Kata Awalan R Menurut Kamus Kesehatan

Ditemukan 71 Kata awalan r menurut Kamus Kesehatan. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 ratifikasi Proses adopsi perjanjian internasional, atau konstitusi atau dokumen yang bersifat nasional lainnya (seperti amandemen terhadap konstitusi) melalui persetujuan dari tiap entitas kecil di dalam bagiannya. Pada pasal 2 Konvensi Wina 1969, ratifikasi didefinisikan sebagai tindakan internasional dimana suatu negara menyatakan kesediaannya atau melahirkan persetujuan untuk diikat oleh suatu perjanjian internasional. Karena itu ratifikasi tidak berlaku surut, melainkan baru mengikat sejak penandatanganan ratifikasi. Contohnya Ratifikasi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) atau Kerangka Kerja Pengendalian Produk Tembakau.
2 remaja Kelompok usia 10-19 tahun
3 resep Permintaan tertulis dari Dokter, Dokter Gigi, Dokter Hewan kepada Apoteker Pengelola Apotek untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi penderita sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Sumber: Kepmenkes No. 1332/2002 ttg perubahan permenkes No.922/1993 ttg ketentuan dan tata cara pemberian izin apotek)
4 retardasi mental Cacat perkembangan yang pertama muncul pada anak di bawah usia 18 tahun. Kondisi ini didefinisikan sebagai tingkat fungsi intelektual (yang diukur dengan tes kecerdasan standar) yang jauh di bawah rata-rata dan menyebabkan keterbatasan yang signifikan dalam keterampilan hidup sehari-hari (fungsi adaptif).
5 rujukan Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas masalah kesehatan masyarakat dan kasus-kasus penyakit yang dilakukan secara timbal-balik secara vertikal maupun horizontal meliputi sarana, rujukan teknologi, rujukan tenaga ahli, rujukan operasional, rujukan kasus, rujukan ilmu pengetahuan dan rujukan bahan pemeriksaan laboratorium (Permenkes 922/2008).
6 rumah sakit khusus Rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu, berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit atau kekhususan lainnya.
7 resistensi Terjadinya proses kekebalan dari kuman karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat, baik jenis, kombinasi maupun dosisnya
8 RBM (Rehabilitasi Bersumber Masyarakat) Suatu strategi pembangunan masyarakat untuk rehabilitasi, persamaan kesempatan, integrasi, sosial, penyandang cacat dalam semua aspek kehidupan dan penghidupan.
9 RDP = Rapat Dengar Pendapat Forum komunikasi dan konsultasi antara pim pinan departemen/lembaga dengan DPR, yang dilakukan minimal 3 bulan sekali.
10 RDT (Rapid Diagnostic Test) Tes Diagnostik Cepat. Caranya relatif mudah karena seperti ketika hendak memeriksakan kehamilan. RDT terdiri dari 3 baris indikator yang akan menunjukan hasil pemeriksaan darah. Pada saat test hanya menunggu 15 menit dibanding pemeriksaan mikroskop yang sampai 60 menit. Di daerah endemik malaria seperti Papua, alat ini banyak di jual bebas. Cara kerja test ini berdasarkan atas pendeteksian antigen-antigen yang terdapat dalam parasit malaria.
11 RE-FO 3 M Kombinasi pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa (fogging) dan penggunaan repelen/penangkal serangga bentuk lotion/cairan untuk mengurangi kontak manusia dengan nyamuk dewasa (insect repellent). Kombinasi keduanya pada 60% populasi, terbukti menurunkan angka kesakitan DBD hingga 0 kasus. (Hasil penelitian oleh Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Balitbangkes)
12 REK (Riset Etnografi Kesehatan) Riset Etnografi Kesehatan pada 32 etnis dari 1.068 etnis yang ada di Indonesia sepanjang tahun 2014 dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes). Hal tersebut sangat penting dilakukan karena pada sebagian masyarakat masih menggunakan cara - cara pendekatan budaya untuk mengatasi masalah kesehatan.
13 RFT (Release from Treatment) Istilah dalam pengobatan kusta, yaitu penderita kusta yang menyelesaikan pengobatan sesuai standar.
14 RIK (Riset Intervensi Kesehatan) RIK sudah dilaksanakan pada tahun 2014 dan 2015, untuk RIK yang dilakukan tahun 2016 adalah RIK Berbasis Budaya Lokal dalam rangka pengembangan atau inovasi dengan melibatkan modal sosial bagi upaya peningkatan kesehatan yang berbasis budaya atau kearifan lokal. Tujuannya mengembangkan intervensi pada budaya kesehatan yang bersifat positif, hasil pengetahuan budaya/kearifan lokal untuk menunjang program-program Kementerian Kesehatan dengan mengikuti kaidah dan metode penelitian yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara etik-ilmiah.
15 RISBINAKES (Riset Pembinaan Tenaga Kesehatan) Penelitian yang khusus dilakukan oleh dosen pada institusi pendidikan tenaga kesehatan
16 RPTRA Ruang Publik Terpadu Ramah Anak
17 RS (Rumah Sakit) Suatu fasilitas yang menyediakan rawat inap dan rawat jalan yang memberikan pelayanan kesehatan jangka pendek dan jangka panjang yang terdiri dari observasi, diagnostik, terapeutik dan rehabilitatif untuk orang-orang yang menderita sakit, cidera dan melahirkan. (Sumber: RUU Rumah Sakit)
18 RS Bergerak Fasilitas kesehatan yang siap guna dan bersifat sementara dalam jangka waktu tertentu; dan dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain di daerah tertinggal, terpencil, kepulauan dan daerah perbatasan. Penyelenggaraan kegiatan upaya kesehatan selama 24 melalui pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat/jam pelayanan darurat, dengan fasilitas 10 tempat tidur.
19 RSI - KD (Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia) Rumah Sakit yang telah memenuhi standar dan kriteria Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia serta standar dan kriteria Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia serta telah disertifi kasi oleh Badan Akreditasi Rumah Sakit bertaraf Internasional yang telah ditunjuk oleh Menteri. (Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 659/Menkes/Per/VIII/2009)
20 RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Rumah sakit yang mengkhususkan diri dalam perawatan gangguan mental serius. Rumah sakit jiwa sangat bervariasi dalam tujuan dan metode. Beberapa rumah sakit mungkin mengkhususkan hanya dalam jangka pendek atau terapi rawat jalan untuk pasien berisiko rendah. Orang lain mungkin mengkhususkan diri dalam perawatan sementara atau permanen dari warga yang sebagai akibat dari gangguan psikologis, memerlukan bantuan rutin, perawatan atau khusus dan lingkungan yang terkendali.
21 RSK (Rumah Sakit Khusus) Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan semua bidang dan jenis penyakit. Berdasarkan kemampuan dan fasilitas pelayanan yang tersedia. Rumah Sakit Umum dibedakan atas 4 (empat) kelas terdiri dari RSU Kelas A, RSU Kelas B, RSU Kelas C dan RSU Kelas D.
22 RSSB Rumah Sakit Sayang Bayi
23 RSSIB Rumah Sakit Sayang Ibu Bayi (Kepmenkes No 603 Tahun 2008)
24 RSU (Rumah Sakit Umum) Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan semua bidang dan jenis penyakit. Berdasarkan kemampuan dan fasilitas pelayanan yang tersedia, Rumah Sakit Umum dibedakan atas 4 (empat) kelas yang terdiri dari: RSU Kelas A, RSU Kelas B, RSU Kelas C dan RSU Kelas D
25 RSU Kelas A (Rumah Sakit Umum Kelas A) Rumah Sakit Umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas (pelayanan 4 spesialis dasar yaitu penyakit dalam, anak, kandungan, bedah, ditambah THT, mata, syaraf, jiwa, kulit & kelamin, jantung paru, radiologi, anestesi, rehabilitasi medik, patologi klinik, patologi anatomi dan pelayanan spesialistik lain sesuai dengan kebutuhan) dan sub spesialistik luas (pelayanan sub spesialistik di setiap spesialisasi yang ada)
26 RSU Kelas B (Rumah Sakit Umum Kelas B) Rumah Sakit Umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas (sekurang-kurangnya 11 spesialistik) dan sub spesialistik terbatas
27 RSU Kelas C (Rumah Sakit Umum Kelas C) Rumah Sakit Umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik sekurang-kurangnya spesialistik 4 dasar lengkap yaitu penyakit dalam, kesehatan anak, kebidanan dan bedah serta pelayanan penunjang medik
28 RSU Kelas D (Rumah Sakit Umum Kelas D) Rumah Sakit Umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan sekurang-kurangnya pelayanan medik dasar yaitu pelayanan kesehatan yang bersifat medis umum dan kesehatan gigi
29 RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Rumah sakit milik Pemerintah Daerah yang berlokasi di wilayah administrasi Propinsi, Kabupaten/Kota. (Sumber : Keppres No. 40 Thn 2001)
30 RUBT (Ruang Udara Bertekanan Tinggi) Ruang Udara yang bertekanan tinggi membantu masuknya oksigen murni ke setiap jaringan sel dalam tubuh dengan cepat. Untuk proses regenerasi. Proses regenerasi menjadi proses yang penting karena tubuh secara otomatis dan cepat memperoleh kekebalan (imunitas) dalam menangkal penyakit. Terapi oksigen murni juga memiliki manfaat meningkatkan neovaskularisasi (memperbaharui jaringan darah) dan proliferasi (penambahan sel baru untuk menggantikan sel mati). Indikasi RUBT antara lain: penyakit dekompresi (penyakit akibat kehilangan tekanan secara tiba-tiba pada penyelam), penyakit emboli udara, keracunan gas (CO, sianida, hidrogen disulfida), gangren gas, luka bakar, dll.
31 RUTF (Ready to Use Therapeutic Food) Beberapa bahan pangan lokal terbuat dari tempe, kacang hijau dan kacang tanah untuk mengatasi anemia pada balita gizi buruk, menurunkan morbiditas terhadap beberapa penyakit, intake zat mikro (besi, zic, vitamin A, dll). RUTF mudah digunakan dalam keadaan darurat seperti kekeringan panjang dan bencana alam.
32 Rabdomiosarkoma (RMS) Berasal dari bahasa Yunani, (rhabdo yang artinya bentuk lurik, dan myo yang artinya otot). Rabdomiosarkoma merupakan suatu tumor ganas yang aslinya berasal dari jaringan lunak tubuh. Penyakit ini sangat langka terjadi. Kanker ini sering didapatkan pada anak-anak.
33 Rabies (penyakit anjing gila/Lyssa) Penyakit infeksi akut yang menular, menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies, dan ditularkan melalui gigitan hewan penular Rabies terutama anjing, kucing dan kera, mengakibatkan 100% kematian.
34 Rabun Jauh = Miopia Kesalahan refraksi mata di mana bola mata terlalu mencembung dan fokus cahaya berada di depan retina mata. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk memfokuskan obyek yang jauh dari mata. Juga disebut miopia.
35 Radikal Bebas Atom atau molekul bermuatan listrik atau netral yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan di orbital terluar mereka. Radikal bebas tidak stabil dan bereaksi cepat dengan atom dan molekul lainnya sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan. Antioksidan adalah zat yang membantu untuk membatasi kerusakan dari elektron tidak berpasangan ini.
36 Rakhitis Pelunakan tulang pada anak-anak yang berpotensi menyebabkan patah tulang dan kelainan bentuk yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D.
37 Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) Perbandingan banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk laki-laki per 100 perempuan.
38 Rasio Pertumbuhan Penduduk Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung sebagai persentase populasi ketika dimulainya periode yang merupakan rasio pertumbuhan (nilai pertumbuhan x 100%)
39 Re-emerging diseases Penyakit-penyakit yang mencuat kembali, yaitu penyakit-penyakit yang meningkat kembali setelah sebelumnya mengalami penurunan angka kejadian yang bermakna.
40 Reduksi Campak (Recam) Program global untuk mengurangi kejadian penyakit campak, di Indonesia dimulai sejak tahun 1999. Recam adalah tahapan dari program eradikasi campak
41 Reduksi Campak = Recam Program global untuk mengurangi kejadian penyakit carnpak, di lndonesia dimulai sejak tahun 1999. Recam adalah tahapan dari program eradikasi campak.
42 Refleksologi Teknik penyembuhan alternatif untuk mengurangi ketegangan, meningkatkan sirkulasi, dan mempromosikan fungsi alami dari tubuh melalui penerapan tekanan pada berbagai titik-titik tertentu di kaki.
43 Reformasi Birokrasi Upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (bussiness process) dan sumber daya manusia aparatur.
44 Regimen pengobatan Komposisi yang menunjukkan jenis dan jumlah obat yang diberikan serta frekuensi dalam terapi obat
45 Rehabilitasi Sosial Suatu proses kegiatan pemulihan dan pengembangan baik fisik, mental, maupun sosial agar pengguna psikotropika yang menderita sindroma ketergantungan atau pecandu narkotika dapat melaksanakan fungsi sosial secara optimal dalam kehidupan masyarakat.
46 Rehabilitasi medik Meningkatkan kemampuan fungsional seseorang sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk mempertahankan dan atau meningkatkan kualitas hidup dengan cara mencegah atau mengurangi impairment, disabilitas, dan handicapt semaksimal mungkin
47 Rekam medis (medical records) Berkas berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang diberikan kepada pasien
48 Rekayasa genetik Mengubah bahan genetik (DNA atau RNA) organisme untuk mengubah ciri tertentunya
49 Relaps = Kambuh Kembali menggunakan NAPZA setelah sebuah periode abstinensia. Beberapa ahli menganggap kambuh harus mencakup hanya orang-orang yang telah menyelesaikan atau melengkapi episode terapi formal dan kemudian kembali menggunakan NAPZA dengan pola yang serupa atau lebih buruk dari penggunaan sebelum abstinensia.
50 Reservoar Manuasia, hewan atau benda-benda yang merupakan tempat berkembang biaknya bibit penyakit sehingga merupakan sumber penularan.
51 Respite Care Asuhan yang diberikan oleh provider kepada seseorang yang hidup di dalam masyarakat untuk memberikan kesempatan istirahat bagi anggota keluarga yang biasanya memberikan perawatan. Perawatan ini dapat dibagi atas dua kategori, yaitu pelayanan di dalam rumah dan pelayanan di luar rumah pasien. Layanan dalam rumah misalnya layanan keperawatan (nursing care) dan pembantu home health yang disediakan melalui perkumpulan-perkumpulan perawat berkunjung (visiting nurse associations). Layanan ini di luar-rumah antara lain adalah (rumah perawatan nursing home) dan pusat perawatan siang dewasa (adult day care centers).
52 Retinoblastoma Tumor ganas primer pada mata yang dapat dijumpai pada bayi dan anak di bawah 5 tahun. Hal ini dapat terjadi pada satu sisi atau kedua mata. Gejala retinoblastoma adalah mata seolah bersinar bila kena cahaya (mata kucing), manik mata (bercak) berwarna putih, mata juling dan merah serta bola mata menonjol. Selain, mengakibatkan kebutaan, penyakit ini dapat juga menyebabkan kematian.
53 Rhodamin B Pewarna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas. Berbentuk serbuk kristal merah keunguan dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar. Rhodamin B dilarang digunakan sebagai pewarna pangan.
54 Rikus Vektora Riset Berskala nasional yang khusus berkonsentrasi pada studi mengenai vektor dan reservoir penyakit. Riset ini dilakukan dengan mengumpulkan sampel nyamuk (vektor) serta tikus dan kelelawar (reservoir, bertujuan untuk pemutakhiran data vektor dan reservoir penyakit sebagai dasar pengendalian penyakit tular vektor dan reservoir di Indonesia.
55 Rikus Riset Khusus
56 Risbin Iptekdok (Riset Pembinaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran) Kegiatan riset dalam bidang Ilmu Kedokteran, termasuk Bioteknologi Kedokteran dan Teknologi Kedokteran, yang dapat bersifat kegiatan Ilmu Pengetahuan Dasar (IPD), Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT), maupun Pengembangan Teknologi yang bersifat generik, yang dapat dilaksanakan di laboratorium, klinik dan lapangan. Riset dalam Risbin Iptekdok merupakan kegiatan iptek yang diarahkan untuk memecahkan masalah kesehatan secara ilmiah sesuai prioritas pembangunan nasional riset dan teknologi serta masalah dalam usaha untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan nasional. (Sumber: www.litbang.depkes.go.id)
57 Risbinkes (Program Riset Pembinaan Kesehatan) Salah satu penerapan manajemen Litbangkes yang lebih dititikberatkan pada pengembangan kapasitas calon peneliti dan institusinya melalui kegiatan pendampingan, oleh Tim Teknis Risbinkes pada saat penyusunan proposal, protokol, laporan kemajuan, laporan akhir, dan artikel ilmiah serta sosialisasi hasil. (Sumber: www.litbang.depkes.go.id)
58 Risfaskes (Riset Fasilitas Kesehatan) Riset Fasilitas Kesehatan merupakan salah satu penelitian yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan atas dasar prinsip Client Oriented Research Activity (CORA), sehingga pada tahap persiapan dilakukan identifikasi dari kebutuhan mitra terkait yang terdiri dari unit utama Kementerian Kesehatan, organisasi profesi, organisasi terkait, dan pakar dibidang pelayanan kesehatan.
59 Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) Riset berbasis masyarakat untuk menyediakan informasi indikator pembangunan kesehatan dengan menggunakan sampel rumah tangga yang mewakili wilayah nasional, provinsi, kabupaten/kota. Riskesdas adalah kegiatan riset yang diarahkan untuk mengetahui gambaran kesehatan dasar penduduk termasuk biomedis yang dilaksanakan dengan cara survei rumah tangga di seluruh wilayah kabupaten secara serentak dan periodik. Diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan.
60 Riskesnas Riset Kesehatan Nasional
61 Ristoja Riset Tumbuhan Obat dan Jamu
62 Rubella Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda. Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981).
63 Rumah Bersalin Tempat untuk prosedur persalinan berisiko rendah, terutama secara alami. Perawatan di rumah bersalin dilakukan oleh bidan.
64 Rumah Bulat Sehat Rumah "Lopo" yang dimodifikasi menjadi Rumah Bulat Sehat yang diberi ventilasi udara; yang digunakan dalam Tradisi Sei untuk ibu yang baru melahirkan dan bayinya dipanaskan dalam rumah "Lopo" tanpa ventilasi udara selama 40 hari.
65 Rumah Sakit Daerah Rumah sakit milik Pemerintah Daerah yang berlokasi di wilayah administrasi Propinsi, Kabupaten/Kota.
66 Rumah Sakit Mampu PONEK Rumah sakit yang mampu menangani pelayanan kegawatdaruratan persalinan dan bayi baru lahir 24 jam secara paripurna.
67 Rumah Sakit Pendidikan Rumah sakit yang menyelenggarakan dan atau digunakan untuk pelayanan, pendidikan dan penelitian secara terpadu dalam bidang pendidikan Profesi Kedokteran dan Pendidikan Kedokteran berkelanjutan. (Sumber : RUU)
68 Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Suatu tempat atau ruangan yang digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi ibu hamil dan pendampingnya selama beberapa hari sambil menunggu waktu persalinan dan setelah bersalin.
69 Rumah Tunggu Poskesdes Rumah tunggu yang berada dekat Poskesdes, digunakan bagi ibu hamil yang non risiko.
70 Rumah Tunggu Puskesmas Rumah tunggu yang berada dekat Puskesmas, digunakan bagi ibu hamil yang non risiko atau yang memiliki risiko yang dapat ditangani sesuai kemampuan Puskesmas.
71 Rumah Tunggu Rumah Sakit Rumah tunggu yang berada dekat Rumah Sakit, digunakan bagi ibu hamil dengan risiko tinggi.

Tentang Kamus Kesehatan

Kamus Kamus Kesehatan ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Kesehatan, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.