi suatu perkara.
212 Kelik-kelik dalam baju Musuh dalam selimut (musuh yang ada diantara kawan). (kelik-kelik = semut yang berbisa)
213 Kelimpanan mata dek pengelan Dikecewakan oleh orang yang diharapkan/dipercayai. (kelimpanan = kelilipan) (pengelan = galah untuk menjolok buah)
214 Kelip-kelip terbang malam Hendak menyembunyikan rahasia yang sudah tidak dapat ditutup-tutupi.
215 Keluar tak mengganjilkan, masuk tak menggenapkan Orang yang tidak berharga di masyarakat.
216 Keluh-kesah tidur di kasur, berkeruh di lapik penjemuran Kemewahan/kekayaan tidak selamanya membawa kebahagiaan, sebaliknya hidup miskin dan sederhana dapat memberikan kesenangan. (berkeruh = mendengkur)
217 Keluk paku asam belimbing; anak dipangku kemenakan dibimbing Anak dan kemenakan haruslah sama-sama dididik dan dipimpin dengan setara.
218 Kemahiran itu sebaik-baik guru Suatu pekerjaan akan berakhir baik apabila dikerjakan oleh orang yang sudah ahli.
219 Kemarau setahun rusak oleh hujan sepagi Kebaikan yang sudah sering dilakukan tertutupi/terlupakan karena kesalahan kecil.
220 Kemenyan sebesar lutut jika tiada dibakar manakan berbau Kepandaian hendaklah diajarkan kepada orang lain; kepandaian akan hilang hilang begitu saja jika tidak diajarkan kepada yang lain.
221 Kemudi di haluan, bergilir ke rusuk Orang yang menuruti perintah anaknya, isterinya, bawahannya, dsb.
222 Kemudi patah perahu tembuk Kemalangan yang datang silih berganti.
223 Kena kecipak orang berbelut Terlibat dalam urusan orang lain; mendapatkan kesulitan karena kesalahan orang lain.
224 Kena luluk kandang kering Mendapatkan kesulitan tidak pada tempatnya.
225 Kena parang bermata dua Sangat menyakitkan hati/perasaan.
226 Kena pukul di punggung, gigi habis tanggal Sindiran (jawaban) yang tepat.
227 Kena-kena seperti santan bergula, tak kena-kena bagai antan pukul kepala Suatu perbuatan jika salah ditafsirkan akan mendatangkan kesulitan, namun jika benar akan jadi kebajikan.
228 Kenal dadanya, tak kenal mukanya Orang alim atau orang pandai dapat dikenal orang hanya dengan membaca buku-buku karangannya saja.
229 Kendur mengusut, tegang memutus Pentadbiran/pengelolaan yang kurang baik (terlalu lemah menyebabkan kekacauan dan jika terlalu keras menimbulkan kerusuhan).
230 Kepala ke bawah, kaki ke atas Bekerja siang dan malam tanpa henti; selalu sibuk.
231 Kepala rebah mata melayang, bantal bangkit main wayang Perempuan yang melakukan kejahatan ketika suaminya lengah.
232 Kepala sama hitam, pendapat berlain-lain Lain orang, lain pemikirannya.
233 Kepala tersangkut dengan kulit babi Mendapatkan malu yang teramat sangat.
234 Kepala yu, ekor babi Suka berpura-pura; bermuka dua.
235 Kera dapat bunga Mendapatkan sesuatu yang tak dapat dipergunakan (tidak bermanfaat).
236 Kera memanjat pohon, kura-kura pun hendak memanjat pula Hendak meniru untuk melakukan pekerjaan orang lain yang mustahil dapat dilakukan olehnya.
237 Kerambil tumbuh di matanya Pemimpin negeri yang cerdik dan hartawan.
238 Kerap sang berudu hendak berenang di laut lebar, awak masih juga di kubangan Menghendaki sesuatu yang mustahil.
239 Keras bagai batu, tinggi bagai langit Tidak mau menuruti perintah atau nasihat; keras kepala.
240 Keras ditakik, lunak disudu Perintah haruslah dilaksanakan dengan penuh kebijaksanaan.
241 Kerat rotan, patah arang Perselisihan yang sudah tidak dapat didamaikan lagi.
242 Kerbau bertanduk, rotan beronak Orang besar/berkuasa kuat karena kekuasaannya, sedangkan rakyat kuat karena persatuannya.
243 Kerbau diberi berpelana, kuda diberi berpasangan Melakukan sesuatu tidak menurut keadaan yang sebenarnya.
244 Kerbau dipegang tali hidungnya, manusia dipegang pada katanya Setiap janji haruslah ditepati, karena harga diri manusia terletak pada kemampuannya untuk menepati janjinya.
245 Kerbau jangan dimaling orang, ayam jangan dimusangi Keluarga hendaklah dijaga dan dirawat dengan baik. (dimusangi = dimakan musang)
246 Kerbau kandang, emas berpura Harta benda haruslah disimpan dengan baik di tempatnya masing-masing.
247 Kerbau menanduk, kerbau pergi Orang yang bersalah haruslah diberikan hukuman yang setimpal dengan kesalahannya.
248 Kerbau pembulang tali Orang yang tidak tetap hati dan pemikirannya; goyah. (bulang = mengikat tali ke kepala)
249 Kerbau punya susu, sapi punya nama Orang yang berbuat kebaikan (bersusah payah) tidak mendapatkan apa-apa, sementara itu justru orang lain yang mendapatkan imbalan/pujian.
250 Kerbau sakit, sapi beroleh nama Orang yang berbuat kebaikan (bersusah payah) tidak mendapatkan apa-apa, sementara itu justru orang lain yang mendapatkan imbalan/pujian.
251 Kerbau sekandang dapat digembalakan, manusia seorang tiada terjaga Sekawanan kerbau bisa/mampu untuk dikandangkan/diatur, sementara itu manusia yang hanya seorang tidak dapat diatur.
252 Kerbau tanduk panjang, tiada menanduk pun dikata orang menanduk juga Orang yang sudah terkenal kejahatannya.
253 Kering pengayuh di tangan, kering uang di pinggang Orang miskin/rendahan yang harus bekerja setiap waktu.
254 Kering tempayan, cebok pun jauhlah Setelah harta orang tuanya habis, anak-anaknya pun menjauhkan diri.
255 Keris panjang berkeluk, ke mana bawa ke mana olok Orang yang dapat disuruh-suruh sesuka hati.
256 Keris pedang tiada tajam, lebih tajam mulut manusia Kata-kata bisa lebih menyakitkan dibandingkan senjata tajam.
257 Keris tersisip di dinding, pedang tajam dalam sarungnya Perbuatan yang pandir/bodoh.
258 Kerja baik berimbauan, datang buruk berhamburan Saat akan melakukan suatu pekerjaan dirundingkan dan ketika kemalangan datang dibantu beramai-ramai.
259 Kerja raja dijunjung, kerja kita dikelek Menyambilkan pekerjaan sendiri ketika mengerjakan pekerjaan orang lain. (dikelek = dibawa di bawah ketiak)
260 Kerja sebarang hebat, kasih sebarang tempat Bekerja tanpa menurut aturan.
261 Kerja sebarang hubah, kasih sebarang tempat Kerja apa pun disukai dan siapa pun dikasihi. (hubah = suka)
262 Kesat-kesat daun pimping, kalau kesat daun labu boleh dicelur Orang miskin serta tidak berilmu tidak akan berguna diantara orang banyak, tetapi kalau perangainya baik akan ada juga faedahnya.
263 Ketika ada jangan dimakan, telah habis maka dimakan Hemat dan cermat dalam menjalani kehidupan.
264 Ketika gagak putih, bangau hitam Kiasan pada zaman yang sudah silam.
265 Khatib lalu khatib mati, bilal lalu bilal mati Tempat yang berbahaya.
266 Kijang jika ditambat dengan rantai emas sekalipun, bila terlepas ke hutan juga larinya Orang dagang/rantauan, biar bagaimanapun senangnya di negeri asing, pasti akan teringat juga untuk kembali/pulang negeri asalnya.
267 Kikir pari belulang kering, direndam tujuh hari tak basah Terlalu degil atau terlalu kikir; orang yang kuat/berkuasa.
268 Kilangan patah awak itulah menghimpitnya Mendapatkan kesulitan karena kesalahan sendiri. (kilangan = apitan tebu)
269 Kilat beliung sudah di kaki, kilat pisau sudah ke tangan, kilat cermin sudah ke muka Orang yang bijaksana akan dapat dengan mudah mengerti maksud perkataan seseorang.
270 Kilat di dalam kilau, kabus di dalam hujan Dalam suatu tutur kata atau tingkah laku tercantum suatu maksud/tujuan tersembunyi.
271 Kita baru mencapai pengayuh, orang sudah tiba ke seberang Orang yang bijaksana selalu lebih dulu mencapai maksudnya/tujuannya.
272 Kita membawa jarum, dia menyambut dengan gunting Kita mencari jalan supaya bisa bersatu/mencapai mufakat, namun dia berikhtiar supaya terpecah-belah.
273 Kita semua mati, tetapi kubur masing-masing Masing-masing orang memiliki pembawaan dan cara hidupnya tersendiri, meskipun merupakan keluarga/kerabat dekat.
274 Kokok berderai-derai, ekor bergelumang tahi Orang yang sombong tetapi sebenarnya keluarga/kerabatnya hidup dalam kemelaratan. (bergelumang = kotor berlumuran)
275 Korek lubang ulat Sengaja mencari perselisihan.
276 Kotor dicuci, berabu dijentik Sesuatu yang buruk/tidak ada faedahnya hendaklah dibuang/disingkirkan supaya tidak mendatangkan masalah kelak.
277 Koyak baju mau ukur badan Merusak sesuatu yang hendak disempurnakan/diselesaikan.
278 Kuah sama dihirup, sambal sama dicolek Bersama-sama dalam senang maupun susah.
279 Kuah tertunggang ke nasi, nasi akan dimakan juga Perkawinan antar kaum keluarga/kerabat sendiri.
280 Kuah tumpah ke nasi Anak yang dikawinkan dengan kemenakan; sesuatu yang sudah sewajarnya.
281 Kuali mengatakan belanga hitam Orang yang menyebut orang lain buruk, padahal ia sendiri pun buruk juga.
282 Kuat akar karena tunjang, kuat tunjang karena akar Kelebihan seseorang itu karena suka bermufakat satu sama lain.
283 Kuat berdiri pohon karena akarnya, kuat akar karena tanah Kekuatan dari sebuah kerajaan adalah karena orang besar/berkuasa di dalamnya, sedangkan kekuatan orang besar/berkuasa adalah karena rakyatnya yang bersatu-padu.
284 Kuat burung karena sayap; kuat ikan karena radai Merasa kuat/berkuasa karena kelebihannya; masing-masing orang memiliki kemampuan tersendiri.
285 Kuat gajah terdorong, kuat harimau terlompat-lompat Orang besar/berkuasa yang menyalahgunakan kekuasaannya.
286 Kuat ikan karena radai, kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit Merasa kuat/berkuasa karena kelebihannya; masing-masing orang memiliki kemampuan tersendiri.
287 Kuat lilit karena simpulnya Kekuatan dari suatu organisasi, negara, dsb terletak pada persatuan anggotanya.
288 Kuat sepit karena kempa Orang yang kuat dalam sesuatu perkara karena ada yang menolong/mendukungnya di belakang. (kempa = apitan)
289 Kuat tertawa koyak bibir Bersuka-ria berlebihan yang akhirnya mendatangkan kesusahan/malapetaka.
290 Kubur kata mari, rumah kata nanti Orang yang sudah lanjut usia (sangat tua).
291 Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi Apabila ada orang yang ditakuti, maka orang-orang yang sedang ribut (suka ribut) akan diam.
292 Kucing melompat, orang terkejut daripada tidurnya, ayam berkokok hari pun siang Rasa susah atau senang orang lain yang sampai berkesan pada kita.
293 Kuda itu kuda juga, keledai itu keledai juga Segala sesuatu akan kembali ke asalnya.
294 Kuda tua: diperkerjakan tak boleh, nak dibunuh sayang Menghadapi suatu permasalahan yang sangat sulit; berada dalam keadaan yang serba salah.
295 Kuda yang baik tak bercerai daripada pelananya Orang rajin yang senantiasa disuruh/diperintah orang.
296 Kuda yang pantas tiada berkehendakkan cemeti Orang yang rajin dan pandai dalam mengerjakan suatu pekerjaan tidak perlu diawasi dengan ketat.
297 Kukur apa kepada kukur, nyiur juga yang binasa Memang mudah menyuruh/memerintah orang lain untuk melakukan berbagai hal, tetapi yang sulit ialah mengerjakannya sendiri.
298 Kulai-balai bagai cangkul sisa pengait Orang yang lemah lembut gerak-geriknya. (kulai-balai = tergantung lemah, terayun-ayun)
299 Kulit hitam orang tengok, tulang putih siapa jenguk Orang yang lahir dari keluarga orang jahat, walaupun niat di hatinya baik, tidak akan ada seorang pun yang tahu.
300 Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak Kesalahan kecil dari orang lain diketahui/disadari, tetapi kesalahan besar dari diri sendiri tidak disadari.
301 Kuman menjadi barah Perkara kecil yang menjadi besar.
302 Kumbang terbang tak bersaing Terlalu cepat.
303 Kundur tidak melata pergi, labu tidak melata mari Persetujuan/perdamaian haruslah datang dari kedua belah pihak.
304 Kuning oleh kunyit, hitam oleh arang Mudah dihasut/dibujuk.
305 Kura-kura di atas dahan Orang bodoh yang tidak dapat melepaskan diri dari kesusahan/malapetaka yang menimpanya.
306 Kura-kura di dalam perahu, pura-pura tidak tahu Menanyakan sesuatu yang sebenarnya sudah diketahuinya.
307 Kura-kura di kaki ditinggalkan, burung terbang dikejar Melepaskan keuntungan kecil yang sudah pasti didapatkan karena mengharapkan keuntungan besar yang belum tentu untuk diperoleh.
308 Kura-kura di kaki ditinggalkan, penyu di pantai dikejar Melepaskan keuntungan kecil yang sudah pasti didapatkan karena mengharapkan keuntungan besar yang belum tentu untuk diperoleh.
309 Kura-kura hendak memanjat kayu Ingin melakukan sesuatu yang mustahil.
310 Kura-kura kakinya tiada basah Mendapatkan keuntungan tanpa perlu bersusah-payah.
311 Kura-kura pandai kerabat kayu Melakukan sesuatu yang mustahil. (kerabat = memanjat)
312 Kurang budi teraba-raba, tidak ilmu suluh padam Orang yang kurang siasat dalam suatu perkara, akhirnya hanya akan mendapatkan kesulitan.
313 Kurang kerat, rengkuh yang lebih Banyak bicara, tetapi hasilnya sedikit (atau tidak ada).
314 Kurang luas tapak tangan, nyiru saya tampungkan Ingin mendapatkan sesuatu sebanyak-banyaknya; sangat berbesar hati.
315 Kurang sesayat sebelanga Hampir cukup; kurang sedikit saja.
316 Kurang sisik, tinggal lidi di buku; selidik, tinggal kaji di guru Suatu tujuan/maksud tidak akan tercapai tanpa usaha (bersusah payah).
317 Kurang taksir hilang laba Sedikit saja kurang hati-hati, bisa mendatangkan kerugian atau bahaya yang besar.
318 Kurang tambah-menambah, senteng bilai-membilai Saling tolong-menolong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. (senteng = kurang cukup) (bilai = sambung)
319 Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu Perkara kecil yang menjadi besar karena sering diperbincangkan orang; banyak bicara, padahal pengetahuannya hanya sedikit.
320 Kurus kering seperti bayang, siapa pun tiada menaruh sayang Sangat kurus karena sakit.
321 Kusut di hujung dengan pangkal, karena salah memulai Seluruh pekerjaan menjadi rusak karena salah permulaan.
322 Kusut di hujung, lari ke pangkal Jika pembicaraan yang sudah mulai ngelantur, hendaklah segera kembali ke pokok permasalahan.
323 Kusut diselesaikan, keruh diperjernih Segala perselisihan hendaklah didamaikan/diselesaikan dengan baik.
324 Kutu mati di atas kepala, tuma mati di tepi kain Lebih baik mati di tempat yang mulia karena melakukan hal yang baik, daripada mati di tempat yang hina karena melakukan pekerjaan jahat.

Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.