Kata Awalan D Menurut Kamus Peribahasa

Ditemukan 224 Kata awalan d menurut Kamus Peribahasa. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 dahan pembaji batang Menggunakan harta kekayaan milik tuannya/atasannya.
2 dapat durian runtuh Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
3 dapat tebu rebah Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
4 dapur tidak berasap Sangat miskin, hingga untuk makan pun tidak cukup.
5 di luar merah di dalam pahit Baik secara lahiriah, tetapi buruk/jahat secara batiniah; terlihat baik diluar, namun buruk didalam.
6 di manakah berteras kayu mahang Sesuatu yang mustahil sebaiknya tidak perlu terlalu diharapkan.
7 dialas bagai memengat Mengatakan sesuatu dengan alasan yang cukup. (memengat = memasak pengat/masakan tak berkuah)
8 diam penggali berkarat Ilmu pengetahuan yang hanya disimpan (tidak diamalkan dan diajarkan) maka lama-kelamaan akan hilang.
9 diberi berkuku hendak mencengkam Diberi sedikit kekuasaan sudah hendak berbuat sesuka hati.
10 diberi bertali panjang Diberikan kebebasan sepenuhnya.
11 diberi betis hendak paha Diberi sedikit hendak minta banyak.
12 ditebuk tikus Sudah hilang kegadisannya/perawannya.
13 duduk di ambung-ambung taji Selalu dalam kekhawatiran.
14 dari semak ke belukar Menceraikan isteri yang jahat, namun kemudian menikah lagi dengan wanita yang lebih jahat.
15 Dada manusia tidak dapat diselam Pengetahuan (pemikiran) seseorang tidak dapat diduga.
16 Dagangan bersambut yang dijualnya Cerita dari orang lain yang diceritakannya.
17 Dalam berselam, dangkal berjingkat Penghasilan yang dipadakan/dicukupkan.
18 Dalam dua tengah tiga Tidak jujur.
19 Dalam laut boleh diduga, dalam hati siapa tahu Pengetahuan (pemiikiran) seseorang tidak dapat diduga.
20 Dalam menunduk dia menyonggeng Dari sikap terlihat ia menerima dengan baik, tetapi sebenarnya hatinya membantah.
21 Dalam menyelam, cetek bertimba Penghasilan yang dipadakan/dicukupkan.
22 Dalam rumah membuat rumah Mencari keuntungan atas pengeluaran orang lain.
23 Dalam sudah keajukan, dangkal sudah keseberangan Telah diketahui dengan baik/benar tujuan atau maksud seseorang. (ajuk = duga)
24 Dapat dihitung dengan jari Sangat sedikit.
25 Dapat harta karun Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
26 Dapat harta timbul Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
27 Dapat kijang teruit Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
28 Darah setampuk pinang Belum berpengalaman.
29 Dari ajung turun ke sampan Diturunkan pangkat/jabatannya.
30 Dari jauh diangkat telunjuk, kalau dekat diangkat mata Umpat/caci-maki karena perilaku yang tidak senonoh.
31 Dari lecah, lari ke duri Menghindarkan diri dari kesulitan yang kecil, namun akhirnya mendapatkan kesulitan yang lebih besar.
32 Dari telaga yang jernih, tak akan mengalir air yang keruh Dari sifat orang yang mulia, tidak akan muncul budi bahasa dan perilaku yang kasar/tidak baik.
33 Dari telaga yang keruh, tak akan mengalir air yang jernih Dari orang yang tabiatnya jahat, tidak akan muncul budi bahasa dan perilaku yang baik.
34 Daripada cempedak baiklah nangka, daripada tidak baiklah ada Lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali.
35 Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah Lebih baik mati daripada harus menanggung malu yang teramat sangat.
36 Daripada hidup bergelumang tahi, lebih baik mati bertimbun bunga Lebih baik mati daripada harus menanggung malu yang teramat sangat. (bergelumang = berlumur)
37 Daripada segenggam jadi segantang Bernasib baik/mujur.
38 Datang nampak muka, pergi nampak belakang Datang dengan baik-baik, pergi pun harus dengan baik juga; datang dan pergi bertamu hendaklah memberitahu/bersalam.
39 Datang seperti ribut, pergi seperti semut Tentang penyakit.
40 Datang tak berjemput, pulang tak berhantar Tamu yang tidak penting.
41 Datang tampak muka, pulang tampak punggung Datang dengan baik-baik, pergi pun harus dengan baik juga; datang dan pergi bertamu hendaklah memberitahu/bersalam.
42 Datang tiada dijemput, dihalau dia berpaut, salah hemat kita diangkut Tentang penyakit.
43 Datar bak lantai papan, licin bak dinding cermin Keputusan yang sangat adil.
44 Daun dapat dilayangkan, getah jatuh ke perdu juga Tidak sama/setara antara kasih sayang yang diberikan kepada anak sendiri dengan kasih sayang yang diberikan kepada anak saudara.
45 Daun keladi dimandikan Memberikan nasihat/ajaran yang sia-sia.
46 Daun mengenalkan pohonnya Dari perilaku dan budi bahasa dapat diketahui mengenai asal-usulnya.
47 Daun nipah dikatakan daun labu Segan/enggan untuk bertanya/mencari tahu yang akhirnya dapat menimbulkan kesalahpahaman.
48 Daun telah melayang, buah jatuh ke perdu juga Tidak sama/setara antara kasih sayang yang diberikan kepada anak sendiri dengan kasih sayang yang diberikan kepada anak saudara.
49 Daunnya jatuh melayang, buahnya jatuh ke pangkal juga Orang yang tidak berbudi pekerti walaupun banyak pengetahuannya sekalipun, akan ketahuan juga asal-usulnya; yang berguna tetap tinggal, tetapi yang tidak berguna dibuang.
50 Degar-degar merapati Perselisihan internal keluarga yang semakin merapatkan hubungan. (degar-degar = bunyi kayu dipukul)
51 Dek sukar berkampuh ijuk, nan adat diturut juga Adat yang tidak boleh ditinggalkan, walaupun hidup dalam kemelaratan.
52 Dekat dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk Perkataan atau pengakuan yang dapat dibuktikan kebenarannya.
53 Dekat tak tercapai, jauh tak berantara Sesuatu yang diinginkan, tetapi tidak berdaya/tidak mampu untuk meraihnya.
54 Dendang menggonggong telur Orang bodoh yang berpakaian bagus.
55 Dengan kartu terbuka Dengan terus terang.
56 Dengar cakap enggang, makan buah beluluk; dengar cakap orang, terjun masuk lubuk Suatu pekerjaan hendaklah dipikirkan secara masak/matang sebelum dikerjakan (jangan sekali-kali melakukannya hanya karena mendengar apa yang dikatakan orang lain).
57 Dengarkan cerita burung, anak dipangku dilepaskan Karena mendengarkan tutur manis dari orang lain, pekerjaan yang sudah dilakoni (mata pencaharian sehari-hari) pun disia-siakan.
58 Deras datang dalam kena Pekerjaan yang dikerjakan secara terburu-buru kelak akan mendatangkan kerugian/kesusahan.
59 Deras seperti anak panah Sangat cepat.
60 Destar habis, kopiah luluh Mengalami kemalangan (bernasib sial) secara terus-menerus.
61 Di bawah ketiak orang Berada dibawah kekuasaan orang lain.
62 Di bawah lancung nan tiris Seseorang yang mendapatkan penghinaan dan menganggap dirinya rendah. (lancung = sesuatu yang palsu)
63 Di bawah lantai nan tiris Seseorang yang mendapatkan penghinaan dan menganggap dirinya rendah.
64 Di belakang ia menendang kita, bila di depan ia mengeting kita, jika di tengah ia berpusing ligat pula Menghadapi orang terkasih yang menyebabkan kita merasa serba salah.
65 Di hulu keruh di hilir pun tentu keruh juga Kalau asalnya tidak baik, maka hasilnya pun tentu tidak baik.
66 Di laut angkatan, di darat kerapatan Kekuatan di laut bergantung pada angkatan perang, sedangkan kekuatan di darat bergantung pada rasa persatuan.
67 Di luar bagai madu, di dalam bagai empedu Baik secara lahiriah, tetapi buruk/jahat secara batiniah; terlihat baik diluar, namun buruk didalam.
68 Di luar berkilat di dalam berongga Baik secara lahiriah, tetapi buruk/jahat secara batiniah; terlihat baik diluar, namun buruk didalam.
69 Di lurah air yang besar, di bukit orang yang hanyut Orang tidak bersalah yang menerima hukuman.
70 Di lurah maka hendak angin, di bukit maka hendak air Menghendaki sesuatu, namun tidak pada tempatnya.
71 Di mana lalang habis, di situ api padam Dimana mati maka disana pulalah dikuburkan.
72 Di mana tumbuh, di situ disiang Dimana timbul perkara/permasalahan maka disana pulalah diselesaikan.
73 Di mudik sebulakan, di hilir semuara Persatuan yang kukuh. (bulakan = pancaran air yang menggenang)
74 Di padang orang berlari-lari, di padang sendiri berjengket-jengket Orang yang suka menerima/menuntut hak orang lain, tetapi hak sendiri disembunyikan (tidak ingin dituntut).
75 Di reban sendiri melegas, di reban orang meromok Berani di rumah/tempat sendiri tetapi takut di tempat orang lain.
76 Di rumah sendiri dapur tak berabu, ke rumah teman pergi berpasak seribu Suka bertandang/bertamu dan makan di rumah orang lain.
77 Di waktu garuda alah oleh ular Kalimat kiasan terhadap waktu yang telah lalu; zaman dulu kala.
78 Diam di laut, masin tidak; diam di bandar, tak meniru Tidak menghiraukan segala perubahan (terutama perubahan-perubahan yang baik).
79 Diam-diam lepu Musuh/lawan yang pendiam bukan berarti tidak bisa apa-apa. (lepu = ikan laut lionfish)
80 Diam-diam ubi berisi, diam-diam besi berkarat Orang pendiam yang suka berpikir atau banyak memiliki pengetahuan; bekerja dengan diam-diam.
81 Dian sebatang dinyalakan hujung pangkalnya, teraba-teraba sudahnya Orang yang menyia-nyiakan sesuatu kelak akan mendapatkan kesulitan.
82 Dianjak layu, dibubut mati Keputusan yang tidak dapat diubah lagi.
83 Dianjung seperti payung, diambak seperti kasur Orang yang sangat dimuliakan.
84 Diapit tidak bersanggit, ditambat tidak bertali Isteri yang tidak dipelihara/dijaga oleh suaminya, tetapi juga tidak diceraikan; seorang isteri yang hidup diluar nikah. (sanggit = geser, gosok)
85 Diasak layu, dicabut mati Keputusan yang tidak dapat diubah lagi.
86 Dibakar tak hangus, direndam tak basah Sangat berkuasa; tidak mudah untuk dikalahkan.
87 Dibalik-balik bagai memanggang Dipikirkan secara masak/matang.
88 Dibalun sebalun kuku, dibuka selebar alam Alam rohani yang tak berbatas. (balun = gulung)
89 Dibenarkan duduk di serambi, hendak bermaharajalela di tengah rumah Diberi sedikit hendak minta banyak.
90 Diberi bahu, hendak kepala Perihal orang yang terlalu dimanjakan.
91 Diberi berpadang luas Diberikan kebebasan sepenuhnya.
92 Diberi sejengkal hendak sehasta, diberi sehasta hendak sedepa Diberi sedikit hendak minta banyak.
93 Dibilang genap, dipapar ganjil Kelihatannya (dikatakan) saja untung, tetapi sebenarnya rugi. (dipapar = dibentangkan)
94 Dibuang yang keruh, diambil yang jernihnya Yang buruk dibuang, sedangkan yang baik diambil/digunakan.
95 Dibuat karena Allah, menjadi murka Allah Dilakukan dengan maksud/niat yang baik, tetapi diterima oleh orang lain dengan penuh curiga.
96 Dicari cempedak di bawah kerambil Mencari sesuatu tetapi tidak pada tempatnya. (kerambil = kelapa)
97 Dicecah orang bagai garam Wanita yang baru saja menikah, tetapi kemudian langsung bercerai.
98 Dicocok orang hidungnya Menurut saja.
99 Dicukur-cukur rambut, tumbuh juga semula Orang yang tabiatnya jahat/buruk, meskipun dinasihati dan dihukum, lambat laun akan berbalik seperti semula (kembali berbuat jahat).
100 Didenda dengan emas yang habis, dipancung dengan pedang yang hilang Didenda atau dihukum hanya dengan syaratnya saja karena mencari perdamaian.
101 Didengar ada, dipakai tidak Nasihat yang sia-sia.
102 Didukung disangka orang sakit, kiranya orang kekenyangan Menolong orang namun tidak pada tempatnya.
103 Didului bak melanting babi Mendahului dalam melakukan suatu pekerjaan kadang-kadang bisa berhasil baik. (melanting = melempar)
104 Dielakkan harimau, gajah tentu dengan londarnya; dielakkan untung, tak tentu londarnya Nasib yang tidak dapat dipastikan. (londar = denai, jejak binatang besar di hutan)
105 Digantung tidak bertali Seorang wanita yang menjadi gundik (isteri tidak sah) atau yang telah ditinggalkan suaminya tetapi belum ditalak/belum resmi bercerai.
106 Digantung tinggi, dibuang jauh Tidak berkuasa sedikit pun; sangat lemah.
107 Digantungkan tinggi, digalikan dalam Perjanjian/kesepakatan yang dibuat dengan syarat-syarat yang mengikat.
108 Digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang Menghadapi suatu permasalahan yang sangat sulit; berada dalam keadaan yang serba salah.
109 Digenggam tiada tiris Sangat hemat dan berhati-hati dalam mengeluarkan/membelanjakan uang.
110 Dihentak alu luncung Dikalahkan oleh orang bodoh. (luncung = lancip tetapi tidak runcing/tajam di ujungnya)
111 Dihentak tak masuk, diumpil tak bergerak Sangat degil/tidak mau menurut (keras kepala).
112 Dihujani kering, dijemur basah Melakukan suatu pekerjaan yang hanya menyusahkan orang lain.
113 Diidam seperti babi lemak Dendam yang tak berujung. (diidam = menaruh dendam)
114 Diimbau berbunyi, dilihat bersua Kebenaran yang tidak dapat dibantah/tidak terelakkan. (diimbau = dipanggil)
115 Diindang ditampi teras, dipilih antah satu-satu Jika hendak mencari isteri, menantu, pegawai, dsb hendaklah diperiksa asal-usulnya secara pasti/betul terlebih dahulu sehingga tidak salah pilih.
116 Diiringkan menyepak, dikemudiankan menanduk Berada dalam keadaan yang serba salah, terutama dalam menghadapi orang bodoh; diajak berunding tak tentu pikirannya, tak diajak berunding ia marah.
117 Dijemba-jemba bagai bersiang, dihela surut bagai bertanam Mengatur segala sesuatu supaya baik. (bersiang = membersihkan)
118 Dijual sayak, dibeli tempurung Sesuatu yang baru tidak berbeda dengan yang lama.
119 Dijunjung merekah kepala, dipikul meruntuh bahu Perintah atau hukuman yang sangat berat untuk dijalani.
120 Dikacak betis sudah bak betis, dikacak lengan sudah bak lengan Orang yang menyangka dirinya telah cukup kuat (perihal uang atau kemampuan), sehingga merasa dirinya tidak perlu meminta bantuan dari orang lain; orang yang angkuh. (dikacak = dipegang)
121 Dikatakan berhuma lebar, sesapan di halaman Terlalu mengagung-agungkan/menyombongkan harta dan kemampuan miliknya, padahal sebenarnya tidak seberapa. (sesapan = semak belukar)
122 Dikatakan mati emak, tak dikatakan mati bapa Menghadapi suatu permasalahan yang sangat sulit; berada dalam keadaan yang serba salah.
123 Dikati sama berat, diuji sama merah Pangkat atau kedudukan yang sama/setara.
124 Dikembar seperti benang Wanita/isteri yang menduakan suaminya.
125 Dikerkah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung Tidak mau hanya berdiam diri dalam menghadapi perlakuan yang tidak baik/tidak adil.
126 Dikulum menjadi manikam, dimuntahkan menjadi sekam Lebih baik diam daripada terlalu banyak membicarakan hal yang tidak diketahui akar permasalahannya.
127 Dikunyah patah gigi, ditelan sembelit Melakukan suatu pekerjaan tanpa didasari pengetahuan adalah hal yang sia-sia.
128 Dilahir serupa tidak, dibatin menggunting angin Hidup dalam kepura-puraan.
129 Dilambai tak nampak, diseru tak dengar Tidak mau mendengarkan nasihat orang lain.
130 Dilelar timba ke perigi; tak sekali, sekali pecah juga Suatu perbuatan yang tidak baik jika diulang lambat laun akan tidak baik juga padahnya/akibatnya. (lelar = berulang-ulang) (perigi = sumur)
131 Dilengah beruk berayun Melakukan sesuatu hal yang mengasyikkan tetapi tidak ada gunanya. (dilengah = dimabuk)
132 Dilihat galas berlaba, dihitung pokok termakan Kelihatannya (dikatakan) saja untung, tetapi yang sebenarnya rugi.
133 Dilihat si pulut, ditanak berderai Kelihatannya saja seperti orang kaya, tetapi yang sebenarnya tidak berpunya/miskin.
134 Dilumas dengan daun katang-katang Sangat marah/gusar.
135 Dimakan kapang habis berlubang Menderita penyakit kelamin. (kapang = sejenis teritip/kerang laut;Toredo Navalis)
136 Dimakan mati emak, diluahkan mati bapa Menghadapi suatu permasalahan yang sangat sulit; berada dalam keadaan yang serba salah.
137 Dimana api padam, disitulah puntung tercampak; dimana periuk pecah, disitulah tembikar tinggal Dimana mati maka disana pulalah dikuburkan.
138 Dimana batang terguling, disitu cendawan tumbuh Dimana timbul perkara/permasalahan maka disana pulalah diselesaikan.
139 Dimana buah masak, disitu burung banyak tampil Dimana banyak kesenangan maka disana pulalah banyak orang yang datang.
140 Dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung Hendaklah patuh pada adat dan aturan yang berlaku di tempat yang kita kunjungi/tinggali.
141 Dimana bunga kembang, disitu kumbang banyak Dimana ada gadis cantik maka disana pulalah ada pemuda yang berkumpul.
142 Dimana kapak jatuh, disitu baji makan Dimana timbul perkara/permasalahan maka disana pulalah diselesaikan.
143 Dimana kayu bengkok, disanalah musang meniti Dimana tempat yang tidak dijaga dengan baik maka disanalah pencuri datang; orang yang lengah akan mendapat bencana; orang yang bodoh akan dengan mudah ditipu.
144 Dimana kelintung berbunyi, disitu kerbau tinggal diam Dimana perintah yang baik maka disanalah rakyatnya hidup rukun; negeri yang aman memiliki penduduk yang ramai.
145 Dimana makan disitu berak Berbuat jahat di tempat mencari rezeki.
146 Dimana ranting dipatah, disitu air disauk Hendaklah patuh pada adat dan aturan yang berlaku di tempat yang kita kunjungi/tinggali.
147 Dimana tembilang terentak, disitu cendawan tumbuh Dimana timbul perkara/permasalahan maka disana pulalah diselesaikan.
148 Dimana tempat kutu hendak makan kalau tidak di atas kepala Menghabiskan harta kekayaan milik orang tua/majikan/atasan.
149 Dimandikan dengan air segeluk Pujian yang tidak ada artinya; pertolongan yang tidak mencukupi/kurang.
150 Diminta tebu diberi tembarau Apa yang diberikan berbeda dengan yang diminta. (tembarau = gelagah; Erianthus Arundinaceus)
151 Dinding teretas, tangga terpasang Suatu kejadian/perkara yang sudah cukup buktinya. (retas = toreh dengan senjata tajam)
152 Dipandang dekat, dicapai tak boleh Menginginkan sesuatu tetapi tidak berdaya untuk meraihnya.
153 Dipanggang tiada hangus Selamat dalam menempuh bermacam-macam cobaan.
154 Dipegang lengan sudah bak lengan, dipegang betis sudah bak betis Orang yang menyangka dirinya telah cukup kuat (perihal uang atau kemampuan), sehingga merasa dirinya tidak perlu meminta bantuan dari orang lain; orang yang angkuh.
155 Diperbesar isap, hitam bibir Boros dalam membelanjakan uang yang pada akhirnya membuatnya hidup dalam kemelaratan.
156 Diperluas parak, tidak disiangi Kalau mata pencaharian sudah bertambah, hendaklah dijaga dengan baik.
157 Dipujuk dia menangis, ditendang dia tertawa Perilaku yang tidak senonoh.
158 Dipukul lutut sakit, direngkuh siku ngilu Berada dalam keadaan yang serba salah.
159 Diraih siku ngilu, direngkuh lutut sakit Berada dalam keadaan yang serba salah.
160 Diratapi langau hijau Anak dagang yang mati di rantau orang.
161 Direbus tak empuk Sangat sulit untuk dikalahkan.
162 Direndam tak basah Sangat sulit untuk dikalahkan.
163 Dirintang siamang berbuai Melakukan sesuatu yang mengasyikkan tetapi tidak ada gunanya.
164 Disambut dengan penyapu tak bersimpai Dihalau keluar dari suatu keramaian karena dibenci orang.
165 Disangka panas sampai ke petang, kiranya hujan tengah hari Disangka akan baik atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa kesulitan, sehingga jatuh melarat/hina.
166 Disangka tiada akan mengaram, ombak yang kecil diabaikan Mendapatkan kesulitan karena memandang ringan perkara kecil.
167 Disangkakan bedena timbul, terpeluk bangkai babi bengkak hanyut Orang tamak yang tidak tahu cara membedakan hal yang baik dengan yang buruk.
168 Disangkakan langit itu rendah, dipandang dekat, dicapai tak dapat Suatu pekerjaan hendaklah dicoba terlebih dulu sebelum mengatakan mudah atau susah.
169 Disigai sampai ke langit Diselidiki/diperiksa dengan saksama/teliti.
170 Disisih bagai antah Orang yang diasingkan karena tidak disukai; orang yang disisihkan (tidak boleh ikut campur) karena miskin/hina.
171 Disuruh dituruti, berserah sekehendak hati Harap-harap percaya tidak.
172 Disuruh pergi dipanggil datang, bekerja karena perintah, berhenti karena tegah Patuh; menurut pada perintah.
173 Ditakik bagai berendang, disepakkan bagai berayam Pemberian gelar yang tidak ada artinya.
174 Ditakik getah di daun Hidup dalam kemelaratan.
175 Ditambat tidak bertali Hidup seperti berkeluarga tetapi diluar nikah.
176 Ditanaknya semua berasnya Semua kepandaiannya/kemampuannya diperlihatkan sekaligus.
177 Ditanam tebu di telinga, berkembang bunga raya di muka Merasa gembira karena mendengar pujian untuknya.
178 Ditangkap buaya, nampak riaknya; ditangkap malas tak bertanda Sifat malas seseorang tidak akan terlihat sebelum disuruh untuk melakukan suatu pekerjaan.
179 Ditarik ia menanduk, digiring ia menyepak Orang bodoh yang tidak mau menurut pada nasihat orang lain.
180 Ditatang di anak lidah Sangat mengasihi/menyayangi anak-anak dan isterinya.
181 Ditating bagai minyak penuh Diperlakukan dengan sangat hati-hati.
182 Ditelan tak sengkang Semuanya berjalan dengan lancar.
183 Ditembak dengan peluru petunang Perundingan yang berhasil baik.
184 Ditempuh nyamuk terbalik, ditindih lalat tak dapat bangkit Terlalu lemah; tidak berdaya dalam menghadapi sesuatu.
185 Ditentang langit, langit; ditentang bumi, bumi Tidak ada tempat bergantung (hidup dalam kemelaratan).
186 Ditetak belah dipalu belah, tembikar juga akan jadinya Walau disiksa atau disakiti sekalipun, pada akhirnya akan menjadi mayat juga.
187 Ditiarapkan tiada keluar, ditelentangkan tiada masuk Menghadapi suatu perkara/permasalahan yang sangat sulit.
188 Ditindih yang berat, dililit yang panjang Kemalangan yang tak dapat dielakkan; tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang lain.
189 Dititik belah, dipalu belah Kerusakan yang sudah tidak dapat diperbaiki.
190 Ditolak tak tumbang Pendirian yang teguh; orang yang banyak harta.
191 Dituba sajakah ikan, dijala dijaring bukankah ikan? Tidak malu memperoleh sesuatu dengan melakukan kejahatan, padahal ada cara yang baik/halal dalam mendapatkannya.
192 Ditumbuk dikisar barulah lumat Hendaklah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk dapat memperoleh sesuatu yang dikehendaki.
193 Diturutkan gatal tiba ke tulang Menuruti kehendak hawa nafsu kelak akan mendatangkan kesulitan/malapetaka.
194 Diuji sama merah, ditahil sama berat Sudah sepadan/setara.
195 Diuji timbang lebih sesaga Perbedaan yang sangat kecil/hampir tidak terlihat.
196 Dua badan senyawa Sangat karib/akrab.
197 Dua ekor gajah berjuang, seekor kancil mati tersepit di tengah Orang kecil yang ikut campur urusan antara orang-orang besar/berkuasa, pada akhirnya ia sendiri yang akan binasa/mengalami kesulitan.
198 Dua kali dua empat Sama saja.
199 Duduk berkelompok, tegak berpusu Mencari orang yang sepemikiran/setara dalam sesuatu perkumpulan. (berpusu = berduyun-duyun, berkumpul)
200 Duduk berkisar, tegak berpaling Memungkiri/tidak mengakui apa yang telah dikatakan dahulu.
201 Duduk berkurung siang malam Orang yang sangat jarang keluar dari rumahnya.
202 Duduk dalam duri yang banyak, bersandar di batang rengas Hidup dalam keadaan yang serba salah karena tengah menghadapi kesulitan.
203 Duduk dengan cupak dan gantang Ketua/pemimpin yang adil.
204 Duduk dengan sukatan Orang kaya.
205 Duduk di dalam tabir langit-langit, berbau tembelang Orang yang sangat jarang keluar rumah, tetapi tabiat buruknya telah tersiar/terdengar kemana-mana.
206 Duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak Bekerja tiada henti.
207 Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi Setara.
208 Duduk sehamparan, tegak sepematang Dua orang yang sama derajatnya di dalam adat.
209 Duduk seorang bersempit-sempit, duduk banyak berlapang-lapang Hasil pemikiran yang diperoleh di dalam suatu perundingan/musyawarah lebih baik dibandingkan dengan hasil pemikiran satu orang saja.
210 Duduk seperti kucing, melompat seperti harimau Orang pendiam yang tangkas dalam bekerja dan berpikir.
211 Dulu besi, sekarang timah Orang berpangkat/berstatus sosial tinggi yang telah diturunkan pangkat/status sosialnya.
212 Dulu buah daripada bunga, dulu duduk daripada cangkung Beranggapan sudah memiliki sesuatu yang belum tentu diperoleh.
213 Dulu intan daripada jawi Bekerja tanpa mematuhi peraturan.
214 Dulu intan, sekarang jadi batu buatan Orang berpangkat/berstatus sosial tinggi yang telah diturunkan pangkat/status sosialnya.
215 Dulu parang, sekarang besi Sudah rusak; tidak dapat digunakan lagi.
216 Dulu permata intan, sekarang batu Belanda Orang berpangkat/berstatus sosial tinggi yang telah diturunkan pangkat/status sosialnya.
217 Dulu rampak rimbun daun, kini sangat merarasi Dulu kaya dan rupawan, tetapi kini papa dan buruk rupa. (raras = gugur, luruh)
218 Dulu sorak, kemudian tohok Menggembar-gemborkan sesuatu yang belum tentu akan terjadi. (tohok = campak buang yang diberi bertali)
219 Dulu timah, sekarang besi Orang kecil/rendahan yang memperoleh pangkat/status sosial tinggi.
220 Dulukan yang dulu merasa garam Mengutamakan orang yang lebih tua dalam suatu pekerjaan.
221 Dunia diadang, saku-saku dijahit Hendak bersuka ria saja, tidak mau merugi.
222 Duri di hutan siapa pertajam Kekuasaan Tuhan yang tidak ada batasnya.
223 Durian dengan mentimun, menggolek rusak, kena golek binasa Orang lemah/rendahan yang tidak berdaya untuk melawan orang yang berkuasa, salah atau benar pun orang lemah/rendahan itu juga yang menanggung kerugian/kekalahan.
224 Durian seambung dengan timun Jika orang kuat dan jahat berhimpun/berkumpul dengan orang yang lemah dan baik, maka niscaya binasalah orang yang lemah dan baik itu.

Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.