Kata Awalan B Menurut Kamus Peribahasa

Ditemukan 460 Kata awalan b menurut Kamus Peribahasa. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 babi merasa gulai Menyimpan rahasia yang telah diketahui umum.
2 badak makan anak Bagaimanapun orang saling mengasihi, tetapi dengan mudah juga dapat diceraikan, karena orang lebih mengutamakan harta benda.
3 bagai air di daun talas Berusaha tanpa henti. (talas= keladi)
4 bagai anak sepat ketohoran Kurus sekali.
5 bagai anjing beranak enam Orang yang sangat dibenci oleh masyarakat.
6 bagai anjing melintang denai Mendapat kesulitan besar hingga meminta pertolongan kesana-kemari. (denai = jejak binatang di hutan)
7 bagai ayam dibawa ke lampok Pucat dan kuning karena menghidap penyakit; sangat gelisah kelakuannya. (lampok = onggok padi disabit)
8 bagai belut diregang Tinggi dan kurus.
9 bagai bertanak di kuali Terlalu murah hati hingga akhirnya binasa karenanya.
10 bagai beruk kena ipuh Menggeliat karena kesakitan dan sebagainya. (ipuh = racun)
11 bagai berumah di tepi tebing Selalu berada dalam kekhawatiran; selalu gelisah.
12 bagai buntal kembung Bodoh dan sombong.
13 bagai bunyi cempedak jatuh Bunyi yang sangat kuat/keras.
14 bagai bunyi siamang kenyang Banyak bicara karena mendapat kesenangan.
15 bagai dekan di bawah pangkal buluh Pintar dalam menyembunyikan rahasia. (dekan = ulat yang makan buluh)
16 bagai denai gajah lalu Pekerjaan atau kejadian yang sulit untuk disembunyikan.
17 bagai empedu lekat di hati Sangat karib/akrab.
18 bagai galah di tengah arus Menggigil keras; selalu berkeluh-kesah.
19 bagai galah dijual Terlalu miskin; kalah judi.
20 bagai geluk tinggal di air Orang yang melarat dan hanya mengharapkan bantuan dari orang lain. (geluk = timba dari tempurung kelapa)
21 bagai getah dibawa ke semak Perkara yang semakin pelik dan susah untuk diselesaikan.
22 bagai jawi ditarik keluan Menurut; tidak membantah. (jawi = lembu) (keluan = tali yang dicucukkan pada hidung)
23 bagai kacang direbus satu Kegirangan karena mendapat untung.
24 bagai kambing harga dua kupang Tingkah lakunya seperti anak-anak.
25 bagai keluang bebar petang Ramai-ramai berkerumun; suka hidup beramai-ramai. (bebar = terbang)
26 bagai kinantan hilang taji Tidak berharga lagi.
27 bagai kucing dibawakan lidi Sangat ketakutan.
28 bagai kucing lepas senja Sukar dicari; merasa senang.
29 bagai melihat asam Sangat ingin.
30 bagai menyandang galas tiga Pekerjaan yang terlihat ringan, tetapi sukar melakukannya. (galas tiga = tiga bungkus dagangan)
31 bagai pelita kehabisan minyak Tidak berseri-seri lagi.
32 bagai perian pecah Suara cempreng/tidak merdu. (perian = tabung bambu untuk membawa air)
33 bagai pucuk pisang didiang Sangat lemah; tidak berdaya.
34 bagai puyuh laga Percakapan yang tiada akhir.
35 bagai serangkak tertimbakan Berjalan miring. (serangkak = ketam kecil)
36 bagai si kudung beroleh cincin Mendapatkan keuntungan tetapi tidak mampu merasakannya.
37 bagai si lumpuh hendak merantau Melakukan pekerjaan yang mustahil.
38 bagai siamang kurang kayu Merasa gelisah karena kekurangan barang-barang keperluan.
39 bagai tanduk bersendi gading Tidak sepadan.
40 bagai tikus membaiki labu Hendak memperbaiki barang/hal yang tidak diketahui.
41 baji dahan membelah dahan Orang yang berbuat baik kepada kita dengan harta kita sendiri.
42 bak tengguli ditukar cuka Pertukaran yang sangat bertentangan.
43 bala lalu dibawa singgah Sengaja mencari kesusahan.
44 bangsat tak tahu disukarnya Orang bodoh yang tidak tahu akan kekurangan dirinya. (bangsat = miskin)
45 bayang-bayang disangka tubuh Mengharapkan sesuatu yang belum pasti.
46 bayang-bayang sepanjang badan Lahirial serupa dengan batiniah.
47 bayang-bayang tidak sepanjang badan Melakukan sesuatu yang melebihi batas kemampuan.
48 beban berat senggulung batu Tanggungan yang sangat berat; beban berat. (senggulung = kain yang digulung dan ditaruh di kepala untuk mengganjal barang yang dijunjung)
49 belalang dapat menuai Mendapatkan keuntungan secara tidak sengaja.
50 belalang hendak menjadi elang Orang bodoh/hina yang bertingkah seperti orang besar/mampu.
51 belukar sudah menjadi rimba Kesalahan yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi.
52 belum bertaji hendak berkokok Belum berilmu sudah hendak menyombongkan diri.
53 belum diajun sudah tertarung Baru memulai suatu pekerjaan sudah mendapatkan/tertimpa kemalangan. (ajun = maksud)
54 belum dipanjat asap kemenyan Belum kawin.
55 belum tegak hendak berlari Melakukan sesuatu tanpa menurut aturan yang biasa.
56 berarak ke tebing Selalu merasa khawatir. (berarak = berjalan)
57 berarak tidak berlari Bekerja sama dan saling menghayati sehingga di dalamnya tercipta rasa senang.
58 berdiang di abu dingin Tidak mendapatkan pertolongan dari saudara sendiri (saat sedang dalam kesusahan) karena mereka juga dalam keadaan yang sama; tidak mendapatkan suguhan/jamuan ketika bertamu di rumah orang lain.
59 bergelanggang di mata orang banyak Sangat terang/jelas atau sangat nyata.
60 berkelahi di ekor alahan Memperdebatkan sesuatu yang tidak penting atau sudah terselesaikan. (alahan = bekas alur sungai, bendungan)
61 berkepanjangan bagai agam Perbuatan atau perkataan yang tidak ada ujungnya.
62 berkeras tidak berkeris Bertindak keras, tetapi tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri.
63 berkering air liur Nasihat yang sia-sia.
64 berkuah air mata Menderita.
65 berlaki anak semang Orang yang buruk kelakuannya.
66 berlidah di lidah orang Hanya menurut apa yang dikatakan orang lain.
67 berlurah di balik pendakian Ada maksud yang tersembunyi dibalik suatu perbuatan, perkataan, dan pemikiran orang.
68 bersaksi ke lutut Meminta pertimbangan pada orang bodoh; sahabat atau sanak saudara yang dijadikan saksi mata.
69 Bacang dibungkus tentu baunya keluar juga Orang yang membuang anaknya sendiri karena takut malu dan sebagainya.
70 Badai makan anak Seorang ayah yang membuang anaknya karena takut kebesarannya hilang.
71 Badai pasti berlalu Kesulitan dalam hidup pasti akan berkurang dan akhirnya menghilang.
72 Badan bersaudara, emas perak tiada bersaudara; kasih saudara sama ada, kasih bapa menokok harta yang ada, kasih ibu sama rata; kasih sahabat sama binasa Walaupun orang-orang lemah berada di bawah kuasa orang yang kuat, tetapi hatinya masih tetap bebas.
73 Badan boleh dimiliki, hati tiada boleh dimiliki Sudah sehidup semati.
74 Badan sudah dua senyawa Tidak tetap pendirian; selalu berubah-ubah.
75 Bagai air itik ke batu Lemah dan lesu tanpa penyakit.
76 Bagai air mencari jenisnya Memberi nasihat dan ajaran yang sia-sia.
77 Bagai anak dara mabuk andam Anak perempuan yang tidak tahu malu. (andam = rambut di dahi)
78 Bagai anak dara sudah berkaki Banyak sekali.
79 Bagai anak nangui Hanya bermalas-malasan di rumah orang lain. (nangui = babi kecil yang banyak anaknya)
80 Bagai anjing buruk kepala Sangat sombong.
81 Bagai anjing tersepit di pagar Mudah menimbulkan suatu hal yang buruk kalau diperdekatkan.
82 Bagai api dengan rabuk Tidak langsung ke tempat tujuan, tetapi singgah kemana-mana.
83 Bagai ara hanyut Saling menolong satu sama lain.
84 Bagai aur bergantung ke tebing, bagai tebing bergantung ke aur Menyerahkan diri kepada nasib.
85 Bagai aur dengan tebing Saling tolong-menolong.
86 Bagai ayam dimakan tungau Mati tanpa sakit.
87 Bagai ayam disambar elang Tidak dapat berbuat apa-apa; bingung.
88 Bagai ayam lepas bertaji Seseorang yang mendapat kesusahan, sementara itu orang lain merasa serba salah untuk menolongnya.
89 Bagai ayam mabuk tahi Pucat pasi dan tidak berdaya karena sakit.
90 Bagai ayam mengarang telur Membuat muka seseorang menjadi merah.
91 Bagai ayam naik ke surau Bertamu ke rumah orang lain yang tidak memberi jamuan apa-apa.
92 Bagai ayam si tombong, kokok berderai-derai, ekor bergelumang tahi Seseorang yang cara bicaranya tinggi, tetapi hidupnya dalam kemelaratan. (tombong = sombong)
93 Bagai ayam yang terkecundang Sangat ketakutan. (terkecundang = kalah)
94 Bagai bajak ungkang makan diangkat Orang yang gemar dipuji.
95 Bagai balak terendam Orang gemuk yang malas bergerak.
96 Bagai belacan dikerat dua, yang pergi busuk, yang tinggal anyir Perkara yang mendatangkan aib pada kedua belah pihak.
97 Bagai beliung dengan asahan Tidak pernah berpisah.
98 Bagai belut digetir ekor Cepat sekali.
99 Bagai berkain tiga hasta Serba tak cukup (miskin).
100 Bagai bersahabat dengan ular berbisa Berkawan dengan orang jahat.
101 Bagai berseru di padang pasir Seruan yang tidak diindahkan oleh orang lain.
102 Bagai bersumur di tepi rawa Orang yang selalu cemburu.
103 Bagai bertemu buah simalakama; dimakan mati bapa, tidak dimakan mati ibu Menghadapi suatu masalah yang sangat sulit; berada dalam keadaan yang serba salah.
104 Bagai bertepuk sebelah tangan Cinta kasih yang tidak berbalas.
105 Bagai besi dengan penempa Orang lemah yang berada di bawah kuasa orang kuat/mampu.
106 Bagai biawak mengulangi bangkai Lelaki yang suka pergi ke tempat perempuan jahat.
107 Bagai buah keras di dalam sekul Berbicara dalam keadaan tergopoh-gopoh. (sekul = mangkuk yang dibuat dari tempurung kelapa)
108 Bagai bulan empat belas Kecantikan yang luar biasa dari seorang wanita.
109 Bagai bulan penuh mengambang di kaki awan Perempuan cantik yang sedang keluar rumah.
110 Bagai bunyi orang dikoyak harimau Berteriak dengan kuat/keras.
111 Bagai bunyi perempuan di air Ramai/riuh sekali.
112 Bagai cacing gila Perempuan yang suka bepergian, bertandang, dsb.
113 Bagai cacing kena air panas Tidak tenang; selalu gelisah karena susah, malu, dsb.
114 Bagai cembul dapat tutupnya Benar-benar sesuai.
115 Bagai dakwat dengan kertas Tak pernah bercerai; sangat cocok.
116 Bagai diikat dengan sehasta tali Dalam keadaan yang sangat terbatas.
117 Bagai diiris sembilu Pedih sekali.
118 Bagai dirahap kain basah Dingin sejuk sekujur tubuh karena mendengar kabar atau melihat kejadian yang memilukan. (rahap = bungkus)
119 Bagai ditembak putus tunggal Dikalahkan oleh orang bodoh.
120 Bagai diurap dengan daun katang-katang Sangat marah. (katang-katang = sejenis tumbuh-tumbuhan di tepi laut, getahnya dapat menimbulkan rasa gatal)
121 Bagai dulang dengan tudung saji Benar-benar sesuai.
122 Bagai duri dalam daging Sesuatu hal yang membuat hati selalu merasa tidak senang/tenang.
123 Bagai emak mandul baru beranak Rasa senang yang teramat sangat.
124 Bagai enau di dalam belukar, melepaskan pucuk masing-masing Tidak sepakat dalam suatu perbincangan.
125 Bagai gadis jolong menumbuk Rajin dan bersungguh-sungguh.
126 Bagai gagak menggonggong telur Orang hodoh yang berpakaian bagus.
127 Bagai gelegar buluh Bercakap besar (sombong).
128 Bagai gelombang dua belas Kehebatan langkah seorang pendekar/pejuang.
129 Bagai gembala diberi keris Pemberian yang tidak ada faedahnya.
130 Bagai gulai lengkitang Hendak menghilangkan kejahatan yang ada pada diri sendiri, tetapi kebaikan yang ada juga ikut lenyap. (lengkitang = siput)
131 Bagai hantu makan dedak Bersungut-sungut (menggerutu) tanpa sebab.
132 Bagai harimau beranak muda Perempuan yang terlalu bengis.
133 Bagai haruan di dalam tuar Tidak tetap keadaannya karena sakit atau susah. (tuar = lukah; alat penangkap ikan)
134 Bagai ikan lampam di ulak jamban Anak-anak yang subur tubuhnya, cepat tumbuh besar dan tinggi; orang yang mendapatkan hasil dari pekerjaan maksiat.
135 Bagai ilak bercerai dengan benang Berpisah untuk selamanya. (ilak = ukuran untuk menentukan lebar kain yang akan ditenun)
136 Bagai jawi belang puntung, didahulukan dia menyepak, dikemudiankan dia menanduk Orang bodoh yang tidak bisa diajak berunding. (jawi = lembu) (belang puntung = merah kehitam-hitaman)
137 Bagai jawi makan, dimamah dulu baru ditelan Segala perbuatan/pekerjaan harus dirundingkan terlebih dahulu sebelum dilakukan.
138 Bagai jawi terkurung siang Sangat gelisah karena merasa tidak bebas. (jawi = lembu)
139 Bagai jelongak kerbau rampung Orang bodoh yang sombong dan tidak sadar dirinya dibodohi orang lain.
140 Bagai jempuk kesiangan hari Kebingungan; termenung.
141 Bagai kacang direndang Suara yang tak putus-putus (tak henti-henti).
142 Bagai kain menunjukkan corak bangsanya Rupa dan gaya seseorang menunjukkan asal-usulnya.
143 Bagai kambing dalam biduk Sangat ketakutan.
144 Bagai kambing dihalau ke air Orang yang enggan melakukan suatu pekerjaan.
145 Bagai kambing dijunjung Jerit pekik orang yang penakut.
146 Bagai kambing dimandikan pagi Orang yang enggan melakukan suatu pekerjaan.
147 Bagai kambing lepas ke parak Dapat memilih sesuatu sesuka hati. (parak = ladang)
148 Bagai kambing menanduk bukit, tanduk patah bukit tak runtuh Pekerjaan yang sia-sia dan justru mendatangkan kerugian/bencana.
149 Bagai kapak naik cerana Tidak pada tempatnya; kurang cukup alat/kepandaian untuk mengerjakan sesuatu. (cerana = tempat sirih)
150 Bagai kayu lempung, ditebuk kumbang tembus-menembus Orang yang lemah dan mudah teraniaya oleh orang yang berkuasa. (kayu lempung = kayu ringan dan lunak)
151 Bagai keli kena ketuk Bersungut-sungut (menggerutu) tanpa tentu ujung pangkalnya.
152 Bagai kelip-kelip terbang malam Rahasia yang tidak dapat disembunyikan.
153 Bagai kera diberi kaca Mendapatkan sesuatu yang tidak dapat digunakan.
154 Bagai kerakap tumbuh di batu Hidup dalam kemelaratan. (kerakap = sejenis sirih tetapi tidak untuk dikonsumsi)
155 Bagai kerbau runcing tanduk Orang yang sudah terkenal kejahatannya.
156 Bagai kuau mengigal Kehebatan dari rupa seseorang. (kuau = sejenis burung)
157 Bagai kucing dengan panggang Dapat menimbulkan suatu hal yang tidak baik jika didekatkan.
158 Bagai kucing kehilangan anak Kehilangan akal; bingung.
159 Bagai kucing menjemput api Yang dikehendaki tidak tercapai, sementara itu alat/syarat yang digunakan dalam mencapainya juga hilang.
160 Bagai kucing takut akan balur Lelaki yang takut pada perempuan.
161 Bagai kucing tidur di bantai Hidup senang dan mewah. (bantai = daging binatang yang disembelih)
162 Bagai langau mengerumuni bangkai Kerumunan orang ramai, namun senyap bunyinya.
163 Bagai lebah menghimpun madu Sangat rajin.
164 Bagai lepat dengan daun Benar-benar sesuai.
165 Bagai limau masam sebelah Hukuman atau pertimbangan yang kurang adil; berat sebelah.
166 Bagai lobak di pemerunan, bagai kacang tengah dua bulan Anak-anak yang tubuhnya subur, cepat tumbuh besar dan tinggi. (pemerunan = tempat membakar sampah)
167 Bagai lukah, tak penuh air Selalu ingin makan, tidak pernah merasa kenyang.
168 Bagai melepaskan batuk di tangga Melakukan suatu pekerjaan tetapi tidak selesai.
169 Bagai melihat ulat Sangat benci.
170 Bagai melompati pagar tiga hasta, akan dilompati rendah, akan dilangkahi tinggi Suatu keadaan yang serba salah.
171 Bagai melulur bersitungging Melakukan suatu pekerjaan dengan terpaksa.
172 Bagai melulus baju sempit, bagai terbuang kesisipan Merasa senang karena telah terlepas dari kesulitan. (kesisipan = kemasukan duri dalam daging)
173 Bagai melulutkan jebat pada kerbau Memberikan suatu hal yang tidak sesuai pada tempatnya. (melulutkan = menggosok tubuh) (jebat = sejenis kasturi)
174 Bagai memakai baju pinjaman Tidak pada tempatnya; canggung.
175 Bagai membelah betung Pendirian yang berat sebelah.
176 Bagai memegang buah kepantangan beruk; ditelan mati emak, diludahkan mati bapa Menghadapi suatu masalah yang sangat sulit; berada dalam keadaan yang serba salah.
177 Bagai menambah gelang bini Pemberian yang tidak terlihat.
178 Bagai menampung air dengan limas pesuk Orang yang tidak dapat diberi ajaran atau nasihat. (limas = takir) (pesuk = berlubang)
179 Bagai mencari kutu di dalam ijuk Melakukan pekerjakan yang sia-sia.
180 Bagai mencencang air Melakukan pekerjaan yang tidak ada faedahnya.
181 Bagai mendapat cincin ijuk Mendapatkan sesuatu yang tidak berguna.
182 Bagai menelan mestika embun Mendengarkan nasihat.
183 Bagai mengail kucing hanyut Perbuatan yang sia-sia.
184 Bagai mengangkut batu di bencah Menyuruh orang yang enggan melakukan pekerjaan. (bencah = paya)
185 Bagai mengatai tunggak Memberikan nasihat kepada orang yang tidak mau mendengarkan. (tunggak = tunggul)
186 Bagai mengepal pasir kering Sangat susah untuk menyatukan orang-orang yang memiliki pemikiran yang bermacam-macam.
187 Bagai menggelikan induk ayam Memberanikan orang yang penakut.
188 Bagai menghela rambut dalam tepung, rambut jangan putus, tepung jangan terserak Suatu pekerjaan yang sangat sulit dan harus dikerjakan dengan sangat berhati-hati.
189 Bagai menghitung bulu kambing Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
190 Bagai menjaga permata intan ketika dicanai Kasih sayang yang tiada taranya.
191 Bagai menjenguk jerat sial Melawat ke suatu tempat tetapi hanya sebentar saja; orang yang gemar bepergian.
192 Bagai menumbuk padi hampa Kabar yang dilebih-lebihkan dibandingkan dengan keadaan yang sebenarnya.
193 Bagai menunjukkan ilmu kepada orang menetek Melakukan pekerjaan yang tidak ada gunanya.
194 Bagai menyesah kain dapat Barang pinjaman yang digunakan dengan sesuka hati. (menyesah = memukul)
195 Bagai menyukat anak ayam, masuk empat keluar lima Melakukan pekerjaan yang sulit.
196 Bagai mestika embun Mendengarkan nasihat.
197 Bagai murai dicabut ekor Orang yang banyak bicara.
198 Bagai nakhoda kasap, hujung hilang, pangkal lesap Berbelanja dengan tidak tentu dalam melakukan suatu pekerjaan.
199 Bagai padi hendakkan dedak, bagai laki hendakkan gendak Orang yang suka menolak suatu pemberian yang baik dan gemar melakukan pekerjaan buruk/maksiat.
200 Bagai pahat, tidak ditukul tidak makan Bekerja hanya kalau diperintah.
201 Bagai panas mengandung hujan Tertawa dalam kesusahan.
202 Bagai pancang digoncang arus Pendirian yang tidak tetap; goyah.
203 Bagai parang buruk, tali sabut tiada tergolok Tidak mampu melakukan suatu pekerjaan karena terlalu lemah.
204 Bagai perempuan bunting bertemu idamannya Gembira karena mendapat barang kesukaannya.
205 Bagai perempuan membawa perut Orang buncit.
206 Bagai pintu tak berpasak, perahu tak berkemudi Sesuatu yang membahayakan.
207 Bagai pucuk dilancarkan Sangat cepat.
208 Bagai punggur rebah Orang yang gemuk yang jatuh. (punggur = tunggul)
209 Bagai puyu di air jernih Senang hidupnya.
210 Bagai rasa batang pisang Tubuh yang terlalu dingin.
211 Bagai rupa tungkahan Sangat buruk. (tungkahan = kayu landasan di dapur)
212 Bagai sambau di pintu kandang Keadaan yang tidak tetap karena sakit atau melarat.
213 Bagai semut penghimpun melukut Rajin bekerja.
214 Bagai sepatung mandi Hanya sekejap mata.
215 Bagai si buta pergi bergajah Melakukan pekerjaan yang sia-sia. (bergajah = menangkap gajah)
216 Bagai si kudung pergi berbelut Melakukan pekerjaan yang sia-sia. (berbelut = menangkap belut)
217 Bagai si pekak tertanya-tanya Sangat ingin mendengar kabar.
218 Bagai tabut keling, di luar berkilat, di dalam berongga Terlihat baik di luar tetapi hatinya jahat.
219 Bagai tagar di Pulau Sembilan Terlalu sombong. (tagar = gemuruh/guntur)
220 Bagai tanah pelempar balam, kalau mujur tiba di balam, kalau tidak surut ke tanah Berusaha tanpa bersungguh-sungguh.
221 Bagai tanduk diberkas Sangat sulit untuk menyatukan orang-orang dengan pemikiran yang bermacam-macam/beragam.
222 Bagai tekukur mengikut kata Anak angkat yang diperlakukan sesuka hati oleh orang tua angkatnya.
223 Bagai tembilang bagai penggali, begitu yang hilang begitu pengganti Sesuatu yang hilang diganti dengan hal sama. (tembilang = alat penggali lubang)
224 Bagai terung terantuk ke dinding Datang berkunjung sebentar saja.
225 Bagai timun dendang, di luar merah, di dalam pahit Orang yang bermulut manis namun berhati busuk.
226 Bagai tokak lekat di kening Rasa malu yang tak dapat disembunyikan.
227 Bagai tulisan di atas air Memberikan nasihat dan ajaran yang sia-sia.
228 Bagai tuman makan anak Melakukan pekerjaan cabul, terutama terhadap orang yang seharusnya diberikan perlindungan. (tuman = sejenis ikan di sungai)
229 Bagai tunggul dihias Buruk rupa.
230 Bagai tuntung jarum dilaga Suatu hal yang tidak tetap; cepat berubah. (tuntung = ujung yang runcing)
231 Bagai tupai bergelut Kehebatan dari rupa seseorang.
232 Bagai udang bertahi di kepala Orang yang sentiasa berhutang.
233 Bagai ular dengan legundi Sangat terpikat. (legundi = sejenis tumbuhan)
234 Bagai umang-umang Orang yang suka berpakaian bagus tetapi bukan miliknya sendiri. (umang-umang = sejenis ketam di laut)
235 Bagai wau putus teraju Berpasrah pada nasib karena sudah tidak berdaya.
236 Bagaimana acuan begitulah kuihnya, bagaimana contoh begitulah gubahannya Segala sesuatu menurut asal-usulnya.
237 Bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya Bagaimana perintah, begitulah yang dilakukan; bagaimana aksi, begitulah reaksinya.
238 Bagaimana ditanam, begitulah dituai Segala perbuatan akan mendapatkan balasan yang setimpal.
239 Bagaimana hari takkan hujan, katak betung dalam telaga berteriak selalu Pergi bertamu ke rumah orang lain secara tidak menentu, tentulah perbuatan itu bisa mendatangkan banyak prasangka.
240 Bagaimana kumbang putus tali Sangat cepat; terlepas dari kesengsaraan.
241 Bagaimana menanti arah hanyut Mengharapkan sesuatu yang belum tentu/pasti.
242 Bagaimana pohon tiada akan tumbang dipanah halilintar, baluhan kulit ada di batangnya Orang yang berteman dengan orang jahat pada akhirnya juga akan ikut terlibat dalam kejahatan. (baluhan = batang yang sudah berlubang)
243 Bagaimana rupa begitulah bayangnya Segala sesuatu menurut asal-usulnya.
244 Bagaimana tepuk begitulah tarinya Bagaimana perintah, begitulah yang dilakukan; bagaimana aksi begitulah reaksinya.
245 Bagaimana tidak kumbang jinak terbang beredar, jika tidak karena bunga kembang di taman Para pemuda tidak akan mondar-mandir di dekat rumah jika tidak karena perawan cantik ada disana.
246 Bagaimana tidak menggigit telunjuk, melihat air hujan turun keruh Terheran-heran melihat orang yang merupakan keturunan orang baik-baik justru berkelakuan tidak baik.
247 Bahasa dan bangsa itu tidak dijual beli Baik dan buruk perilaku seseorang menunjukkan tinggi rendah martabat asal-usulnya.
248 Bahaya tumbuh, sengketa habis Perselisihan antar sesama akan hilang jika suatu malapetaka datang.
249 Bahu memikul, hati menyokong Melakukan sesuatu secara sukarela; tanpa paksaan.
250 Baik berjagung-jagung, sementara padi belum masak Selama belum ada yang lebih baik, maka yang kurang baik pun dipakai dulu.
251 Baik membawa resmi ayam betina, supaya tidak ada bencana Lebih baik merendah daripada sombong, supaya selamat dalam hidup. (resmi = sifat)
252 Baik membawa resmi padi, daripada membawa resmi lalang Tidak sombong. (resmi = sifat)
253 Bajak patah, banteng terambau Kemalangan yang datang silih berganti. (terambau = masuk jurang)
254 Bajak selalu di tanah yang lembut Orang yang lemah selalu menderita.
255 Bajak sudah terdorong ke bencah Sudah tak dapat ditarik kembali/diulang.
256 Bak anjing tersepit Ketika menderita, merendah dan meminta tolong, jika sudah terlepas dari kesusahan, meninggikan diri kembali.
257 Bak cetus api Sangat cepat.
258 Bak jung berat sebelah Hukuman atau pertimbangan yang kurang adil; berat sebelah. (jung = sejenis kapal)
259 Bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang Memperoleh suatu benda, meskipun berguna, tetapi kemudian mendatangkan kesusahan/malapetaka. (pelak = panas, gerah)
260 Bak manik putus tali Air mata yang bercucuran.
261 Bak membelah kepayang muda, dimakan mabuk, dicampak sayang Menghadapi suatu masalah yang sangat sulit; berada dalam keadaan yang serba salah.
262 Bak menanti orang dulu, bak melalah orang kudian Melakukan sesuatu yang sia-sia. (melalah = mengejar)
263 Bak orang gombang di lebuh Congkak di tempat lain tetapi rumah tangganya hancur berantakan. (gombang = elok) (lebuh = jalan raya)
264 Bak pinang dianduh, putus tali dia berdiri Melakukan suatu pekerjaan karena terpaksa. (dianduh = ditarik dengan tali)
265 Bak ras kuda pula kukuran Orang miskin bertingkah seperti orang kaya.
266 Bak rasa di liang lahad Berada dalam kesempitan/kesusahan. (lahad = lubang kubur)
267 Bak rasa ubi pula gadung Orang miskin bertingkah seperti orang kaya. (gadung = ubi hutan)
268 Bakal lesung tak dapat dijadikan balok Kesalahan di awal dapat menghancurkan pekerjaan selanjutnya.
269 Bakar air hendakkan abu Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
270 Bakar tak berapi Mencintai/menyukai secara diam-diam.
271 Bakar tiada hangus Sangat degil/keras kepala.
272 Bakarlah air ambil abunya Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
273 Balam dua sesangkar Seorang perempuan yang dicintai/disukai oleh dua orang laki-laki.
274 Balik belakang lain bicara Mungkir/tidak mengakui janji yang sudah dibuat.
275 Baling-baling di atas bukit Pendirian yang tidak tetap; goyah. (baling-baling = penunjuk adanya angin)
276 Bandar terbuka dagangan murah, badan sudah tua Sudah terlambat.
277 Bandot tua makan lalap muda Lelaki tua yang beristerikan perempuan muda. (bandot = kambing jantan)
278 Bangau minta aku leher, badak minta aku daging Merasa iri hati karena melihat kelebihan orang lain.
279 Bangkai gajah busuk di hutan hendak ditanam, pekung di kaki sendiri dibiarkan meroyak Keburukan orang lain hendak ditutup-tutupi, tetapi keburukan sendiri dibiarkan terdedah/tersingkap. (meroyak = merambat ke kiri dan ke kanan)
280 Bangsa bermuka papan Tidak tahu malu.
281 Bangsa teling tipis Orang yang cepat marah.
282 Banyak air sedikit minyak, minyak juga di atas Kedudukan yang tidak sama antara orang biasa dengan orang yang berpangkat.
283 Banyak habis, sedikit sedang Perihal membelanjakan uang.
284 Banyak makan garam Banyak pengalaman.
285 Banyak tukang di mata dan di mulut, sedikit tukang di tangan Hanya pandai berkata-kata, tetapi tidak pandai dalam mengerjakan.
286 Banyak udang banyak garam, banyak orang banyak ragam Masing-masing orang memiliki pendapat (kemauan) sendiri-sendiri; semakin banyak orang semakin banyak pula pendapat dan kemauannya.
287 Barang dimana pun pantat periuk itu hitam juga Dimana pun juga, kesalahan tetap adalah kesalahan.
288 Bau malaikat terhempas Sangat harum.
289 Baunya setahun pelayaran Sangat busuk.
290 Bawa resmi padi, makin berisi makin tunduk Semakin banyak ilmu (makin tinggi pangkat) semakin merendah/tidak sombong.
291 Bayan di tangan habis terlepas Nasib malang.
292 Beban sudah di pintu Anak gadis yang sudah besar/beranjak dewasa.
293 Bekas tertarung lagi terkenang, apa pula hubungan nyawa Tidak pernah lupa.
294 Belah dada lihatlah hati Berkata benar/jujur.
295 Belakang parang lagi kalau diasah niscaya tajam Biar bodoh sekalipun, kalau belajar dengan bersungguh-sungguh, niscaya akan menjadi pandai.
296 Belalang disangka elang Tidak pernah melihat sesuatu yang lebih.
297 Belanga kurang, periuk yang melebih-lebih Orang (bagian dari kelompok) yang tidak ikut berusaha (sebaliknya orang lain yang bersusah payah).
298 Belayar atas angin Melakukan sesuatu dari penghasilan orang lain.
299 Belayar bernakhoda, berjalan dengan yang tua, berkata dengan yang pandai Segala pekerjaan akan berjalan baik jika dikerjakan dengan pemimpin yang telah berpengalaman.
300 Belayar ke pulau kapuk Tidur.
301 Belayar mengadang pulau Segala perbuatan atau pekerjaan yang akan dilakukan haruslah ada tujuannya. (mengadang = menentang, menuju)
302 Belayar sambil memapan, merapat sambil belayar Sekali melakukan pekerjaan, dua-tiga tujuan dapat tercapai. (memapan = memasang papan untuk dinding, lantai, dsb)
303 Beliung yang besar hayun, kecil makannya Banyak bicara/berteori tetapi hasilnya sedikit.
304 Belum berbesan sudah beranak Sudah bersenang-senang walaupun tujuan masih belum tercapai.
305 Belum bergigi hendak menggigit Belum berkuasa tetapi sudah berangan-angan untuk menindas.
306 Belum bergigi hendak mengunyah Hendak melakukan sesuatu tetapi alat/sesuatu yang diperlukan belum ada.
307 Belum berkilat sudah berkilau, bulan sangkap tiga puluh Perkara yang sudah terang/jelas. (sangkap = genap, cukup)
308 Belum betul membilang jari, sudah hendak berkuasa sendiri Hendak bertingkah seperti orang yang sudah tua.
309 Belum disuruh sudah pergi, belum dipanggil sudah datang Orang yang arif dan rajin.
310 Belum ditumbuk belumlah bengkak Bila sudah berbudi barulah ada balasannya.
311 Belum duduk berlunjur dulu Belum memperoleh sesuatu yang dikehendaki tetapi sudah merasa senang/kegirangan.
312 Belum lepas tali uri sudah hendak bangkit berdiri Hendak bertingkah seperti orang yang sudah tua.
313 Belum menetas sudah dibilang Belum tercapai tujuannya tetapi sudah bersenang-senang/kegirangan.
314 Belum sekuku Sangat sedikit.
315 Belum tahu di masin garam Belum memiliki pengalaman.
316 Belum tahu laba rugi Belum tahu baik buruknya sesuatu.
317 Belum tahu lagi, ayam sedang berlaga Belum ada keputusan. (berlaga = disabung)
318 Belum tuarang panjang, buah sengkuang sebesar betis Kabar angin yang dilebih-lebihkan. (tuarang = musim kemarau)
319 Belut jatuh ke lumpur Merasa sangat senang.
320 Belut kena ranjau Sepandai-pandainya seseorang, ada kalanya dia juga akan melakukan kesalahan.
321 Belut pulang ke lumpur Kembali ke asalnya.
322 Bembam bukan terung Menceritakan kelebihan diri sendiri; tidak dapat diperlakukan dengan sesuka hati.
323 Benang arang orang jangan dipijak Jangan mencampuri rumah tangga orang lain.
324 Benang bercerai-berai bukannya kain, dek rapat tetal tenunan kain, jarum pun tidak menelusnya Ketangguhan dalam persatuan. (tetal = padat)
325 Benci akan mencit seekor, rengkiang disunu Karena merasa takut akan bahaya yang kecil, keuntungan yang besar diabaikan. (mencit = tikus) (rengkiang = lumbung) (sunu = bakar)
326 Bengkok batang bengkoklah bayangnya Mengikuti ajaran yang salah.
327 Berair kerongkongan Mendapatkan rezeki.
328 Beraja di hati, bersultan di mata Menuruti kehendak sendiri.
329 Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian Agar mendapatkan kesenangan/hasil di kemudian hari, haruslah berani bersusah payah/berusaha terlebih dahulu.
330 Beralih kain di balik rumah; beralih cakap di balik lidah Tidak menepati janji.
331 Beranak kandung beranak tiri, ada bersudu daun labu ada bersudu daun lalang Sikap yang tidak adil.
332 Beranak tiada berbidan Mendapatkan kesulitan karena kesalahan sendiri.
333 Berani hilang tak hilang, berani mati tak mati Orang yang berani akhirnya akan menang juga.
334 Berani karena benar, takut karena salah Bertindak karena berada di pihak yang benar.
335 Berani menjual berani membeli, berani pegang berani tanggung Barang siapa yang berani menganjurkan, harus berani mengerjakannya.
336 Berani senduk pengedang, air hangat direnanginya Berani dengan membuta tuli. (senduk pengedang = sendok untuk air panas yang terbuat dari periuk)
337 Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul Betapa susahnya melihat kesusahan orang lain, namun lebih susah lagi orang yang menjalani kesusahan itu.
338 Berapa panjang lunjur, begitulah panjang selimut Berbuat sesuatu hendaklah menurut kesanggupan diri sendiri.
339 Berapalah besar dan dalam laut Kalzum, besar dan dalam lagilah dada manusia Hati manusia tidak dapat diduga/diperkirakan.
340 Berapalah tajam pisau parang, tajamlah lagi mulut manusia Kata-kata yang diucapkan itu lebih tajam dibandingkan senjata tajam karena dapat menyakiti perasaan orang lain tanpa meninggalkan bekas luka yang tampak.
341 Berat beban yang sedikit dek hati sakit Melakukan suatu pekerjaan secara terpaksa akan terasa berat walaupun hanya pekerjaan ringan.
342 Berat hati beratlah tulang Pekerjaan yang dilakukan secara terpaksa/enggan akan terasa berat walaupun hanya pekerjaan ringan.
343 Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing Suka-duka ditanggung bersama.
344 Berat sepikul, ringan sejinjing Suka-duka ditanggung bersama; bergotong-royong.
345 Berbalik-balik bagai kuda tercirit Perkara yang sudah diputuskan/diselesaikan, namun kemudian diungkit-ungkit kembali.
346 Berbaur bagaikan muntah, bercerai bagaikan demam Sanak saudara, bila jauh selalu terkenang tetapi bila dekat selalu bertengkar/berselisih.
347 Berbaur pangkal perceraian Terlalu karib/akrab dapat mempermudah timbulnya perselisihan.
348 Berbelok kucing main daun Kehebatan dari rupa seseorang.
349 Berbenak ke empu kaki Tidak peduli baik ataupun jahat.
350 Berbilang dari esa, mengaji dari alif Mengerjakan sesuatu hendaklah dimulai dari permulaan.
351 Berbisik kedengaran, berimbau kelampauan Berjarak sangat dekat.
352 Berbuat di alang tahun, belayar di luar musim Mengerjakan sesuatu bukan/tidak pada waktunya; salah waktu. (alang = tengah-tengah)
353 Berbuat kerja seperti Mak Judai Selalu membengkalaikan (terhenti sebelum selesai) pekerjaannya.
354 Berbuat kerja seperti yajud wa majud Orang yang bekerja di tengah jalan (tidak dari awal) karena malas atau terlalu sibuk. (yajud wa majud = suku bangsa yang akan membinasakan dunia saat menjelang kiamat)
355 Berbudi bagai pisang lebat Seseorang yang mendapatkan malapetaka karena menggahkan (memasyhurkan) dirinya.
356 Berbukit di balik pendakian Kesulitan yang datang silih berganti.
357 Berbulu mata melihat Sangat benci.
358 Berbunga sama berbunga, yang lain berbuah, dia tidak Perempuan yang mengandung tetapi selalu keguguran.
359 Berbunyi batu berbunyilah dia Tidak dapat berkata-kata karena tembelangnya/kejahatannya sudah ketahuan.
360 Bercabang bagai lidah biawak Kata-kata yang tidak dapat dipercaya.
361 Bercabik kulit belumlah tentu, bercabik kain bolehlah Hasil yang belum dapat diharapkan walaupun sudah dikerjakan dengan susah payah.
362 Bercakap memandang-mandang, silap lidah jiwa hilang Mengatakan suatu hal terhadap orang lain hendaklah berhati-hati.
363 Bercampur dengan orang pemaling, sekurang-kurangnya jadi pencecak Berkawan dengan orang jahat, lama-kelamaan kita akan menjadi jahat pula. (cecak = copet)
364 Bercermin di air keruh Mencontoh perbuatan yang kurang baik/kurang terpuji.
365 Bercintakan geliga di mulut naga Mengharapkan sesuatu yang mustahil.
366 Berdenah tidak, terpeluk sarang tabuhan Mendapatkan kesulitan karena takut akan sesuatu yang seharusnya tidak perlu/pantas ditakuti.
367 Berdengking si tua memekik, mustahil akan menggigit jema Orang yang terlalu marah sambil berteriak-teriak biasanya tidak sampai menggunakan tangan untuk memukul. (si tua = harimau) (jema = orang)
368 Berdikit-dikit, lama-lama menjadi bukit Cermat dan rajin.
369 Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah Setara/sederajat.
370 Berdua mendatangkan perbantahan Tidak mungkin akan timbul perselisihan kalau hanya seorang diri.
371 Berdua terkunci, bertiga terbuka Rahasia hanya dapat disimpan di antara dua orang saja.
372 Berebut temiang hanyut, tangan luka, temiang tak dapat Memprebutkan sesuatu yang akhirnya tidak ada yang dapat, namun justru mendatangkan petaka. (temiang = sejenis buluh tipis)
373 Berek-berek laga siang, malam sekelelapan Dua golongan yang lahirnya/sejak awal selalu berselisih, tetapi batinnya semufakat. (berek-berek = burung yang suka berkelompok) (sekelelapan = tidur bersama-sama)
374 Beremas kemas, berpadi menjadi Orang yang mampu (kaya dan berpengetahuan) segala maksudnya mudah tercapai.
375 Berendam di tempayan pekasam Duduk berleka (sangat asyik) di rumah perempuan jahat.
376 Berendam sesayak air, berpaut sejengkal tali Hidup dalam kemelaratan/kesulitan.
377 Berenyai bak hujan pagi Bekerja atau berbicara secara lambat.
378 Bergalah ke hilir tertawa buaya, bersuluh di bulan terang tertawa harimau Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
379 Bergantung pada akar lapuk Menggantungkan harapan kepada orang yang tidak berkuasa.
380 Bergantung pada tali rapuh Menyandarkan hidup pada orang, jabatan, pekerjaan, dsb yang kurang menjanjikan atau tidak tetap.
381 Bergantung rambut sehelai Berada dalam keadaan yang sangat berbahaya.
382 Bergantung tidak bertali Seorang wanita yang menjadi gundik (isteri tidak sah) atau yang telah ditinggalkan suaminya tetapi belum ditalak/belum resmi bercerai.
383 Bergedang air orang Pekerjaan yang memberikan keuntungan pada orang lain.
384 Bergurindam di tengah rimba Menunjukkan kepandaian di depan orang bodoh/orang yang tidak mengerti.
385 Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi Menuntut ilmu secara tidak sempurna/tidak sungguh-sungguh tidak akan mendatangkan faedah/manfaat.
386 Berhadap kasih mesra, balik belakang lain bicara Tidak menepati janji.
387 Berhakim kepada beruk Meminta pertimbangan kepada orang yang tamak pada akhirnya akan mendatangkan kerugian.
388 Berhambakan tangan, bersaksikan mata, berhakimkan hati Berpikirlah dahulu secara masak/matang sebelum membuat suatu perkara.
389 Berhampar lapik, berlicin daun Bermufakat dalam mencari penyelesaian dari suatu permasalahan dengan setulus hati (tanpa menyembunyikan perasaan buruk).
390 Berhanyut ke hilir mengepit kemudi sajalah Suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh orang pandai/rajin maka tidaklah perlu susah payah untuk diawasi dengan ketat.
391 Berharga di atas rupa, bercupak di atas tumbuh Segala sesuatu hendaklah berada pada tempatnya.
392 Berhati baja, berurat kawat Tabah dan keras hati/teguh.
393 Berhubung karena hendak panjang, berkampuh karena hendak lebar Hubungan antar keluarga karena melalui perkawinan.
394 Beriak tanda tak dalam, bergoncang tanda tak penuh Orang banyak bicara (sombong) namun tidak bisa melakukan/mengerjakannya.
395 Berinduk semang kepada janda, bagai dokoh tali anjing Berhubungan dengan jandanya (isteri yang telah diceraikannya) adalah suatu perbuatan yang dicerca oleh orang banyak. (dokoh = perhiasan leher)
396 Berjalan dari pintu belakang Tidak jujur, tidak menurut aturan yang sah.
397 Berjalan jauh banyak dilihat Orang yang memiliki banyak pengalaman karena bepergian kemana-mana.
398 Berjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah Hendaklah selalu berpikir secara masak/matang sebelum melakukan suatu pekerjaan.
399 Berjalan sampai ke batas, belayar sampai ke pulau Suatu usaha/pekerjaan hendaklah dikerjakan hingga selesai.
400 Berjanjang naik, bertangga turun Menurut derajat dan kedudukan masing-masing; menurut aturan yang lazim.
401 Berjarak serasa hilang, bercerai serasa mati Sangat rindu.
402 Berjual pisang kepada monyet Berjualan dengan memberikan hutang.
403 Berjumpa dengan putih, terlesi sangat Tidak merasa puas dengan sesuatu yang telah diperoleh. (lesi = terlalu putih)
404 Berkain tak cukup sebelit pinggang Kemiskinan/kemelaratan yang teramat sangat.
405 Berkandilkan bulan Tidak memiliki rumah/tempat tinggal.
406 Berkata siang melihat-lihat, berkata malam mendengar-dengar Hendaklah berhati-hati jika akan membicarakan sesuatu agar tidak sampai menyinggung perasaan orang.
407 Berkata-kata dengan lutut Berbicara dengan orang bodoh/orang yang tidak mengerti.
408 Berkaul kepada keramat Memohon sesuatu hendaklah pada tempatnya.
409 Berkayuh sambil bertimba Sekali melakukan pekerjaan, dua-tiga maksud dapat tercapai.
410 Berkayuh sampan bocor Kemiskinan/kemelaratan yang teramat sangat.
411 Berkelahi dalam kepuk Suatu perkara yang sulit untuk diselesaikan.
412 Berkelahi dengan orang tak berambut Berselisih dengan orang yang kurang sempurna akalnya.
413 Berkelahi di dalam mimpi Melakukan sesuatu yang sia-sia.
414 Berkelahi di hujung batang, berbaik di pangkal batang Perkelahian yang akhirnya rujuk kembali.
415 Berkelahi dulu pendapatan, berkelahi kemudian kerugian Hendaklah berpikir secara masak/matang, sebelum melakukan sesuatu agar tidak menyesal kemudian.
416 Berkelahi seperti labah-labah dalam gelas Perkelahian yang hebat di tempat yang sangat sempit.
417 Berkemudi di haluan, bergilir ke buritan Orang yang menuruti nasihat atau perintah anaknya, isterinya, bawahannya, dsb.
418 Berkerbau seperempat ekor, berkandang sebagai orang Orang miskin yang bertingkah laku seperti orang kaya.
419 Berketak ayam di darat, bersenyap-senyap mutiara di laut Orang bodoh umumnya suka menunjukkan/memamerkan hasil pekerjaannya, tetapi orang yang bijaksana umumnya melakukan pekerjaan tanpa memamerkan hasilnya.
420 Berketak ayam mandul; orang berketak ia berketak, orang bertelur ia tidak Orang yang bernasib malang, walaupun sudah meniru cara orang lain, tetapi nasibnya tetap tidak berubah.
421 Berketak ayam, tahu akan bertelur atau tidak Orang yang bijaksana itu, apabila mendengar orang berbicara, ia tahu mana yang benar dan bohong (yang berilmu dan tidak).
422 Berketak dulu sebelum bertelur Bersuka-ria (karena mengharapkan keuntungan) sebelum pekerjaannya terselesaikan.
423 Berketuk ayam dalam telur Orang bodoh yang turut merundingkan suatu perkara yang tidak diketahuinya.
424 Berketuk di luar sangkar, bertanam di luar pagar Mengajukan keterangan setelah perkara diputuskan/diselesaikan.
425 Berkokok di luar gelanggang, bila ke tengah menyusup di bawah kelengkang Menyombongkan diri di belakang, tetapi mengaku kalah/merendah bila sudah berhadapan.
426 Berkuah sama menghirup, bersambal sama mencolek Persahabatan yang sangat karib/akrab.
427 Berkuak pedang, berbelah buluh Membagi-bagikan harta karena telah bercerai/putus persaudaraan.
428 Berkubu sebelum alah Berjaga-jaga/bersiap-siap sebelum mendapatkan kesulitan.
429 Berlindung di balik telunjuk Rahasia yang tidak dapat disembunyikan.
430 Bermain air basah, bermain api letur, bermain pisau luka Setiap/segala perbuatan atau pekerjaan akan menyisakan bekas/akibat.
431 Bermain-main dengan kerbau, dilontarnya muka dengan ekornya Berkawan dengan orang bodoh, tentu akan menanggung kerugian.
432 Bermata mata kayu, bertelinga telinga kuali Tidak menaruh perhatian terhadap apa yang dilihat dan didengar.
433 Bermayang-mayang menjadi mumbang Selalu keguguran bila sudah mengandung.
434 Bermimpi mendapat emas, takkan membuat pura; bermimpi mendapat padi, takkan membuat lumbung Sebelum menasihati supaya berdamai dalam sesuatu perselisihan, hendaklah melihat lebih dahulu jika perselisihan itu seperti mimpi yang tidak dapat diterima sebagai suatu kenyataan.
435 Berminyak biar lecah Sebaiknya jangan tanggung-tanggung dalam melakukan suatu pekerjaan.
436 Berminyak tak licin Setengah-setengah/tanggung; tidak sampai selesai.
437 Bermulut di mulut orang Hanya menurut apa yang dikatakan orang lain.
438 Bernafas keluar badan Lebih percaya pada pendapat orang lain daripada pendapatnya sendiri.
439 Berniaga buluh kasap, hujung hilang pangkal lesap Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
440 Berniaga di hujung lidah Orang pandai yang berlaku tidak jujur/suka menipu dan sebagainya.
441 Beroja berpegang ekor Kepercayaan yang setengah hati/tanggung. (beroja = menggalaki)
442 Beroleh hidung panjang Mendapat malu.
443 Beroleh lumpur di tempat yang kering Mendapatkan kesulitan yang tidak disangka-sangka.
444 Beroleh sehasta hendak sedepa Diberi sedikit tetapi hendak minta banyak.
445 Berpatah arang berkerat rotan Memutuskan tali persahabatan/persaudaraan.
446 Berpaut sehasta tali Tidak dapat berbuat sekehendak hati/semaunya.
447 Berpaut tidak bertali Belum putus/selesai perkaranya.
448 Berpesan berturuti, harap ada percaya tidak Mempercayakan sesuatu kepada seseorang, tetapi tidak dengan sepenuh hati.
449 Berpindah ke balik papan Meninggal dunia.
450 Berpusing-pusing seperti baling-baling Kehidupan yang tidak tetap.
451 Berputik dulu baru berbunga, buahnya jarang dimakan beruk Perempuan yang hamil sebelum menikah. (beruk = monyet)
452 Bersahabat dengan juara, selilit benang bulang tahu juga Berkawan dengan orang jahat, lama-kelamaan akan membuat kita akan menjadi jahat pula. (benang bulang = benang pengikat taji ke kaki ayam yang akan disabung)
453 Bersalai tidak berapi Perempuan yang belum bersuami, tetapi sudah mengandung; hamil sebelum menikah. (salai = dipanaskan atau dikeringkan)
454 Bersandar di batang rengas, gatalah badan Orang yang berpapasan/bertemu dengan raja/orang besar yang zalim pada akhirnya akan mendapatkan kesulitan.
455 Bersandar dilemang hangat Berlindung kepada orang yang zalim pada akhirnya akan mendatangkan musibah.
456 Bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati Sangat rindu. (sarak = pisah)
457 Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang Orang miskin yang bertingkah seperti orang kaya.
458 Bersawah sepiring tidak, bersawahkan tempat sepasin bertanya Kemiskinan yang teramat sangat.
459 Berseleleran bagai getah di lalang Percakapan atau pembicaraan yang tidak keruan/tentu.
460 Berselimut kain cukin; ditutup kepala kaki terbuka, ditutup kaki kepala terdedah Serba tak cukup. (cukin = kain kecil penutup dada pada waktu makan)

Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.