Kata Awalan O Menurut Kamus Kesehatan

Ditemukan 60 Kata awalan o menurut Kamus Kesehatan. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 obat Bahan/paduan bahan-bahan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit, luka atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia/hewan, memperelok badan atau bagian badan manusia
2 obat bebas Obat yang dapat diperoleh secara bebas tanpa resep dokter dan dapat dibeli di apotek, toko obat atau toko biasa. Pada wadah atau kemasannya diberi tanda khusus berupa lingkaran hijau dengan garis tepi hitam
3 obat generik Obat dengan nama resmi International Non Propietary Names (INN) yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Kualitas OG tidak kalah dengan obat bermerk karena dalam memproduksinya perusahaan farmasi harus melengkapi persyaratan ketat dalam Cara-cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
4 obat luar Obat yang tidak diminum dan digunakan dengan cara lain seperti dioleskan (krim, lotion, obat gosok), diteteskan (obat tetes mata, tetes hidung dan tetes telinga), dimasukan di dalam rektal (supositoria) dan ditempelkan (seperti koyo, plester)
5 obat paten Obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat (pabrik) atau yang dikuasakannya, dan dijual dalam bungkus asli pabrik yang memproduksinya
6 obat tradisional Bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. (Sumber: Kepmenkes nomor 1076/menkes/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional)
7 obesitas Suatukondisi medisberupa kelebihanlemak tubuhyang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkanharapan hidupdan/atau meningkatkan masalah kesehatan.Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bilaindeks massa tubuh(IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalamkilogramdengan kuadrat tinggi badan dalammeter, lebih dari 30kg/m2.
8 olahraga Suatu bentuk aktifitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang yang diujukan untuk meningkatkan kebugaran. (Sumber: Pedoman Upaya Kesehatan Olahraga di Puskesmas. Departemen Kesehatan RI Ditjen Bina Kesmas tahun 2004)
9 oralit Kombinasi khusus dari garam yang dicampur dengan air. Fungsinya membantu menggantikan cairan yang hilang karena diare.
10 ortopedi Spesialisasi medis yang berkaitan dengan koreksi cacat yang disebabkan oleh penyakit atau kerusakan (termasuk trauma) tulang dan sendi dari sistem kerangka. Disiplin ini sering melibatkan operasi, serta berbagai teknik lainnya seperti manipulasi dan traksi.
11 osteoporosis Penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang akhirnya dapat menimbulkan kerapuhan tulang.
12 ovulasi Proses dalam siklus menstruasi wanita di mana folikel yang matang pecah dan mengeluarkan sel telur (ovum, juga disebut oosit atau gamet betina) ke tuba falopi untuk dibuahi. Lapisan rahim telah menebal dalam rangka mempersiapkan sel telur yang telah dibuahi. Jika konsepsi (pembuahan) tidak terjadi, lapisan rahim serta darah akan diruntuhkan Penumpahan telur yang tidak dibuahi dan dinding rahim ini disebut menstruasi. Ovulasi dimulai saat pubertas dan terus berlangsung secara bulanan pada tahun-tahun usia subur. Selama kehamilan, ovulasi terhenti.
13 ortodontis Dokter gigi spesialis yang mengkhususkan diri dalam intersepsi diagnosis, pencegahan, dan pengobatan maloklusi atau gigitan buruk dari gigi dan struktur sekitarnya. Spesialis ini bertanggung jawab untuk meluruskan gigi dengan menggerakkan gigi menembus tulang dengan menggunakan band, kabel, kawat gigi, dan peralatan korektif tetap atau lepasan lainnya.
14 OAT (Obat Anti Tuberkulosis) Sekelompok obat yang digunakan untuk pengobatan tuberkulosis
15 OD (Over Dosis) Gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa di terima oleh tubuh. OD sering disangkutan dengan terjadinya bila heroin digunakan bersama alkohol, obat tidur misalnya golongan barbiturat (luminal) atau penenang (valium, xanax, mogadon/BK dan lain-lain). Jangan mengkonsumsi heroin bersama alkohol atau obat tersebut.
16 ODF (Open Defecation Free) Kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.
17 ODGJ Orang dengan Gangguan Jiwa
18 ODGJB Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat
19 ODGJR Orang Dengan Gangguan Jiwa Ringan
20 ODHA Orang Dengan HIV AIDS; sebutan untuk orang-orang yang telah mengidap HIV/AIDS.
21 ODMK Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) oleh hukum dinyatakan sebagai orang yang tidak cakap (onbekwaam) sehingga dia harus diwakili oleh seorang pengampu.
22 ODS Orang Dengan Schizophrenia
23 OHT (Obat Herbal Terstandar) Obat tradisional yang sudah dibuktikan mutu, keamanan dan manfaatnya secara ilmiah serta menggunakan bahan baku yang telah memenuhi standar. Pada OHT telaj dilakukan uji pra-klinik.
24 OMKABA
25 OPV (Oral Polio Vaccine) Vaksin polio yang diberikan melalui tetes mulut.
26 ORI (Outbreak Response Immunization) Penanggulangan suatu KLB (Kejadian Luar Biasa) dengan pemberian imunisasi. Misalnya untuk kasus KLB Difteri, bila ditemukan satu penderita yang didiagnosis oleh dokter sebagai klinis difteri atau konfirmasi difteri maka dianggap sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga dilakukan Outbreak response immunization (ORI), yaitu pemberian imunisasi DPT/ DT/Td kepada semua anak berumur 2 bulan -
27 ORS (Oral Rehydration Solution) Cairan oralit
28 OTC drug = Over The Counter drug Obat yang dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter.
29 OYPMK Orang Yang Pernah Mengalami Kusta
30 Obat Bantuan Obat-obat yang berasal dari sumber dana selain dari kabupaten/kota yang bersangkutan, baik dari pemerintah (pusat dan provinsi) maupun pihak swasta dan bantuan luar negeri.
31 Obat Esensial (E) Obat yang diperlukan dan sering digunakan serta tidak mengandung resiko dalam hal kemampuan suplai di daerah.
32 Obat Esensial (OE) Obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat mencakup upaya diagnosis, profilaksis, terapi dan tercantum, dalam Daftar Obat Esensial (DOEN) yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. OE dipilih yang relevan dengan pola penyakit, terbukti berkhasiat dan aman, dan cost-effectivenes. (Sumber : Kepmenkes No.447/2002 ttg pedoman umum pengadaan obat pelayanan dasar)
33 Obat Keras (Daftar G) Obat beracun yang mempunyai khasiat mengobati, menguatkan, mendesinfeksikan dan lain-lain tubuh manusia; obat berada baik dalam substansi maupun tidak. Obat Daftar G hanya boleh diserahkan kepada seseorang dengan resep dokter, kecuali bila digunakan untuk keperluan teknik. Resep yang mengandung obat Daftar G tidak boleh diulang.
34 Obat Sangat Esensial (SE) Obat yang masih mengandung resiko dalam kemampuan suplainya di daerah. (Sumber : Kepmenkes No.447/2002 ttg pedoman umum pengadaan obat pelayanan dasar)
35 Obat Sangat Sangat Esensial ( SSE) Obat yang harus dijamin ketersediaanya secara tepat waktu dan jenis dan mutu terjamin serta resiko yang seminimal mungkin untuk menjamin kesinambungan pelayanan kesehatan di kabupaten/kota. (Sumber: Kepmenkes No.447/2002 ttg pedoman umum pengadaan obat pelayanan dasar)
36 Obat Sumbangan Sumbangan atau donasi obat dari suatu negara, lembaga swasta internasional atau lembaga donor internasional dapat menunjang pelayanan kesehatan masyarakat suatu negara yang membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, donasi obat harus memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam Pedoman WHO untuk Sumbangan Obat (WHO Guidelines for Drug Donation 2010). Pelayanan kesehatan yang digunakan harus memenuhi pedoman/standar yang berlaku. Pedoman tersebut mencakup ketentuan-ketentuan tentang pemilihan obat, mutu obat dan masa berlaku obat, pengemasan dan pemberian label, informasi dan pengelolaan. Untuk obat yang belum terdaftar di Indonesia maka pemasukan obat bantuan harus melalui mekanisme jalur khusus (Special Access Scheme) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
37 Obat bebas terbatas, Daftar W (dahulu), daftar P (sekarang) Obat yang dapat diperoleh/dibeli tanpa resep dokter di apotek dan toko obat terdaftar. Pada wadah atau kemasannya diberi tanda khusus berupa lingkaran biru tua dengan garis tepi hitam.
38 Obat bermerek = obat paten Obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi yang telah memilih untuk mematenkan rumus obat dan mendaftarkan nama merek. Kontras dengan obat generik. Disebut juga obat paten.
39 Obat dalam (Oral) obat yang diminum seperti tablet, kapsul, kaplet, sirup
40 Obat esensial Obat yang paling banyak diperlukan oleh suatu populasi dan di tetapkan oleh para ahli yang kemudian dibakukan dalam Daftar Obat Esensial Nasional.
41 Obat generik berlogo Obat generik yang diedarkan dengan penandaan yang mencantumkan logo khusus sebagai tanda pengenal bahwa obat generik tersebut memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan
42 Obat golongan narkotika (Daftar O) Golongan obat yang mempengaruhi susunan saraf pusat, adayang memberikan depresi dan ada pula yang memberikan stimulasi pada susunan saraf pusat.
43 Obat spektrum luas Agen kemoterapi yang efektif untuk berbagai jenis patogen.
44 Obstetri (kebidanan) Spesialisasi medis yang berkenaan dengan perawatan wanita selama kehamilan, melahirkan, dan selama 4-8 minggu setelah melahirkan (masa nifas, periode di mana organ-organ reproduksi pulih dari kehamilan dan kembali ke kondisi biasa mereka).
45 Odapus (Orang dengan Lupus) Penyandang penyakit Lupus disebut sebagai "autoimmune disease", yaitu penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan; produksi antibodi yang seharusnya normal menjadi berlebihan, sehingga antibodi itu tidak lagi berfungsi menyerang virus, kuman, dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh, tetapi justru menyerang sel dan jaringan tubuh
46 Oedipus complex Keterlekatan anak pada orangtua yang berjenis kelamin berbeda, disertai dengan perasaan iri dan agresif terhadap orangtua berjenis kelamin yang sama. Perasaan-perasaan ini sebagian besar tertekan karena takut ketidaksenangan atau hukuman oleh orang tua berjenis kelamin yang sama. Dalam penggunaan aslinya, istilah ini diterapkan hanya pada anak laki-laki atau pria.
47 Oksitosin Hormon yang berperan untuk merangsang keluarnya ASI. Oksitosin sering disebut juga dengan hormon cinta karena sangat dipengaruhi oleh kondisi emosional ibu.
48 One day no rice (satu hari tanpa makan nasi) Program diversifikasi pangan dengan cara mengganti bahan baku terigu menjadi mocaf (modified cassava flour/modifikasi tepung singkong), atau bahan baku lain seperti sorgum, atau jagung.
49 Operasi Katarak Pengangkatan lensa mata yang telah mengembangkan kekeruhan, yang disebut sebagai katarak. Perubahan metabolik pada serat lensa dari waktu ke waktu menyebabkan pengurangan transparansi lensa. Setelah operasi pengangkatan lensa, implan lensa intraokuler buatan dimasukkan. Operasi katarak umumnya dilakukan oleh seorang dokter mata secara rawat jalan (bukan rawat inap), di klinik bedah atau rumah sakit, dengan menggunakan anestesi lokal (baik topikal, peribulbar, atau retrobulbar). Lebih dari 90% operasi berhasil memulihkan penglihatan secara bermakna, dengan tingkat komplikasi yang rendah.
50 Operasi bibir sumbing (cheiloplasty) Prosedur bedah untuk memperbaiki cacat bibir sumbing. Bibir sumbing adalah bibir yang tidak bergabung dengan benar saat perkembangan embrio. Bedah ini mengoreksi cacat, mencegah masalah masa depan dalam pernapasan, wicara, dan makan, dan meningkatkan penampilan fisik seseorang. Bibir sumbing adalah kelainan pertumbuhan embrio bawaan yang kedua paling umum (Clubfoot adalah deformitas bawaan yang paling umum). Bibir sumbing lebih sering terjadi pada laki-laki. Bibir sumbing unilateral (hanya satu sisi), umumnya terjadi di sisi kiri, lebih umum daripada bibir sumbing bilateral (dua sisi).
51 Opiat = opioida Senyawa narkotika alami/sintetis yang mempunyai daya menghilangkan nyeri, menimbulkan rasa nyaman, euphoria dan menyebabkan ketagihan. Zat prototipe dari kelompok ini adalah morfin, zat aktif utama dalam opium. Morfin dapat diubah menjadi heroin melalui proses kimia yang cukup sederhana
52 Osteoartritis (OA) Peradangan sendi yang menyebabkan nyeri, pembengkakan dan gerakan berkurang pada sendi Anda. Semua sendi dapat terpengaruh oleh OA, tetapi terutama persendian pada tangan, lutut, pinggul atau tulang belakang. OA adalah bentuk paling umum dari artritis yang disebabkan oleh pecahnya tulang rawan di sendi Anda. Tulang rawan adalah jaringan licin yang menutupi ujung tulang pada sendi. Tulang rawan yang sehat berperan sebagai peredam kejut gerakan. Bila Anda kehilangan tulang rawan, tulang-tulang Anda bergesekan. Seiring waktu, gesekan ini secara permanen dapat merusak sendi.
53 Osteopeni Suatu kondisi yang berarti kepadatan mineral tulang (BMD/Bone Mineral Density) Anda lebih rendah dari puncak BMD normal tetapi tidak cukup rendah untuk diklasifikasikan sebagai osteoporosis. Kepadatan mineral tulang adalah pengukuran tingkat mineral dalam tulang, yang menunjukkan kepadatan dan kekuatannya. Jika BMD Anda lebih rendah dibandingkan dengan BMD puncak normal, Anda dikatakan mempunyai osteopenia. Risiko Anda lebih besar, dengan berjalannya waktu, untuk mengembangkan BMD yang sangat rendah dibandingkan normal, yang dikenal sebagai osteoporosis.
54 Osteosarkoma Tumor ganas primer dari tulang yang ditandai dengan pembentukan tulang yang immatur atau jaringan osteoid oleh sel-sel tumor.
55 Otopsi (post-mortem) Pembedahan dan pemeriksaan organ-organ dan jaringan mayat untuk menemukan penyakit dan cedera yang menyebabkan atau berkontribusi terhadap kematian.
56 Otoskopi Pemeriksaan untuk melihat keadaan dari liang telinga sampai membran timpani. Dapat mengetahui bentuk liang telinga, lapang atau sempit, terdapat sumbatan pada liang telinga atau tidak, kondisi gendang telinga pasien yaitu ada atau tidaknya perforasi dan melihat ada atau tidaknya sekret yang keluar dari telinga.
57 Outbreak Respons Immunization (ORI) Upaya penanggulangan KLB penyakit polio dengan memberikan vaksin polio oral paling lambat 72 jam setelah ditemukan kasus polio dengan luas daerah selektif atau atas analisis epidemiologi atau mempertimbangkan penyebaran virus polio liar, tanpa memandang status imunisasi.
58 Outbreak Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. Disamping penyakit menular, penyakit yang juga dapat menimbulkan KLB adalah penyakit tidak menular dan keracunan. Keadaan tertentu yang rentan terjadinya KLB adalah bencana dan keadaan darurat
59 Outlier Istilah statistik yang mengacu pada nilai-nilai data yang terisolasi yang berada baik di luar rentang nilai terukur pada hampir semua data lain dalam himpunan yang diamati. Ada pertimbangan untuk memutuskan apakah nilai data tertentu dianggap sebagai outlier, misalnya bila nilai di luar standar deviasi tertentu. Outlier kadang-kadang disebabkan oleh kesalahan entri data atau kesalahan lain sehingga harus diperiksa ulang secara seksama untuk menentukan apakah merupakan data yang valid sebelum melakukan analisis statistik.
60 Over Dosis Keadaan atau gejala yang mungkin timbul jika obat diminum dalam dosis yang melebihi dosis lazim atau yang dianjurkan. Istilah ini juga digunakan untuk keadaan fisik yang gawat akibat penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya yang ditandai dengan adanya perubahan faal tubuh seperti kesadaran menurun, tekanan darah menurun dan depresi pernafasan.

Tentang Kamus Kesehatan

Kamus Kamus Kesehatan ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Kesehatan, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.