Kata Awalan A Menurut Kamus Peribahasa

Ditemukan 296 Kata awalan a menurut Kamus Peribahasa. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 ada sampan hendak berenang Seseorang yang sengaja bersusah payah.
2 adat teluk timbunan kapal Orang yang memiliki pangkat tinggi/berpengaruh biasanya menjadi tempat tumpuan orang lain untuk mengadu. (kapal = kapar = kayu-kayuan yang hanyut di sungai, danau, dsb)
3 agih-agih kungkang Terlampau murah hati/suka memberi hingga akhirnya menderita. (kungkang = kera kecil)
4 air beriak tanda tak dalam Banyak bicara tanda orang yang berilmu dangkal.
5 air tenang menghanyutkan Orang yang pendiam itu biasanya berpengetahuan tinggi dan dapat melakukan pekerjaan yang besar.
6 akal akar berpulas tak patah Orang yang pandai, takkan mudah kalah dalam perdebatan.
7 alah di rumpun betung Kekalahan yang belum memuaskan hati dari pihak yang kalah.
8 alah limau oleh benalu Orang lama dikalahkan oleh orang baru.
9 amra disangka kedondong Sesuatu yang baik disangka buruk hanya karena terlihat rupanya sama. (amra = sejenis mangga)
10 anak badak dihambat-hambat Sengaja mencari bahaya/kesulitan.
11 anjing ditepuk menjungkit ekor Orang hina akan menyombongkan diri apabila dihormati.
12 api padam puntung berasap Perkara yang telah dilupakan/berlalu, tetapi diungkit-ungkit kembali.
13 arang habis besi binasa Pekerjaan yang sia-sia.
14 asal ada kecil pun pada Kalau tak ada banyak, sedikit pun cukup.
15 awan mengandung hujan Memprediksi hal yang belum pasti akan terjadi.
16 ada udang di balik batu Ada maksud yang tersembunyi.
17 air susu dibalas dengan air tuba Kebaikan yang dibalas dengan kejahatan.
18 Ada air, ada ikan Ada negeri tentulah ada rakyatnya.
19 Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang Kasih sayang hanya pada waktu bertemu saja, setelah berjauhan lalu dilupakan.
20 Ada angin, ada pokoknya Segala sesuatu pastilah ada asal mulanya. (pokoknya = pohonnya)
21 Ada asap, ada api Beberapa hal di dunia ini yang merupakan akibat dari suatu sebab, sangat sulit atau bahkan mustahil untuk disembunyikan.
22 Ada bangkai, ada hering Dimana ada perempuan/wanita jahat, ada saja lelaki/pria jahat yang mengunjunginya.
23 Ada batang mati, ada cendawan tumbuh Dimanapun kita tinggal, akan ada rezeki untuk kita.
24 Ada batang, cendawan tumbuh Tiap-tiap negeri memiliki undang-undang dan resamnya masing-masing.
25 Ada beras, taruh dalam padi Rahasia hendaklah disimpan dan dijaga dengan baik.
26 Ada biduk, serempu pula Tidak puas dengan apa yang sudah dimiliki.
27 Ada bukit, ada paya Ada baik, ada jahat; ada miskin, ada kaya.
28 Ada bunga, ada lebah Orang yang kaya akan digerogoti oleh teman-temannya atau bahkan oleh orang-orang tidak dikenalnya.
29 Ada gula, ada semut Di tempat yang mudah mendapatkan rezeki, tentulah banyak orang yang berkumpul.
30 Ada hari, ada nasi Asalkan masih hidup, tentu akan memperoleh rezeki.
31 Ada hujan ada panas, ada hari boleh balas Setiap perbuatan itu sewaktu-waktu pasti akan mendapat balasan yang setimpal.
32 Ada jarum, hendaklah ada benangnya Segala sesuatu itu pasti ada pasangannya.
33 Ada kerak, ada nasi Setiap kejadian itu tentu ada bekasnya.
34 Ada laut, ada perompak Segala sesuatu itu pasti ada pasangannya.
35 Ada nasi di balik kerak Masih ada sesuatu yang belum diselesaikan atau belum diperhatikan.
36 Ada nyawa, ada rezeki Asalkan masih hidup, tentu akan memperoleh rezeki.
37 Ada padang, ada belalang Ada negeri tentulah ada rakyatnya.
38 Ada padi masak, ada pipit Di tempat yang mudah mendapatkan rezeki, pastilah banyak orang yang berkumpul.
39 Ada padi semua kerja jadi, ada beras semua kerja deras Orang yang mampu dan berilmu, segala maksudnya mudah tercapai.
40 Ada padi, segala menjadi Orang yang mampu dan berilmu, segala maksudnya mudah tercapai.
41 Ada paha ada kaki, ada nyawa ada rezeki Setiap orang mempunyai rezeki dan jodohnya masing-masing.
42 Ada pasang surutnya Untung dan rugi tidaklah tetap.
43 Ada persembahan, ada kurnia Perbuatan baik akan dibalas baik.
44 Ada rotan, ada duri Dalam kesenangan tentu ada kesusahannya.
45 Ada rupa, ada harga Harga barang biasanya menurut rupanya/keadaannya.
46 Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan Baik derita maupun bahagia dirasakan secara bersama-sama.
47 Ada seperti tampaknya apung-apung Barang yang dihajati telah ada tetapi belum tentu dapat diambil/digunakan.
48 Ada sirih, hendak makan sepah Ada yang baik, tetapi menghendaki yang buruk.
49 Ada tangga, hendak memanjat tiang Berbuat sesuatu tanpa mengikuti aturan/adat kebiasaan.
50 Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang Melakukan sesuatu yang baik jika ada maunya saja.
51 Ada uang abang disayang, tak ada uang abang payah Seorang yang mampu mencukupi kebutuhan keluarganya akan dipuji banyak orang, tetapi jika sebaliknya justru akan banyak mendapat caci-makian.
52 Ada ubi ada batas, ada masa boleh balas Segala perbuatan itu sewaktu-waktu akan mendapat balasan yang setimpal.
53 Ada ubi ada talas, ada budi ada balas Perbuatan baik dibalas baik, perbuatan jahat dibalas jahat.
54 Adakah buaya menolak bangkai? Tidak ada orang yang akan melewatkan rezeki yang sudah di depan mata.
55 Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh? Di dalam jiwa orang yang baik tidak akan ada niat yang jahat.
56 Adakah kayu di rimba sama tinggi? Segala sesuatu yang ada di dunia ini diciptakan Tuhan dengan segala perbedaannya dengan tujuan untuk saling mengerti dan saling melengkapi.
57 Adakah telaga yang keruh mengalir air yang jernih Sifat dari orang yang jahat akan menurun ke dalam darah keturunannya.
58 Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbahan Semua orang mempunyai tempat dan rezekinya sendiri-sendiri.
59 Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah Setiap perilaku haruslah mengacu pada aturan dan kaidah agama.
60 Adat diisi, janji dilabuh Peraturan harus dilaksanakan, kesepakatan harus dijalankan.
61 Adat diisi, lembaga dituang Melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan.
62 Adat dipakai baru, pusaka dipakai usang Ilmu akan berguna selama-lamanya, sedangkan harta duniawi akan musnah dimakan waktu.
63 Adat gunung tempatan kabut Segala permasalahan harus dicari sumbernya.
64 Adat hidup sandar-menyandar Setiap orang memiliki kewajiban untuk saling topang-menopang di setiap permasalahan yang dialami.
65 Adat hidup tolong menolong, syariat palu-memalu Semua orang saling membutuhkan satu sama lain.
66 Adat juara kalah-menang, adat saudagar laba-rugi Setiap wilayah memiliki ciri khasnya masing-masing.
67 Adat lama pusaka usang Adat-istiadat/kebiasaan tak pernah berubah.
68 Adat lurah timbunan sarap Orang yang memiliki pangkat tinggi biasanya dipenuhi dengan banyak pikiran dan masalah.
69 Adat muda menanggung rasa Ada saatnya seseorang akan mengerti arti kehidupan setelah melewati berbagai macam peristiwa hidup.
70 Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam Sebagai orang yang masih muda harus belajar menahan emosi, sebagai orang yang sudah tua harus memberikan kesempatan bagi yang lebih muda.
71 Adat penghulu, berpandang luas beralam lapang Karakter seorang pimpinan adalah berwawasan luas dan mampu memberikan solusi di setiap permasalahan.
72 Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak Tiap-tiap usaha memerlukan ketabahan dan kegigihan.
73 Adat pulau limburan pasang Adat hidup ialah saling membantu; yang kaya membantu yang miskin, yang berilmu membantu yang bodoh, dan yang berkuasa melindungi yang lemah.
74 Adat rimba raya, siapa berani ditaati Orang yang menyelesaikan masalah hanya menggunakan kekuatannya, bukan akalnya.
75 Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung Segala perbuatan ada adat dan peraturannya masing-masing. (betung = sejenis buluh besar)
76 Adat teluk timbunan kapal, adat muara puputan ikan Segala sesuatu harus diletakan dengan tepat, baik itu masalah sosial maupun individu, serta harus tahu dimana tempat untuk bertanya.
77 Adat tua menahan ragam Sebagai orang tua harus mampu menahan derita dari bermacam-macam godaan yang tak menyenangkan hati karena perbuatan keturunannya.
78 Adat yang kawi, syarak yang lazim Adat-istiadat (kebiasaan) merupakan undang-undang yang berlaku dalam pergaulan, dan norma agama merupakan undang-undang yang berjalan seiring dengan adat yang berlaku. (kawi = kuat/sakti)
79 Adat yang menurun, syarak yang mendaki Adat dapat menuju kerendahan dan tidak sanggup menghadapi pergolakan massa, tetapi syarak selalu menuju ketinggian dan dapat mengatasi segala gerakan yang menentangnya.
80 Agak lebih daripada agih Banyak bicara, sedikit kerja.
81 Agak-agak bertutur malam hari Harus selalu ingat/sadar ketika berucap sesuatu.
82 Agama tanpa ilmu, lumpuh Sesuatu yang saling berkaitan dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
83 Agung susut, pongah masih Kebesaran/kemuliaan sudah hilang, tetapi keangkuhannya masih ada. (pongah = angkuh)
84 Air beriak tanda tak dalam, air berguncang tanda tak penuh Apa yang kita ucapkan dan lakukan bisa mencerminkan seberapa pandai dan dewasa pemikiran kita.
85 Air besar sampan tak hanyut Maksud yang tidak tercapai meskipun sudah ada dukungan.
86 Air besar, batu bersibak Saudara dan sahabat terpecah-belah apabila timbul perselisihan besar.
87 Air dalam karang menonggok, setanggi campur kemenyan , gula tertumpah pada kanji Usaha yang berhasil baik.
88 Air dalam terenang Hidup yang tenang dan tenteram. (terenang = tempat air yang dibuat dari tanah liat)
89 Air dalam, berenang; air dangkal, bercebok Sesuaikanlah pengeluaran menurut kondisi/tingkat penghasilan.
90 Air di daun talas Memberi nasihat dan ajaran yang sia-sia. (talas = keladi)
91 Air di tulang bumbungan, turunnya ke cucur atap Segala sesuatu, meskipun sedikit akan menurut pada asalnya juga.
92 Air dicencang tiada putus Dua orang bersaudara/bersahabat yang tidak dapat dipisahkan oleh perselisihan.
93 Air didih menganak sungai Hiburan yang sangat mewah dan menarik.
94 Air digenggam tiada tiris Sangat berhati-hati dalam mengeluarkan sesuatu yang berharga.
95 Air diminum sembiluan Sangat sedih/memilukan, hingga merasa tidak enak untuk makan dan minum.
96 Air gedang menghanyutkan Orang yang pendiam itu biasanya berpengetahuan tinggi dan dapat melakukan pekerjaan yang besar. (gedang = besar)
97 Air jernih, ikannya jinak Negeri yang aman dan teratur biasanya rakyatnya berbudi luhur.
98 Air keruh, limbat keluar Di negeri yang terdapat huru-hara, biasanya orang jahat akan mencari keuntungan.
99 Air lalu kubangan tohor Penghasilan yang pas-pasan atau bahkan tidak cukup; habis bulan, habis gaji. (tohor = dangkal/sangat sedikit)
100 Air laut hijau siapa celup? Kemegahan tidak perlu digembor-gemborkan.
101 Air mata jatuh kedalam Berduka-cita secara diam-diam.
102 Air mudik sungai, semua teluk diranai Orang yang boros dan tanpa perhitungan dalam megatur pengeluaran. (diranai = dijalani)
103 Air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut Hendaklah patuh terhadap undang-undang di negeri yang kita tinggali.
104 Air pun ada pasang surutnya, takkan pasang selalu dan surut senantiasa Nasib manusia tidak dapat dipastikan untung atau sial selalu.
105 Air sama air menjadi satu, sampah ke tepi juga Sebaiknya jangan ikut campur dalam perselisihan orang bersaudara/bersahabat, apabila mereka kembali berbaikan, kita akan disisihkan; melakukan sesuatu yang sia-sia.
106 Air setitik dilautkan, tanah seketul digunungkan Membesar-besarkan perkara yang kecil.
107 Air surut kapar hilir bersama, air pasang ia tersangkut Di dalam usaha yang tidak menguntungkan, diajak bersama-sama, dan apabila usaha itu berhasil, ditinggalkan.
108 Air tawar secawan dituangkan ke dalam laut takkan dapat menghilangkan asinnya Pertolongan yang sedikit tidak dapat meringankan beban kesengsaraan yang besar.
109 Air tuba dibalas dengan air susu Kejahatan yang dibalas dengan kebaikan.
110 Air yang jernih, sayak yang landai Segala sesuatu berlaku dengan adil dan benar. (sayak = tempurung kelapa)
111 Air yang keruh-keruh kerak, alamat buaya di hulunya Perkataan dapat memaklumi niat yang ada di dalam hati.
112 Air yang tenang, jangan disangka tiada berbuaya Orang yang diam belum tentu adalah pengecut.
113 Akal laba-laba, di gua buruk suka merakut Orang jahat yang suka menipu orang lain. (merakut = memasang jaring)
114 Akal sebagai makan nasi lecek Pemikiran yang seperti anak-anak.
115 Akal singkat, pendapat kurang Orang yang masih sangat sedikit pengalamannya.
116 Akal tak sekali datang, runding tak sekali tiba Segala sesuatu tidak selesai sekaligus melainkan berangsur-angsur.
117 Akan dijadikan tabuh, singkat; akan dijadikan gendang, berlebih Ilmu pengetahuan yang serba tanggung.
118 Akan memikul tiada berbahu, akan menjunjung kepala luncung Tidak berdaya dalam mengerjakan suatu pekerjaan, karena kurang berpengetahuan atau kurang beruang.
119 Akan mengaji, suratlah hilang; akan bertanya, gurulah mati Orang yang berada dalam keadaan serba salah.
120 Akan pembasuh kaki Hadiah kepada orang yang berjasa.
121 Akar terjumbai tempat siamang berpegang, dahan mengajur tempat tupai menegun Dari keterangan, setiap orang dapat mengetahui salah atau benarnya perbuatan orang lain.
122 Akik disangka batu Sesuatu yang bersifat menghina.
123 Aku kalah engkaulah menang Tidak malu untuk mengakui kekalahan.
124 Aku kalah, engkau tak menang Orang yang tidak mau mengakui kekalahannya.
125 Aku nampak olah, kelibatmu sudah kutahu Karena tingkah laku, maksudnya ketahuan.
126 Alah bisa, karena biasa Rasa sukar yang tidak terasa lagi karena sudah terbiasa melakukannya; pengalaman secara praktek lebih baik dibandingkan hanya teori.
127 Alah mahu, bertimbang enggan; cungkil merih akan pembayar Tidak menepati janji dan menentang balik orang yang diberinya janji.
128 Alah main menang sorak Orang yang berada dalam keadaan berimbang.
129 Alah membeli, menang memakai Barang yang baik memang mahal, tetapi dapat dipakai lebih lama.
130 Alah menang tak tahu, bersorak boleh Tidak berpihak dalam suatu perlawanan/perselisihan.
131 Alah pinta dibuat sempena Biar bagaimanapun diharapkan, kalau bukan hak, tidak boleh dimiliki.
132 Alah sabung, menang sorak Walaupun sudah kalah, tetapi cara bicaranya masih tetap tinggi/sombong.
133 Alang berjawab, tepuk berbalas Perbuatan baik dibalas dengan baik, perbuatan jahat dibalas dengan jahat. (alang = pemberian, hadiah)
134 Alang-alang berdakwat, biarlah hitam Berbuat sesuatu hendaklah jangan tanggung-tanggung. (alang-alang = tanggung-tanggung)
135 Alang-alang menyeluk pekasam, biar sampai ke pangkal lengan Kalau sudah terlanjur jahat, biarlah diperoleh hasilnya.
136 Alangkah baik berbini tua, perut kenyang pengajaran datang Orang beristeri tua (berpikiran lebih dewasa) biasanya memperoleh kesenangan karena disayangi oleh isterinya.
137 Alim bagai katak di tepi air Orangnya alim/berpengetahuan tetapi dia sendiri tidak mendapat faedah dari pengetahuannya itu.
138 Alim biasa menghukum syarak Hanya orang yang alim/berpengetahuan saja yang boleh membuat hukum syarak.
139 Alpa negeri alah, sia-sia hutang tumbuh Kelalaian dapat mendatangkan bencana.
140 Alu patah, lesung hilang Masalah pertama baru saja selesai sudah mendapat masalah yang baru lagi.
141 Alu pencungkil duri Pekerjaan yang tidak mungkin untuk dilakukan; melakukan pekerjaan yang sia-sia.
142 Alur bertempuh, jalan berturut Dilakukan menurut adat kebiasaan.
143 Amak berlela, amak berupa Banyak tabiat/perilaku, banyak sesuatu yang didapatkan/hasilnya. (amak = terlalu banyak)
144 Ambil pati, buangkan ampas Yang baik digunakan, yang tidak baik dibuang.
145 Ambil pisau, belahlah dada Ingin menunjukan kebenaran yang ada pada dirinya sendiri.
146 Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit Melakukan hal yang baik hendaklah maksimal agar tercapai tujuannya.
147 Anak anjing takkan menjadi anak musang jebat Orang yang tidak berpengetahuan tidak akan mendapatkan kedudukan baik.
148 Anak ayam kebasahan bulu Gelisah dan menjijikkan.
149 Anak baik, menantu molek Sangat berbahagia/bersahaja.
150 Anak di riba diletakkan, kera di hutan disusui Urusan sendiri ditinggalkan karena mementingkan urusan orang lain.
151 Anak halal zadah Tidak memiliki status apapun.
152 Anak haram zadah Terlahir karena perbuatan yang tidak sah.
153 Anak harimau diajar makan daging Orang yang zalim diberi perangsang/pembangkit untuk melakukan penganiayaan.
154 Anak harimau jangan diajak bertampar, ingat-ingat kukunya Jangan mencari lawan terhadap orang yang lebih kuat dan lebih mampu.
155 Anak harimau jangan dibela pelihara Jangan berbuat baik dengan orang yang suka berbuat jahat.
156 Anak harimau menjadi anak kambing Orang yang lupa darimana ia berasal dan mulai sombong karena harta duniawi.
157 Anak harimau takkan menjadi anak kambing Orang yang bersifat pemberani tidak akan pernah menjadi penakut.
158 Anak ikan dimakan ikan, tahu makan tahu simpan Jika tahu cara membuat sesuatu, hendaklah juga tahu cara menyimpan rahasianya.
159 Anak kambing takkan menjadi anak harimau Orang yang bersifat pengecut/penakut tidak akan pernah menjadi pemberani.
160 Anak kandung ditimang-timang, anak tiri ditengking-tengking Kaum keluarga sendiri lebih disayangi dibandingkan dengan orang lain; rakyat sendiri lebih diutamakan dibandingkan orang asing.
161 Anak kera hendak diajari memanjat Mengajari orang yang sudah ahli.
162 Anak kucing menjadi harimau Orang miskin yang menjadi kaya; rakyat biasa yang memiliki jabatan/pangkat tinggi dalam pemerintahan/organisasi.
163 Anak kuda bulu kasap Anak muda yang riang gembira.
164 Anak kunci jahat, peti durhaka Suami yang jahat lambat-laun akan ditentang oleh isterinya.
165 Anak mati berkalang bapak, bapak mati berkalang anak Orang yang saling topang-menopang/bantu-membantu dalam segala hal.
166 Anak monyet di hutan disusui, anak sendiri di rumah kekeringan Urusan sendiri ditinggalkan karena lebih mementingkan urusan orang lain.
167 Anak orang anak orang juga, bolehkah jadi anak sendiri? Hendaklah lebih menghargai kepunyaan sendiri daripada menginginkan kepunyaan orang lain.
168 Anak orang, anak orang juga Sesuatu yang bukan hak tidak akan ada gunanya.
169 Anak panah yang lepas dari busurnya, tak dapat dikendalikan Orang yang jauh dari negeri tempat asalnya dan bertindak semaunya tanpa mau mendengarkan nasihat dari keluarganya.
170 Anak rancak menantu sating Meraih kebahagiaan.
171 Anak semata wayang Satu-satunya harta yang dimiliki.
172 Anak sendiri disayang, anak tiri dibengkeng Kaum keluarga sendiri lebih disayangi dibandingkan orang lain; rakyat sendiri lebih diutamakan daripada orang asing.
173 Anak sendiri disayang, anak tiri dihardik Perilaku yang tidak adil terhadap orang lain.
174 Anak seorang menantu malim Sangat berbahagia. (malim = ahli agama)
175 Anak seorang, penaka tidak Mempunyai barang yang hanya sebuah saja.
176 Anak sungai lagi berubah, inikan pula hati orang Pendirian yang tidak tetap.
177 Angan lalu, faham tertumbuk Sesuatu hal yang banyak halangannya; ada kemauan/niat tetapi tidak berdaya.
178 Angan-angan menerawang langit Selalu mencita-citakan segala hal yang tinggi.
179 Angan-angan mengikat tubuh Besusah hati karena memikirkan perkara yang bukan-bukan.
180 Angguk enggan, geleng ia, unjuk tidak berikan Lain di mulut, lain di hati.
181 Angguk-angguk balam Bisa mengatakan tetapi belum tahu apa yang harus dikerjakan.
182 Anggup-anggip bagai rumput di tengah jalan Hidup yang serba susah. (anggup-anggip = terkulai)
183 Angin berputar, ombak bersabung Perkara yang sangat sulit.
184 Angin bersiru, kami tahu Sudah tahu akan niat seseorang. (bersiru = beralih tujuan)
185 Angin bersiru, ombak bersabung Perkara yang sangat sulit. (bersiru = berubah arah)
186 Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam Berita buruk yang ditutup-tutupi, kelak akan tersiar juga.
187 Angkat batang keluar cacing gelang-gelang Bersusah payah dalam mengerjakan sesuatu, tetapi tidak ada faedah yang diperoleh.
188 Angkuh terbawa, tampan tertinggal Baik rupanya, tetapi buruk sikap/perilakunya.
189 Angus tiada berapi, karam tiada berair Menderita kesusahan karena kematian atau kehilangan kekasih. (angus = hangus)
190 Anjing bercawat ekor Pergi atau menghindar karena malu dan lain hal.
191 Anjing biasa makan tahi, jika tak makan mencium ada juga Orang yang biasa berbuat jahat, sekali-sekali akan teringat juga untuk mengulanginya.
192 Anjing diberi makan nasi takkan kenyang Sia-sia memberikan nasihat yang baik kepada orang jahat.
193 Anjing galak, babi berani Bertemu lawan yang sepadan; berani sama berani, keras sama keras.
194 Anjing itu, kalau dipukul sekalipun, berulang juga ia ke tempat bangkai yang banyak tulang Orang yang tamak, sekalipun dikata-katai, ia tidak akan merasa malu.
195 Anjing itu, meskipun dirantai dengan rantai emas, berulang-ulang juga ia ke tempat najis Orang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya.
196 Anjing kepada orang, raja kepada kita Baik-buruk, anak sendiri juga.
197 Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu Tidak ada kata menyerah demi mencapai suatu tujuan yang mulia.
198 Anjing menyalak bukit, takkan runtuh Orang baik yang dicela oleh orang jahat, kebaikannya tidak akan binasa.
199 Anjing menyalak di ekor gajah Orang lemah (hina) hendak melawan orang yang berkuasa, tentulah perbuatannya akan berakhir sia-sia.
200 Anjing menyalak tiada mengigit Orang yang berhati mulia, walaupun suaranya keras.
201 Anjing terpanggang ekor Mendapat kesusahan besar, sehingga tak tentu tingkah lakunya sampai-sampai meminta pertolongan kesana-kemari.
202 Anjing tiada bercawat ekor Sesuatu yang hina dan tidak berguna.
203 Anjur surut bak bertanam Tipu muslihat dalam melakukan suatu pekerjaan.
204 Antah berkumpul sama antah, beras berkumpul sama beras Setiap orang selalu mencari orang yang sama derajatnya (pangkat ataupun kedudukan).
205 Antan patah, lesung hilang Kemalangan yang bertubi-tubi.
206 Antara dua tengah tiga Sakit hampir mati.
207 Apa boleh buat, nasi sedap menjadi tawar Susah hati dapat mengubah perangai/perilaku seseorang.
208 Apa boleh buat, sakit menimpa sesal terlambat Sudah terlanjur; tidak dapat diubah lagi.
209 Apa digaduhkan, pengayuh sama di tangan, perahu sama di air Tidak takut menghadapi lawan jika sama-sama mempunyai kemampuan.
210 Apa guna bunga ditanam, jika tidak diberi kumbang menyerinya Apa guna anak perempuan, jika tidak diperbolehkan bersuami.
211 Apa gunanya bulan terang di dalam hutan, jikalau di dalam negeri betapa baiknya Tidak ada faedahnya menunjukkan kepandaian kepada orang-orang yang tidak dapat menghargainya.
212 Apa kepada kukur, nyiur juga yang binasa Memang mudah menyuruh orang untuk melakukan berbagai hal, yang sukar adalah yang mengerjakannya sendiri.
213 Apa kurang pada belida, sisik ada tulang pun ada Memiliki segala yang diperlukan.
214 Apa payahnya menawakkan bibir atas bawah Mudah dalam berbicara, tetapi susah untuk mengerjakannya. (menawakan = menaupkan)
215 Apa payahnya menggoyangkan lidah Banyak janji tetapi tidak ditepati.
216 Apa peduli kata kukuran, kerambi juga akan habis Lebih mudah bertutur kata daripada melakukannya sendiri.
217 Apa sakit berbini janda, anak tiri boleh disuruh Alasan yang berlawanan dengan maksud yang sebenarnya.
218 Apa tampangnya, itulah tumbuhnya Hasil setiap pekerjaan setara dengan usaha yang dilakukan.
219 Apa yang di tanam, itulah yang tumbuh Jika orang berbuat baik kepada orang lain maka ia juga akan mendapat balasan yang baik pula, begitu juga sebaliknya.
220 Apabila orang miskin menghendaki uang, dia mendapat anak; apabila orang kaya menghendaki anak, dia mendapat uang Hasil yang tidak sesuai dengan keinginan; sesuatu yang diharapkan tidak sama dengan yang diperoleh.
221 Apabila tumbuh-nyiur itu patah, tumbuh-nyiur juga akan gantinya Pengganti dari sesuatu yang hilang haruslah yang sama pula.
222 Apakah gunanya kemenyan disimpan sebesar tungku, kalau tidak dibakar Kepandaian hendaklah diamalkan dan diajarkan kepada orang lain, karena kalau hanya disimpan ia akan hilang begitu saja.
223 Apakah gunanya memasang dian di tengah hari, jika malam alangkah baiknya Perkara yang sudah diketahui orang tidak perlu diterangkan lagi.
224 Apalagi sawa, ia berkehendakkan ayamlah Orang yang suka mencari barang-barang yang digemarinya; orang yang bertemu dengan barang-barang kesukaannya.
225 Apalah daya ajal telah menjemput Hal yang tak bisa dipungkiri karena takdir.
226 Api dengan air, alangkah bezanya Jahat dengan baik sangatlah jauh perbedaannya.
227 Api itu, tatkala kecil menjadi kawan, apabila besar menjadi lawan Kejahatan yang sekecil apapun hendaklah lekas diperbaiki supaya jangan sampai membawa bencana.
228 Api kecil baik dipadam Basmilah kejahatan semasih belum membesar.
229 Api makan sekam Perbuatan jahat/dendam yang tersembunyi. (sekam = dedak )
230 Api nan tak kunjung padam Semangat yang hidup selamanya.
231 Api padam puntung hanyut, kami tidak di situ lagi Cerita yang sudah tamat; benar-benar sudah selesai.
232 Apung di tengah lautan, dipukul ombak, sekejap ke tengah, sekejap ke tepi Orang dagang/asing yang hidupnya melarat.
233 Ara tak bergetah Suatu perkara yang mustahil.
234 Arah bertukar jalan Banyak cara untuk mewujudkan mimpi.
235 Arang di dahi Mendapat malu.
236 Arang habis panggang tak masak Orang yang merintis usaha tapi gagal, karena pengeluaran lebih banyak dibandingkan keuntungannya.
237 Arang itu, jika dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih Orang jahat, walaupun diberi kesenangan, namun kalau sudah mendapatkan kesempatan pasti akan diulangnya lagi perbuatan jahatnya.
238 Asak kata kita, angsur kata dia Perbedaan antara orang satu dengan orang yang lain.
239 Asal ayam hendak ke lesung, asal itik hendak ke pelimbahan Tabiat/perilaku yang tidak mungkin untuk diubah.
240 Asal berinsang ikanlah Tidak memilih pekerjaan, makanan, perempuan, dsb.
241 Asal berisi tembolok senang hati Sudah cukup makan dan pakai, maka hati pun akan terasa senang.
242 Asal bersubang emas biarlah telinga rompong Orang yang melakukan hal yang merugikan bagi dirinya sendiri dengan tujuan mendapat pujian dari orang lain.
243 Asal besi pengapak kayu, asal emas menjadi penduk Derajat seseorang dapat ditentukan dari perilaku/perangainya. (penduk = salut sarung keris)
244 Asal ditugal, adalah benih Setiap usaha tentu akan ada hasilnya. (tugal = melubagi tanah kebun dengan kayu untuk dijadikan tempat menanam benih)
245 Asal kuda dari kuda, asal keledai dari keledai Sifat dari keturunan tentu berasal dari kedua orang tuanya, baik ataupun buruk sifat tersebut.
246 Asal sabut terapung, asal besi tenggelam Untung-untungan; kalau bernasib baik tentu akan selamat, kalau bernasib malang tentu akan jatuh.
247 Asal selamat ke seberang, biar bergantung di ekor buaya Sangat perlu akan pertolongan, bagaimanapun caranya pertolongan itu akan diterimanya.
248 Asal-usul, asal jangan ditinggallkan Melihat suatu bencana serta menelusuri penyebab terjadinya.
249 Asam di darat ikan di laut, bertemu dalam belanga juga Perempuan dan lelaki, kalau sudah jodoh, pasti akan bertemu juga.
250 Asam di gunung, garam di laut, dalam belanga bertemu jua Orang yang merantau sejauh apapun akan kembali juga ke tempat asalnya.
251 Asing lubuk asing ikannya Negeri satu dengan yang lain berbeda hukumnya.
252 Asing lubuk asing ikanya, asing pandang asing belakangnya Peraturan di masing-masing daerah berbeda tetapi tetap satu tujuan, yaitu demi keamanan dan kenyamanan daerah tersebut.
253 Asing maksud, asing sampai Orang yang berlabuh di tempat yang bukan merupakan tujuannya.
254 Asing padang asing belalang, asing lubuk asing ikanya Perbedaan adat-istiadat (kebiasaan) di masing-masing daerah.
255 Asing uang, asing nikmat Menerima rezeki yang tidak dikehendakinya.
256 Asing udang, lain nikmat Ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
257 Asyik memangku tangan, mati dalam angan-angan Tujuan tidak akan tercapai jika tidak mau berusaha.
258 Atap ijuk perabung timah Perbedaan dua hal yang sangat mencolok.
259 Atap ijuk perabung upih Sesuatu yang baik apabila dicampur-aduk dengan sesuatu yang buruk, maka kebaikan tersebut akan tercemar.
260 Atap rumbia perabung upih, rumah besar berdinding papan Hal yang baik dicampur-adukkan dengan hal yang buruk.
261 Aur ditanam betung tumbuh Mendapat laba/keuntungan yang banyak namun dengan modal yang sedikit.
262 Aus telunjuk mencolek garam Hidup dalam kemiskinan.
263 Awak alah gelanggang usai Ditimpa kemalangan yang tidak dapat diatasi.
264 Awak hendak hilir, ia telah hanyut Cita-cita yang telah didahului oleh orang lain.
265 Awak kecil makan hendak banyak, sayap singkat terbang hendak tinggi Mengangan-angankan sesuatu yang tidak sepadan dengan kesanggupan diri sendiri.
266 Awak kurus daging menimbun Orang kaya yang berpura-pura miskin.
267 Awak menangis diberi pisang Bujukan yang tepat.
268 Awak rendah sangkutan tinggi Lebih besar pengeluaran dibandingkan pendapatan.
269 Awak tikus, hendak menampar kepala kucing Melakukan sesuatu yang mustahil.
270 Awak yang celaka, orang yang diumpat Menyalahkan orang lain karena kesalahan sendiri.
271 Awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya Bersusah payah dalam melakukan sesuatu, namun orang lain yang mendapatkan faedahnya. (ruyung = batang pohon enau)
272 Awal dibuat, akhir diingat Sebelum menciptakan suatu pekerjaan hendaklah dipikirkan secara matang terlebih dahulu agar pekerjaan itu dapat berlangsung dengan baik.
273 Awal diingat di akhir tidak Orang yang melakukan pekerjaan tanpa memperhitungkan resiko di kemudian hari.
274 Awal dikenal di akhir tidak, alamat badan akan rusak Orang yang tidak berhati-hati dalam melakukan pekerjaannya, pada akhirnya akan menyesal dan kecewa.
275 Awan berarak ditangisi Merenungi kejadian yang telah lama berlalu.
276 Ayam baru belajar berkokok Baru cukup umur.
277 Ayam berinduk, sirih berjunjung Segala sesuatu yang bersifat lemah harus mendapatkan bantuan dan perlindungan.
278 Ayam berkokok hari siang Mendapatkan sesuatu yang telah lama diidam-idamkan.
279 Ayam berlaga sekandang Berkelahi dengan orang serumah.
280 Ayam beroga kalau diberi makan di pinggan emas sekalipun ke hutan juga perginya Betapa pun senangnya di negeri lain/asing, pasti teringat juga akan negeri asal. (ayam beroga = ayam hutan)
281 Ayam bertelur di atas padi, mati kelaparan Sangat menderita meskipun berpenghasilan besar; hidup miskin di negeri yang kaya dan makmur.
282 Ayam bertelur di atas padi Hidup senang dan mewah.
283 Ayam dapat, musang dapat Pencuri tertangkap, barang-barang yang dicuri pun didapatkan kembali.
284 Ayam ditambat disambar elang, padi di tangan tumbuh lalang Malang sekali; nasib yang buruk.
285 Ayam hitam terbang malam bertali ijuk, bertambang tanduk, hinggap di kebun rimbun Kejahatan (perkara dan sebagainya) yang sukar untuk diketahui.
286 Ayam hitam terbang malam, siapa tahu berdebus bunyinya Menebak hal yang sulit untuk diperoleh.
287 Ayam menang, kampuh tergadai Keberuntungan yang tidak ada faedahnya. (kampuh = kampung)
288 Ayam pada itik, raja pada tempatnya Masing-masing orang ahli dalam urusannya.
289 Ayam pulang ke peraduan Sudah pada tempatnya.
290 Ayam putih terbang siang, hinggap di halaman, terang kepada mata orang banyak Perkara yang nyata dan mudah ketahuan.
291 Ayam seekor bertambang dua Seorang gadis yang diidam-idamkan oleh dua orang bujang.
292 Ayam sudah patah, kalau-kalau dapat menikam Orang yang melarat mungkin akan berubah nasibnya.
293 Ayam tak patuk, itik tak sudu Dipandang hina di masyarakat.
294 Ayam tambat disambar elang, padi ditanam tumbuh ilalang Orang yang tertimpa masalah dimana pun ia berada.
295 Ayam terlepas, tangan bau tahi Kejahatan yang tidak memberikan hasil, namun justru mendatangkan malu.
296 Ayam tidur senang di dalam reban, musang yang susah beredar sekeliling Tidak senang melihat kebahagiaan orang lain.

Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.