Kata Awalan D Menurut Kamus Kesehatan

Ditemukan 74 Kata awalan d menurut Kamus Kesehatan. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 demografi Kajian mengenai populasi yang menyangkut berbagai faktor seperti jumlah, struktur usia, kepadatan, fertilitas, kematian, pertumbuhan, serta variabel sosial dan ekonomi
2 desentralisasi Penyerahan wewenang pemerintah oleh pemerintah kepada daerah Otonom untuk mengatur dan mengururs pemerintah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia
3 desinfeksi Tindakan untuk membunuh bibit penyakit yang berada di luar tubuh.
4 detoksifikasi Suatu proses intervensi medis yang bertujuan untuk membantu pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika mengatasi gejala putus zat akibat penghentian narkotika dari tubuh pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan yang mengalami ketergantungan fisik.
5 diafragma Alat kontrasepsi berbentuk kap bulat cembung, terbuat dari lateks (karet) yang diinsersikan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutup serviks (leher rahim)
6 diagnosis Penentuan jenis penyakit dengan meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya atau merupakan proses pemeriksaan terhadap suatu hal.
7 diare Penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Diare dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, cacing dan jamur, intoksikasi makanan yang mengandung bakteri atau toksin (makanan beracun), alergi susu sapi atau makanan tertentu, gangguan penyerapan (malabsorbsi) karbohidrat, lemak dan protein.
8 dioksin Senyawa pencemar lingkungan yang dapat mempengaruhi beberapa organ dan sistem dalam tubuh. Sifat dioksin dapat larut dalam lemak, dan dapat bertahan dalam tubuh karena stabilitas kimianya. Zat dioksin akan dilepaskan melalui proses penguapan dengan suhu yang sangat tinggi, yakni 446,5 derajat celcius.
9 disinfektan Bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinyainfeksiatau pencemaran olehjasad renikatauobatuntuk membasmikuman penyakit.Pengertian lain dari disinfektan adalah senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuhmikroorganismeyang terpapar secara langsung oleh disinfektan.Disinfektan tidak memiliki daya penetrasi sehingga tidak mampu membunuh mikroorganisme yang terdapat di dalam celah atau cemaran mineral.Selain itu disinfektan tidak dapat membunuhspora bakterisehingga dibutuhkan metode lain sepertisterilisasidengan autoklaf.
10 disleksia Gangguan perkembangan berupa kesulitan dalam perolehan bahasa-tertulis atau membaca dan menulis. Penyebabnya adalah gangguan dalam asosiasi daya ingat dan pemrosesan di sentral yang semuanya adalah gangguan fungsi otak.
11 dosis Jumlah gram atau volume dan frekuensi pemberian obat sesuai dengan umur dan berat badan pasien
12 disinfeksi Tatacara dimana tindakan penyehatan yang dilakukan untuk mengendalikan atau membasmi bibit penyakit pada permukaan tubuh manusia atau hewan atau didalam atau pada bagasi, kargo, peti kemas, alat angkut, barang-barang dan paket pos, secara pemaparan langsung dengan bahan kimia atau bahan fisika.
13 dokter keluarga Dokter Keluarga adalah tenaga kesehatan tempat kontak pertama pasien (di fasilitas/sistem pelayanan kesehatan) untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit, organologi, golongan usia, dan jenis kelamin sedini dan sedapat mungkin, secara paripurna, dengan pendekatan holistik, bersinambung, dan dalam koordinasi serta kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya, dengan menggunakan prinsip pelayanan yang efektif dan efisien yang mengutamakan pencegahan serta menjunjung tinggi tanggung jawab profesional, hukum, etika dan moral. Layanan yang diselenggarakannya (wewenang) sebatas kompetensi dasar kedokteran yang diperolehnya selama pendidikan kedokteran dasar ditambah dengan kompetensi dokter layanan primer yang diperoleh melalui CME/CPD atau program spesialisasi.
14 dekontaminasi Tatacara dimana tindakan penyehatan dilakukan untuk menghilangkan bibit penyakit atau bahan beracun atau zat pada permukaan badan manusia atau hewan, didalam atau pada produk untuk konsumsi atau pada benda mati lainnya, termasuk alat angkut yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat.
15 demensia Penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak. Gejala umum demensia adalah pikun, gejala lainnya seperti hilangnya memori dan perhatian, kesulitan komunikasi dan penurunan persepsi visual yang dihasilkan oleh kerusakan sel-sel otak.
16 DAK Bidang Kesehatan Merupakan bantuan kepada daerah tertentu untuk mendanai pelaksanaan kegiatan yang merupakan kewenangan dan tanggung jawab daerah ke arah pemenuhan kebutuhan khusus, yaitu kebutuhan fisik baik sarana dan prasarana dasar yang prioritas untuk dapat meningkatkan mutu, daya jangkau dan kualitas pelayanan kesehatan daerah
17 DALY (Disability-Adjusted Life Year) Ukuran dampak keseluruhan suatu penyakit pada suatu populasi. DALY menggabungkan dampak kematian prematur (usia kematian di bawah angka harapan hidup) dengan dampak dari cacat/hidup tidak aktif akibat suatu penyakit).
18 DBD (Demam Berdarah Dengue) Penyakit menular yang disebabkan oleh Virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, yang ditandai demam mendadak 2-7 hari, lemah/lesu, gelisah, nyeri ulu hati disertai tanda pendarahan di kulit berupa bintik perdarahan, lebam, kadang-kadang disertai dengan mimisan, berak darah, muntah darah dan kesadaran menurun
19 DBK (Daerah Bermasalah Kesehatan) Kabupaten atau kota yang mempunyai nilai IPKM (Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat) di antara 0 (terburuk) sampai 1 (terbaik); kabupaten atau kota yang mempunyai masalah khusus seperti terkait dengan geografi, yaitu daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan; sosial budaya, yaitu tradisi atau adat kebiasaan yang mempunyai dampak buruk terhadap kesehatan; penyakit tertentu yang spesifik di daerah tersebut. DBK menggambarkan adanya kesenjangan pencapaian indikator-indikator pembangunan kesehatan antar daerah di Indonesia.
20 DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang) Kegiatan/pemeriksaan yang bertujuan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan pada tumbuh kembang balita dan anak prasekolah.
21 DHF (Dengue Hemorrhage Fever) lihat DBD
22 DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional) Dewan yang berfungsi untuk membantu Presiden dalam perumusan kebijakan umum dan sinkronisasi penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional.
23 DMFT/Decay, Missing and Filled Teeth (untuk gigi tetap) = Indeks Karies Gigi Indeks untuk menilai status kesehatan gigi dan mulut dalam hal karies gigi permanen. Karies gigi umumnya disebabkan karena kebersihan mulut yang buruk, sehingga terjadilah akumulasi plak yang mengandung berbagai macam bakteri.
24 DNA (Deoxyribo Nucleic Acid = Asam deoksiribonukleat) Asam nukleat beruntaian ganda yang mengkode informasi genetik. DNA terdiri dari empat blok bangunan kimia (nukleotida): adenin, sitosin, guanin, dan timin.
25 DNM (Denyut Nadi Maksimal) Denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan rumus: DNM = 220 UMUR Daya tahan tubuh (endurence)
26 DO-KB = Drop Out Keluarga Berencana Akseptor KB yang tidak menggunakan alat kontrasepsi lagi dengan alasan apapun setelah suatu periode pemakaian tertentu
27 DOEN (Daftar Obat Esensial Nasional) Daftar yang berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. DOEN merupakan standar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan.
28 DOTS (Directly Observed Therapy Shortcourse) Strategi yang digunakan dalam pengendalian atau penanggulangan penyakit TB melalui peningkatan diagnosis TB dengan pemeriksaan dahak secara mikroskopis, pengobatan dengan Pengawasan Menelan Obat (PMO), kesinambungan persediaan obat anti TB jangka pendek dengan mutu terjamin serta pencatatan dan pelaporan secara baku untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi program penanggulangan TB.
29 DPHO (Daftar dan Plafon Harga Obat) Daftar harga obat dengan nama generik dan atau nama lain yang diberikan oleh pabrik yang memproduksi serta daftar harganya. Dengan adanya DPHO maka melindungi peserta Askes dari banyaknya item obat dan variasi harga yang relatif besar.
30 DPT = Difteri - Pertusis - Tetanus Vaksin yang mengandung tigaantigenuntuk mengimunisasi tubuh terhadap difteri, pertusis dan tetanus
31 DSS (Dengue Shock Syndrome) Demam berdarah dengue yang ditandai oleh renjatan/syok.
32 DTPK (Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan) Berdasarkan RPJMN 2010-2015 ditetapkan terdapat 183 kabupaten tertinggal di 27 provinsi, dan ditetapkan 92 Pulau-Pulau kecil terluar yang menjadi titik pangkal penetapan wilayah NKRI serta 34 Pulau-Pulau Kecil Terluar Berpenduduk yang memerlukan pelayanan kesehatan dasar (data Perpres 78 tahun 2005). Selain itu sebanyak 12 Provinsi, 35 kabupaten/kota, terutama di Kalbar, Kaltim, NTT dan Papua yang berhadapan langsung dengan negara tetangga.
33 DVI (Disaster Victim Identification) Upaya pengenalan kembali diri seseorang korban manusia yang mati yang terjadi akibat bencana.
34 DVT (Deep Vein Thrombosis) Terjadinya pembekuan darah di pembuluh darah balik (vena) dalam (sumbatan vena dalam), biasanya terjadi di daerah tungkai.
35 Daerah Rawan Bencana Daerah yang memiliki risiko tinggi terhadap ancaman terjadinya bencana baik akibat kondisi geografis, geologis dan demografis maupun karena ulah manusia
36 Dana BOK (Dana Biaya Operasional Kesehatan) Dana APBN Kementerian Kesehatan yang disalurkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota melalui mekanisme tugas pembantuan.
37 Dana Sehat Dana yang secara berkala dihimpun oleh (kelompok) masyarakat untuk membiayai upaya pemeliharaan kesehatan/pengobatan anggota-anggotanya dan usaha kesehatan lingkungan di tempat tinggal (kelompok) masyarakat tersebut
38 Dana Tugas Pembantuan BOK Dana yang berasal dari APBN Kementerian Kesehatan, mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka tugas pembantuan yang diberikan pemerintah (c.q. Kementerian Kesehatan) kepada pemerintah daerah kabupaten/kota (c.q. Dinas Kesehatan)
39 Dasipena (Pemuda Siaga Peduli Bencana) Suatu Wadah atau Komponen pemuda yang dibentuk untuk mendukung upaya kesehatan dalam penanggulangan bencana di setiap daerah.
40 Data ante mortem Data-data yang penting dari korban sebelum kejadian atau pada waktu korban masih hidup, termasuk data vital tubuh, data gigi, data sidik jari dan data kepemilikan yang dipakai/dibawa
41 Data post mortem Data-data hasil pemeriksaan forensik yang dilihat dan ditentukan pada jenazah korban
42 Death Rate for Women (DR) Jumlah seluruh perempuan yang meninggal (karena berbagai sebab) dibagi jumlah perempuan.
43 Deep Venous Thrombosis (DVT) Pembekuan pembuluh darah balik, sebagai akibatnya muncul pembengkakan pada kaki kiri, akibatnya darah yang turun sukar untuk naik kembali ke jantung.
44 Demam kuning (yellow fever) Sebuah penyakit hemorrhagik virus akut. Virus ini berupa sebuah virus RNA sebesar 40 hingga 50 nm dengan indera positif dari keluarga Flaviviridae. Virus demam kuning ini ditularkan melalui gigitan nyamuk betina (nyamuk demam kuning, Aedes aegypti, dan spesies lain) dan ditemukan di kawasan tropis dan subtropis di Amerika Selatan dan Afrika, namun tidak di Asia. Satu-satunya makhluk yang ditunggangi virus ini adalah primata dan beberapa spesies nyamuk. Demam kuning terjadi dalam rupa demam, mual dan nyeri dan penyakit ini umumnya menghilang setelah beberapa hari. Pada beberapa pasien, fase beracunnya terjadi setelah itu, dan kerusakan hati dengan jaundis (penguningan kulit yang memberi nama penyakit ini) dapat terjadi dan mengakibatkan kematian. Karena kecenderungan pendarahan yang meningkat (diatesis pendarahan), demam kuning termasuk dalam kelompok demam hemorrhagik. WHO memperkirakan bahwa demam kuning mengakibatkan 200.000 korban sakit dan 30.000 kematian setiap tahunnya di daerah berpenduduk tanpa vaksin.
45 Dependency Ratio Lihat Angka Beban Tanggungan
46 Deratisasi Tatacara dimana tindakan penyehatan diambil untuk mengendalikan atau membasmi vektor-vektor rodent penyakit yang terdapat didalam bagasi, kargo, petikemas, alat angkut, fasilitas-fasilitas, barang-barang dan paket pos di pintu masuk.
47 Desa Siaga/Kelurahan Siaga Aktif Desa/kelurahan yang mempunyai Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) atau UKBM lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, surveilans berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan pertumbuhan (gizi dan penyakit, lingkungan dan perilaku sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
48 Desa Siaga/Kelurahan Siaga Desa/kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya potensial dan kemampuan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sejahtera.
49 Deteksi Dini Stroke Gunakan penilaian "SEGERA Ke RS yaitu (1) Senyum yang tidak simetris, (2) Gerak anggota tubuh yang melemah atau tidak dapat digerakkan secara tiba-tiba, (3) SuaRa yang pelo, parau atau menghilang, (4) Kebas/baal, (5) Rabun/Gangguan penglihatan, (6) Sempoyongan/vertigo/pusing berputar.
50 Diabetes Mellitus (DM) Suatu sindroma kronik gangguan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak akibat ketidakcukupan sekresi insulin atau resistensi insulin pada jaringan yg dituju. Diabetes Melitus merupakan penyakit menahun yang ditandai oleh kadar gula/glukosa darah yang melebihi nilai normal. Nilai normal Gula Darah Sewaktu (GDS)/tanpa puasa
51 Diagraam Rangkaian Alat Kesehatan Gambar rangkaian yang menunjukan tata letak komponen, blok komponen dan hubungan kabel/printed circuit antar komponen/blok komponen suatu alat. Dapat dipergunakan untuk mengetahui tingkat teknologi dan melakukan identifikasi / melacak kerusakan alat
52 Diare akut Secara operasional, diare akut adalah buang air besar lembek/cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering biasanya dan berlangsung kurang dari 14 hari
53 Diare persisten (Persistence diarhoea) diare akut yang berlanjut sampai 14 hari atau lebih
54 Diet sehat kalori seimbang Mengkonsumsi beragam jenis makanan, meliputi sumber karbohidrat 3-8 porsi per hari, sayuran 2-3 porsi per hari, buah 3-5 porsi per hari, dan protein nabati dan hewani masing-masing 2-3 porsi per hari serta membatasi garam, gula dan lemak.
55 Dietisien Seorang nutrisionis yang telah mendalami pengetahuan dan ketrampilan dietetik baik melalui lembaga pendidikan formal maupun pengalaman bekerja dengan masa kerja minimal 1 tahun atau yang mendapat sertifikasi dari Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) dan bekerja di unit pelayanan yang menyelenggarakan terapi dietetik. (Sumber: Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit Departemen Kesehatan RI 2003)
56 Difabel = disabilitas Gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Gangguan adalah sebuah masalah pada fungsi tubuh atau strukturnya; suatu pembatasan kegiatan adalah kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan, sedangkan pembatasan partisipasi merupakan masalah yang dialami oleh individu dalam keterlibatan dalam situasi kehidupan. Jadi disabilitas adalah sebuah fenomena kompleks, yang mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat tempat dia tinggal. Penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari: 1. penyandang cacat fisik; 2. penyandang cacat mental; serta 3. penyandang cacat fisik dan mental.
57 Difabel Sebutan bagi seseorang yang mempunyai keterbatasan fungsional.
58 Disabilitas Segala restriksi atau kekurangan kemampuan untuk melakukan aktifitas dalam lingkup wajar bagi manusia yang disebabkan oleh impairmen (kehilangan/ketidaknormalan fisik/psikologis.
59 Disability Suatu keadaan di mana individu mengalami kekurangmampuan yang dimungkinkan karena adanya keadaan impairment seperti kecacatan pada organ tubuh. Contoh pada orang yang cacat kakinya, maka dia akan merasakan berkurangnya fungsi kaki untuk melakukan mobilitas.
60 Disentri (Dysentery) Sindrom disentri terdiri dari kumpulan gejala, diare dengan darah dan lendir dalam feses dan adanya tenesmus.
61 Disinseksi Tatacara dimana tindakan penyehatan dilakukan untuk mengendalikan atau membunuh vektor serangga yang menyebabkan penyakit pada manusia, yang terdapat dalam bagasi, kargo, petikemas,alat angkut, barang-barang dan paket pos.
62 Diversifikasi Pangan Sebuah program yang mendorong masyarakat untuk memvariasikan makanan pokok yang dikonsumsinya sehingga tidak terfokus pada satu jenis. Di Indonesia, diversifikasi pangan dimaksudkan untuk memvariasikan konsumsi masyarakat Indonesia agar tidak terfokus pada nasi. Indonesia memiliki beragam hasil pertanian yang sebenarnya bisa difungsikan sebagai makanan pokok seperti sukun, ubi, talas, dan sebagainya yang dapat menjadi faktor pendukung utama diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan pada pemerintahan Indonesia menjadi salah satu cara untuk menuju swasembada beras dengan minimalisasi konsumsi beras sehingga total konsumsi tidak melebihi produksi. Definisi diversifikasi pangan tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan.
63 Dokter Layanan Primer (DLP) Dokter yang menjadi kontak pertama dengan pasien dan memberi pembinaan berkelanjutan (continuing care), membuat diagnosis medis dan penangannnya, membuat diagnosis psikologis dan penangannya, memberi dukungan personal bagi setiap pasien dengan berbagai latar belakang dan berbagai stadium penyakit, mengkomunikasikan informasi tentang pencegahan, diagnosis, pengobatan, dan prognosis, dan melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit kronik dan kecacatan melalui penilaian risiko, pendidikan kesehatan, deteksi dini penyakit, terapi preventif, dan perubahan perilaku.
64 Dosis Ulangan Dosis ulangan DT (Difteri, Tetanus) dan TT diberikan pada anak-anak usia sekolah dasar untuk menjamin kelangsungan perlindungan secara individual terhadap difteri dan tetanus
65 Droplet Precautions (kewaspadaan penularan lewat droplet) Bertujuan untuk menurunkan penularan droplet (percikan yang besar, > 5 mikrometer) dari kuman patogen yang infeksius, yang mengenai lapisan mukosa, hidung, mulut atau konjungtiva mata dari orang yang rentan.
66 Droplet Partikel air kecil (seperti hujan rintik-rintik) yang mungkin dihasilkan ketika seseorang batuk atau bersin atau ketika air diubah menjadi kabut halus oleh aerator atau shower. Berukuran antara tetesan dan droplet nuclei, partikel-partikel ini, meskipun mungkin masih mengandung mikroorganisme menular, cenderung cepat hilang dari udara sehingga risiko penularan penyakit melaluinya terbatas pada orang-orang di dekat sumber tetesan.
67 Drugs (istilah dalam pedoman World Health Organization) Setiap zat kecuali makanan, minuman dan oksigen yang apabila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi fungsi fisik maupun psikologis individu.
68 Dwelling Time Waktu yang dihitung mulai dari suatu peti kemas (kontainer) dibongkar dan diangkat (unloading) dari kapal sampai peti kemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama. BRT Planning Guide (2007) menyebutkan besarnya waktu ini terdiri dari 3 waktu tundaan, yaitu waktu naik penumpang (boarding time), waktu turun penumpang (alighting time) dan dead time.
69 dacry- dacryo,unsur kata yang menunjukan air mata atau menunjukan kelenjar atau saluran air mata
70 dacryagogue 1 menyelenggarakan aliran air mata. 2 tiap bahan yang menimbulkan pengeluaran kelenjar air mata
71 dacryoadenitis radang kelenjar air matai lihat juga dacryadenitis
72 dacryocyst kantung air mata
73 darwinian ear telinga dengan tonjolan pada pinggiran luar
74 decryoblennorrhea pengeluaran lendir air mata yang kronik, seperti pada dakriosistitis kronik, disebut juga dacryocystoblenorrhea

Tentang Kamus Kesehatan

Kamus Kamus Kesehatan ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Kesehatan, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.