Kata Awalan J Menurut Kamus Peribahasa

Ditemukan 129 Kata awalan j menurut Kamus Peribahasa. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 jadi alas cakap Hadiah kepada orang yang berjasa.
2 jadi bumi langit Orang yang sangat diharapkan pertolongannya dan segala nasihatnya dituruti.
3 janda belum berlaki Gadis yang sudah ditinggalkan oleh lelaki yang pernah menjadi kekasihnya.
4 janda berhias Janda yang belum memiliki keturunan.
5 jaras dikatakan raga jarang Orang yang mencela orang lain, padahal dia sendiri pun ada celanya juga; orang yang kurang berpengetahuan sering kali salah pilih. (jaras = raga yang jarang anyamannya)
6 jatuh berkait Memperoleh sesuatu karena meminta.
7 jatuh di atas tilam Beruntung karena mendapat pangkat, suami/isteri yang kaya, dsb.
8 jelatang di hulu air Perkara yang selalu menyusahkan.
9 jembatan emas Jalan untuk mencapai kebahagiaan.
10 jerat semata bunda kandung Anak semata wayang (satu-satunya) yang sangat disayangi dan dimanjakan.
11 jauh panggang dari api Jawaban atau sindiran yang tidak tepat.
12 Jadi air mandi Sudah jadi kebiasaan.
13 Jadi bapa kuda Lelaki yang menikah dengan banyak wanita dan suka bersenang-senang di rumah isterinya tanpa mengerjakan suatu pekerjaan.
14 Jadi dinding lasak peti manian Orang yang menjadi harapan raja/orang besar. (lasak = masuk) (peti manian = tempat menyimpan barang berharga)
15 Jadi kuda beban Orang suruhan.
16 Jadi penghubung hujung lidah Orang yang menyampaikan pesan dari seseorang dalam suatu perundingan.
17 Jadi penghubung kaki tangan Tempat yang menjadi harapan atau kepercayaan yang selalu memberikan pertolongan.
18 Jadi penghubung mata telinga Tempat yang menjadi harapan atau kepercayaan yang selalu memberikan pertolongan.
19 Jadi teluk ulakan air Perundingan atau perdebatan yang berputar-putar/tidak ada ujungnya.
20 Jahit sudah, kelindan putus Habis tidak bersisa. (kelindan = benang pada jarum)
21 Jalan di tepi-tepi, benang arang orang jangan dipijak Hendaklah selalu bersopan santun (misalnya bila merantau ke negeri orang).
22 Jalan diasak orang lalu, cupak dipepat orang menggalas Adat istiadat dalam suatu negeri yang diubah oleh orang asing yang tinggal di negeri itu. (diasak = dipindahkan) (orang lalu = peladang) (pepat = rata)
23 Jalan mati lagi dicuba, inikan pula jalan binasa Orang yang berani dan tidak memilih apa yang ingin diperbuatnya.
24 Jalan raya titian batu Adat/aturan yang belum berubah. (titian = jembatan kecil)
25 Jangan bagai babi merasa gulai Orang hina tidak patut/pantas berjodoh dengan orang bangsawan.
26 Jangan bagai orang berjudi, menang mua, alah hendak berbela Mengerjakan pekerjaan yang sudah ada celanya, niscaya akhirnya hanya akan mendatangkan kerugian. (mua = melampaui)
27 Jangan bagai orang patah selera, banyak makan Pura-pura tidak mau, tetapi dalam hatinya sangat suka; munafik. (patah selera = tidak bernafsu makan)
28 Jangan bawa resmi jagung, makin berisi makin jegang/tegak Hendaklah jangan semakin kaya/berpengetahuan semakin sombong.
29 Jangan bercermin di air keruh Jangan mengikuti teladan/contoh yang buruk.
30 Jangan berebutkan tembikar pecah Janganlah berkelahi karena memperebutkan sesuatu yang tidak ada gunanya.
31 Jangan berkemudi di haluan Jangan terlalu menuruti/mengikuti kata isteri/orang lain.
32 Jangan bersandar di batang rengas Janganlah mencari perlindungan pada orang besar/berkuasa yang tabiatnya tidak baik/jahat.
33 Jangan bersandar di punggur Tidak ada faedahnya mencari perlindungan pada orang yang sudah tidak berkuasa.
34 Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh Orang yang menyangka dirinya bijak (padahal sebenarnya tidak) selalu mendapat kehinaan, tetapi orang bodoh yang suka bertanya jika tidak tahu selalu memperoleh kemudahan.
35 Jangan buat kerbau tanduk panjang Jangan suka ikut campur urusan orang lain.
36 Jangan diajar anak harimau makan daging Jangan mengajari anak orang yang berkuasa untuk berbuat zalim/tidak terpuji.
37 Jangan diajar orang tua makan dadih Jangan mengajari orang yang sudah tahu. (dadih = air susu kerbau yang dikentalkan)
38 Jangan diajar orang tua makan kerak Jangan mengajari orang yang sudah tahu.
39 Jangan dicatuk dengan yang tajam, dicencang dengan yang majal Menasihati orang lain hendaklah dengan sabar dan berulang-ulang.
40 Jangan difikirkan air pasang saja Janganlah hanya mengharapkan nasib yang baik saja.
41 Jangan difikirkan bengkok tebu itu bengkok pula manisnya Jangan memandang nasihat hanya dari rupa atau pekerjaan orang yang mengatakannya.
42 Jangan difikirkan kalau tebu itu bengkok, manisnya itu pun bengkok juga Jangan memandang nasihat hanya dari rupa atau pekerjaan orang yang mengatakannya.
43 Jangan diperlelarkan timba ke perigi, kalau tak putus genting Janganlah dibiasakan berbuat jahat.
44 Jangan disangkakan ikan lais-lais tiada menyengat Jangan menganggap enteng orang yang lemah/rendahan, terkadang mereka dapat menyusahkan orang yang kuat/berkuasa. (lais-lais = sejenis ikan kecil)
45 Jangan ditentang matahari condong, takut terturut jalan tak berintis Hendaklah selalu ingat dan berhati-hati untuk tidak terpedaya dengan sesuatu yang elok; jangan mencari kemarahan orang yang berkuasa.
46 Jangan kamu sangka, kapal api besi itu pun masuk guri juga Jangan disangka sesuatu yang kuat dan teguh akan kekal (tidak binasa).
47 Jangan meludah ke langit Jangan mencela orang tua atau saudara sendiri.
48 Jangan memanah ke langit Jangan durhaka kepada negeri atau pemerintah karena pada akhirnya akan mendatangkan kesulitan/malapetaka bagi diri sendiri.
49 Jangan memangku ayam jantan, baik memangku ayam betina Rezeki yang halal itu lebih baik daripada rezeki yang haram.
50 Jangan memberi bunga kepada monyet Memberikan sesuatu yang baik hendaklah pada tempatnya.
51 Jangan membuat baik, memberi itik bertaji, membuat jahat, sampai ayam dikerat susuhnya Memberikan sesuatu yang baik hendaklah pada tempatnya.
52 Jangan menggegai sempada di bawah batang Bahaya jangan dicari-cari.
53 Jangan menggerak ular tidur Bahaya jangan dicari-cari.
54 Jangan menghulurkan hulu keris ke tangan orang Jangan menyerahkan kuasa kepada orang lain, niscaya kita dibinasakannya.
55 Jangan menjadi seperti kacang lupakan kulit atau ulat lupakan daun Janganlah lupa akan asal-usul kita ataupun akan orang yang telah berbudi baik kepada kita.
56 Jangan menumbuk di periuk, bertanak di lesung Janganlah melakukan suatu pekerjaan yang menyalahi kebiasaan.
57 Jangan menyuruh kapak menyelam beliung Jangan memberi kepercayaan kepada orang yang tidak setia.
58 Jangan merempuh sarang lebah Bahaya jangan dicari-cari.
59 Jangan puntung berasap jua Janganlah mengungkit-ungkit perselisihan/perkara yang sudah diselesaikan.
60 Jangan sampai sesat barat, sepuluh kali diukur, sekali dikerat Suatu pekerjaan atau perkara hendaklah diperiksa secara teliti mengenai baik buruknya sebelum dikerjakan.
61 Jangan sangat pemilih, takut terkena buku buluh Kerjakanlah suatu pekerjaan dengan tekun dan sabar.
62 Jangan seperti si buta mematah tongkat Janganlah bermusuhan atau berperkara dengan orang yang menolong kita.
63 Jangan sudah terperosok, baru hendak membaiki lantai Orang yang baru beringat-ingat setelah mendapatkan kesulitan/malapetaka.
64 Jangan tercirit di periuk Janganlah berperkara pada tempat menumpang; janganlah berbuat jahat kepada orang yang telah menolong kita.
65 Jangat (kulit ari) liat kurang panggang Tidak dapat diajar; degil (tidak mau menurut).
66 Janji sampai, sukatan penuh Sudah sampai ajalnya.
67 Janjian antah tidak ceruh Nasib malang/sial.
68 Jaras katanya raga jarang Orang yang mencela orang lain, padahal dia sendiri pun ada celanya juga; orang yang kurang berpengetahuan sering kali salah pilih.
69 Jari kudung dimasukkan cincin Melakukan sesuatu tidak pada tempatnya.
70 Jaring berbangkit kuaran tiba Salah perhitungan.
71 Jarum halus kelindan sutera Tipu muslihat yang sangat halus.
72 Jatuh berjolok Memperoleh sesuatu karena meminta.
73 Jatuh dihimpit tangga Mendapatkan kesulitan secara silih berganti.
74 Jatuh tidak berkait/berjolok Melakukan sesuatu tanpa diminta.
75 Jauh bau bunga, dekat bau tahi Perihal sanak saudara, bila jauh selalu terkenang tetapi bila dekat selalu bertengkar.
76 Jauh berjalan banyak pemandangan, lama hidup banyak dirasa Banyak pengalaman.
77 Jauh boleh ditunjukkan, dekat boleh dikakukkan Kebenaran dari suatu perkataan yang diucapkan bisa diuji karena ada tanda buktinya. (dikakuk = dipegang)
78 Jauh dari mata jauhlah dari hati Hilang rasa kasih sayang setelah hidup berjauhan.
79 Jauh di mata, dekat di hati Meskipun telah jauh berpisah tetapi tidak lupa pada yang ditinggalkan (masih menyayangi).
80 Jauh menyalak kuat, dekat mencawat ekor Berbicara sombong di belakang tetapi merasa takut/takluk setelah berhadapan.
81 Jauhari juga yang mengenal manikam Orang yang bijaksana juga yang mengetahui keelokan dari suatu ilmu pengetahuan.
82 Jejak dapat dihilangkan, belang bagaimana hendak dihilangkan? Kesan perbuatan jahat dapat dihilangkan, tetapi tabiat jahat tidak dapat dihilangkan dengan mudah.
83 Jejak selut kaki terbenam Membuat atau melakukan sesuatu yang tidak diketahui dan akhirnya kecewa. (selut = lumpur)
84 Jejaknya keruh Asal-usulnya sejak mula sudah kurang baik.
85 Jemur terkekar ayam tiba Baru saja dagangan digelar, sudah banyak orang datang membeli.
86 Jenguk pandang tindai-tindai, usul-usul asal-asal jangan ditinggalkan Sebelum melakukan suatu pekerjaan, lebih baik diperiksa/diselidiki dahulu agar selamat dan sempurna pekerjaan itu. (tindai-tindai = memperhatikan dengan saksama)
87 Jerat halus kelindan sutera Tipu muslihat yang sangat halus.
88 Jerat serupa jerami Tipu daya yang tersembunyi.
89 Jerat tiada lupa akan balam, tetapi balam lupa akan jerat Sudah lupa akan adanya bahaya, padahal sebenarnya bahaya tersebut masih mengancam/masih ada. (balam = burung tekukur)
90 Jerih menentang boleh, rugi menentang laba Suka menolong karena mengharapkan imbalan/pertolongan; berani bersusah payah tentu akan mendapat keuntungan.
91 Jika ada padi berhampalah, jika ada hati berasalah Siapa yang merasa tersindir, maka kemungkinan dialah yang berbuat sebagaimana sesuatu yang disindirkan itu.
92 Jika ada padi tentu ada hampanya, jika ada hati tentu terasa Siapa yang merasa tersindir, maka kemungkinan dialah yang berbuat sebagaimana sesuatu yang disindirkan itu.
93 Jika baik ada cacatnya Tidak ada yang sempurna.
94 Jika berjumbai tempat bergantung Tanda yang dapat dijadikan puncak penyelidikan.
95 Jika berpuluh-puluh kali batang beralih, cacing di bawah juga Berapa kali pun orang besar/berkuasa datang dan pergi silih berganti, rakyatnya tetap seperti itu juga.
96 Jika bunga tak hendak dipersunting, boleh dibuat peraksi kain Perempuan yang baik budi pekertinya, walau sudah tua (buruk rupa), bisa juga dijadikan kepala rumah tangga. (peraksi = wangi-wangian untuk mengharumkan)
97 Jika cerdik teman berunding, jika bodoh disuruh diarah Sahabat yang tulus ikhlas dan saling tolong-menolong.
98 Jika diturut hati yang geram, hilang takut timbul berani Sebacul-baculnya/penakut orang, apabila telah marah, ia akan menjadi berani.
99 Jika hati tak suka, madu diminum serasa cuka Menunjukkan kebencian; merasa benci.
100 Jika hendak bertanam sayur buangkanlah rumput Jika ingin hidup rukun, maka lakukanlah perbuatan yang baik kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat.
101 Jika kepalanya ular, takkan ekornya belut Yang jahat tetaplah jahat.
102 Jika kerbau dipegang orang talinya, jika manusia dipegang mulutnya Janji haruslah ditepati.
103 Jika memelihara ayam, musang jangan dijinakkan, setidak-tidaknya bertempiaran kelak Jika memiliki anak gadis, maka janganlah dibiarkan lelaki jahat untuk datang bertamu.
104 Jika menebang menuju pangkal, jika melanting menuju tangkai Melakukan suatu pekerjaan hendaklah dengan maksud dan tujuan yang jelas dan tepat.
105 Jika pandai menggunting, hendaklah pandai menjahitnya Sesuatu pekerjaan yang telah dimulai/dikerjakan, sebaiknya jangan dibiarkan terbengkalai.
106 Jika salah sebatang dicabut, salah serumpun dibongkar, salah separuh dirambah (rambah = membabat, menebangi) Hukuman haruslah dijatuhkan menurut besar kecilnya kesalahan yang dilakukan.
107 Jika sengaja hendak bercekak pinggang, tinggallah rebana beralih ke gelanggang; tak tahu pipit tak tahu enggang, yang rapat kelak menjadi renggang Kalau sengaja mencari perselisihan, maka hancurlah kerukunan hidup kelak.
108 Jika tak kena-kena membangkit balak terendam di lumpur, makin dalam ia terbenam Jika tidak pandai menyuruh/memerintah orang yang malas bekerja, maka akan semakin rusaklah/terbengkalai pekerjaan itu.
109 Jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan Untuk dapat menyampaikan maksud/tujuan, segala daya/upaya akan dilakukan. (dandang = sejenis perahu)
110 Jika terjamah benda bertuan, alamat nyawa akan melayang Orang yang mengusik/terlalu mencampuri rumah tangga orang lain pasti akan menerima akibatnya.
111 Jika tiada tersapu arang di muka, baiklah mati daripada hidup Lebih baik mati daripada hidup dengan menanggung malu yang teramat sangat.
112 Jika tidak dipecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu Suatu maksud/tujuan tidak akan pernah tercapai jika tidak mau berusaha/bersusah payah.
113 Jika yang baik diperbuat bersilang cerana datang, jika yang buruk diperbuat bersilang telunjuk bibir Perbuatan baik apabila dikerjakan akan medatangkan pujian, sedangkan perbuatan buruk apabila dikerjakan akan mendatangkan celaan.
114 Jikalau beranak ikut kata bidan Turutilah nasihat orang yang lebih ahli/bijak daripada kita.
115 Jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga Jika dari awal sudah kusut maka sukarlah untuk menyelesaikannya; kalau sudah terbiasa berbuat jahat, maka jahat juga pulalah akhirnya/seterusnya.
116 Jikalau intan itu biar keluar dari mulut anjing sekalipun bernama intan juga Perkataan yang baik walaupun diucapkan oleh siapapun akan tetap baik.
117 Jikalau karena sebuah dusun maka binasa negeri, haruslah dusun itu dibuangkan Jika karena seorang, kerukunan hidup di masyarakat terganggu, maka sebaiknya singkirkanlah orang itu.
118 Jikalau kasihkan padi, buanglah rumput Jika kasihan pada keluarga, maka berhentilah lebih mengasihi orang lain.
119 Jikalau kita duduk di atas ciau emas sekalipun, namun hati tiada senang juga Jika hati memang tiada suka, walau bagaimanapun senangnya, pasti tidak akan menyenangkan. (ciau = tilam tempat duduk)
120 Jikalau menampi jangan tumpah padinya Jika hendak memilih suatu benda, maka berhati-hatilah agar benda yang berguna/berharga tidak sampai terbuang.
121 Jikalau tiada dapat dibaiki, jangan pula dipecahkan Jangan memperparah (atau mencela) perkara yang tidak kita ketahui.
122 Jikalau tiada rial di pinggang, saudara yang rapat menjadi renggang Orang yang tidak berharta akan kurang dihargai orang.
123 Jikalau tidak berada-ada, masakan tempua bersarang rendah Segala sesuatu tentu ada sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), sehingga terjadi demikian.
124 Jikalau ular menyusur akar, tiada hilang bisanya Orang besar yang bersikap merendah tidak akan jatuh martabatnya.
125 Jirus bagai bulan akan habis Modal yang semakin lama semakin susut/menipis. (jirus = tirus)
126 Jiwa bergantung di hujung rambut Selalu berada dalam kecemasan, karena nasibnya yang tidak tentu.
127 Juadah sudah dijilat cicak Perempuan yang melakukan kejahatan secara diam-diam.
128 Jual sutera beli mastuli Mendapatkan pengganti yang lebih berharga. (mastuli = kain tebal yang mahal harganya)
129 Jung pecah, yu yang kenyang Jika terjadi kerusuhan/perkara tentu akan ada orang yang mendapatkan keuntungan dari perkara itu; kerugian bagi seseorang, tetapi keuntungan bagi yang lain.

Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.