Kata Awalan P Menurut Kamus Kesehatan

Ditemukan 299 Kata awalan p menurut Kamus Kesehatan. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 pangan Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman.
2 pangan olahan Makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan termasuk pangan olahan tertentu, bahan tambahan pangan, pangan produk rekayasa genetika, dan pangan iradiasi.
3 parasit Organisme (makhluk hidup) yang hidupnya menumpang pada makhluk hidup lain dan merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya.
4 pari Persatuan Ahli Radiografer Indonesia
5 pasteurisasi Sterilisasi parsial makanan pada suhu yang menghancurkan mikroorganisme berbahaya tanpa perubahan besar dalam kimiawi dari makanan. Proses ini dinamai menurut penemunya, ilmuwan Perancis Louis Pasteur. Contoh pasteurisasi adalah pemrosesan susu segar yang dipanaskan sampai suhu 72,2 derajat Celcius selama 15 detik dan kemudian didinginkan.
6 pediatri Cabang kedokteran yang berhubungan dengan perawatan bayi dan anak-anak dan pencegahan dan pengobatan penyakit mereka. Perawatan dan pengobatan cedera atau kondisi medis pada anak-anak dapat memerlukan keterampilan dan pendekatan khusus, termasuk faktor psikologis, masalah keluarga, manajemen kecacatan, kondisi sosial dan hubungan dengan organisasi lain seperti sekolah dan kelompok dukungan. (Tidak semua faktor ini relevan pada setiap kasus tetapi dapat menjadi contoh umum untuk menunjukkan ruang lingkup pediatri yang luas).
7 pencahar Makanan atau obat-obatan yang diminum untuk membantu mengatasi sembelit dengan membuat kotoran bergerak dengan mudah di usus. Dalam operasi pembedahan, obat ini juga diberikan kepada pasien untuk membersihkan usus sebelum operasi dilakukan. Laksatif merupakan obat bebas. obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi konstipasi atau sembelit. Biasanya obat ini hanya digunakan saat mengalami konstipasi atau sembelit saja karena mempunyai efek samping.
8 pencegahan Upaya yang dilakukan untuk menghalangi terjadinya bencana dan mencegah bahaya yang ditimbulkannya.
9 penelitian Aktivitas ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis, dan menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek.
10 pengungsi Setiap orang yang berada diluar negara tempatnya berasal dan yang diluar kemauannya atau tidak mungkin kembali ke negaranya atau menggunakan perlindungan bagi dirinya sendiri karena: a.ketakutan mendasar bahwa dia akan dituntut karena alasan ras, agama, kebangsaan, keanggotaan pada kelompok social tertentu atau pendapat politik; atau b.ancaman terhadap nyawa atau keamanannya sebagai akibat pertikaian bersenjata dan bentuk-bentuk lain dari kekerasan yang meluas dan sangat mengganggu keamanan masyarakat umum. (Sumber: UNHCR)
11 perhati Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Indonesia
12 perkembangan Bertambahnya fungsi tubuh seperti pendengaran, penglihatan, kecerdasan, dan tanggungjawab. (Sumber: Pemantauan Pertumbuhan Balita, Dit. GM, Depkes, 2003)
13 perkotaan Suatu wilayah jika memenuhi kriteria kepadatan penduduk > 5000 jiwa/km2, jumlah rumahtangga pertanian 8 jenis fasilitas perkotaan (sekolah, sarana kesehatan, jalan aspal, listrik, pasar, perkantoran, pertokoan, air bersih, tempat hiburan, sarana transportasi, perbankan, dll). (Sumber : Pedoman Penyelenggaraan Puskesmas di Perkotaan, Depkes RI, Ditjen Bina Kesmas, tahun 2005)
14 perokok aktif Orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu cuma 1 batang dalam sehari. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok Cuma sekedar menghembuskan asap walau tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.
15 perokok pasif Orang yang bukan perokok namun terpaksa menghisap atau menghirup asap rokok yang dikeluarkan oleh perokok
16 persalinan Proses pengeluaran konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). Persalinan dapat berbentuk (1) Persalinan spontan, yang sepenuhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri; (2) Persalinan buatan, dengan bantuan tenaga dari luar; (3) Persalinan diinduksi.
17 pertumbuhan Bertambahnya ukuran fisik dari waktu ke waktu (baik berat badan, tinggi badan atau ukuran tubuh lainnya) dan merupakan gambaran tentang keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak dalam proses tumbuh. (Sumber: Pemantauan Pertumbuhan Balita, Dit. GM, Depkes, 2003)
18 pes Penyakit menular akut dengan tingkat kematian yang tinggi, disebabkan oleh Yersinia pestis.
19 pica Istilah yang menunjuk pada keinginan kuat untuk memakan benda-benda yang bukan merupakan makanan. Benda-benda yang dimakan oleh pasien penderita pica mencakup lumpur, batu es, tanah liat, lem, pasir, kapur, lilin tawon lebah, permen karet, kanji laundry, dan rambut, kodok dll. Pica merupakan keinginan kuat terhadap barang-barang yang bukan makanan atau menelan benda-benda bukan makanan. Keinginan kuat yang ditemukan pada pasien yang didiagnosa dengan pica bisa terkait dengan keadaan kekurangan gizi, seperti anemia defisiensi zat besi; juga bisa terkait dengan kehamilan; atau dengan keterbelakangan mental atau penyakit jiwa. Kata pica berasal dari bahasa latin yang berarti sejenis burung Gagak (burung Magpie) yang memakan benda apa saja yang ditemuinya.
20 pneumonia Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Gejala penyakit ini berupa napas cepat dan napas sesak, karena paru meradang secara mendadak. Batas napas cepat adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit atau lebih pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 1 tahun, dan 40 kali permenit atau lebih pada anak usia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun. Klasifikasi Pneumonia Berat ditandai dengan adanya batuk atau (juga disertai) kesukaran bernapas, napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam (severe chest indrawing) pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun. Sementara untuk anak dibawah 2 bulan, pnemonia berat ditandai dengan frekuensi pernapasan sebanyak 60 kali permenit atau lebih atau (juga disertai) penarikan kuat pada dinding dada sebelah bawah ke dalam. Dalam pelaksanaan Pemberantasan Penyakit ISPA semua bentuk Pneumonia (baik Pneumonia maupun bronkopneumonia) disebut Pneumonia saja
21 polio Virus oportunis yang masuk ke tubuh dengan kontak fekal-oral, atau kontak orang ke orang. Penyakit ini menyebabkan kelumpuhan, yang ireversibel, dan dalam kasus yang lebih parah kelumpuhan tersebut dapat menyebabkan kematian oleh sesak napas. Gejala-gejala umumnya ringan: demam ringan, malaise, muntah, leher kaku dan punggung, dan nyeri pada tungkai. Wabah polio besar menyebabkan kepanikan di tahun 1940-an dan 1950 di negara-negara industri seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat. Pada tahun 1954 Dr Jonas Salk mengembangkan vaksin yang sangat menurunkan terjadinya penyakit, dan pada tahun 1963 sebuah vaksin oral dikembangkan. Imunisasi adalah bentuk terbaik untuk pencegahan dan pengobatan Polio.
22 populasi Jumlah total orang yang menetap di suatu wilayah atau negara. Dalam pemilihan sampel, populasi diartikan sebagai unit yang merupakan anal sampel, yang tidak selalu berarti total populasi. Istilah populasi juga sering digunakan untuk subkelompok tertentu, seperti kelompok prioritas atau kelompok berisiko tinggi
23 profilaksis Mencegah infeksi atau penyakit dengan penggunaan obat atau tindakan medis lain
24 psikotropika Zat atau obat baik alamiah maupun sintetis, bukan narkotika, yang bersifat atau berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Ada 111 jenis zat psikotropika yang diatur oleh Konvensi PBB tahun 1971 mencakup jenis halusinogen, stimulan, sedatif hipnotik, penenang, antiepilepsi serta analgesik
25 Pandi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia
26 pogi Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia
27 penyakit jiwa Penyakit yang mengacu pada semua diagnosa gangguan kejiwaan atau mental dan ditandai oleh kelainan dalam pemikiran, perasaan, atau perilaku. Beberapa jenis yang paling umum dari penyakit jiwa termasuk ansietas (kecemasan), depresi, gangguan perilaku dan penyalahgunaan zat terlarang. Tidak ada penyebab tunggal untuk penyakit mental. Sebaliknya, biasanya merupakan hasil yang kompleks dari faktor genetik, psikologis, dan lingkungan. Tidak ada satu tes yang secara pasti menunjukkan apakah seseorang memiliki penyakit mental. Oleh karena itu, praktisi kesehatan mendiagnosis gangguan mental dengan mengumpulkan secara komprehensif informasi kesehatan mental dari diri dan keluarga pasien.
28 penyakit parkinson Gangguan generatif saraf yang umumnya berlangsung perlahan. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak (neuron) yang memproduksi dopamin. Neuron ini berkonsentrasi di daerah tertentu otak, yang disebut substantia nigra. Dopamin adalah zat kimia yang meneruskan pesan antara substantia nigra dan bagian lain dari otak untuk mengontrol gerakan tubuh. Dopamin membantu melakukan gerakan motorik halus yang terkoordinasi. Ketika sekitar 60 sampai 80% dari sel yang memproduksi dopamin rusak dan tidak menghasilkan cukup dopamin, gejala motorik penyakit Parkinson muncul.
29 peringatan dini Fenomena keberadaan bahaya yang mengganggu dan atau mengancam terhadap manusia
30 petri Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia
31 pedofilia Aktivitas seksual yang melibatkan anak kecil, umumnya di bawah usia 13. Penderita pedofilia berusia lebih dari 16 tahun dan minimal lima tahun lebih tua dari si anak. Individu dengan gangguan ini dapat tertarik pada anak laki-laki, perempuan atau keduanya, meskipun insiden aktivitas pedofilia hampir dua kali lebih mungkin diulang oleh orang-orang yang tertarik pada laki-laki. Individu dengan gangguan ini mengembangkan prosedur dan strategi untuk mendapatkan akses dan kepercayaan dari anak-anak.
32 P2KP (Gerakan Percepatan Pangan Penganekaragaman Konsumsi Pangan) Program untuk mengembangkan penganekaragaman pangan untuk meningkatkan skor PPH dan menurunkan konsumsi beras, juga dapat berperan positif dalam upaya menurunkan angka kemiskinan.
33 P2KP (Pangan Penganekaragaman Komsumsi Pangan) Gerakan percepatan pangan untuk penganekaragaman pangan untuk meningkatkan skor PPH dan menurunkan konsumsi beras, serta juga dapat berperan positif dalam upaya menurunkan angka kemiskinan.
34 P2KP (Pusat Pelatihan Klinik Primer) Pusat Pelatihan Klinik yang berada di tingkat Kabupaten
35 P2KP = Pusat Pelatihan Klinik Tertier Pusat Pelatihan Klinik yang berada di tingkat pusat
36 P2KPS (Pusat Pelatihan Klinik Sekunder) Pusat Pelatihan Klinik yang berada di tingkat Provinsi
37 P2KT (Pusat Pelatihan Klinik Tertier) Pusat Pelatihan Klinik yang berada di tingkat Pusat
38 P4GN Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba
39 P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) Suatu kegiatan yang difasilitasi oleh bidan di desa dalam rangka peran aktif suami, keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil, termasuk perencanaan penggunaan KB pasca persalinan dengan menggunakan stiker sebagai media notifikasi sasaran dalam rangka meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir.
40 P4TO Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat
41 PABI Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia
42 PAEI Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia
43 PAFI Persatuan Ahli Farmasi Indonesia
44 PAM-STBM (Penyediaan Air Minum Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ) Kegiatan di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah dalam penyediaan air minum dan sanitasi total berbasis masyarakat.
45 PAMRT (Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga) Proses pengolahan, penyimpanan dan pemanfaatan air minum dan air yang digunakan untuk produksi makanan dan keperluan oral lainnya seperti berkumur, sikat gigi, persiapan makanan/minuman bayi.
46 PAPDI Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia
47 PATELKI Persatuan Ahli Teknik Laboratorium Kesehatan Indonesia
48 PBF (Pedagang Besar Farmasi) Badan Hukum Perseroan Terbatas atau Koperasi yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran perbekalan farmasi dalam jumlah besar sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku
49 PBIJK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) PBIJK terdiri dari penduduk yang terdaftar dalam Data Terpadu Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu, dimana Data Terpadu ini ditetapkan enam bulan sekali dalam tahun anggaran berjalan oleh Menteri Sosial
50 PBL (Perawatan Bayi Lekat) Lihat Kangaroo Mother Care = KMC
51 PCR (Polymerase Chain Reaction) Tes khusus reaksi rantai polymerase untuk mengetahui apakah anak mempunyai virus HIV dalam usia enam minggu setelah dilahirkan dari seorang ibu yang positif HIV. Jika positif, petugas kesehatan menyiapkan terapi ARV yang sesuai untuk anak.
52 PD3I Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi. Imunisasi adalah suatu cara untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya sakit ringan.
53 PDBK (Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan ) Upaya kesehatan terfokus, terintegrasi, berbasis bukti,dan dilakukan secara bertahap di daerah yang menjadi prioritas bersama kementerian dalam jangka waktu tertentu sampai mampu mandiri dalam menyelenggarakan kewenangan pemerintahan di bidang (urusan wajib) kesehatan seluas-luasnya.
54 PDDI Perhimpunan Donor Darah Indonesia
55 PDGI Persatuan Dokter Gigi Indonesia
56 PDGMI Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia
57 PDKI Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia
58 PDPI Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
59 PDSKJI Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia
60 PED Pusat Ekstrak Daerah
61 PEKI Perhimpunan Entomologi Kesehatan Indonesia
62 PERDAMI Persatuan Dokter Mata Indonesia
63 PERDHAKI Persatuan Dharma Karya Kesehatan Indonesia
64 PERDOKI Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia
65 PERDOSKI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
66 PERGEMI (Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia) Organisasi yang membantu pemerintah dalam pelayanan kesehatan lanjut, membantu pemerintah dalam membuat kebijakan dalam pelayanan kesehatan lanjut dan melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan pada masyarakat dan kelompok warga usia lanjut.
67 PERHATI-KL Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher Indonesia
68 PERHOMPEDIN Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia
69 PERKENI Perkumpulan Endokrinologi Indonesia
70 PERKESJA Perhimpunan Perawat Kesehatan Kerja Indonesia
71 PERSADIA Persatuan Diabetisi Indonesia
72 PERSAGI Persatuan Ahli Gizi Indonesia
73 PERSAKMI Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia
74 PERSI Persatuan Rumah Sakit Indonesia
75 PERWATUSI Perhimpunan Wanita Tulang Sehat Indonesia
76 PFT/KFT (Panitia Farmasi dan Terapi / Komite Farmasi dan Terapi) Suatu panitia/komite di rumah sakit yang merupakan badan penasehat dan pelayanan melalui garis organisatoris yang berfungsi sebagai penghubung antar staf medis dan instalasi farmasi rumah sakit
77 PGPK (Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan) Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi masalah gangguan penglihatan dan kebutaan secara terintegrasi dengan LS/LP serta komprehensif dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada dalam rangka mencapai Vision 2020. (Sumber: KEPMENKES nomor: 1437/Menkes/SK/X/2005 tentang Rencana Strategi Nasional Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan untuk mencapai vision 2020)
78 PGPKT (Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian) Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi masalah gangguan pendengaran dan ketulian secara terintegrasi dengan LS/LP serta komprehensif dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada dalam rangka mencapai Sound Hearing 2030. (Sumber: Rencana Strategi Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Untuk Mencapai Sound Hearing 2030. Departemen Kesehatan RI Ditjen Bina Kesmas tahun 2005)
79 PGRS (Pelayanan Gizi Rumah Sakit) Kegiatan pelayanan gizi di Rumah Sakit untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat yang dirawat Rumah Sakit baik rawat inap maupun rawat jalan, untuk keperluan metabolisme tubuh, peningkatan kesehatan, maupun pengoreksi kelainan metabolisme dalam rangka upaya preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif. (Sumber: Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit Departemen Kesehatan RI 2003)
80 PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) Upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
81 PHEIC (Public Health Emergency of International Concern) Kedaruratan Kesehatan (KLB) yang meresahkan dunia, KLB yang dapat menjadi ancaman kesehatan bagi negara lain, kemungkinan membutuhkan koordinasi internasional dalam penanggulangannya.
82 PHP = Provincial Health Project Proyek kesehatan yang pendanaannya diperoleh dari bantuan World Bank, melipouti PHP 1,11 dan 111.
83 PHTD Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia
84 PHW (Pictorial Health Warning) Pencatuman gambar dan atau tulisan berupa peringatan kesehatan dalam suatu kemasan yang dijual pada konsumen. Misalnya: pencantuman tulisan dan gambar bahaya merokok dalam kemasan rokok.
85 PIK KRR (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) Wadah kegiatan program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja. Bertujuan untuk memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi remaja, ketrampilan kecakapan hidup (life skills) serta mengembangkan kegiatan-kegiatan lain yang khas dan sesuai minat/kebutuhan remaja. Melalui PIK KRR diharapkan terwujud Remaja TEGAR yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari resiko seksualitas, HIV/ AIDS dan Narkoba (TRIAD KRR) sehingga menjadi contoh, idola, serta sumber informasi bagi teman sebayanya.
86 PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Merupakan salah satu strategi dalam eradikasi polio di Indonesia. PIN dilaksanakan dengan pemberian vaksin polio tetes per oral (OPV) sebanyak 2 kali pemberian dengan selang waktu lebih dari 4 minggu secara masal dan serentak terhadap semua anak bawah lima tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Sub PIN : Imunisasi polio masal seperti PIN, tetapi terbatas hanya dalam satu wilayah propinsi atau lebih kecil dari itu. Sub PIN dilaksanakan pasca PIN terhadap wilayah yang dicurigai mempunyai risiko tinggi terhadap kemungkinan terjadinya transmisi virus polio liar, tetapi bukan disebabkan karena ditemukannya virus polio liar
87 PIO (Pelayanan Informasi Obat) Kegiatan penyediaan dan pemberian informasi, rekomendasi obat yang independen, akurat, komprehensif, terkini oleh pihak apoteker kepada pasien, masyarakat maupun pihak yang memerlukan di rumah sakit
88 PIONas (Pusat Informasi Obat Nasional) Pusat Informasi Obat Nasional yang menyediakan akses informasi terstandar (approved label) dari semua obat yang beredar di Indonesia yang telah disetujui oleh Badan POM sebagai NRA (National Regulatory Authority).
89 PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) Izin jaminan usaha makanan atau minuman rumahan yang dijual memenuhi standar keamanan makanan atau izin edar produk pangan olahan yang diproduksi oleh UKM untuk dipasarkan secara lokal. Izin P-IRT tersebut hanya diberikan kepada produk pangan olahan dengan tingkat resiko yang rendah. Sertifikat S-PIRT dikeluarkan oleh dinas dimana produksi itu dijalankan.
90 PJAS Pangan Jajanan Anak Sekolah
91 PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia ) Lembaga Swadaya Masyarakat tertua dan pioneer Keluarga Berencana di Indonesia. PKBI merupakan pelopor dalam Keluarga Berencana dan sejak tahun 1967 terus berjuang dalam bidang kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi yang berbasis pendekatan hak (right based), khususnya keberpihakan bagi kelompok rentan, marjinal dan minoritas.
92 PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja) Program yang dilaksanakan dan dikembangkan oleh BKKBN untuk mencapai Tegar Remaja dalam rangka Tegar Keluarga untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera. Ciri-ciri Tegar Remaja adalah remaja yang menunda usia pernikahan, remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari risiko Triad KRR (seksualitas, NAPZA dan HIV/AIDS), bercita-cita mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera, serta menjadi contoh, model, idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya.
93 PKD (Poliklinik Kesehatan Desa) Wujud upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dibentuk oleh, untuk dan bersama masyarakat setempat atas dasar musyawarah, dengan bantuan dari tenaga profesional kesehatan dan dukungan sektor terkait termasuk swasta dalam kerangka desa siaga demi terwujudnya desa sehat. Kesehatan yang dilaksanakan adalah pelayanan kesehatan dasar, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dipadukan dengan upaya kesehatan lain yang berwawasan kesehatan dan berbasis masyarakat setempat. Kegiatan tersebut dalam pelaksanaannya didukung oleh unsure-unsur tenaga, sarana, prasarana dan biaya yang dihimpun dari masyarakat, swasta, pemerintah
94 PKG (Pemantauan Konsumsi Gizi) = nutritional intake survey Kegiatan memantau konsumsi pangan penduduk dalam rangka mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan dengan mendapat gambaran tingkat ketahanan pangan rumah tangga di tingkat kabupaten/kota. (Sumber: Pedoman Pemantauan Konsumsi Gizi, Depkes RI Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat Jakarta, 2003)
95 PKHI (Petugas Kesehatan Haji Indonesia) Tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan, termasuk tenaga strategis, yang ditugaskan oleh Menteri Kesehatan sebagai bagian dari Tim Kesehatan Haji Indonesia atau sebagai bagian dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji bidang kesehatan untuk memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kesehatan kepada jemaah haji selama penyelenggaraan ibadah haji.
96 PKHS (Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat) Kemampuan psikososial seseorang untuk memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif. Suatu cara belajar yang berorientasi pada keterampilan, selain materi pengetahuan. Dengan demikian, seseorang dapat mengimplementasikan pengetahuannya, serta akan menjadi suatu keterampilan untuk berperilaku hidup sehat, baik secara fisik maupun secara psikis.
97 PKMI Perhimpunan Kontrasepsi Mantap Indonesia
98 PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) Pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatannya, serta efektif & efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut
99 PKPS-BBM = Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak PKPS-BBM meliputi tiga bidang, yaitu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur pedesaan. Dalam bidang pendidikan, PKPS -BBM meliputi duajenis kegiatan, yaitu (i) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi SD/MI/SDLB/SMP/MTs/SMPLB negeri/swasta dan pesantren Salafiyah serta sekolah keagamaan non Islam setara SD dan SMP yang menyelenggarakan wajib belajar pendidikan sembilan tahun, dan (ii) Bantuan Khusus Murid (BKM) untuk siswa SMA/SMK/MA/SMLB negeri dan swasta. Sementara di bidang kesehatan, program dimaksud terdiri dari (i) Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin (PJPKMm) di Puskesmas beserta jaringannya, pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan rawat inap kelas III di RS Pemerintah maupun swasta yang ditunjuk. Dana disalurkan melalui PT. Askes, dan (ii) Program penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan rujukan kelas III RS yang dijamin Pernerintah, dengan dana yang disalurkan melalui Kuasa Pengguna Anggaran yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. Sedangkan dalarn bidang infrastruktur pedesaan, berupa pembangunan infrastruktur di desa-desa tertinggal.
100 PKRE (Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial) Pelayanan kesehatan reproduksi yang terdiri dari 4 komponen esensial, yakni: kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, kesehatan reproduksi remaja, serta pencegahan dan penanggulangan infeksi menular seksual, yang dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh.
101 PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga) Alat, bahan, atau campuran bahan untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan untuk manusia, pengendali kutu hewan peliharaan, rumah tangga dan tempat-tempat umum. (Permenkes RI Nomor 1190/Menkes/Per/VIII/2010)
102 PM (Particulate Matter) = Partikulat Istilah untuk partikel padatan maupun cair di udara. Partikel berasal dari berbagai sumber baik bergerak maupun stasioner sehingga sifat kimia dan fisika partikel sangat bervariasi. Partikel-partikel ini memiliki berbagai ukuran dan bentuk serta dapat tersusun dari ratusan bahan kimia yang berbeda.
103 PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yaitu Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Memberikan ASI Eksklusif; Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia 6 bulan dan Melanjutkan menyusui sampai dua tahun atau lebih; 2) Menjaga kesehatan anak; 3) Berinteraksi dengan anak dengan penuh kasih sayang lewat berbagai kegiatan yang sesuai anak, orang tua dapat memberikan belaian, senyuman, dekapan, penghargaan dan bermain, mendongeng, menyanyi serta memberikan contoh-contoh tingkah laku sehari-hari yang baik dan benar kepada anak.
104 PMKS Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
105 PMN (Penyakit Menular Neglected) Penyakit menular yang masih terabaikan. Ada 13 PMN yang menjadi masalah kesehatan dunia terutama di Indonesia. Penyebabnya adalah cacing (filariasis, soil transmitted helmints/kecacingan, schistosomiasis, fascialopsiasis dan taeniasis cysticercosis), tungau (skabies), bakteri (kusta/lepra, frambusia, antraks, pes dan leptospirosis) dan virus (japanese encephalitis dan Rabies).
106 PMO (Pengawas Minum Obat) Seseorang yang dapat membantu pasien dalam pengobatan, berperan dalam mengingatkan dan mengawasi pasien untuk patuh dan taat minum obat.
107 PMS (Penyakit Menular Seksual) Infeksi yang menular melalui hubungan seksual (Syphillis, Gonorhoe, dan lain-lain termasuk HIV/AIDS).
108 PMT (Pemberian Makanan Tambahan) = supplementary feeding Makanan yang diberikan bagi kelompok golongan rawan gizi yang telah diperhitungkan nilai gizinya sesuai dengan kebutuhannya agar dapat terpenuhi kebutuhan gizi untuk menambah asupan zat gizi guna memenuhi zat gizi yang kurang dalam tubuhnya. (Sumber : Pedoman Umum Pemberian Makan Pendamping ASI-lokal, Depkes 2005)
109 PMT Terapi = Therapeutic feeding programme Pemberian makanan tambahan dengan terapi diet dan medis pada anak yang menderita gizi buruk (sangat kurus) yang bertujuan menurunkan angka kematian.
110 PMT-AS Pemberian Makanan Tambahan Anak sekolah
111 PMTCT (Prevention of Mother-To-Child Transmission of HIV) Pencegahan penularan HIV dari ibu kepada anaknya.
112 PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Merupakan sumber dana yang berasal dari pungutan atas pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta peraturan yang berlaku dan mempunyai tujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan memanfaatkan penerimaan fungsional untuk biaya operasional maupun kegiatan-kegiatan.
113 PNBP Penerimaan Negara Bukan Pajak
114 POD (Pos Obat Desa) Wujud peran serta masyarakat dalam hal pengobatan sederhana terutama bagi pengobatan sederhana, terutama bagi penyakit yang sering terjadi pada masyarakat setempat. (Sumber: Profil Peran serta Masyarakat dalam Pembangunan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI tahun 2003)
115 PONED-PONEK Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi untuk penanganan komplikasi pada ibu hamil, dimana 30% komplikasi tersebut dapat diselesaikan di Puskesmas PONED dan 70% dapat diselesaikan di RS PONEK
116 PONED Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar
117 PONEK Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif
118 POPM (Pemberian Obat Pencegahan Masal) Program kesehatan yang dilaksanakan untuk menurunkan jumlah kasus penyakit Filariasis. Saat ini Filariasis masih menjadi endemi di 241 kabupaten/kota di Indonesia. 46 di antaranya telah melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis selama 5 tahun. Sementara 195 kabupaten kota akan melaksanakan POPM sampai dengan tahun 2020 dengan jumlah penduduk sebesar 105 juta jiwa yang merupakan sasaran Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (BELKAGA).
119 POR (Penggunaan Obat secara Rasional) Pasien mendapatkan pengobatan sesuai kebutuhan klinisnya, dalam dosis yang tepat bagi kebutuhan individualnya untuk waktu yang cukup dan ongkos yang terjangkau bagi diri dan komunitasnya.
120 PORMIKI Perhimpunan Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia
121 PPDS Program Pendidikan Dokter Spesialis
122 PPGD (Pertolongan Penderita Gawat Darurat) = GELS (General Emergency Life Support) Pelayanan kesehatan pada penderita gawat darurat meliputi basic life support dan advance life support sesuai dengan permasalahan yang dihadapi
123 PPGD Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat
124 PPGI Persatuan Perawat Gigi Indonesia
125 PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) PKHI yang diberangkatkan ke Arab Saudi dan ditugaskan memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kesehatan menetap (stasioner) pada daerah kerja (daker) dan sektor.
126 PPK (Pemberi Pelayanan Kesehatan) PPK terbagi menjadi 3 klasifikasi: 1. PPK I adalah pemberi pelayanan kesehatan di tingkat I, yaitu terdiri dari dokter puskesmas, dokter umum praktek swasta/bersama. 2. PPK II adalah pemberi pelayanan kesehatan di tingkat II, yaitu terdiri dari dokter spesialis praktek perorangan atau bersama. 3. PPK III adalah pemberi pelayanan kesehatan di tingkat III, yaitu pada tahap perujukan rumah sakit.
127 PPM (Perkiraan Permintaan Masyarakat) Perkiraan permintaan masyarakat untuk menjadi peserta KB yang diperkirakan setiap tahun.
128 PPNI Persatuan Perawat Nasional Indonesia
129 PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Penyakit paru kronik yang ditandai oleh hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progresif nonreversibel atau reversibel parsial. PPOK terdiri atas bronkitis kronis dan emfisema atau gabungan keduanya. Bronkitis kronis adalah kelainan saluran napas yang ditandai oleh batuk kronik berdahak minimal 3 bulan dalam setahun, sekurang-kurangnya dua tahun berturut-turut, tidak disebabkan penyakit lainnya. Emfisema adalah kelainan anatomis paru yang ditandai oleh pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal, disertai kerusakan dinding alveoli.
130 PPR (Petugas Proteksi Radiasi) Orang yang diberi wewenang dan bertanggung jawab untuk mengambil tindakan proteksi radiasi, baik terhadap pekerja radiasi, masyarakat dan lingkungan.
131 PPR = Petugas Proteksi Radiasi Orang yang diberi wewenang dan bertanggung jawab untuk mengambil tindakan proteksi radiasi, baik terhadap pekerja radiasi, masyarakat dan lingkungan
132 PPSED = Proyek Pemulihan Sosial Ekonomi Daerah Memulihkan status kesehatan masyarakat dan pelayanannya, terutama untuk sasaran masyarakat miskin dan kelornpok rentan, sebagai akibat adanya konflik yang kemungkinan masih bersisa dan atau berdampak lanjut pada fase pasca konflik, yang akan dilaksanakan melalui upaya penguatan lembaga-lembaga masyarakat, peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan dapat diterima masyarakat, yang dilaksanakan secara efektif dan efisien, serta menjangkau sebanyak/seluas mungkin sasaran.
133 PPTA = Project Preparation Technical Assistance Bantuan teknis dalam persiapan proyek
134 PPTI Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia
135 PSC (Public Safety Center) Pusat pelayanan terpadu yang menjamin kebutuhan masyarakat dalam hal-hal yang berhubungan dengan kegawatdaruratan, termasuk pelayanan medis yang dapat dihubungi dalam waktu singkat di manapun berada. Merupakan ujung tombak pelayanan yang bertujuan untuk mendapatkan respon cepat (quick response) terutama pelayanan pra rumah sakit.
136 PSG (Pemantauan Status Gizi) nutritional status survey Melakukan pemantauan status gizi untuk menilai status gizi kelompok masyarakat atau individu dan perkembangannya yang berkaitan dengan masalah energi, protein, dan unsur-unsur gizi mikro. (Sumber: Pedoman Pemantauan Status Gizi Melalui Posyandu, Depkes RI Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat Jakarta, 1996)
137 PSN - 3M Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara 3M (menguras, menutup dan menyingkirkan/mendaur ulang) serta memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak, membuang air tampungan pada batok/tempurung kelapa dan mengganti air vas bunga dan minuman burung seminggu sekali.
138 PTGI Persatuan Teknik Gigi Indonesia
139 PTM (Penyakit Tidak Menular) Penyakit yang tidak menular yang disebabkan oleh pola hidup ( merokok, minum alkohol, kurang gerak, dan makanan berlemak), lingkungan (polusi asap pabrik, asap kendaraan dan polusi sampah) serta perilaku (cemas, stress, marah dan depresi). Penyakit tidak menular antara lain: hipertensi (tekanan darah tinggi), asma/bengek, osteoporosis, stroke, serangan jantung, kanker, diabetes melitus (kencing manis).
140 PTP = Perencanaan Tingkat Puskesmas Suatu proses kegiatan yang sistematis untuk menyusun atau mempersiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh puskesmas pada tahun berikutnya untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam upaya mengatasi masalah-masalah kesehatan setempat. (Sumber: Pedoman Kerja Puskesmas Jilid I, Departemen Kesehatan RI tahun 1999)
141 PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon) = Methadone Substitution Program Program yang mengganti heroin yang dipakai oleh pecandu dengan metadon
142 PTT (Pegawai Tidak Tetap) Pegawai yang diangkat oleh pejabat yang berwenang untuk jangka waktu tertentu guna melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan yang bersifat teknis profesional dan administrasi pada sarana pelayanan kesehatan dan tidak berkedudukan sebagai pegawai negeri
143 PTTD (Pendidikan Teknik Tranfusi Darah) Pendidikan Kesehatan tingkat jenjang pendidikan Diploma 1 dengan kekhususan mempelajari teknik tranfusi darah
144 PUG-BK (Pengarus-Utamaan Gender dalam Bidang Kesehatan) Pengarus-utamaan gender adalah penerapan kepedulian gender dalam analisis, formulasi, implementasi dan pemantauan suatu kebijakan dan program dengan tujuan mencegah terjadinya ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan. Tujuan PUG di bidang kesehatan adalah memastikan bahwa semua kebijakan dan program kesehatan mampu menciptakan dan memelihara kondisi kesehatan yang optimal baik untuk perempuan maupun laki-laki dari semua kelompok umur, secara adil dan setara dengan mengatasi berbagai hambatan yang terkait gender.
145 PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang) Makanan yang dikonsumsi individu setiap hari beraneka ragam dan memenuhi 5 k3lompok zat gizi dalam jumlah cukup, sesuai kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Merupakan salah satu bahan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) bagi setiap individu / orang untuk mencapai status gizi yang baik dan berperilaku gizi yang baik dan benar. Dalam PUGS terdapat 13 pesan, yaitu : 1. Makanlah aneka ragam makanan 2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi 3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi 4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi 5. Gunakan garam beryodium 6. Makanlah makanan sumber zat besi 7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya 8. Biasakan makan pagi 9. Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya 10. Lakukan aktifitas fisik secara teratur 11. Hindari minuman beralkohol 12. Makanlah makanan aman bagi kesehatan 13. Bacalah label pada makanan yang dikemas (Sumber: buku Pedoman Umum Gizi Seimbang, panduan untuk petugas, 2003; Direktorat Gizi Masyarakat)
146 PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan) Pendewasaan usia perkawinan terhadap pasangan-pasangan baru yang akan melangsungkan perkawinan telah siap secara mental, jasmani maupun materiil sehingga diharapkan usia perkawinan akan dapat lestari serta rukun dalam kesehariannya.
147 PUS (Pasangan Usia Subur) Pasangan yang isterinya berumur antara 15-49 tahun, dalam hal ini termasuk pasangan yang isterinya berumur lebih dari 49 tahun tetapi masih tetap mendapat menstruasi.
148 PUS dengan 4T PUS yang istrinya memenuhi salah satu kriteria "4 Terlalu" berikut (1) berusia kurang dari 20 tahun, (2) berusia lebih dari 35 tahun, (3) telah memiliki anak hidup lebih dari 3 orang, atau (4) jarak kelahiran antara satu anak dengan lainnya kurang dari 2 tahun.
149 PUSDIKLATKES = Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan yang mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kesehatan.
150 PUSDIKNAKES = Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan yang m empunyai tug melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan pendidikan tena kesehatan.
151 PUSGUNAKES = Pusat Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Pusat Pendayagunaan tenaga Kesehatan yang mempunyai tug melaksanakan koordinasi bimbingan dan pengendalian di bida pendayagunaan tenaga kesehatan.
152 PUSPRONAKES = Pusat Pemberdayaan Profesi dan Tenaga Kesehatan Luar Negeri Pusat Pemberdayaan Profesi dan Tenaga Kesehatan Luar N egeri yang mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan
153 PWSKIA Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak
154 Pandemi (Pandemic) Wabah yang meliputi wilayah yang sangat luas.
155 Pangan Siap Saji Makanan dan/atau minuman yang sudah diolah dan siap untuk langsung disajikan di tempat usaha atau di luar tempat usaha atas dasar pesanan.
156 Pangan segar Pangan yang belum mengalami pengolahan, yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan pangan (PP Nomor 28 tahun 2004).
157 Pap Smear Deteksi dini kondisi serviks dengan pemeriksaan Papanicolaou (Pap's Smear) secara berkala pada wanita berusia >20 tahun yang telah aktif berhubungan seksual dan tanpa gejala. Dengan ditemukan kelainan sejak dini pada pemeriksaan Pap's Smear, maka kejadian keganasan leher rahim dan keterlambatan penangan dapat ditekan. Disarankan melakukan program ini 2 kali berturut-turut, apabila hasil negatif dilakukan pemeriksaan ulang setiap 3 tahun sampai usia 65 tahun.
158 Paradigma Sehat Cara pandang, pola pikir, atau model pembangunan kesehatan yang bersifat holistik, melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat lintas sektor, dan upayanya lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan, bukan hanya penyembuhan orang sakit atau pemulihan
159 Pasien gawat darurat Pasien yang berada dalam ancaman kematian dan memerlukan pertolongan segera
160 Pasien/Penderita Orang sakit/orang yang menjalani pengobatan untuk kesembuhan penyakitnya
161 Pekerja Radiasi Setiap orang yang karena jabatan dan tanggung jawabnya selalu bekerja di daerah yang berhubungan dengan medan radiasi, dan oleh Instansi yang berwenang senantiasa memperoleh pengamatan tentang dosis radiasi yang diterima
162 Pelayanan KB Pelayanan alat dan obat kontrasepsi kepada calon atau peserta KB/klien sesuai dengan kondisi klien termasuk penanganan efek samping dan komplikasi yang dilakukan oleh tenaga yang memenuhi syarat yaitu dokter spesialis, dokter umum, bidan dan tenaga lain yang ditunjuk.
163 Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial Pelayanan kesehatan bayi baru lahir untuk menunjang kebutuhan dasarnya yang meliputi pertolongan persalinan, perawatan tali pusat dan perawatan pasca lahir, pencegahan hipotermia, meneteki bayi secara dini dan eksklusif, usaha bernafas spontan dan upaya pencegahan infeksi
164 Pelayanan Kesehatan Perkotaan Pelayanan kesehatan yang terdiri dari upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat yang terintegrasi antara pelayanan dasar dan pelayanan rujukan baik yang dilakukan pemerintah maupun swasta di wilayah perkotaan. (Sumber : Pengantar Kesehatan Perkotaan, Depkes RI, Ditjen Bina Kesmas, tahun 2005)
165 Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) Pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
166 Pelayanan Perinatal Resiko Tinggi (PRT) Pelayanan yang menciptakan kondisi bagi ibu dan janin atau bayinya agar dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan yang optimal serta terhindar dari morbiditas dan mortalitas
167 Pelayanan Rehabilitasi Medik Pelayanan kesehatan terhadap gangguan fisik dan fungsi yang diakibatkan oleh keadaan/kondisi sakit, penyakit atau cedera melalui paduan intervensi medik, keterapian fisik dan atau rehabilitatif untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal.
168 Pelayanan Residensial (Home Care) Pelayanan apoteker sebagai care giver dalam pelayanan kefarmasian di rumah-rumah khususnya untuk kelompok lansia dan pasien dengan pengobatan terapi kronis lainnya.
169 Pelayanan anestesiologi dan reanimasi Tindakan medik yang aman, efektif, manusiawi, berdasarkan ilmu kedokteran mutakhir dan teknologi tepat guna dalam: - Menunjang (support) fungsi vital yang meliputi jalan nafas, pernapasan, peredaran darah dan kesadaran bagi pasien yang menjalani pembedahan, pasien yang mengalami trauma atau pasien dengan kegawatan medik yang mengancam jiwa atau berpotensi menimbulkan kecacatan. - Menghilangkan stress psikis dan rasa nyeri pasien yang menjalani pembedahan atau prosedur medik lain, pasien yang mengalami trauma, pasien dengan nyeri kronis dan nyeri kanker
170 Pelayanan medik Kegiatan pelayanan yang diberikan kepada pasien sesuai dengan standar pelayanan medik dengan memanfaatkan sumber daya dan fasilitas rumah sakit secara optimal
171 Pelecehan seksual anak Pelanggaran seksual dan emosional oleh orang dewasa, melalui tindakan lisan, visual atau fisik, terhadap seorang anak.
172 Pemangku Kepentingan = Stake Holder Pihak di luar unit (dalam hal ini Kementerian Kesehatan) yang memiliki kepentingan timbal-balik atas data yang dibangun dalam SIK, sehingga perlu diintegrasikan dalam satu jaringan kesehatan.
173 Pemantauan Jentik Berkala (PJB) Kegiatan pemantauan di pemukiman atau tempat-tempat umum/industri (TTU) di desa atau kelurahan endemis/sporadis pada tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes di 100 rumah/bangunan yang dipilih secara acak dilaksanakan 4 kali setahun (3 bulan sekali).
174 Pemantauan penggunaan obat Proses kegiatan yang dilakukan oleh apoteker setelah obat diberikan kepada pasien untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat, melakukan pencegahan terhadap masalah yang berpotensi untuk terjadi atau mengatasi masalah yang telah terjadi
175 Pemeriksaan jentik Pemeriksaan tempat-tempat penampungan air yang menjadi tempat perindukan nyamuk (bak mandi, kaleng bekas, vas bunga, dll.) oleh kader yang di terlatih di semua tatanan sasaran
176 Pemetaan (geomapping) Peta wilayah yang berisikan komponen - komponen geomapping yaitu sumber daya, jenis bencana dan lokasinya, ancaman/hazard bencana, risiko bencana, kelompok rentan dan potensi masyarakat, yang terdapat di suatu wilayah administratif. (Sumber : Pedoman Pemetaan Bencana bagi Pukesmas, Depkes RI, Ditjen Bina Kesmas, tahun 2005)
177 Penanggulangan Bencana Suatu proses yang dinamis, terpadu dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas langkah-langkah yang berhubungan dengan penanganan, merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi dan pembangunan kembali
178 Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan (PDBK) Upaya kesehatan terfokus, terintegrasi, berbasis bukti yang dilakukan secara bertahap di daerah yang menjadi prioritas bersama kementerian terkait, dalam jangka waktu tertentu dan sampai mampu mandiri, dalam menyelenggarakan kewenangan pemerintah di bidang kesehatan seluas-luasnya. Penanggulangan-DBK telah menjadi salah satu upaya reformatif dan akseleratif dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2010-2014.
179 Penanggulangan KLB Upaya menghentikan Kejadian Luar Biasa melalui kegiatan 1) penyelidikan epidemiologi, 2) pencegahan dan pengobatan serta 3) surveilans ketat
180 Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana Serangkaian kegiatan bidang kesehatan untuk mencegah, menjinakkan (mitigasi) ancaman/bahaya yang berdampak pada aspek kesehatan masyarakat, menyiapsiagakan sumber daya kesehatan, menanggapi kedaruratan kesehatan dan memulihkan (rehabilitasi) serta membangun kembali (rekonstruksi) kerusakan infrastruktur kesehatan akibat bencana secara lintas program dan lintas sektor
181 Penanggulangan Masalah Kesehatan di Lapangan Penanggulangan masalah kesehatan di lokasi mulai dari tingkat kecamatan sampai pada tingkat Kabupaten/Kotadengan memperhatikan aspek koordinasi dan kepemimpinan yang didukung oleh sumber daya internal dan batuan dari luar
182 Penasun Pengguna NAPZA Suntik (IDU = Injecting Drug User).
183 Penelantaran anak = Child Neglect Kegagalan dalam menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan atas tumbuh kembangnya, seperti : kesehatan, pendidikan, perkembangan emosional, nutrisi, rumah atau tempat bernaung dan keadaan hidup yang aman, di dalam konteks sumber daya yang layaknya dimiliki oleh keluarga atau pengaruh yang mengakibatkan atau sangat mungkin mengakibatkan gangguan kesehatan dan gangguan perkembangan fisik, mental, spiritual, moral dan sosial.
184 Penelitian Kohort Sebuah studi yang mengikuti sekelompok besar orang selama jangka waktu yang panjang, seringkali 10 tahun atau lebih. Dalam studi kohort, informasi dikumpulkan sebelum penyakit terjadi, daripada mengandalkan pada ingatan setelah penyakit berkembang.
185 Pengarusutamaan Gender Penerapan kepedulian gender dalam analisis, formulasi, implementasi dan pemantauan suatu kebijakan dan program dengan tujuan mencegah terjadinya ketidakadilan dan ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan.
186 Pengelolaan perbekalan farmasi Suatu proses yang merupakan siklus kegiatan, dimulai dari pemilihan, perencanaan, pengadaan penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, administrasi dan pelaporan serta evaluasi yang diperlukan bagi kegiatan pelayanan
187 Pengendalian Infeksi Nosokomial Kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan serta pembinaan dalam upaya menurunkan angka kejadian infeksi nosokomial di rumah sakit
188 Pengendalian Mutu Pelayanan Kefarmasian Kegiatan untuk mencegah terjadinya masalah terkait obat atau mencegah terjadinya kesalahan pengobatan/medikasi (medication error) yang bertujuan untuk keselamatan pasien (patient safety).
189 Penggunaan Obat Rasional Pemberian obat yang sesuai dengan kebutuhan pasien, untuk periode yang adekuat dengan harga yang paling murah
190 Penglihatan 20/20 Penglihatan normal. Pembilang 20 menunjukkan jarak Anda berdiri dari 20 kaki dari bagan mata Snellen, penyebut 20 menunjukkan ukuran huruf atau simbol yang bisa dilihat mayoritas orang pada jarak yang sama.
191 Pengobatan alternatif Berbagai perawatan yang biasanya tidak diklasifikasikan sebagai bagian dari tradisi pengobatan Barat. Untuk pengobatan sakit punggung, pengobatan chiropractic mungkin merupakan bentuk paling umum dari pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif juga dapat mencakup perawatan seperti jamu, biofeedback, bekam, gurah, homeopati dan akupunktur, yang semuanya tidak diklasifikasikan sebagai praktik standar dalam sistem kedokteran Barat. Pengobatan alternatif, atau dikenal juga sebagai pengobatan komplementer atau pengobatan integratif atau holistik, juga dapat merujuk kepada pengobatan medis apapun yang tanpa menggunakan obat.
192 Pengobatan tradisional
193 Pengukuran Tinggi Lutut (TL) Pengukuran antropometri yang digunakan untuk usia lanjut dengan tulang punggung osteoporosis, sehingga terjadi penurunan tinggi badan , dari tinggi lutut dapat dihitung tinggi badan. (Sumber: Pedoman Tatalaksana Gizi Usia Lanjut Dit. Gizi Masyarakat 2003 )
194 Penilaian Cepat Masalah Kesehatan = RHA (Rapid Health Assessment) Serangkaian kegiatan yang meliputi pengumpulan informasi subyektif dan obyektif guna mengukur kerusakan dan mengidentifikasi kebutuhan dasar penduduk yang menjadi korban dan memerlukan ketanggap-daruratan. Penilaian ini dilakukan secara cepat karena harus dilaksanakan dalam waktu yang terbatas, selama atau segera sesudah suatu kedaruratan. (Sumber: WHO)
195 Penyakit Alzheimer Penyakit sistem saraf di mana protein abnormal (yang kusut dan plakat) berkembang di otak, dan jaringan otak menyusut. Seiring waktu, akumulasi protein ini menyebabkan masalah dalam proses berpikir normal dan kemampuan untuk membuat keputusan dan pertimbangan, perubahan kepribadian, perilaku abnormal, dan masalah memori. Penyakit Alzheimer adalah salah satu penyebab demensia.
196 Penyakit Degeneratif Secara umum penyakit ini merupakan proses penurunan fungsi organ tubuh yang umumnya terjadi pada usia tua. Namun ada kalanya juga bisa terjadi pada usia muda, akibat yang ditimbulkan adalah penurunan derajat kesehatan yang biasanya diikuti dengan penyakit. Akibat yang paling bahaya dari penyakit ini adalah rasa sakit dan juga sangat menyita biaya terutama saat masa tua, dan bisa juga akan berakhir dengan kematian. Contoh penyakit degeneratif antara lain Asam urat, Osteoporosis, Diabetes Mellitus, Kolesterol, hipertensi, jantung dan stroke, Ginjal.
197 Penyakit Ginjal Kronis Kehilangan fungsi ginjal yang lambat dan progresif selama beberapa tahun, sering mengakibatkan kegagalan ginjal permanen. Orang dengan gagal ginjal permanen membutuhkan dialisis atau transplantasi.
198 Penyakit Graves (goiter difusa toksika) Suatu penyakit otonium yang biasanya ditandai oleh produksi autoantibodi yang memiliki kerja mirip TSH (Thyrotropin Stimulating Hormone - Receptor Antibody /TSHR-Ab) pada kelenjar tiroid. Penderita penyakit Graves memiliki gejala-gejala khas dari hipertiroidisme dan gejala tambahan khusus yaitu pembesaran kelenjar tiroid/struma difus, oftamopati (eksoftalmus/ mata menonjol) dan kadang-kadang dengan dermopati.
199 Penyakit Hirschsprung Cacat lahir di mana jumlah sel saraf berkurang pada usus besar.
200 Penyakit Hodgkin Sejenis limfoma, kanker dalam sistem limfatik, penyakit Hodgkin menyebabkan sel-sel dalam sistem limfatik untuk mereproduksi abnormal, akhirnya membuat tubuh kurang mampu melawan infeksi. Pembesaran kelenjar getah bening, limfa dan jaringan limfatik lainnya juga terjadi.
201 Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Kondisi yang muncul dalam bentuk jantung yang cacat saat lahir. Operasi perbaikan seringkali dapat memperbaiki masalahnya segera. Namun, kadang-kadang penyakit jantung bawaan tidak terdeteksi hingga dewasa.
202 Penyakit Jantung Iskemik = Iskemia Miokard Penyakit yang ditandai oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Biasanya terjadi sekunder terhadap penyakit arteri koroner/penyakit jantung koroner, di mana aliran darah melalui arteri terganggu.
203 Penyakit Jantung Koroner (PJK) Penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner.
204 Penyakit Jantung Kronis (PJK) Penyakit jantung yang terjadi karena rusaknya dinding pembuluh darah karena beberapa faktor resiko seperti radikal bebas yang terkandung dalam rokok dan polusi, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok dan sebagainya.
205 Penyakit Kardiovaskuler Penyakit yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Ada banyak macam penyakit kardiovaskular, tetapi yang paling umum dan paling terkenal adalah penyakit jantung koroner dan stroke.
206 Penyakit Kawasaki (sindrom mukokutan limfa node) Penyakit yang menyerang anak-anak, pertama kali terjadi di Jepang tetapi sekarang sudah tersebar di seluruh dunia. Bagian tubuh yang dipengaruhi adalah limfa node, kulit, arteri koroner jantung. Penyakit ini diawali dengan demam, rasa capek dan terkadang nyeri pada lambung. Kemudian terjadi ruam dan beberapa hari kemudian terjadi konjungtivitas, dan perubahan membran mukosa menjadi merah, lidah merah dan kering. Kelenjar limfa di leher membesar.
207 Penyakit Menular Seksual (PMS) Penyakit yang menyebar melalui kontak seksual, termasuk klamidia, gonore, kutil kelamin, herpes, sifilis, dan infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus/HIV) yang menyebabkan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome).
208 Penyakit Sapi Gila = bovine spongiform encelopathy Kondisi neurologis di mana lubang-lubang kecil terbentuk di otak sebagai akibat dari pertemuan protein abnormal (prion) di sana. Penyakit ini terutama mempengaruhi sapi, tapi manusia dapat terinfeksi jika memakan daging dari hewan yang terkontaminasi.
209 Penyakit arteri perifer Penyakit penyumbatan pembuluh darah di kaki akibat adanya plak lemak.
210 Penyakit dalam Spesialisasi medis yang didedikasikan untuk diagnosis dan pengobatan orang dewasa. Seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam penyakit dalam disebut sebagai internis atau spesialis penyakit dalam.
211 Penyakit infeksi Penyakit yang disebabkan oleh bibit penyakit seperti bakteri, virus, jamur, cacing dan lain-lainnya
212 Penyakit katastropik Penyakit yang berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat terjadi ancaman jiwa yang membahayakan jiwanya. Beberapa penyakit yang termasuk penyakit katastropik di antaranya, hipertensi (darah tinggi) yang berpotensi menjadi kronis dan berkomplikasi, misalnya, terjadinya stroke atau serangan jantung, penyakit jantung koroner yang membutuhkan penanganan komprehensif, penyakit gagal ginjal kronis yang membutuhkan cuci darah permanen, penyakit per kolesterol yang tinggi yang membutuhkan obat-obatan yang panjang, Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis, dimana penderitanya membutuhkan untuk mengkonsumsi obat secara terus menerus, penyakit pasca stroke, lalu penyakit ganas lainnya seperti kanker, tumor dan lainnya. Termasuk penyakit infeksi yang serius, misalnya, hepatitis atau radang hati yang dapat menyebabkan sirosis atau penyakit tuberkulosis paru yang memerlukan obat-obatan lama.
213 Penyakit menular = Communicable disease Penyakit infeksi yang dapat dari orang atau hewan sakit, dari reservoar ataupun dari benda-benda yang mengandung bibit penyakit lainnya ke manusia yang sehat.
214 Penyakit subklinis = Subclinical disease Suatu penyakit yang dikenali hanya berdasarkan uji khusus karena tidak memperlihatkan keluhan dan tanda.
215 Penyakit terminal Suatu keadaan sakit dimana menurut akal sehat tidak ada harapan lagi bagi penderita untuk sembuh. Kondisi tersebut adalah suatu proses yang rpogresif menuju kematian berjalan melalui suatu proses penurunan fisik, psikososial dan spiritual bagi individu. Jenis penyakit terminal diantaranya penyakit-penyakit kanker/penyakit-penyakit infeksi, Congestif Renal Failure (CRF), Stroke Multiple Sclerosis, AIDS dan akibat kecelakaan fatal.
216 Penyalahguna NAPZA Orang yang menggunakan NAPZA tanpa indikasi medis dan tidak dalam pengawasan dokter (menggunakan NAPZA dengan salah)
217 Penyalur Alat Kesehatan Badan Hukum Perseroan Terbatas, koperasi atau perusahaan perorangan yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran alat kesehatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
218 Penyandang cacat (Penca) Orang yang tidak dapat mendengar, berbicara, bergerak, melihat atau bertingkah laku sebagaimana lazimnya orang-orang lain yang sama umurnya dengan mereka
219 Penyandang cacat fisik Seorang anak yang mempunyai kecacatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi tubuh, antara lain gerak tubuh, penglihatan, pendengaran, kemampuan bicara/wicara dan penyakit kronis (kusta, TB, degeneratif: diabetes, hipertensi, stroke)
220 Penyandang cacat mental anak Seorang anak yang mempunyai kelainan mental dan atau tingkah laku, yang dapat disebabkan oleh cacat bawaan atau penyakit yang didapat, atau seorang yang mengalami gangguan jiwa yang disebabkan oleh faktor organobiologis maupun fungsional yang mengakibatkan perubahan dalam alam pikiran, alam perasaan dan perbuatan sehingga memiliki masalah sosial dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, mencari nafkah dan dalam kegiatan bermasyarakat.
221 Penyelidikan epidemiologi Upaya penyeledikan terhadap kasus kejadian luarbiasa untuk mencari faktor risiko dan upaya pemutusan mata rantai agar tidak terjadi pada yang lain
222 Penyiapan dan pemberian obat Proses kegiatan yang dilakukan oleh tenaga farmasi mulai dari penerimaan resep/instruksi pengobatan sampai dengan obat siap untuk diberikan kepada pasien
223 Perawatan Metode Kangguru Kontak kulit antara ibu dan bayi secara dini, terus-menerus dan dikombinasikan dengan pemberian ASI eksklusif. Metode ini digunakan untuk bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).
224 Perbekalan Farmasi Sediaan farmasi yang terdiri dari obat, bahan obat, alat kesehatan reagensia, radio farmasi dan gas medis
225 Perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) Alat, bahan atau campuran untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan untuk manusia, hewan peliharaan, rumah tangga dan tempat-tempat umum. (Sumber: Permenkes No. 1184/Menkkes/Per/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga)
226 Perbekalan kesehatan
227 Pergeri Perhimpunan Gerontologi Indonesia
228 Pergizi Model Penanggulangan Anak Balita Kurang Gizi berbasis pemberdayaan masyarakat, melalui kegiatan edukasi/pembelajaran/penyuluhan/KIE, rehabilitasi gizi (pemberian PMT, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, pemberian micronutrient), dilakukan secara terpadu, bersinergi, dan berkemitraan di tingkat masyarakat (Posyandu) dan diharapkan dapat melibatkan masyarakat untuk memberikan kontribusi berupa bahan makanan, tenaga ataupun uang.
229 Perilaku Berisiko Setiap perilaku atau tindakan yang meningkatkan kemungkinan seseorang tertular atau menularkan penyakit, seperti HIV. Beberapa contoh perilaku berisiko dalam konteks HIV termasuk melakukan hubungan seks tanpa kondom, terutama dengan banyak pasangan, dan menyuntikkan obat-obatan dengan peralatan yang terkontaminasi. Penggunaan alkohol juga telah dikaitkan dengan perilaku berisiko karena efeknya pada kemampuan individu untuk membuat keputusan dan melakukan seks yang aman.
230 Perilaku Gizi seimbang Kebiasaan seseorang memilih dan mengkonsumsi gizi untuk dirinya maupun orang lain untuk memenuhi kebutuhan gizi baik jumlah maupun jenis zat gizi yang didasarkan kepada pengetahuan, sikap, dan pengalaman yang bersangkutan. (Sumber: terjemahan bebas)
231 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam hal ini ada 5 program prioritas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, Dana Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM
232 Perilaku sedentary Perilaku santai antara lain duduk, berbaring dan lain-lain dalam kegiatan sehari-hari baik di tempat kerja (kerja di depan komputer, membaca) di rumah (menonton TV dan main game), di perjalanan/transportasi (bis, kereta, motor), tetapi tidak termasuk waktu tidur.
233 Perinatal = masa perinatal Periode yang dimulai saat 28 minggu masa kehamilan sampai hari ke tujuh sesudah persalinan
234 Perinatal Mortality Rate Batasan yang diakui adalah seperti berikut ini: angka kematian perinatal = (kematian janin (usia kehamilan 28 minggu atau lebih) + kematian bayi usia 1 minggu) / (kematian janin + jumlah kelahiran hidup pada populasi dan masa yang sama) x 1.000 Tetapi, definisi yang digunakan di banyak negara yang tidak memiliki pencatatan statistik vital yang baik, mengeluarkan jumlah kematian janin dari denominator. Kematian perinatal berguna sebagai indikator kualitas dari pelayanan antenatal dan pelayanan obstetrik dan biasanya berupa angka per 1000 kelahiran per tahun
235 Peringatan / perhatian Peringatan yang perlu diperhatikan untuk menghindari efek merugikan atau efek toksis karena kondisi pasien serta upaya penanganan untuk mengurangi / mengatasi efek yang mungkin terjadi
236 Perlengkapan farmasi rumah sakit Semua peralatan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pelayanan kefarmasian di farmasi rumah sakit
237 Pernefri Perhimpunan Nefrologi Indonesia
238 Persetujuan Tindakan Kedokteran Persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien.
239 Persyaratan Keamanan Pangan Standar dan ketentuan-ketentuan lain yang harus dipenuhi untuk mencegah pangan dan kemungkinan adanya bahaya, baik karena cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.
240 Persyaratan Sanitasi Standar kebersihan dan kesehatan yang harus dipenuhi sebagai upaya mematikan atau mencegah hidupnya jasad renik patogen dan mengurangi jumlah jasad renik lainnya agar pangan yang dihasilkan dan dikonsumsi tidak membahayakan kesehatan dan jiwa manusia.
241 Pertusis = Batuk Rejan Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis dengan gejala batuk yang semakin kuat dan berlangsung terus-menerus, sulit berhenti, sehingga dapat menimbulkan cyanosis.
242 Peserta KB Baru Pasangan Usia Subur (PUS) yang baru pertama kali menggunakan metode kontrasepsi termasuk mereka yang pasca keguguran, sesudah melahirkan, atau pasca istirahat minimal 3 bulan.
243 Peserta KB aktif = Current User (CU) Pasangan Usia Subur yang pada saat ini masih menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi.
244 Petugas Kalibrasi Orang yang diberi wewenang dan bertanggung jawab untuk melakukan pengujian dan kalibrasi alat
245 Petugas Kesehatan Orang yang bertugas melakukan upaya kesehatan promotif dan preventif di lingkup Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, Poskesdes/Polindes, Posyandu, serta UKBM lainnya.
246 Pharmaceutical Care = Pelayanan Kefarmasian Bentuk pelayanan dan tanggung jawab langsung profesi apoteker dalam pekerjaan kefarmasian untuk meningkat kualitas hidup pasien
247 Physical abuse terhadap anak Kekerasan yang mengakibatkan cedera fisik nyata ataupun potensial terhadap anak, sebagai akibat dari interaksi atau tidak adanya interaksi, yang layaknya berada dalam kendali orangtua atau orang dalam posisi tanggungjawab, kepercayaan atau kekuasaan.
248 Pil Kombinasi Pil Kontrasepsi yang mengandung hormon aktif estrogen dan progestin
249 Pil Mini Kontrasepsi yang diberikan secara oral dalam bentuk pil yang mengandung hormon progestin. Pil mini sangat dianjurkan bagi ibu menyusui bayinya sampai 6 bulan karena tidak menghambat produksi ASI.
250 Piramida Makanan Panduan nutrisi untuk orang sehat yang berusia di atas dua tahun. Pedoman ini dikembangkan oleh Kementerian Pertanian AS (USDA), yang menekankan untuk mengonsumsi berbagai macam makanan dari lima kelompok utama dan meminimalkan asupan lemak dan gula. Jumlah harian dari setiap kelompok diwakili oleh bentuk segitiga. Piramida ini terdiri dari empat tingkat. Pada puncaknya adalah lemak dan gula, tingkat kedua adalah makanan dari hewan (susu dan daging), tingkat ketiga adalah makanan dari tanaman (sayuran dan buah-buahan), dan tingkat terbawah adalah makanan dari biji-bijian (roti, sereal, dan beras).
251 Piramida penduduk = Population Pyramid Penyajian proporsi penduduk menurut golongan umur dan jenis kelamin secara grafik. Bentuk piramida dengan dasar yang lebar, kedua sisi yang curam, dan puncak yang runcing, khas untuk sebagian besar negara berkembang. Bentuk seperti ini disebabkan karena tingginya angka fertilitas dan angka kematian usia muda.
252 Plasebo = placebo Zat atau obat yang tidak menimbulkan efek pada tubuh (sering kali pil berisi gula). Zat ini diberikan pada salah satu kelompok sebagai pembanding, sementara kelompok lain diberikan obat sebenarnya. Hasil dari kedua kelompok itu kemudian dibandingkan.
253 Pneumoconiasis Penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh adanya partikel (debu) yang masuk atau mengendap di dalam paru-paru. Penyakit pnemokoniosis banyak jenisnya, tergantung dari jenis partikel (debu) yang masuk atau terhisap ke dalam paru-paru. Beberapa jenis penyakit pneumoconiosis yang banyak dijumpai di daerah yang memiliki banyak kegiatan industri dan teknologi, yaitu Silikosis, Asbestosis, Bisinosis, Antrakosis dan Beriliosis.
254 Pneumocystis carinii pneumonia (PCP) Infeksi oportunistik yang terjadi pada populasi imunosupresi, terutama pasien dengan infeksi virus human immunodeficiency canggih. Presentasi klasik batuk nonproduktif, sesak napas, demam, infiltrat interstisial bilateral dan hipoksemia tidak selalu muncul. Metode diagnostik pilihan termasuk induksi dahak dan lavage bronchoalveolar.
255 Podes (data Podes) Data Podes atau Data Potensi Desa merupakan sumber data tematik berbasis wilayah yang mampu menggambarkan potensi suatu wilayah setingkat desa di seluruh Indonesia. Data Podes tersebut dapat diolah sehingga dihasilkan informasi penting berbasis wilayah untuk berbagai keperluan oleh berbagai pihak yang membutuhkan. Sebagai contoh, data Podes digunakan untuk mengidentifikasi desa yang masih diklasifikasikan sebagai desa tertinggal dan diduga sebagai wilayah yang dihuni oleh penduduk miskin.
256 Polifarmasi Peresepan majemuk atau pemberian beberapa obat untuk satu indikasi yang sama. Contoh: pemberian puyer pada pasien anak pilek dan batuk berisi amoksisilin, parasetamol, gliseril guaiakolat/GG, deksametason, CTM dan luminal.
257 Polindes (Pondok Bersalin Desa) Bangunan yang dibangun dengan sumbangan dana pemerintah dan partisipasi masyarakat desa untuk tempat pertolongan persalinan dan pemondokan ibu bersalin, sekaligus tempat tinggal Bidan di Desa. Di samping pertolongan persalinan juga dilakukan pelayanan antenatal dan pelayanan kesehatan lain sesuai kebutuhan masyarakat dan kompentensi teknis bidan tersebut. (Sumber: Pedoman Kerja Puskesmas Jilid I, Depkes RI tahun 1999)
258 Poltekkes = Politeknik Kesehatan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan yang melaksanakan pendidikan professional program Diploma III dan atau Diploma IV
259 Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) Wadah dari serangkaian upaya pemeliharaan kesehatan pekerja yang terencana, teratur dan berkesinambungan yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat pekerja. Pos UKK bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang memberikan Pelayanan Kesehatan Dasar (Primary Health Care) bagi masyarakat perkerja terutama pekerja informal, untuk meningkatkan kesehatan pekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja.
260 Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) Bentuk peran serta masyarakat dalam kegiatan monitoring dan deteksi sini faktor risiko PTM (merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktifitas fisik, obesitas, stress, hipertensi, hiperglikemia dan hiperkolesterol) secara terpadu, rutin dan periodik, serta menindaklanjutinya secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuknya ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar.
261 Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) Forum silahturahmi, komunikasi, advokasi dan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu dengan tujuan untuk (1) Terselenggarannya upaya pemberdayaan dalam masyarakat; (2) Membantu keluarga tidak mampu melaksanakan fungsi-fungsi keluarga; (3) Mewujudkan keluarga mandiri.
262 Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) Poskesdes adalah upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan atau menyediakan pelayanan kesehatan dasar masyarakat desa. Poskesdes dibentuk dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat serta sebagai sarana kesehatan yang merupakan pertemuan antara upaya masyarakat dan dukungan pemerintah. Pelayanan pokesdes meliputi upaya promotif, preventif dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan terutama bidan dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela.
263 Poskestren = Pos Kesehatan Pesantren Salah satu wujud upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) di lingkungan pondok pesantren, dengan prinsif dari, oleh, dan untuk warga pondok pesantren, yang mengutamakan pelayanan promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (Pencegahan kesehatan) tanpa mengabaikan aspek kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan), dengan binaan puskesmas setempat. (Sumber: Draft Pedoman Pengelolaan, Pembinaan dan Peningkatan Pos Kesehatan Pesantren. Departemen Kesehatan RI tahun 2005)
264 Post partum Setelah melahirkan atau persalinan.
265 Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) = Integrated Health Post Salah satu wadah peran serta masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan dasar dan memantau pertumbuhan balita dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara dini. Posyandu menjadi binaan puskesmas dalam wilayah kerja puskesmas.
266 Posyandu Lansia Wadah pelayanan kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) untuk melayani penduduk Lansia, yang proses pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersma lembaga swadaya masyarakat (LSM), lintas sektor pemerintah dan non-pemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain, dengan menitikberatkan pelayanan kesehatan pada upaya promotif dan preventif.
267 Pra Hospital = Pra Rumah Sakit Kondisi sebelum dibawa ke rumah sakit
268 Pra-Usila = Pra Usia Lanjut Seseorang yang berusia antara 45-59 tahun
269 Praktik Kedokteran Rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh dokter dan dokter gigi terhadap pasien dalam melaksanakan upaya kesehatan.
270 Pre Eklampsi Gangguan multisistem spesifik pada kehamilan, didefinisikan sebagai hipertensi pada ibu hamil setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan dengan adanya proteinuria dan atau edema. Eklampsia pada umumnya timbul pada wanita hamil atau dalam nifas dengan tanda-tanda pre eklampsia. Pada wanita yang menderita eklampsia timbul serangan kejang yang dapat diikuti oleh koma.
271 Pre Hospital = Pra Rumah Sakit Kondisi sebelum dibawa ke rumah sakit
272 Prebiotik Substansi makanan yang meningkatkan pertumbuhan beberapa bakteri usus yang menguntungkan bagi kesehatan. Sumber alami prebiotik dapat berasal dari produk susu yang mengandung FOS (Frukto Oligosakarida) dan GOS (Galakto Oligosakarida). Prebiotik yang berasal dari serat karbohidrat oligosakarida terdapat dalam buah-buahan, kacang polong-polongan, biji utuh sereal misalnya gandum, sayur-sayuran seperti asparagus, brokoli, dan bumbu-bumbu masak. Prebiotik menyebabkan keseimbangan flora usus dimana bakteri flora normal akan menekan berbagai bakteri patogen pada saluran pencernaan.
273 Pregnancy related Death Kematian seorang perempuan dalam masa 42 hari pasca persalinan tanpa melihat penyebab kematiannya.
274 Preskripsi diet Kebutuhan zat gizi klien / pasien yang dihitung berdasarkan status gizi dan kondisi kesehatannya. Preskipsi diet dibuat oleh nutrisionis/dietisien. (Sumber : Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit Departemen Kesehatan RI 2003)
275 Prevalence Rate = Angka Prevalensi Jumlah semua kasus, kejadian, atau keadaan pada titik waktu tertentu dibagi dengan jumlah total populasi yang terkena risiko pada titik waktu yang sama. Angka prevalens paling sering digunakan untuk penyakit atau kejadian yang berlangsung lama.
276 Prevalens = Prevalence Jumlah kasus, kejadian, atau keadaan pada populasi tertentu pada satu titik waktu tertentu.
277 Prevention = Pencegahan Tindakan yang bertujuan meningkatkan dan memelihara kesehatan melalui intervensi, seperti perbaikan status gizi, imunisasi, penyediaan air bersih, dan pembuatan jamban (pencegahan primer). Pencegahan sekunder meliputi tindakan yang bertujuan mendeteksi penyakit atau infeksi sedini mungkin, sedangkan pencegahan tersier ditujukan untuk mengurangi keluhan penyakit dan kecacatan
278 Pria Potensial Risti Pria Potensial Berisiko Tinggi
279 Primigravida Wanita hamil untuk pertama kalinya, selanjutnya secundagravida adalah wanita hamil untuk kedua kalinya dan multigravida untuk ketiga dan seterusnya.
280 Probiotik Bakteri yang memanfaatkan nutrisi sebagai sumber pertumbuhan bakteri. Probiotik berfungsi sebagai suplemen makanan yang mengandung bakteri atau jamur yang menguntungkan kesehatan usus. Bakteri yang sering digunakan adalah bakteri asam laktat (LAB) karena kemampuan mengkonversi laktosa menjadi asam laktat. Efek utama probiotik adalah menstimulasi secara selektif pertumbuhan bifidobacteria dan lactobacilli dalam usus sehingga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap mikroorganisme patogen alamiah dengan menurunkan pH.
281 Produk diagnostik invitro Produk diagnostik yang digunakan secara invitro
282 Produk diagnostik Reagensia, instrumen dan sistem yang digunakan untuk mendiagnosa penyakit atau kondisi lain termasuk penentuan tingkat kesehatan dengan maksud pengobatan, pengurangan atau mencegah penyakit atau akibatnya. (Sumber: Permenkes No. 1184/Menkkes/Per/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga)
283 Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat = PHBS Upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya
284 Prokesga (Program Keluarga Sehat) Program Kementerian Kesehatan yang mencakup pendataan di wilah kerja puskesmas, berupa Instrumen yang berisi berkas (folder) yang digunakan oleh puskesmas untuk merekam data dari masing-masing keluarga yang ada di wilayah kerja puskesmas.
285 Promosi Kesehatan Ilmu dan seni untuk membantu orang mengubah gaya hidup mereka untuk bergerak menuju keadaan kesehatan yang optimal. Kesehatan optimal adalah keseimbangan fisik, kesehatan emosional, sosial, spiritual, dan intelektual
286 Provisional Tolerable Daily Intake (PTDI) = Asupan Harian Sementara yang Dapat Ditoleransi Jumlah maksimum sementara suatu zat dalam miligram per kilogram berat badan yang dapat dikonsumsi dalam sehari tanpa menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan.
287 Provisional Tolerable Monthly Intake (PTMI) = Asupan Bulanan Sementara yang Dapat Ditoleransi Jumlah maksimum sementara suatu zat dalam miligram per kilogram berat badan yang dapat dikonsumsi dalam sebulan tanpa menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan.
288 Provisional Tolerable Weekly Intake (PTWI) = Asupan Mingguan Sementara yang Dapat Ditoleransi Jumlah maksimum sementara suatu zat dalam miligram per kilogram berat badan yang dapat dikonsumsi dalam seminggu tanpa menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan.
289 Provitamin D Zat-zat gizi yang terdapat pada sayur-sayuran, buah-buahan, telur, dan hati yang akan diubah oleh sinar matahari menjadi vitamin D.
290 Public Safety Center (PSC) Pusat pelayanan terpadu yang menjamin kebutuhan masyarakat dalam hal-hal yang berhubungan dengan kegawatdaruratan, termasuk pelayanan medis yang dapat dihubungi dalam waktu singkat di manapun berada. Merupakan ujung tombak pelayanan yang bertujuan untuk mendapatkan respon cepat (quick response) terutama pelayanan pra rumah sakit.
291 Pupae Index (PI) Menghitung jumlah kontainer positif larva dibagi dengan jumlah yang diperiksa dikalikan 100%. Hasil perhitungan tersebut kemudian dibandingkan dengan larva index dari WHO untuk mengetahui tingkat risiko yang dimiliki.
292 Pusat Kebugaran Jasmani = Fitness Center Tempat untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani melalui kegiatan latihan fisik dan olahraga secara baik, benar, terukur dan teratur. (Sumber: Pedoman Upaya Kesehatan Olahraga di Puskesmas. Departemen Kesehatan RI Ditjen Bina Kesmas tahun 2004)
293 Puskesmas = Pusat Kesehatan Masyarakat Unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. (Sumber: Kepmenkes nomor: 128/menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Puskesmas)
294 Puskesmas Mampu PONED Puskesmas dengan tempat perawatan yang mampu menangani pelayanan kegawatdaruratan medis dasar pada persalinan dan bayi baru lahir.
295 Puskesmas Perkotaan Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang wilayah kerjanya memiliki kriteria sebagai wilayah perkotaan. (Sumber : Pedoman Penyelenggaraan Puskesmas di Perkotaan, Depkes RI, Ditjen Bina Kesmas, tahun 2005)
296 Puskesmas Santun Lansia Puskesmas yang menyediakan ruang khusus untuk melakukan pelayanan bagi kelompok usia lanjut yang meliputi pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
297 Puskesmas perawatan Puskesmas yang diberi tambahan ruangan dan fasilitas untuk menolong penderita gawat darurat baik berupa tindakan operatif terbatas maupun perawatan sementara di ruangan rawat inap dengan tempat tidur rawat inap. Merupakan pusat rujukan antara melayani penderita gawat darurat sebelum dapat dirujuk ke rumah sakit. (Sumber: Pedoman Kerja Puskesmas Jilid I, Departemen Kesehatan RI tahun 1999)
298 Pusling = Puskesmas Keliling Unit pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil berupa kendaraan bermotor roda empat atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan komunikasi serta seperangkat tenaga yang berasal dari puskesmas, pusling ini berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan karena letaknya jauh dan terpencil. (Sumber: Pedoman Kerja Puskesmas Jilid I, Departemen Kesehatan RI tahun 1999)
299 Pustu = Puskesmas Pembantu Unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu memperluas jangkauan Puskesmas dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil serta jenis dan kompetensi pelayanan yang disesuaikan dengan kemampuan tenaga dan sarana yang tersedia. (Sumber: Pedoman Kerja Puskesmas Jilid I, Departemen Kesehatan RI tahun 1999)

Tentang Kamus Kesehatan

Kamus Kamus Kesehatan ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Kesehatan, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.