Kata Awalan C Menurut Kamus Peribahasa

Ditemukan 48 Kata awalan c menurut Kamus Peribahasa. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 cacing hendak menjadi naga Orang kecil yang hendak menyetarakan diri dengan orang besar.
2 cacing menjadi ular naga Orang kecil/hina yang menjadi orang besar/mulia.
3 cari umbut kena buku Mencari sesuatu hal yang baik, namun mendapatkan hal yang buruk.
4 cepat kaki ringan tangan Rajin/giat.
5 Cacing menelan naga Anak orang bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/bukan bangsawan; orang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/lemah.
6 Cakak sudah, silat teringat Mengemukakan keterangan setelah perkara diselesaikan. (cakak = kelahi)
7 Cakap berdegar-degar, tahi tersangkut di gelegar Banyak bicara (sombong) tetapi tidak ada satu pun pekerjaan yang dapat diselesaikannya.
8 Cakap berlauk-lauk makan dengan sambal lada Cara bicara yang seperti orang kaya, padahal sebenarnya miskin.
9 Cakapan sejengkal dibawa sehasta Berlebihan.
10 Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang Digunakan/dilakoni untuk sementara waktu saja, sementara belum ada yang lebih baik.
11 Campak baju nampak kurap seperti anak kacang hantu Anak muda yang tidak memelihara/menjaga kehormatan dirinya ataupun kehormatan orang lain.
12 Campak baju nampak kurap Mendedahkan/memperlihatkan keburukan diri sendiri.
13 Campak bunga dibalas dengan campak tahi Kebaikan yang dibalas dengan kejahatan.
14 Canggung seperti antan dicungkilkan duri Melakukan suatu pekerjaan yang bukan seharusnya.
15 Carik-carik bulu ayam, lama-lama bercantum juga Perselisihan internal keluarga yang akhirnya rujuk kembali.
16 Cekarau besar liang Orang yang besar bualannya (sombong) dan suka membeberkan rahasia orang lain. (cekarau= sejenis tumbuhan di air yang besar lubang batangnya)
17 Cekel berhabis, lapuk berteduh Biarpun sifatnya kikir, namun harta kekayaannya akan habis juga pada akhirnya. (cekel = kikir, pelit)
18 Cekur jerangau ada lagi di ubun-ubun Belum dewasa sudah hendak melawan nasihat orang tua; belum ada pengalaman namun sudah merasa bisa.
19 Celaka ayam, padi masak makan ke hutan Nasib malang/buruk.
20 Celaka tiga belas Sangat malang/sial.
21 Cembul dengan tutupnya Benar-benar sesuai.
22 Cempedak berbuah nangka Memperoleh hasil lebih dari yang diharapkan.
23 Cemperling nak jadi bayu Orang kecil/hina yang hendak menyamai orang besar/mulia. (bayu = sejenis burung asmara dalam dongengan)
24 Cencang air tidak putus, pancung abu tak berbekas Perselisihan internal keluarga yang akhirnya rujuk kembali.
25 Cencang dua segeragai Sekali kerja, dua-tiga pekerjaan terselesaikan. (geragai = pengait untuk menangkap buaya)
26 Cencang putus, biang tembuk Keputusan yang bersifat mengikat.
27 Cencang terdadek jadi ukir Kesalahan yang tidak dilakukan secara disengaja, tetapi akhirnya mendatangkan kebaikan. (terdadek = tersesat)
28 Cencaru makan petang Pekerjaan yang lambat/lama mendatangkan hasil.
29 Cengkeling bagai ular dipukul Geliang-geliut/menggeliat karena kesakitan.
30 Cepat tangan terjembakan, cepat kaki terlangkahkan, cepat mulut terkatakan Kurang berpikir dalam melakukan suatu perbuatan pada akhirnya bisa mendatangkan kesulitan.
31 Cerdik bagai ekor kerbau Melakukan suatu pekerjaan yang dapat merugikan diri sendiri.
32 Cerdik elang, bingung sikikih, lamun murai terkecoh juga Pintar atau bodoh pun orang-orang besar/berkuasa tetap saja pada akhirnya orang-orang kecil yang tidak berkuasa yang menanggung rugi. (sikikih = sejenis burung enggang namun lebih kecil)
33 Cerdik perempuan meleburkan, saudagar muda menghutangkan Menuruti orang yang belum panjang/baik cara pemikirannya pada akhirnya bisa mendatangkan kesulitan.
34 Cermat masa banyak, jimat masa sedikit Selalu berhati-hati dalam membelanjakan/menggunakan sesuatu.
35 Cik puan melangkah ular tak lepas Gerak-gerik perempuan/wanita yang lemah lembut.
36 Cincin emas takkan tampan bermata kaca Gadis yang elok dan hartawan takkan sejodoh dengan orang yang miskin dan bodoh.
37 Cium tapak tangan, berbaukah atau tidak? Lihatlah diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencela orang lain.
38 Coba-coba menanam mumbang, jika tumbuhan sunting negeri Kerjakanlah terus walaupun kurang berharga karena pekerjaan itu pada akhirnya bisa saja memberikan hasil yang baik.
39 Condong ditumpil, lemah dianduh Memberikan pertolongan kepada orang-orang yang berada dalam kesusahan. (ditumpil = ditunjang)
40 Condong puar ke uratnya, condong manusia kepada bangsanya Masing-masing orang lebih suka kepada keluarganya sendiri dibandingkan dengan keluarga orang lain. (puar = tumbuhan hutan)
41 Condong yang akan menimpa Perbuatan/pekerjaan yang sangat membahayakan.
42 Condong yang akan menongkat, rebah yang akan menegakkan Pemimpin yang akan membantu atau menjaga rakyatnya saat ada kesusahan yang menimpa rakyatnya itu.
43 Corak kain mengikuti kehendak penenunnya Undang-undang di setiap negeri tergantung pada keadaan/kondisi pemerintahnya; pengetahuan murid itu tergantung pada ajaran gurunya.
44 Cubit paha kanan, paha kiri pun merasa juga Jika seseorang menyusahkan keluarganya sendiri, maka ia pun akan merasakan kesusahan itu juga.
45 Cubit paha sendiri dulu, baru cubit paha orang lain Pikirkan tentang diri sendiri dahulu, sebelum melakukan sesuatu terhadap orang lain.
46 Cupak berkeesaan Keadilan dalam penegakan hukum baru bisa diperoleh apabila sudah cukup mendapatkan keterangan (termasuk proses pemeriksaannya).
47 Cupak sudah tertegak, suri sudah terkembang Telah lama adat berdiri tentang tiap-tiap pekerjaan yang ada.
48 Cupak tegak yang diisi Mematuhi aturan yang masih berlaku.

Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.