Kata Awalan G Menurut Kamus Peribahasa

Ditemukan 80 Kata awalan g menurut Kamus Peribahasa. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 gaharu dibakar kemenyan berbau Orang yang memperlihatkan kelebihannya supaya dipercaya oleh orang lain.
2 geruh tak mencium bau Tertimpa kemalangan tanpa diketahui/disadari.
3 getah terbangkit kuaran tiba Salah perhitungan. (kuaran = burung kuak-kuak)
4 gila di abun-abun Mengangan-angankan sesuatu yang mustahil. (abun-abun = angan-angan)
5 Gabak di hulu tanda akan hujan, ceuang di langit tanda akan panas Tanda-tanda akan terjadi sesuatu. (gabak = redup)
6 Gadai terdorong ke Cina Terlanjur; tidak dapat ditarik kembali.
7 Gadai terdorong ke pajak, sehari sebulan juga Perbuatan yang terlanjur (walaupun hanya berbuat sedikit, akibatnya sama juga dengan yang berbuat banyak).
8 Gading pada gajah yang sudah keluar itu bolehkah dimasukkan pula? Raja (orang besar/mulia) yang telah turun derajatnya dan tidak mungkin meraih kembali martabatnya itu; sesuatu yang sudah ditetapkan (undang-undang, keputusan, dsb) dan tidak bisa untuk diubah lagi.
9 Gagak bersuara murai Rupanya bodoh/dungu/hina, tetapi baik tingkah laku dan budi bahasanya.
10 Gagak dimandikan tujuh kali sehari pun, takkan putih bulunya Orang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya.
11 Gagak lalu punggur rebah Orang besar/berkuasa yang berlaku kurang adil kepada orang kecil/rendahan (karena ingin memperlihatkan kekuasaannya).
12 Gajah berak besar, kancil pun hendak berak besar, akhirnya mati kebebangan Orang kecil/rendahan yang hendak meniru tingkah laku orang besar/mampu yang akhirnya membawa dirinya dalam kekalahan/kesulitan. (kebebangan = tertahan, tidak dapat terus keluar)
13 Gajah bergajah-gajah, pelanduk mati tersepit Kalau orang-orang berkuasa saling berselisih, maka orang-orang kecil/rakyatnyalah yang akan mendapatkan kesusahan.
14 Gajah berhati, kuman pun berhati juga Kaya/berkuasa dan miskin/rendahan sama-sama memiliki pemikiran dan nafsu.
15 Gajah berjuang sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah Kalau orang-orang berkuasa saling berselisih, maka orang-orang kecil/rakyatnyalah yang akan mendapatkan kesusahan.
16 Gajah dialahkan oleh pelanduk Orang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/rendahan; perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/rakyat biasa.
17 Gajah dipandang seperti kuman Terlalu marah.
18 Gajah ditelan ular lidi Orang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/rendahan; perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/rakyat biasa.
19 Gajah empat kaki lagi tersaruk Orang besar/berkuasa ada kalanya akan kehilangan kebesaran/kekuasaannya; nasib yang tidak dapat ditentukan. (tersaruk = tersandung)
20 Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskan Kejahatan orang besar/berkuasa hendak dibasmi, tetapi kejahatan anak buah sendiri di rumah tidak dapat diatasi.
21 Gajah hendak berak besar, kita pun hendak berak besar juga Orang kecil/rendahan yang hendak meniru tingkah laku orang besar/mampu yang akhirnya membawa dirinya dalam kekalahan/kesulitan.
22 Gajah lalu dibeli, kusa tidak terbeli Mengerjakan suatu hal yang besar, tetapi melupakan hal-hal kecil/pendukung yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu. (kusa = besi penghalau gajah)
23 Gajah lalu kumpai layu Orang kecil/rendahan yang hendak meniru tingkah laku orang besar/mampu yang akhirnya membawa dirinya dalam kekalahan/kesulitan. (kumpai = sejenis rumput layu)
24 Gajah masuk kampung, kalau kayu tak tumbang, rumput layu juga Orang berkuasa yang berbuat sekehendak hatinya di lingkungan orang lemah/kecil/rendahan.
25 Gajah mati dicatuk katak Orang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/rendahan; perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/rakyat biasa.
26 Gajah mati karena gadingnya Mendapat kesulitan/malapetaka karena kelebihannya.
27 Gajah mati meninggalkan tulang, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama Orang baik meninggalkan nama/kenangan baik, orang jahat meninggalkan nama/kenangan jahat.
28 Gajah mati, tulang setimbun Orang kaya/berkuasa yang meninggal dan mewariskan banyak harta.
29 Gajah memamah aris, baik diikat kera kecil yang memakan buah kayu Daripada mengharapkan suatu hal yang besar yang tak mungkin didapatkan, lebih baik menerima sesuatu hal yang kecil yang sudah ada dalam genggaman. (aris = getah kayu yang sudah beku)
30 Gajah pengangkut lada, kuda pelejang bukit Anak muda yang menjadi pesuruh orang karena diberikan pujian. (lejang = melompat sambil berlari)
31 Gajah rompong belalai Raja/orang besar yang sudah tidak berkuasa.
32 Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah Kalau orang-orang berkuasa saling berselisih, maka orang-orang kecil/rakyatnyalah yang akan mendapatkan kesusahan.
33 Gajah seekor, gembala dua Suatu pekerjaan dikepalai/dipimpin oleh dua orang; dua orang lelaki yang mencintai perempuan yang sama.
34 Gajah terdorong karena gadingnya, harimau terlompat karena belangnya Berbuat sesuatu yang kurang baik demi memamerkan kelebihannya.
35 Gajah terum di tengah rumah Orang besar/berkuasa yang bertamu ke rumah orang miskin, sehingga menyusahkan orang yang menerimanya itu. (terum = duduk)
36 Galas habis senggulung tandas, lamun dihitung rugi juga Kegiatan niaga yang tidak menguntungkan; melakukan pekerjaan yang sia-sia.
37 Galas terdorong kepada Cina Terlanjur; tidak dapat ditarik kembali.
38 Gali lubang menutup lubang Meminjam uang/berhutang untuk membayar hutang.
39 Gamak-gamak seperti menyambal Hanya dengan coba-coba atau kira-kira.
40 Ganti hidup berkeredaan , ganti mati berkebulatan Mencari pengganti seorang pimpinan harus melalui musyawarah dan mufakat. (reda = rela, senang hati)
41 Gantung tak bertali, salai tak berapi Isteri yang ditinggalkan (tidak dinafkahi) suaminya tanpa diceraikan.
42 Gar-gar, kata gelegar, rasuk juga yang menahannya Memang mudah untuk memerintah orang agar melakukan berbagai hal, tetapi yang sulit adalah mengerjakannya sendiri.
43 Garam di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga juga Perempuan dan lelaki, kalau sudah jodoh, pada akhirnya akan bertemu juga.
44 Garam dikulum tak hancur Orang yang pandai menyimpan/menjaga rahasia.
45 Garam jatuh di air Nasihat yang diterima dengan baik.
46 Garam tumpah apakah tempatnya? Orang miskin/hina yang meninggal dan tidak dihiraukan orang banyak.
47 Garuda diburu layang-layang yang dapat Sesuatu yang diperoleh tidak sebanding/setara/sesuai dengan yang diinginkan.
48 Gaya saja, rasanya wallah Rupanya saja yang elok, tetapi tingkah laku dan budi bahasanya buruk.
49 Gayung bersambut, kata berjawab Budi baik dibalas baik, sebaliknya budi jahat dibalas jahat.
50 Gayung tua, gayung memutus Perkataan orang tua biasanya tepat.
51 Gedang gerundang di kubangan, gedang ikan raya di lautan Setiap orang besar/mulia/berkuasa berada di tempatnya masing-masing. (gerundang = berudu)
52 Gedang kayu, gedang dahannya Banyak penghasilan/pendapatan, maka banyak pula belanja/pengeluarannya.
53 Gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung Memegahkan/mengagung-agungkan diri sendiri dengan kelebihan yang sebenarnya tidak ada.
54 Gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang Orang yang dengki dan tamak suatu saat akan mendapatkan kerugian/kesulitan.
55 Gelang tidak laga sebentuk, laga keduanya Cinta kasih haruslah datang dari kedua belah pihak.
56 Geleng seperti si patung kenyang Berjalan melonjak-lonjak karena sombong.
57 Gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan Sesudah kaya atau berpangkat tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarga/kerabatnya dulu.
58 Geneng di tengah lebuh, tahan galah bersijingkat; geneng di tengah medan, tahan taruh di ayam kuyu Menunjukkan kemampuan/kebisaan kepada orang lain membuat kita mengeluarkan uang untuk menolong ataupun untuk sekedar perjamuan makan dan minum. (geneng = gagah)
59 Genggam bara api biar sampai jadi arang Melakoni suatu pekerjaan yang susah hendaklah bersabar, sehingga tujuannya tercapai pada akhirnya.
60 Genggam-genggam bara, terasa hangat dilepaskan Melakukan suatu pekerjaan dengan setengah hati/tidak sungguh-sungguh akan terasa sukar dan pada akhirnya akan ditinggalkan tanpa ada manfaatnya.
61 Genta saja yang berbunyi, kuda sudah dek gerindin Orang yang berpakaian bagus dan bergaya congkak, tetapi uangnya sudah tidak ada lagi.
62 Genting menanti putus, biang menanti tembuk Suami-isteri yang hampir bercerai; perkara yang hampir selesai.
63 Genting putus, biang tembuk Perkara yang sudah terselesaikan dan tidak dapat diubah kembali; suami-isteri yang sudah bercerai.
64 Geruh luka ajal mati Jika masih beruntung, hanya akan luka saja; jika sudah tidak beruntung, mati.
65 Geruh menempuh dalam tubuh Nasib buruk yang mempengaruhi diri. (geruh = sial, malang)
66 Geruh tak berbunyi, malang tak berbau Tertimpa kemalangan tanpa diketahui/disadari.
67 Getah meleleh ke pangkal, daun melayang jauh Anak/kerabat sendiri lebih dikasihi/disayangi dibandingkan dengan anak/kerabat saudara.
68 Getikkan puru di bibir Tidak dapat membenci anak-isteri atau keluarga yang buruk tingkah lakunya. (getik = menggetil)
69 Getu sementara lagi bintik Suatu bahaya hendaklah dihindari selagi masih kecil agar jangan sampai menimbulkan malapetaka.
70 Gigi dengan lidah ada kalanya bergigit juga Suatu saat pasti pernah juga timbul perselisihan antar suami-isteri, sanak saudara, ataupun dengan sahabat.
71 Gigi tanggal, rawan murah Keinginan yang datang setelah tidak ada kesempatan yang tersisa.
72 Gigi telah gugur, tebu pun menjadi Keinginan yang datang setelah tidak ada kesempatan yang tersisa.
73 Gombak gemilang kutu banyak, bibir hitam gigi kotor Bersih dan cantik di luar, tetapi hatinya busuk. (gombak = rambut, jambul)
74 Gulai sedap nasi mentah, nasi sedap gulai mentah Perbuatan yang tidak sempurna.
75 Gulai terlampau serai maung rasanya Perbuatan/perkataan yang berlebihan dan akhirnya hanya sia-sia.
76 Guna-guna alu, sesudah menumbuk dicampakkan Digunakan/diperlukan hanya saat ada perlunya, setelah itu ditinggalkan.
77 Gundahkan buah dimakan burung Bersusah hati terhadap wanita yang sudah menjadi isteri orang.
78 Gunung juga yang dilejang panas Orang kaya yang semakin kaya; orang jahat yang dituduh bila terjadi kejahatan.
79 Gunung yang tinggi akan runtuh jika setiap hari digali Sebanyak apapun harta yang dimiliki pasti akan habis juga jika jika terlalu boros dan tidak diatur dengan baik.
80 Guru kencing berdiri, murid kencing berlari Murid yang mencontoh tingkah laku gurunya (terutama dalam hal yang tidak baik).

Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.