Kata Awalan K Menurut Kamus Kesehatan

Ditemukan 173 Kata awalan k menurut Kamus Kesehatan. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 kalibrasi Kegiatan peneraan untuk menentukan kebenaran nilai penunjukkan alat ukur dan/atau bahan ukur
2 kalium bahasa Latin untuk potassium
3 kanker Kumpulan sel yang tidak dikelilingi kapsul; hal ini memungkinkan sel-sel tersebut dapat menyebar ke organ-organ tubuh lainnya di luar organ yang terkena. Kanker terbagi atas dua kelompok besar yaitu berbentuk cair, disebut kanker darah; berbentuk padat, terlihat sebagai benjolan yang dapat terjadi pada semua organ tubuh manusia seperti tulang, syaraf tepi, jaringan kelenjar getah bening, bola mata.
4 kaolin tanah Mat yang halus, keputih-putihan, dipakai dalam pembuatan keramik dan sebagai obat penenang dan penyerapl disebut juga Fullers earth dan terra alba.
5 kappa 1 huruf kesepuluh dari abjad Yunani; k; dipakai untuk menunjukan urutan kesepuluh besar/utama. 2 lambang untuk atom karbon kesepuluh.
6 karantina Pembatasan kebebasan seseorang yang diduga telah tertular sesuatu penyakit karantina, selama masa inkubasi penyakit karantina yang diduga. Bila selama dalam pengawasan ini ia benar-benar menderita penyakit karantina yang diduga, ia kemudian akan diisolasikan. Setelah lewat masa inkubasi, ia tetap sehat akan dibebaskan kembali
7 karsinogen Kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker. Residu pestisida, herbisida, zat aditif makanan tertentu dan pelarut seperti benzena adalah contoh-contoh karsinogen telah dikaitkan dengan timbulnya kanker
8 karsinoma Pertumbuhan sel yang ganas yang terdiri dari sel-sel epitel yang cenderung untuk menginfiltrasi jaringan sekitarnya dan menimbulkan metastatis.
9 katarak Sejenis kerusakanmatayang menyebabkanlensa mataberselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dancahayatidak dapat menembusinya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya. dalam perkembangan katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan penguatan lensa, menyebabkan penderita menderitamiopi, menguning secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika tidak diobati. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.
10 keloid massa jaringan parut yang sangat hiperlastik, modeler dan tidak berkapsul
11 kemoterapi Penggunaan obat atau hormon untuk mengatasi kanker. Pemberian obat untuk membunuh sel-sel kanker baik melalui infus atau dalam bentuk tablet (diminum). Kemoterapi biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi agar lebih banyak sel kanker yang dapat dibunuh melalui jalur yang berbeda. Dua istilah medis lain yang sering digunakan untuk menggambarkan kemoterapi adalah antineoplastik (yang berarti anti-kanker) dan terapi sitotoksik (yang berarti membunuh sel-sel kanker).
12 kesiapsiagaan Program pembangunan kesehatan jangka panjang yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan seluruh potensi sumber daya di wilayah agar dapat menanggulangi masalah kesehatan akibat kedaruratan dan bencana secara efisien dari tahap tanggap darurat hingga rehabilitasi secara berkesinambungan sebagai bagian dari pembangunan kesehatan yang menyeluruh. (.cumber: WHO)
13 kolesterol Lemak yang terkandung dalam aliran darah atau sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Kolesterol tidak larut dalam darah sehingga perlu berikatan dengan pengangkutnya, yaitu lipoprotein. Kolesterol dibedakan menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Semakin tinggi HDL dan semakin rendah LDL akan memberikan efek yang baik.
14 kolostrum Air susu kental berwarna kekuning-kuningan yang diproduksi oleh ibu pada hari pertama melahirkan dan beberapa hari berikutnya, merupakan makanan paling sempurna untuk bayi baru lahir. Kolostrum tersebut bernilai gizi paling tinggi dan penuh dengan antibodi yang melindungi bayi terhadap infeksi.
15 kompetensi Pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap (attitude) yang dimiliki oleh seseorang dalam suatu bidang/ standar tertentu, dan hal itu akan tercermin dalam konteks pekerjaan yang dipengaruhi oleh budaya organisasi dan lingkungan kerja
16 kondom Alat kontrasepsi untuk pria berbentuk selubung/sarung yang terbuat dari lateks/karet, plastik (vinyl) yang dipasang pada alat kelamin pria (penis) saat berhubungan seksual.
17 konjungtivitis Radang pada konjungtiva, jaringan mukosa tipis dan transparan yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian depan sklera sampai limbus dengan bagian lipatan di antaranya. Mata merah, penglihatan tidak kabur, pedih, kelopak mata bengkak, terdapat kotoran mata (secret).
18 konseling Suatu proses komunikasi dua arah yang sistemik antara apoteker dan pasien untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan obat dan pengobatan
19 konsultasi Pertukaran pikiran untuk mendapatkan kesimpulan yang sebaik-baiknya
20 kontaminasi Pengotoran permukaan tubuh atau benda-benda oleh sesuatu bibit penyakit.
21 konvensi Sebuah perjanjian multilateral formal antara banyak negara anggota, contohnya Konvensi Hak Anak, Konvensi Hak Penyandang Disabilitas, dan lain-lain.
22 koordinasi Upaya menyatupadukan berbagai sumber daya dan kegiatan organisasi menjadi suatu kegiatan sinergis, agar dapat melakukan penanggulangan masalah kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan terpadu sehingga sasaran yang direncanakan dapat tercapai secara efektif dan efisien serta harmonis
23 krioterapi Sebuah metode penatalaksanaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dengan cara membekukan serviks yang terdapat lesi prakanker pada suhu yang amat dingin (dengan gas CO2) sehingga sel-sel pada area tersebut mati dan luruh, dan selanjutnya akan tumbuh sel-sel baru yang sehat.
24 kronis Suatu kondisi denganonsetlambat, manifestasi ringan tetapi terus-menerus dan tahan lama, sering berefek progresif
25 kuratif Usaha kesehatan dengan pengobatan penyakit.
26 kedaruratan 1) Suatu keadaan yang mengancam nyawa individu dan kelompok masyarakat luas sehingga menyebabkan ketidakberdayaan yang memerlukan respon intervensi sesegera mungkin guna menghindari kematian dan atau kecacatan serta kerusakan lingkungan yang luas. 2) Keadaan yang memerlukan tindakan yang mendesak dan tepat untuk menyelamatkan nyawa, menjamin perlindungan dan memulihkan kesejahteraan masyarakat. (sumber: UNHCR) 3) Keadaan tiba-tiba yang memerlukan tindakan segera karena dapat menyebabkan epidemi, bencana alam atau teknologi, kerusuhan atau karena ulah manusia lainnya (sumber: WHO)
27 kokain Alkaloid yang diperoleh dari daun tanaman Erythroxylon coca. Dalam pembuatan kokain terdapat produk perantara disebut pasta koka yang tidak murni kokain (campuran alkaloid dan residu tanaman). Biasanya dihisap sebagai rokok. Kokain dimurnikan dengan asam hidroklorida, penyalahgunaannya secara hirup (inhalasi) atau melalui injeksi
28 kanker payudara Keganasan yang berasal dari sel kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara, tidak termasuk kulit payudara.
29 K and k blood groups lihat Kell blood group
30 K1 Kunjungan baru ibu hamil, yaitu kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. Cakupan K1 di bawah 70% (dibandingkan jumlah sasaran ibu hamil dalam kurun waktu satu tahun) menunjukkan keterjangkauan pelayanan antenatal yang rendah, yang mungkin disebabkan oleh pola pelayanan yang belum cukup aktif. Rendahnya K1 menunjukkan bahwa akses petugas kepada ibu masih perlu ditingkatkan
31 K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja. Kesehatan dan keselamatan kerja cukup penting bagi moral, legalitas, dan finansial. Semua organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu. Praktek K3 (keselamatan kesehatan kerja) meliputi pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatan dan cuti sakit. K3 terkait dengan ilmu kesehatan kerja, teknik keselamatan, teknik industri, kimia, fisika kesehatan, psikologi organisasi dan industri, ergonomika, dan psikologi kesehatan kerja.
32 K4 Kontak minimal 4 kali selama masa kehamilan untuk mendapatkan pelayanan antenatal, yang terdiri atas minimal 1 kali kontak pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga. Cakupan K4 di bawah 60% (dibandingkan jumlah sasaran ibu hamil dalam kurun waktu satu tahun) menunjukkan kualitas pelayanan antenatal yang belum memadai. Rendahnya K4 menunjukkan rendahnya kesempatan untuk menjaring dan menangani risiko tinggi obstetri
33 KADARZI (Keluarga Sadar Gizi) Keluarga yang berperilaku gizi seimbang, mampu mengenall clan mengatasi masalah gizi anggota keluarganya dengan cara: 1)Memberikan hanya ASI saja kepada bayi, sejak lahir sampai usia 6 bulan 2) Memantau berat badan secara teratur 3) Makan beraneka ragam 4)Mengkonsumsi hanya garam beryodium 5)Mendapatkan clan memberikan suplementasi gizi bagi anggota keluarga yang membutuhkan.
34 KARS Komisi Akreditasi Rumah Sakit
35 KB (Keluarga Berencana) Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran yang dilakukan dengan perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya.
36 KB Suntik Kontrasepsi yang diberikan melalui suntikan intra muskuler (dalam otot) di daerah bokong yang mengandung hormon progestin. Terdapat 2 jenis yaitu Depoprovera dan Depo Noristerat. Jenis suntikan ini diberikan setiap 3 bulan sekali dan dapat digunakan dalam 7 hari setelah bersalin.
37 KEK (Kurang Energi Kronis) Keadaan kekurangan energi dalam waktu lama pada wanita usia subur (WUS) dan ibu hamil yang ditandai dengan ukuran lingkar lengan atas (LiLA) 23,5 cm. (Sumber : Gizi dalam Angka, Depkes 2003)
38 KEP = Kurang Energi Protein Keadaan kurang zat gizi tingkat sedang yang disebabkan oleh rendahnya asupan energi dan protein dalam waktu cukup lama yang ditandai dengan berat badan menurut umur (BB/U) yang berada pada -3SD tabel baku WHO-NCHS. (Sumber: Pemantauan Pertumbuhan Balita, Dit. GM, Depkes, 2003)
39 KHA (Konvensi Hak Anak) Perjanjian internasional yang memberikan pengakuan serta menjamin penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. (konvensi = pakta, perjanjian). KHA disetujui dengan suara bulat oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 20 November 1989.
40 KHPD (Konvensi Hak Penyandang Disabilitas) Konvensi tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas Resolusi Nomor A/61/106 mengenai Convention on the Rights of Persons with Disabilities yang dikeluarkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa pada tanggal 13 Desember 2006, memuat hak-hak penyandang disabilitas dan menyatakan akan diambil langkah-langkah untuk menjamin pelaksanaan konvensi ini. Pemerintah Indonesia telah menandatangani Convention on the Rights of Persons with Disabilities (Konvensi mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas) pada tanggal 30 Maret 2007 di New York.
41 KIDI (Komite Internsip Dokter Indonesia) Lembaga non struktural di dalam Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan yang melaksanakan program internsip.
42 KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Semua kejadian sakit dan kematian yang terjadi dalam masa satu bulan setelah imunisasi, yang diduga ada hubungannya dengan pemberian imunisasi. gejala klinis KIPI dapat timbul secara cepat maupun lambat dan dapat dibagi menjadi gejala lokal, sistemik, reaksi susunan syaraf pusat, serta reaksi lainnya. Pada umumnya, makin cepat KIPI terjadi, gejala makin berat. Berikut beberapa reaksi dan gejala KIPI menurut Chen (1999). Reaksi lokal antara lain abses pada tempat suntikan, Limfadenitis, reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis, BCG-it is. Reaksi SSP antara lain kelumpuhan akut, ensefalopati, ensefalitis, meningitis dan kejang.
43 KK = Kepala Keluarga Seorang dari sekelompok anggota keluarga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari, atau orang yang dianggap/ditunjuk sebagai Kepala Keluarga
44 KKI = Konsil Kedokteran Indonesia Suatu badan otonom, mandiri, non struktural, dan bersifat independen yang terdiri atas Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi. KKI bertanggung jawab kepada Presiden dan berkedudukan di Ibu Kota Negara RI. KKI mempunyai fungsi pengaturan, pengesahan, penetapan serta pembinaan dokter dan dokter gigi yang menjalankan praktik kedokteran dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medis
45 KKMMD Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia
46 KKP = Kantor Kesehatan Pelabuhan Suatu institusi kesehatan yang bertanggung jawab dalam upaya kesehatan, karantina dan sanitasi di wilayah pelabuhan termasuk kapal/ pesawat udara
47 KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) Kartu yang diterbitkan oleh Pemerintah sebagai penanda keluarga kurang mampu, sebagai pengganti Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Informasi lebih lanjut mengenai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), silakan mengunjungi www.kks.tnp2k.go.id.
48 KLB = Kejadian Luar Biasa (Outbreak) Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. Disamping penyakit menular, penyakit yang juga dapat menimbulkan KLB adalah penyakit tidak menular dan keracunan. Keadaan tertentu yang rentan terjadinya KLB adalah bencana dan keadaan darurat
49 KMC (Kangaroo Mother Care = Perawatan Bayi Melekat (PBM)) Kontak kulit di antara ibu dan bayi secara dini, terus menerus dan dikombinasi dengan pemberian ASI eksklusif.
50 KMKF Keteknisian Medis dan Keterapian Fisik
51 KMS = Kartu Menuju Sehat Alat sederhana yang digunakan untuk mencatat dan memantau kesehatan dan pertumbuhan anak. Juga berisi catatan penting individu tentang identitas balita, imunisasi dan pemberian kapsul vitamin A. KMS juga berisi pesan penyuluhan kesehatan dan gizi seperti hal-hal yang berkaitan dengan imunisasi, pencegahan dan penanggulangan diare, pemberian ASI eksklusif dan makananm pendamping ASI. (Sumber: Buku Kader, Depkes 2000; Panduan Penggunaan KMS Balita Bagi Petugas Kesehatan, Depkes 2000)
52 KMS-Usila = Kartu Menuju Sehat Usia Lanjut Alat untuk mencatat kesehatan usia lanjut secara pribadi, baik fisik maupun mental emosionalnya yang diisi oleh petugas kesehatan bekerjasama dengan kader pada kegiatan kelompok atau kunjungan di Puskesmas untuk memantau keadaan kesehatan usia lanjut, deteksi dini terjadinya penyakit dan sebagai sumber informasi dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan usia lanjut
53 KODEKI (Kode Etik Kedokteran) Pedoman bagi dokter Indonesia anggota IDI dalam melaksanakan praktek kedokteran. Tertuang dalam SK PB IDI No 221/PB/A.4/04/2002 tanggal 19 April 2002 tentang penerapan Kode Etik Kedokteran Indonesia.
54 KONAS Kebijakan Obat Nasional
55 KPA Komisi Penanggulangan AIDS
56 KPAD Komisi Penanggulangan AIDS Daerah
57 KPAI Komisi Perlindungan Anak Indonesia
58 KPAN Komisi Penanggulangan AIDS Nasional
59 KPD (Ketuban Pecah Dini) = Premature Rupture of the Membrane (PROM) Keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum waktu kelahiran.
60 KPKN Komite Penanggulangan Kanker Indonesia
61 KPSI Komunitas Peduli Skizoprenia Indonesia
62 KPSP = Kuesioner Pra Skrining Perkembangan Daftar 9-10 pertanyaan singkat kepada orangtua mengenai kemampuan yang telah dicapai oleh anaknya yang berumur 0-6 tahun, untuk mengetahui apakah perkembangan anaknya sesuai atau menyimpang
63 KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) Konsep optimalisasi pemanfaatan pekarangan.
64 KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) Suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem reproduksi (fungsi, komponen dan proses) yang dimiliki oleh remaja baik secara fisik, mental dan sosial.
65 KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) KTD (unwanted pregnancy) adalah kehamilan yang dialami oleh seorang perempuan yang sebenarnya belum atau sudah tidak menginginkan hamil (BKKBN, 2007). Penyebab terjadinya KTD antara lain adalah perkosaan, kurangnya pengetahuan tentang kontrasepsi, terlalu banyak anak, alasan kesehatan janin, usia ibu terlalu muda atau belum siap menikah, pasangan tidak siap menikah atau hubungan dengan pasangan yang belum matang, dan masalah ekonomi.
66 KTR (Kawasan Tanpa Rokok) Ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, mempromosikan dan atau menggunakan produk tembakau (PP Nomor 81 tahun 1999). Kawasan Tanpa Rokok antara lain sarana kesehatan, sekolah, tempat ibadah, arena kegiatan anak dan angkutan umum.
67 KVA = Kurang Vitamin A Keadaan dimana simpanan vitamin A dalam tubuh sudah sangat kurang Manifestasi KVA dapat dilihat secara klinis misalnya buta senja dan xerophtalmi sedangkan dari subklinis kadar serum retinol di bawah 20 mcg/dl
68 Kadaluarsa Obat Berakhirnya batas aktif dari obat yang memungkinkan obat menjadi kurang aktif atau menjadi toksik (beracun). Kadaluarsa obat juga diartikan sebagai batas waktu dimana produsen obat menyatakan bahwa suatu produk dijamin stabil dan mengandung kadar zat sesuai dengan yang tercantum dalam kemasannya pada penyimpanan sesuai dengan anjuran. Dalam penggunaan obat dikenal istilah medication error, yaitu pemakaian obat yang tidak tepat dan menimbulkan kerugian pada pasien, walaupun pengobatan tersebut berada dalam pengawasan profesional kesehatan, pasien dan konsumen. Salah satu komponen penting dalam medication error adalah deteriorated drug error, yaitu penggunaan obat yang telah kadaluarsa atau integritas secara fisik dan kimia telah menurun.
69 Kaki gajah = Elefantiasis Sindrom obstruksi pembuluh limfatik jangka panjang yang menyebabkan pembengkakan dan kulit yang menebal. Hal ini menyebabkan kecacatan, terutama di kaki. Merupakan salah satu manifestasifilariasis limfatik
70 Kalkulator BMI Suatu program perhitungan komputer untuk mengetahui apakah berat badan saat ini sudah masuk dalam klasifikasi ideal atau belum. Pengguna hanya tinggal memasukkan data berat dan tinggi badannya saja, kemudian secara otomatis program akan menghitung dan memberikan informasi mengenai berat badan (kurus, ideal, gemuk atau obes). Perhitungan secara konvensional menggunakan rumus sederhana dengan cara membagi berat badan dengan tinggi badan yang telah dikuadratkan.
71 Kangaroo Mother Care = KMC = Perawatan Bayi Melekat = PBM Kontak kulit di antara ibu clan bayi secara dim, terus menerus clan dikombinasi dengan pemberian ASI eksklusif
72 Kanker Kolorektal Kanker kolorektal adalah kanker usus besar (kolon) dan usus pembuangan akhir (rektum). Kebanyakan kanker kolorektal berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas (disebut adenoma) dimana pada stadium awal membentuk sebuah polip.
73 Kanker Leher Rahim Keganasan yang terjadi dan berasal dari sel leher rahim yang disebabkan oleh infeksi Human Papiloma Virus (HPV) pada manusia.
74 Kanker Nasofaring Tumor ganas pada daerah antara hidung dan tenggorok.
75 Kanker Serviks Kanker yang terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang sanggama (vagina).
76 Kanker Tulang Keganasan yang timbul pada tulang.
77 Kannabis/ganja Senyawa narkotika yang menimbulkan ketergantungan mental yang diikuti oleh kecanduan fisik dalam jangka waktu yang lama, mempengaruhi perasaan dan penglihatan serta pendengaran. Nama lainnya adalah marijuana, gele, cimeng, hash, rumput atau grass, dan lain-lain
78 Kapossi's sarcoma Tumor pada dinding saluran darah mengakibatkan kerusakan organ dalam termasuk paru-paru.
79 Kartagener's syndrome perpindahan alat-alat dalam sisi tubuh yang berlawanan (situs inversus) yang berhubungan dengan pelebaran saluran bronkial (bronkiektasis_ dan siusitis kronis.
80 Kasus suspek Penyakit klinis yang kompatibel atau memenuhi definisi kasus klinis tanpa tes laboratorium atau kasus dengan tes laboratorium sugestif tanpa informasi klinis
81 Kawasan Kumuh Perkotaan Wilayah yang mempunyai kepadatan lebih dari 500 jiwa/hektar atau 10 KK/hektar, sebagian besar rumahnya semi permanen dan pada umumnya hanya memiliki sarana/prasarana umum yang bersifat darurat. (Sumber: Pedoman Penyelenggaraan Puskesmas di Perkotaan, Depkes RI, Ditjen Bina Kesmas, tahun 2005)
82 Kawasan Perkotaan (UU No. 32 Tahun 2004) Kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. (Sumber: Pengantar Kesehatan Perkotaan, Depkes RI, Ditjen Bina Kesmas, tahun 2005)
83 Kawasan Sehat
84 Keadilan Gender (gender equity) Keadilan (fairness, justice) dalam distribusi manfaat dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan, yang didasari atas pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan kebutuhan dan kekuasaan. Perbedaan ini perlu dikenali dan diperhatikan untuk dipakai sebagai dasar atas perbedaan perlakuan yang diterapkan bagi laki-laki dan perempuan
85 Keamanan Pangan Keadaan dan upaya yang dilakukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan tercemar bahan tambahan (food additive) yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan manusia. Dampak yang ditimbulkan mulai dari penurunan kualitas kesehatan akibat keracunan hingga risiko munculnya penyakit kanker. Upaya antisipasi diawali dari memperhatikan peralatan memasak dan penyimpanan, pengolahan bahan pangan hingga lingkungan dapur.
86 Kebugaran jasmani Kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. (Sumber: Pedoman Upaya Kesehatan Olahraga di Puskesmas. Departemen Kesehatan RI Ditjen Bina Kesmas tahun 2004)
87 Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Kejadian kesehatan masyarakat yang bersifat luar biasa dengan ditandai penyebaran penyakit menular dan/atau kejadian yang disebabkan oleh radiasi nuklir, pencemaran biologi, dan kontaminasi kimia (NUBIKA), dan pangan yang menimbulkan bahaya kesehatan dan berpotensi menyebar lintas wilayah atau lintas negara.
88 Kedaruratan Kesehatan Suatu keadaan atau situasi yang mengancam sekelompok masyarakat dan atau masyarakat luas yang memerlukan respon penanggulangan sesegera mungkin dan memadai diluar prosedur rutin, dan apabila tidak dilaksanakan menyebabkan gangguan pada kehidupan dan penghidupan
89 Kedaruratan Kompleks Situasi dimana penyebab kedaruratan dan bantuan kepada para korban terkait dengan pertimbangan politik tingkat tinggi. Kedaruratan kompleks mempunyai ciri-ciri tingkat ketidak stabilan yang beragam dan bahkan menurunnya kewibawaan negara. Ini mengakibatkan hilangnya kontrol pemerintahan dan ketidakmampuan menyediakan pelayanan vital dan perlindungan terhadap penduduk sipil. Suatu ciri utama dari kedaruratan kompleks adalah kekerasan umum yang nyata atau potensial: terhadap manusia, lingkungan, infrastruktur dan harta benda. Kekerasan mempunyai dampak langsung berupa kematian, trauma fisik dan psikososial serta kecacatan. (sumber: WHO)
90 Kedokteran Gigi Keluarga Suatu upaya pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara paripurna yang memusatkan layanannya kepada setiap individu dalam suatu keluarga binaan
91 Kedokteran Keluarga Suatu upaya pelayanan kesehatan secara paripurna yang memusatkan layanannya kepada setiap individu dalam suatu keluarga binaan
92 Kedokteran Komplementer Pelayanan kedokteran non konvensional yang sinergi dengan pelayanan kedokteran konvensional yang dilakukan oleh dokter di mana cara penyembuhannya menggunakan pengobatan famakologik dan biologi serta diet dan nutrisi, atau menggunakan cara lain yang sudah teruji keamanan dan manfaatnya. Jenis pelayanan kedokteran komplementer yaitu terapi ozonisasi darah (ozon), infus kelasi (EDTA), hemodilusi infuse L-organine/urikinase, pompa jantung EECP, iradiasi laser pembuluh darah (ILBI), SVATE 3, cuci cholesterol dengan mesin HELP, Akupunktur yang dilkukan oleh dokter, pengobatan herbal, pengobatan oksigenasi hiperbarik (HIPERBARIK), pengobatan nutrisi dan diet, dll
93 Kegagalan Kontrasepsi Kasus terjadinya kehamilan pada akseptor KB aktif yang terjadi akibat pemberian/pemasangan metode kontrasepsi
94 Kekarantinaan Kesehatan Upaya mencegah dan menangkal keluar atau masuknya penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.
95 Kekebalan kelompok = Herd immunity Daya tahan kelompok atau kelompok masyarakat terhadap masuknya dan menyebarnya agen infeksi karena sebagian besar anggota kelompok ter-sebut memiliki daya tahan terhadap infeksi. Kekebalan kelompok diakibatkan dari menurunnya peluang penularan bibit penyakit dari penderita yang terinfeksi kepada orang sehat yang rentan bila sebagian besar anggota kelompok tersebut kebal terhadap penyakit itu
96 Kelahiran hidup Ekspulsi lengkap atau ekstraksi suatu hasil fertilisasi dari ibunya, terlepas dari durasi kehamilan, di mana setelah pemisahan tersebut, bernafas atau menunjukkan bukti kehidupan lainnya seperti detak jantung, denyut tali pusat, atau gerakan otot sukarela, terlepas dari apakah tali pusat telah dipotong atau masih melekat pada plasenta.
97 Kelahiran mati Kematian sebelum ekspulsi lengkap atau ekstraksi hasil fertilisasi dari ibu pada atau setelah usia kehamilan 20 minggu. Kematian ditandai dengan fakta bahwa, setelah pemisahan tersebut, janin tidak bernapas atau menunjukkan bukti kehidupan lainnya seperti detak jantung, denyut tali pusat, atau gerakan otot sukarela tertentu.
98 Kelainan bawaan = kelainan kongenital = cacat bawaan Kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur. Kelainan bawaan dapat dikenali sebelum kelahiran, pada saat kelahiran atau beberapa tahun kemudian setelah kelahiran. Kelainan bawaan dapat disebabkan oleh keabnormalan genetika, sebab-sebab alamiah atau faktor-faktor lainnya yang tidak diketahui.
99 Kell blood group golongan darah k dan K; antigen sel darah merah, ditentukan oleh gen K; penyebab penyakit hemolitik pada bayi baru lahir; diberi nama menurut na ma Nyonya Kell, didalamnya ditemukan antibodi.
100 Kelompok rentan Bayi, anak usia di bawah lima tahun, anak-anak, ibu hamil atau menyusui, penyandang cacat dan orang lanjut usia.
101 Keluarga Pra Sejahtera Keluarga-keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, seperti kebutuhan akan pengajaran agama, pangan, sandang, papan dan kesehatan
102 Keluarga Sejahtera I Keluarga tersebut sudah dapat memenuhi kebutuhan yang sangat mendasar, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Indikator yang dipergunakan sebagai berikut: 1) Anggota keluarga melaksanakan ibadah menurut agama yang dianut. 2) Pada umumnya seluruh anggota keluarga makan dua kali sehari atau lebih. 3) Seluruh anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian. 4) Bagian terluas dari lantai rumah bukan dari tanah. 5) Bila anak atau anggota keluarganya yang lain sakit dibawa ke sarana/ petugas kesehatan. Demikian halnya bila PUS ingin berKB dibawa ke sarana/petugas kesehatan clan diberi obadcara KB modern.
103 Keluarga Sejahtera II Keluarga yang selain dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya dapat pula memenuhi kebutuhan sosial psikologisnya, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan pengembangannya. Indikator yang dipergunakan terdiri dari lima indikator pada Keluarga Sejahtera I ditambah dengan sembilan indikator sebagai berikut: 6)Anggota keluarga melaksanakan ibadah secara teratur menurut agama yang dianut masing-masing. 7) Sekurang-kurangnya sekali seminggu keluarga menyediakan daging atau ikan atau telur sebagai lauk pauk. 8) Seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru setahun terakhir. 9)Luas lantai rumah paling kurang 8,0 m2 untuk tiap penghuni rumah. 10) Seluruh anggota keluarga dalam tiga bulan terakhir berada dalam keadaan sehat sehingga dapat melaksanakan tugas/fungsi masing masing. 11) Paling kurang satu orang anggota keluarga yang berumur 15 tahun ke atas mempunyai penghasilan tetap. 12) Seluruh anggota keluarga yang berumur 10-60 tahun bisa membaca tulisan latin. 13) Seluruh anak berusia 6-15 tahun saat ini (waktu pendataan) bersekolah. 14) Bila anak hidup dua orang atau lebih pada keluarga yang masih PUS, saat ini mereka memakai kontrasepsi (kecuali bila sedang hamil).
104 Keluarga Sejahtera III Plus Keluarga yang selain telah dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya dan kebutuhan sosial psikologisnya, dapat pula memenuhi kebutuhan pengembangannya, serta sekaligus secara teratur ikut menyumbang dalam kegiatan sosial clan aktif pull mengikuti gerakan semacam itu dalam masyarakat. Keluarga-keluarga tersebut memenuhi syarat-syarat 1 s.d 21 dan ditambah dua syarat, yakni: 22) Keluarga atau anggota keluarga secara teratur memberikan sumbangan bagi kegiatan sosial masyarakat dalam bentuk materi. 23) Kepala keluarga atau anggota keluarga aktif sebagai pengurus perkumpulan, yayasan, atau institusi masyarakat lainnya.
105 Keluarga Sejahtera III Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar minimum clan kebutuhan sosial psikologisnya serta sekaligus dapat memenuhi kebutuhan pengembangannya, tetapi belum aktif dalam usaha kemasyarakatan di lingkungan desa atau wilayahnya. Mereka harus memenuhi persyaratan indikator 1 s.d 14 dan memenuhi syarat indikator 15 s.d 21, sebagai berikut 15) Mempunyai upaya untuk meningkatkan pengetahuan agama. 16)Sebagian dari penghasilan keluarga dapat disisihkan untuk tabungan keluarga. 17)Biasanya makan bersama paling kurang sekali sehari clan kesempatan ini dimanfaatkan untuk berkomunikasi antar-anggota keluarga. 18) Ikut serta dalam kegiatan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya 19) Mengadakan rekreasi bersama di luar rumah paling kurang sekali dalam enam bulan. 20) Memperoleh berita dengan membaca surat kabar, majalah, mendengarkan radio atau menonton televisi. 21) Anggota keluarga mampu mempergunakan sarana transportasi.
106 Kematian maternal (Maternal death) Kematian seorang perempuan yang sedang hamil atau pada masa 42 hari setelah pengakhiran kehamilan, tanpa memandang durasi dan tempat kehamilan, dengan sebab terkait kehamilan atau manajemen kehamilannya, namun bukan disebabkan kecelakaan.
107 Kepatuhan (Adherence) Kepatuhan dan kesinambungan berobat yang lebih menekankan pada peran dan kesadaran pasien (bukan hanya mengikuti perintah dokter), dengan dibantu dokter atau petugas kesehatan, pendamping dan ketersediaan obat.
108 Keracunan makanan Kejadian di mana terdapat 2 orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama/mirip setelah mengkonsumsi sesuatu dan berdasarkan analisis epidemilogi, makanan tersebut terbukti sebagai sumber keracunan
109 Keratitis/Ulkus Kornea Infeksi pada kornea yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, dan faktor imunologis.
110 Kerentanan (bencana) Suatu analisa dimana kerawanan suatu masyarakat diekspresikan dengan tinggi rendahnya risiko terjadinya bencana yang merupakan fungsi dari suatu ancaman dengan keadaan kerentanan yang sendiri-sendiri atau bersama-sama dan dapat diubah oleh kemampuan Rumus: R = (A x K) / m R (Risiko): Suatu peluang dari timbulnya akibat buruk, atau kemungkinan kerugian dalam hal kematian, luka-luka, kehilangan dan kerusakan harta benda, gangguan kegiatan mata pencaharian dan ekonomi atau kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh interaksi antara ancaman bencana dan kerentanan A (Ancaman): Kejadian-kejadian, gejala atau kegiatan manusia yang berpotensi untuk menimbulkan kematian, luka-luka, kerusakan harta benda, gangguan sosial ekonomi atau kerusakan lingkungan K (Kerentanan): Kondisi-kondisi yang ditentukan oleh faktor-faktor atau proses-proses fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan hidup yang meningkatkan kerawanan suatu masyarakat terhadap dampak ancaman m (Kemampuan): Suatu gabungan antara semua kekuatan dan sumber daya yang tersedia dalam suatu masyarakat atau organisasi yang dapat mengurangi tingkat risiko bencana
111 Kerja Obat Efek dan aspek farmakologi dengan mengemukakan kemampuan dan keaktifan farmakodinamik dan terhadap agen panyakit
112 Kesehatan Jiwa Suatu kondisi mental sejahtera, dimana setiap individu menyadari potensi dirinya, bermanfaat dan dapat berkontribusi bagi lingkungannya.
113 Kesehatan Kerja Kegiatan yang dilakukan untuk melindungi dan mempromosikan kesehatan dan keselamatan karyawan di tempat kerja, termasuk meminimalkan paparan zat berbahaya, evaluasi praktik kerja, dan lingkungannya untuk mengurangi cedera, dan mengurangi atau menghilangkan ancaman kesehatan lainnya
114 Kesehatan Matra Kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan pada sekelompok orang yang mengalami perpindahan sementara dan mengalami ancaman kesehatan akibat perpindahan di tempat baru
115 Kesehatan Olahraga Upaya kesehatan yang memanfaatkan aktifitas fisik dan atau olahraga/latihan fisik untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat. (Sumber: Pedoman Upaya Kesehatan Olahraga di Puskesmas. Departemen Kesehatan RI Ditjen Bina Kesmas tahun 2004)
116 Kesehatan Reproduksi Keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya
117 Kesehatan Usia Lanjut Kesehatan mereka yang berusia 60 tahun atau lebih, baik jasmani, rohani maupun sosialnya
118 Kesetaraan Gender (gender equality) Keadaan tanpa diskriminasi (sebagai akibat dari perbedaan jenis kelamin) dalam memperoleh kesempatan, pembagian dan sumber-sumber dan hasil pembangunan, serta akses terhadap pelayanan.
119 Kesiapsiagaan (bencana) Program pembangunan kesehatan jangka panjang yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan seluruh potensi sumber daya di wilayah agar dapat menanggulangi masalah kesehatan akibat kedaruratan dan bencana secara efisien dari tahap tanggap darurat hingga rehabilitasi secara berkesinambungan sebagai bagian dari pembangunan kesehatan yang menyeluruh. (sumber: WHO)
120 Ketergantungan (Napza/Narkoba) Suatu pola maladaptif dari penggunaan NAPZA, menimbulkan hendaya atau kesukaran yang berarti secara klinis, seperti timbulnya toleransi, gejala putus NAPZA, sulit untuk menghentikan penggunaan, hambatan pada dunia akademik atau pekerjaan.
121 Ketergantungan Fisik Adaptasi neurologis tubuh untuk menghadirkan suatu narkotika yang ditandai dengan gejala-gejala awal putus obat jika pemakaian dihentikan.
122 Ketergantungan Psikis Pola perilaku yang ditandai dengan adanya keinginan yang sangat kuat untuk menggunakan narkotika atau psikotropika agar memperoleh suatu efek tertentu.
123 Kl Kunjungan baru ibu hamil, yaitu kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. Cakupan Kl di bawah 70% (dibandingkan jumlah sasaran ibu hamil dalam kurun waktu satu tahun) menunjukkan keterjangkauan pelayanan antenatal yang rendah, yang mungkin disebabkan oleh pola pelayanan yang belum cukup aktif. Rendahnya K1 menunjukkan bahwa akses petugas kepada ibu masih perlu ditingkatkan.
124 Kohort Kohort adalah sebuah kelompok yang digunakan sebagai bagian dari studi penelitian. Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang memiliki kesamaan karakter.
125 Kolegium Badan yang dibentuk oleh organisasi profesi untuk masing-masing cabang disiplin ilmu yang bertugas mengampu cabang disiplin ilmu tersebut.
126 Komdat (Komunikasi Data) Proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain) yang terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, seperti internet. Secara umum ada dua jenis komunikasi data, yaitu: 1. Melalui Infrastruktur Terestrial (Menggunakan media kabel dan nirkabel sebagai aksesnya) 2. Melalui Satelit (Menggunakan satelit sebagai aksesnya).
127 Komisi Etik Penelitian Kesehatan Badan Litbangkes Bagian dari Komite Etik Penelitian Kesehatan dan Ilmiah yang mempunyai tugas sebagai berikut: 1)Melakukan kajian aspek etik protokol penelitian kesehatan yang menggunakan manusia sebagai subyek dan hewan percobaan yang diajukan melalui Badan Litbang Kesehatan. 2)Mengeluarkan persetujuan etik (ethical clearance). 3)Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan penelitian yang telah memperoleh persetujuan etik. 4) Melakukan sosialisasi pedoman etik penelitian kesehatan baik di lingkungan Badan Litbang Kesehatan maupun di institusi lain. 5) Menyelenggarakan pelatihan Etik Penelitian Kesehatan baik di lingkungan Badan Litbang Kesehatan maupun di institusi lain. 6) Membuat laporan kegiatan kepada Ketua Komite Etik Litkes dan Ilmiah dan Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan. 7) Pelaksanaan 6utir-butir tersebut di atas mengacu kepada pedoman persetujuan etik penelitian kesehatan.
128 Komisi Ilmiah Badan Litbangkes : Bagian dari Komite Etik Penelitian Kesehatan dan Ilmiah yangbertugas melaksanakan pembinaan Litbaiigkes bersama Panitia Pembina Ilmiah (PPI) Puslitbang melalui kegiatan sebagai berikut: 1) Memberi saran untuk peningkatan dan pengembangan kapasitas Litbangkes di Badan Litbangkes meliputi sumber daya manusia, prasarana dan sarana, sistem informasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta kerjasama lintas program/sektor. 2) Membantu penyusunan prioritas Litbangkes baik untuk tingkat nasional maupun regional. 3)Menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan berbagai pedoman untuk pelaksanaan penelitian kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien. 4) Mengkoordinasikan pembinaan perencanaan dan pelaksanaan Litbangkes yang pembiayaannya bersumber dari anggaran Badan Litbangkes dan dari luar Badan Litbangkes. 5) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan proposal, protokol, pelaksanaan penyusunan laporan akhir dan publikasi hasil Litbangkes. 6) Melakukan pembinaan terhadap PPI Puslitbang. 7) Mengeluarkan rekomendasi ilmiah pelaksanaan Litbangkes bagipenelitian yang pembiayaannya bersumber dari luar anggaran Badan Litbangkes. 8) Melaksanakan sosialisasi hasil-hasil Litbangkes. 9) Membina peneliti dalarn kajian hasil penelitian untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan pembangunan keseliatan. 10) Membuat laporan kegiatan kepada Ketua Komite Etik Litkes dan Ilmiah Badan Litbangkes.
129 Komite Etik Penelitian Kesehatan dan Ilmiah Badan Litbangkes Komite yang bertugas membantu Kepala Badan Litbangkes dalam melakukan kajian etik dan ilmiah penelitian kesehatan. Komite ini terdiri dari dua komisi dengan nama Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KE) dan Komisi Ilmiah (KI).
130 Komnas PGPK = Komitc Nasional Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan Komite nasional yang dibentuk untuk menanggulangi gangguan penglihatan dan kebutaan sesuai dengan rencana strategi nasional PGPK
131 Komnas PGPKT = Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Badan independen yang dibentuk Departemen Kesehatan RI (Kepmenkes No. 768/MENKES/SK/VII/2007) atas anjuran WHO / Sound Hearing 2030 dalam usaha membantu pemerintah menurunkan angka gangguan pendengaran dan ketulian di Indonesia.
132 Kompetensi dokter Menjalankan praktek kedokteran sesuai standar kompetensi dokter yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.
133 Komplikasi KB Gangguan kesehatan ringan sampai berat bagi klien yang terjadi akibat proses pemberian/pemasangan metode kontrasepsi.
134 Kondar = Kontrasepsi darurat Kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan bila digunakan setelah hubungan seksual
135 Konseling Gizi Serangkaian kegiatan sebagai proses komunikasi 2 (dua) arah untuk menanamkan dan meningkatkan pengertian, sikap dan prilaku sehingga membantu klien/pasien mengenali dan mengatasi masalah gizi yang di-laksanakan oleh nutrisionis/dietisien
136 Konseting Suatu proses komunikasi dua arah yang sistemik antara apoteker dan pasien untuk mengidentifikasi dan memecalikan masalah yang berkaitan dengan obat dan pengobatan.
137 Kontap = Kontrasepsi mantap Suatu tindakan untuk membatasi kelahiran dalam jangka waktu yang tidak terbatas, yang dilakukan terhadap salah seorang dari pasangan suami isteri atas permintaan yang bersangkutan, secara sukarela
138 Kontap elektif Pelayanan kontrasepsi mantap (tubektomi dan vasektomi) yang direncanakan dan sifatnya sukarela.
139 Kontra indikasi Pantangan atau keadaan yang sangat dianjurkan untuk tidak dilakukan pengobatan jika kondisi tertentu dialami pasien
140 Korban massal Korban akibat kejadian dengan jumlah relatif banyak oleh karena sebab yang sama dan perlu mendapatkan pertolongan kesehatan segera dengan menggunakan sarana, fasilitas dan tenaga yang lebih dari yang tersedia sehari-hari
141 Kota Otonom Kota yang berdasarkan otonomi ditetapkan sebagai kota, baik ibukota propinsi, kabupaten/kota, kecamatan maupun sebagai kota lainnya. (Sumber: Pengantar Kesehatan Perkotaan, Depkes RI, Ditjen Bina Kesmas, tahun 2005)
142 Kota Sehat (Indonesia Sehat 2010) Masyarakat kota masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan sehat, dengan perilaku sehat, mamiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. (Sumber : Pengantar Kesehatan Perkotaan, Depkes RI, Ditjen Bina Kesmas, tahun 2005)
143 Kota Sehat Masyarakat kota masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan sehat, dengan perilaku sehat, mamiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi - tingginya.
144 Kretinisme Keadaan seseorang sebagai akibat dari kekurangan yodium yang ditandai dengan keterbelakangan mental disertai satu atau lebih kelainan syaraf seperti gangguan pendengaran, gangguan bicara, serta gangguan sikap tubuh dalam berdiri dan berjalan dari ringan sampai berat atau gangguan pertumbuhan (cebol)
145 KtA (Kekerasan terhadap Anak) Tindak kekerasan secara fisik, seksual, penganiyaiaan emosional atau pengabaian terhadap anak.
146 Kunjungan ibu hamil sesuai standar Pelayanan yang mencakup minimal : 1. Timbang badan dan ukur tinggi badan 2. Ukur tekanan darah 3. Skrining status imunisasi tetanus (dan Tetanus Toksoid) 4. Ukur tinggi fundus uteri 5. Pemberian tablet besi (90 tablet selama kehamilan) 6. Temu wicara (pemberian komunikasi interpersonal dan konseling) 7. Test laboratorium sederhana (HbSAg, Sifilis, HIV, Malaria, TBC)
147 Kunjungan neonatal (KN) Kontak dengan tenaga kesehatan minimal dua kali untuk mendapatkan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan neonatal baik di dalam gedung puskesmas maupun di luar gedung puskesmas (termasuk bidan di desa, polindes dan kunjungan rumah). KN1= kontak neonatal dengan tenaga profesional pada umur 0-7 hari. KN2= kontak neonatal dengan tenaga profesional pada umur 8-28 hari
148 Kusta = Lepra = Leprosy = Morbus Hansen Penyakit menular yang menahun dan disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium leprae) yang menyerang syaraf tepi, kulit dan jaringan tumbuh lainnya kecuali susunan saraf pusat. Untuk keperluan pengobatan kombinasi atau Multidrug Therapy (MDT) yaitu menggunakan gabungan Rifampicin, Lamprene dan DDS, maka penyakit kusta di Indonesia diklasifikasikan menjadi 2 tipe yaitu: Tipe PB (Pausi basiler) dan Tipe MB (Multi basiler)
149 Kwashiorkor Keadaan gizi buruk yang disertai tanda-tanda klinis seperti edema di seluruh tubuh, rambut tipis, wajah membulat dan sembab. (Sumber: Manajemen Penderita Gizi Buruk di Rumah Tangga, Depkes 2002)
150 kal-, kali- unsur kata yang berarti kalium
151 kaliopenia kekurangan kalium dalam tubuh
152 kaliuresis peningkatan ekskresi kalium di dalam urine; disebut juga kaluresis
153 kaliuretic 1) berhubungan dengan kaliuresis 2) bahan yang menimbulkan kaliuresis
154 kallmann's syndrome Hypogonadism with anosmia; lihat hypogonadism
155 karyo-, kary-, cargo- unsur kata yang menunjukan hubungan dengan inti sel hidup, misalnya karyoplasm.
156 karyochrome sel saraf yang mempunyai inti yang sangat banyak menyerap warna
157 karyocyte sel yang berinti; biasanya menunjukan pada sel ydarah merah muda yang berinti (normoblas); kariosit.
158 karyogam lihat karyotype; kariogram.
159 karyogram lihat karyotype; kariogram.
160 karyolimph bagian cairan yang jernih homogen dari inti sel; kariolimfa
161 karyolobic mempunyai inti yang berlubang kecil
162 karyolysis penghancuran atau pelarutan inti sel; kariolisis
163 karyomorphism 1 perkemangan inti sel. 2 menunjukan bentuk inti sel
164 karyon inti sek; karion
165 karyonesis lihat mitosis; kariokinesis
166 karyopalsm protoplasma inti sel; nukleospalasma; karioplasma.
167 karyopyknosis pengerutan inti sel dan kondensasi kromatin; kariopiknosis
168 karyorhexis proses pemecahan inti sel.
169 karyosome massa sferis kromatin yang menyerupai simpul dalam anyaman kromatin pada inti yang istirahat selama mitosis; disebut juga net knot dan chrmatin atau false nucleolus; kariosom.
170 karyotype 1 karakter krmosom individu/spesies 2 susunan sistematis kromosom sel tunggal infividu, difoto selama tahap metafose dan mitosis dan tersusun bepasangan menurut ukurannya; kariotipe.
171 karyotyping analisis kromosom
172 keloidosis adanya keloid yang banyak
173 keloplasty pengangkatan atau pembuangan jaringan perut atau keloid dengan pembedahan; keloplasti.

Tentang Kamus Kesehatan

Kamus Kamus Kesehatan ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Kesehatan, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.