Kata Awalan B Menurut Kamus Kesehatan

Ditemukan 114 Kata awalan b menurut Kamus Kesehatan. Berikut dibawah ini adalah beberapa artinya.

No Kata Arti
1 bayi Anak berumur 0-12 bulan
2 bencana Suatu kejadian secara alami maupun karena ulah manusia, terjadi secara mendadak ataupun berangsur-angsur, menimbulkan akibat yang merugikan sehingga masyarakat dipaksa untuk melakukan tindakan penanggulangan. (Bakornas PBP) Peristiwa/kejadian pada suatu daerah yang mengakibatkan kerusakan ekologi, kerugian kehidupan manusia serta memburuknya kesehatan dan pelayanan kesehatan yang bermakna sehingga memerlukan bantuan luar biasa dari pihak luar lokasi bencana (WHO).
3 beri-beri Penyakit yang disebabkan defisiensi vitamin (vitamin B1) dan ditandai dengan polineuritis, patologi jantung, dan edema; bentuk epidemik ditemukan terutama pada daerah dimana beras putih (giling) merupakan makanan pokok.
4 biopsi Pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium.
5 botulisme Penyakit langka berpotensi mematikan yang ditandai dengankelumpuhanotot, disebabkan olehtoksinsaraf yang dihasilkan oleh bakteriClostridium botulinum.Bakteri ini ditemukan secara alami dalam tanah. Jika bakteri tumbuh pada makanan kaleng atau makanan yang diawetkan secara tidak benar, mereka dapat menghasilkan toksin botulinum. Botulisme tidak menular dari orang ke orang. Selain disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi, botulisme dapat diperoleh dari toksin pada luka yang menyebar ke seluruh tubuh
6 bulimia Kelainan pola makan yang terlihat dari kebiasaan makan berlebihan, kemudian mencoba mengeluarkan kembali makanan tersebut.
7 buta warna Penglihatan warna abnormal di mana seseorang sulit membedakan warna tertentu. Bentuk yang paling umum dari buta warna merah-hijau. Ada berbagai variasi dalam kelompok ini dari sangat ringan sampai ekstrim. Bentuk yang paling umum kedua adalah biru-kuning. Bentuk yang paling parah dari buta warna adalah akromatopsia (achromatopsia), ketidakmampuan untuk melihat warna apapun. Hal ini seringkali berkaitan dengan masalah mata lainnya sepertiambliopia(mata malas), nistagmus, fotosensitifitas, dan visi yang sangat buruk
8 Baby bayi
9 back bagian belakang
10 bacillary bacillar,berhubungan dengan atau yang disebabkan oleh basil
11 bacilli bentuk jamak dari bacillus (basili)
12 B2P2TOOT Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional
13 B2P2VRP Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit
14 BAKORNAS PBP (Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi) Suatu badan yang dibentuk pemerintah untuk menangani bencana dan pengungsi, dalam struktur organisasinya dipimpin oleh ketua yang dijabat oleh Wakil Presiden RI dan anggotanya terdapat sejumlah menteri serta pimpinan TNI. Menteri Kesehatan termasuk salah satu anggotanya
15 BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) Badan atau Kantor yang tugasnya merencanakan tujuan/sasaran/indikator yang akan dicapai dari suatu lembaga/departemen
16 BASARNAS Badan SAR Nasional
17 BBLR (Berat Badan Lahir Rendah = Low birth weight) Bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, yang di-timbang pada saat lahir sampai dengan 24 jam pertama setelah lahir. (Sumber: Program Gizi Makro, Dit Gizi masyarakat, Depkes 2002)
18 BBOT Bahan Baku Obat Tradisional
19 BBPK Balai Besar Pelatihan Kesehatan
20 BBSR (Bayi Berat Sangat Rendah) Bayi dengan berat lahir kurang dari 2000 gram yang ditimbang pada saat segera setelah lahir sampai dengan 24 jam pertama setelah lahir.
21 BBTT (Baik, Benar, Teratur, Terukur) Istilah yang digunakan dalam program olahraga di Kementerian Kesehatan, yang dilakukan secara baik (dimulai sejak dini, sesuai dengan kondisi fisik medis, tidak menimbulkan dampak yang merugikan, bervariasi dan mampu laksana), benar (dimulai secara bertahap, pemanasan dan peregangan 10-15 menit, latihan inti 20-60 menit, pendinginan 5-10 menit), teratur (olahraga dengan teratur, 2 kali/minggu untuk awal, 3-4 kali/minggu untuk lanjutan dengan selang 1 hari untuk recovery), terukur (denyut nadi maksimal/DNM 220 - umur, denyut nadi latihan 60-70% DNM untuk awal, 70-80% untuk lanjut, talk test untuk menilai tingkat kelelahan).
22 BCG (Bacille Calmette - Guerin) Vaksin yang dibuat dari Mycobacterium bovis yang dilemahkan dengan dikulturkan. Bakteri ini terkait erat dengan Mycobacterium tuberculosis, agen yang bertanggung jawab untuk penyakit tuberkulosis (TB). BCG adalah vaksin yang dianggap paling efektif untuk penyakit tuberkulosis saat ini.
23 BCG, vaksin Vaksin Bacille Calmette Guerin, vaksin untuk mencegah penyakit tuber-kulosis (TBC)
24 BDRS (Bank Darah Rumah Sakit) Bank Darah Rumah Sakit yang didirikan dan dikelola oleh Rumah Sakit yang berkewajiban menyimpan darah yang telah diuji saring oleh UTD (Unit Transfusi Darah) PMI dan melakukan uji cocok serasi berdasarkan perjanjian kerjasama antara UDD (Unit Donor Darah) PMI dan Rumah Sakit. Bank Darah Rumah Sakit berfungsi menyimpan darah dan mengeluarkannya bagi pasien yang memerlukan darah di Rumah Sakit yang bersangkutan. PMI berkewajiban membantu pendirian Bank Darah Rumah Sakit yang dikelola oleh Rumah Sakit.
25 BELKAGA (Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah) Pemerintah bertekad mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah Tahun 2020. Hal tersebut dilakukan melalui Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (BELKAGA), dimana setiap penduduk kabupaten/kota endemis Kaki Gajah serentak minum obat pencegahan setiap bulan Oktober selama 5 tahun berturut-turut (2015-2020).
26 BFPK = Balai Fasilitas Pengaman Kesehatan Unit pelaksana teknis bidang pengamanan fasilitas kesehatan di lingkungan Departemen Kesehatan, yang mempunyai tugas melaksanakan pengujian, kalibrasi dan pengukuran proteksi radiasi fasilitas kesehatan di lingkungan instansi pemerintah dan swasta
27 BGM (Bawah Garis Merah) Hasil timbangan berat badan Balita di bawah garis merah pada Kartu Menuju Sehat (KMS). BGM ini merupakan warning untuk mengkonfirmasi dan menentukan penanganan lanjutan.
28 BGM = Bawah Garis Merah = Under red line weight Berat badan Balita hasil penimbangan yang dititikkan dalam KMS dan berada di bawah garis merah.
29 BHD (Bantuan Hidup Dasar) pada orang dewasa Tindakan yang dilakukan jika suatu keadaan ditemukan korban dengan penilaian dini mengalami henti jantung, henti nafas atau bernafas tapi lemah. Langkah-langkah tindakan BHD (1) Aman, kondisi aman bagi penolong/korban, (2) Cek respon (sadar/tidak) dengan menepuk dan memanggil korban serta merangsang dengan cubitan di bahu korban, (3) Aktifkan sistem bantuan gawat darurat, (4) Cek nadi korban dengan cara meletakkan dua jari di tengah leher (maksimal dinilai selama 10 detik), (5) Kompresi dada bila nadi tidak ada, maka lengan diletakkan tegak lurus di atas dada korban dan mulai tekan dinding dada dengan kedalaman 5 cm (dewasa) dengan cepat sambil menghitung kompresi dada (sebanyak 30 kali), (6) Buka jalan nafas dengan menengadahkan kepala korban, (7) Bantuan nafas, diberikan bantuan nafas sebanyak dua kali dengan cara menutup/memencet hidung korban.
30 BIAS = Bulan Imunisasi Anak Sekolah Bentuk operasional dari imunisasi lanjutan pada anak sekolah yang dilaksanakan pada bulan tertentu setiap tahunnya dengan sasaran semua anak kelas 1, 2 , dan 3 di seluruh Indonesia
31 BIG Badan Informasi Geospasial
32 BKIA = Balai Kesehatan Ibu dan Anak = Mother and Child Health Clinic Suatu tempat untuk melayani kesehatan bagi Ibu dan anak.
33 BKIM = Balai Kesehatan Indera Masyarakat Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota/ Propinsi/ Pusat yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP) strata kedua di bidang kesehatan indera penglihatan dan pendengaran di wilayah kerjanya. (Sumber: Pedoman Kerja Balai Kesehatan Indera Masyarakat, Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan RI tahun2005)
34 BKJH Buku Kesehatan Jemaah Haji
35 BKKBN = Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Lembaga Pemerintah Non DepartemenIndonesiayang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidangkeluarga berencanadan keluarga sejahtera
36 BKMM = Balai Kesehatan Mata Masyarakat Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota/ Provinsi/ Pusat yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP) strata kedua di bidang kesehatan mata di wilayah kerjanya. (Sumber: Pedoman Kerja Balai Kesehatan Mata Masyarakat, Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan RI tahun 1998)
37 BKOM = Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat Unit pelaksana teknis Depkes atau Dinas Kesehatan Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan strata kedua di bidang kesehatan olahraga, untuk mengatasi masalah kesehatan olahraga di masyarakat, secara terintegrasi, menyeluruh dan terpadu di suatu wilayah kerja. (Sumber: Pedoman Penyelenggara BKOM. Departemen Kesehatan RI Ditjen Bina Kesmas tahun 2005)
38 BKPM = Balai Kesehatan Paru Masyarakat Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota/ Propinsi/ Pusat yang menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) srata kedua di bidang kesehatan paru di wilayah kerjanya, dahulu disebut BP4 (Balai Pengobatan Penyaki Paru Paru). (Sumber: Draft Pedoman Umum BKPM. Departemen Kesehatan RI Ditjen Bina Kesmas tahun 2005)
39 BKTM Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat
40 BLU RS (Badan Layanan Umum RS) Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK - BLU).
41 BMR Basal Metabolic Rate
42 BNN (Badan Narkotika Nasional) Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol. BNN dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden melalui koordinasi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
43 BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Lembaga Pemerintah Non Departemen yang mempunyai tugas membantu Presiden Republik Indonesia dalam mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanganan bencana dan kedaruratan secara terpadu; serta melaksanakan penanganan bencana dan kedaruratan mulai dari sebelum, pada saat, dan setelah terjadi bencana yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan. BNPB dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008. Sebelumnya badan ini bernama Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2005, menggantikan Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi yang dibentuk dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2001.
44 BOD = Biological Oxygen Demand (KOB = Kebutuhan Oksigen Biologis) Analisis empiris untuk mengukur proses-proses biologis (khususnya aktivitas mikroorganisme yang berlangsung di dalam air. Nilai KOB merupakan suatu pendekatan umum yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan zat organik terlarut dan sebagian zat-zat organik yang tersuspensi di dalam air. Di dalam pemantauan kualitas air, KOB merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat pencemaran air. Pengukuran parameter ini dapat dilakukan pada air minum maupun air buangan
45 BOK = Bantuan Operasional Kesehatan Bantuan dana dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam membantu pemerintahan kabupaten/kota melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan dengan fokus pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs) melalui peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes dan Posyandu dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif dan diberikan dalam bentuk Tugas Pembantuan (TP).
46 BOR (Bed Occupancy Rate) Persentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu. Indiktor ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan dari tempat tidur rumah sakit Rumus: (jumlah hari perawatan rumah sakit) / (jumlah tempat tidur x jumlah hari dalam satu satuan waktu) x 100%
47 BPBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah
48 BPFK (Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan) Laboratorium uji alat kesehatan yang berada di bawah Kementerian Kesehatan.
49 BPGAKI = Balai Penelitian Gangguan Akibat Kekurangan Iodium Balai Penelitian yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan yang berkaitan dengan upaya penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium.BPGAKI berlokasi di Magelang Jawa Tengah. (Sumber: www.litbang.depkes.go.id)
50 BPJS = Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenaga-kerjaan
51 BPJS Kesehatan Badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan
52 BPOM = Badan Pengawas Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah lembaga pemerintah yang bertugasmelakukan regulasi, standardisasi, dan sertifikasi produk makanandanobat yang mencakup keseluruhan aspek pembuatan, penjualan, penggunaan, dankeamanan makanan, obat-obatan, kosmetik, dan produk lainnya
53 BPP = Badan Penyantun Puskesmas Suatu organisasi yang menghimpun tokoh-tokoh masyarakat peduli kesehatan yang berperan sebagai mitra kerja puskesmas dalam menyelenggarakan upaya pembangunan kesehatan di wilayah kerja puskesmas. (Sumber: Kepmenkes RI nomor 128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas tahun 2004)
54 BPRS (Badan Pengawas Rumah Sakit) Merupakan unit nonstruktural pada Kementerian Kesehatan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan yang melakukan pembinaan dan pengawasan rumah sakit secara eksternal yang bersifat non teknis perumahsakitan yang melibatkan unsur masyarakat, bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan dan menjalankan tugasnya secara independen. (Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2013 tentang Badan Pengawas Rumah Sakit)
55 BPTO = Balai Penelitian Tanaman Obat Balai penelitian yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian dibidang adaptasi, pelestarian, kultivasi dan standarisasi tanaman obat (TO) yang meliputi tanaman obat yang digunakan dalam pengobatan modern, tanaman obat tradisional dan tanaman obat yang menghasilkan bahan pemula (precusor) untuk pembuatan bahan baku obat.BPTO berlokasi di Tawangmangu Jawa Tengah. (Sumber: www.litbang.depkes.go.id)
56 BPVRP = Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit Unit Pelaksana Teknis Departemen Kesehatan yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. BPVRP mempunyai tugas melaksanakan penelitian penyakit tular vektor dan reservoir penyakit yang baru maupun yang akan timbul kembali Untuk menjalankan tugas tersebut, BPVRP mempunyai fungsi: 1. Penelitian terhadap vektor dan reservoir penyakit 2. Pengembangan metode pengendalian vektor dan reservoir penyakit 3. Pelayanan masyarakat 4. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai. BPVRP berlokasi di Salatiga Jawa Tengah. (Sumber: www.litbang.depkes.go.id)
57 BSB = Brigade Siaga Bencana Suatu satuan tugas kesehatan yang terdiri dari petugas medis (dokter, perawat), paramedis dan awam khusus yang memberikan pelayanan kesehatan berupa pencegahan, penyiagaan maupun pertolongan bagi korban bencana
58 BTA = Basil Tahan Asam Basil (bakteri berbentuk batang) yang jika telah diwarnai dengan zat warna basa tidak dapat dihilangkan warnanya oleh zat yang bersifat asam atau alkohol. Contoh: Mycobacterium tuberculosis (penyebab TBC) dan Mycobacterium leprae (penyebab kusta)
59 BTA Positif = Smear positive Tes BTA (Batang Tahan Asam) yang dilakukan pada dahak orang yang dicurigai mempunyai TB aktif. Hasil positif menunjukkan adanya basil TB dan dapat menular pada orang lain.
60 BTKLPP Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit
61 BTO = Bed Turn Over Frekuensi pemakaian tempat tidur, berapa kali dalam satu satuan waktu tertentu (biasanya 1 tahun) tempat tidur rumah sakit dipakai. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi pemakaian tempat tidur. Rumus: (jumlah pasien keluar hidup atau mati) / (jumlah tempat tidur)
62 BTP (Bahan Tambahan Pangan) Bahan Tambahan Pangan adalah bahan/campuran bahan yang secara alami bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Sesuai dengan Permenkes Nomor 33 Tahun 2012 ada 27 jenis penggolongan BTP, di antaranya yang selalu menjadi perhatian di masyarakat adalah bahan pewarna (colour agent), bahan pemanis (sweetener), dan bahan pengawet (preservative).
63 Babesia genus (keluarga Babesiadae, ordo Haemosporidia) parasit sel darah merah yang tak teratur bentuknya, menyebabkan babesiosis pada kebanyakan binatang peliharaan
64 Baduta (Bawah Dua Tahun = under two years) Istilah yang digunakan untuk anak yang berusia 0 - 23 bulan.
65 Balita (Bawah Lima Tahun = under five years) Anak yang berusia 0 - 59 bulan
66 Balita gemuk Ditandai dengan kurangnya berat badan menurut panjang/tinggi badan anak (BB/TB). Panjang badan digunakan untuk anak berumur kurang dari 24 bulan dan tinggi badan digunakan untuk anak berumur 24 bulan ke atas. Balita gemuk disebabkan karena kebiasaan pemberian makanan yang kurang baik, banyak makanan yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan anak. Kondisi balita gemuk terjadi dalam waktu yang lama (tidak terjadi mendadak), maka ciri masalah gizinya merupakan masalah gizi kronis.
67 Balita gizi kurang Ditandai dengan kurangnya berat badan menurut umur anak (BB/U). Anak dengan gizi kurang dapat diakibatkan oleh kekurangan makan atau karena anak tersebut pendek. Status gizi tersebut tidak memberikan indikasi spesifik tentang karakteristik masalah gizi yang diderita (akut, kronis atau akut-kronis), tapi secara umum mengindikasikan adanya gangguan gizi.
68 Balita kurus (wasting) Ditandai dengan kurangnya berat badan menurut panjang/tinggi badan anak (BB/TB). Panjang badan digunakan untuk anak berumur kurang dari 24 bulan dan tinggi badan digunakan untuk anak berumur 24 bulan ke atas. Balita kurus disebabkan karena kekurangan makan atau terkena penyakit infeksi yang terjadi dalam waktu yang singkat. Karakteristik masalah gizi yang ditunjukkan oleh balita kurus adalah masalah gizi akut.
69 Balita pendek (stunting) Ditandai dengan kurangnya tinggi/panjang badan menurut umur anak (TB/U). Panjang badan digunakan untuk anak berumur kurang dari 24 bulan dan tingga badan digunakan untuk anak berumur 24 bulan ke atas. Balita pendek diakibatkan oleh keadaan yang berlangsung lama, maka ciri masalah gizi yang ditunjukkan oleh balita pendek adalah masalah gizi yang sifatnya kronis.
70 Balitro Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik
71 Balkesmas (Balai Kesehatan Masyarakat) Unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan upaya kesehatan strata kedua, untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu di masyarakat, secara terintegrasi, menyeluruh dan terpadu di suatu wilayah kerjanya. (Sumber: Draf Kebijakan Dasar Balai Kesehatan Masyarakat. Departemen Kesehatan RI Ditjen Bina Kesmas tahun 2005)
72 Bantuan darurat bencana Bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar pada saat tanggap darurat.
73 Batantra (Pengobatan Tradisional) Salah satu upaya pengobatan dan atau perawatan cara lain di luar ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan, mencakup cara (metoda), obat dan pengobatannya, yang mengacu kepada pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan yang diperoleh secara turun temurun, berguru, magang atau pendidikan/pelatihan baik yang asli maupun yang berasal dari luar Indonesia dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. (Sumber: Hasil Rapat Tim Verifikasi Battra Asing Departemen Kesehatan RI)
74 Batita (Bawah Tiga Tahun = under three years) Anak yang berusia 0 - 35 bulan
75 Battra (Pengobat Tradisional) Orang yang melakukan pengobatan tradisional (alternatif). (Sumber: Kepmenkes nomor 1076/menkes/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional)
76 Battra Ketrampilan Seseorang yang melakukan pengobatan dan/atau perawatan tradisional berdasarkan ketrampilan fisik dengan menggunakan anggota gerak dan/atau alat Bantu lain, contoh: Battra pijat urut, battra patah tulang, battra sunat, battra dukun bayi, battra pijat refleksi, akupresuris, akupunkturis, chiropractor, dll. (Sumber: Kepmenkes nomor 1076/menkes/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaran Pengobatan Tradisional)
77 Battra Supranatural Seseorang yang melakukan pengobatan dan/atau perawatan tradisional dengan menggunakan tenaga dalam, meditasi, olah per napasan, indera keenam (pewaskita), kebatinan, contoh: tenaga dalam (prana), battra paranormal, reiky master, qigong, battra kebatinan. (Sumber: Kepmenkes nomor 1076/menkes/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaran Pengobatan Tradisional)
78 Battra asing Pengobat tradisional warga negara asing yang memiliki visa tinggal terbatas/izin tinggal terbatas/izin tinggal tetap untuk maksud bekerja di wilayah Republik Indonesia. (Sumber: Kepmenkes nomor 1076/menkes/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaran Pengobatan Tradisional)
79 Battra pendekatan agama Seseorang yang melakukan pengobatan dan/atau perawatan tradisional dengan menggunakan pendekatan agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu atau Budha. (Sumber: Kepmenkes nomor 1076/menkes/SKNII/2003 tentang Penyelenggaran Pengobatan Tradisional)
80 Battra ramuan Seseorang yang melakukan pengobatan dan/atau perawatan tradisional dengan menggunakan obat/ramuan tradisional yang berasal dari tanaman (flora), fauna, bahan mineral, air, dan bahan alam lainnya, contoh: battra ramuan Indonesia (jamu), battra gurah, shinshe, tabib, homoeopath, aromatherapist, dll. (Sumber: Kepmenkes nomor 1076/menkes/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaran Pengobatan Tradisional)
81 Bayi biru Bayi yang memiliki semburat biru di kulit mereka (sianosis) yang disebabkan oleh kekurangan oksigen dalam darah arteri.
82 Bayi prematur Bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
83 Bayi tabung = In Vitro Fertilization (IVF) Proses pembuahan sel telur yang terjadi di luar tubuh; sel sperma dan sel telur dipertemukan di tabung yang ditumbuhkan beberapa hari 2-3 hari dan "dierami" di dalam inkubator, yang semuanya terjadi dalam kondisi laboratorium, selanjutnya dimasukkan ke dalam rahim dengan menggunakan catheter khusus melalui vagina. Kemudian embrio tersebut akan tertanam dalam dinding rahim (implementasi) dan seterusnya proses kehamilan akan menjadi sebuah keniscayaan, dan akan berlangsung sama dengan proses kehamilan alami.
84 Beban Glikemik (Glycemic Load) Perkalian dari kandungan karbohidrat per 100 gram dikalikan dengan indeks glikemik, dibagi 100. Satu unit muatan glikemik kurang lebih efeknya sama dengan mengkonsumsi satu gram glukosa. Muatan glikemik mengukur juga jumlah karbohidrat dari suatu sajian dan jadinya memberikan pengukuran yang lebih berguna. Muatan glikemik tinggi jika 20, muatan glikemik sedang antara 11 - 19 dan muatan glikemik rendah jika 10.
85 Beras analog Salah satu jenis beras yang berbahan baku seperti singkong, tepung sagu, jagung, umbi-umbian, dan beberapa sumber karbohidrat lainnya. Beras analog ini merupakan salah satu program dari Kementerian Pertanian untuk mengurangi ketergantungan konsumsi masyarakat terhadap beras padi dan tepung terigu. Tentu kita sudah mengetahui sebagian besar masyarakat kita biasanya akan mengatakan, Belum makan, jika belum mengonsumsi nasi yang diperoleh dari beras padi. Beras analog ini menjadi salah satu bentuk pangan alternatif yang dapat dikembangkan untuk mengatasi ketersediaan pangan, baik itu dalam hal penggunaan sumber pangan yang baru maupun proses diversifikasi atau penganekaragaman pangan. Jika dibandingkan dengan beras padi, sumber karbohidrat maupun gizi yang terkandung di dalam beras analog tidaklah jauh berbeda.
86 Berat badan lahir (Birth weight) Berat badan bayi yang tercatat saat dilahirkan. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) mempunyai berat kurang dari 2500 gram, dan persentase bayi BBLR sering digunakan sebagai pengukuran umum status kesehatan.
87 Bias Gender Suatu keadaan yang menunjukkan adanya keberpihakan kepada laki-laki daripada kepada perempuan
88 Bidan di Desa = Community Midwife Tenaga bidan yang ditempatkan di desa dalam rangka meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan Puskesmas secara umum, mem-punyai wilayah kerja satu atau dua desa. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai kompetensi dan sumber daya yang dimiliki, terutama pertolongan persalinan, kesehatan ibu dan dan anak dan membina peran serta masyarakat dalam 5 program terpadu Posyandu yaitu Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Perbaikan Gizi, Imunisasi, penanggula-ngan Diare dan ISPA termasuk penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
89 Bilirubin Produk utama dari penguraian sel darah merah yang tua. Bilirubin disaring dari darah oleh hati, dan dikeluarkan pada cairan empedu
90 Bio Safety Level (BSL) Kombinasi penerapan antara praktek dan prosedur oleh pekerja pada fasilitas laboratorium dan peralatan keamanan ketika bekerja dengan menggunakan agen patogen menular yang berbahaya. Tiga (3) aspek konsep BSL adalah keamanan personal yang bekerja dalam laboratorium, lingkungan sekitar laboratorium dan kualitas produk. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, jalur penularan agen infeksius maupun fungsi laboratorium, BSL dikelompokkan menjadi 4 macam: BSL Level 1, BSL Level 2, BSL Level 3 dan BSL Level 4.
91 Biofarmaka Tanaman obat yang dibudidayakan secara terstandar.
92 Biofortifikasi Pangan Fortifikasi prematur, dimana fortifikasi bukan diberikan pada produk tapi bahan-bahan hasil pertanian seperti padi sudah memiliki kandungan zat gizi yang sengaja "ditambahkan" mulai dari saat budi daya.
93 Biotransformasi Perubahan biokimiawi pada bahan beracun sehingga lebih mudah dieksresikan keluar tubuh. Proses ini umumnya adalah proses oksidasi, reduksi, dan hidrolisis dengan bantuan Cyochrome P-450. Dalam beberapa hal, hasil perubahan justru lebih beracun atau karsinogenik.
94 Biting/Landing Rate Angka indeks nyamuk dewasa untuk mengetahui densitas vektor tsb melalui survei nyamuk dewasa dengan cara melakukan penangkapan nyamuk menggunakan umpan orang di dalam rumah atau di luar rumah selama 20 menit/rumah serta penangkapan nyamuk yang hingggap di dalam rumah yang sama. Penangkapan nyamuk dilakukan dengan menggunakan aspirator.
95 Blackwater fever Suatu komplikasi malaria yang jarang terjadi. Demam ini timbul akibat pecahnya sejumlah sel darah merah. Sel yang pecah melepaskan pigmen merah (hemoglobin) ke dalam aliran darah. Hemoglobin ini dibuang melalui air kemih dan mengubah warna air kemih menjadi gelap. Demam ini hampir selalu terjadi pada penderita malaria falciparum menahun.
96 Bleeding = Pendarahan Keluarnya darah dari pembuluh darah yang terluka; Pengeluaran darah.
97 Body Substance Isolations (BSI) Usaha untuk menghindari kontak dengan semua jenis cairan tubuh.
98 Bone Marrow Puncture (BMP) = Aspirasi Sumsum Tulang Suatu prosedur untuk mengambil darah dari sumsum tulang guna mendiagnosis leukimia atau untuk mengetahui apakah suatu jenis kanker tertentu sudah menyebar sampai sumsum tulang atau belum.
99 Bone Mineral Density (BMD) = Kepadatan Mineral Tulang Kepadatan mineral tulang (bone mineral density/BMD) dapat diukur pemindaian absorpsiometri sinar X dengan energi ganda. Hasil pemindaian akan dibandingkan dengan hasil kepadatan tulang orang yang umumnya sehat, sesuai dengan usia dan jenis kelamin yang sama. Prosedur ini berdurasi sekitar 15 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit. Hasil pemindaian dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Di atas (-1) berarti normal. Antara (-1) dan (-2,5) diklasifikasikan sebagai osteopenia. Osteopenia adalah kondisi saat kepadatan tulang lebih rendah dari rata-rata, tapi belum serendah tulang osteoporosis, Di bawah (-2,5) dikategorikan sebagai osteoporosis. Pemindaian ini dapat mendiagnosis osteoporosis, tapi hasil BMD bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan risiko keretakan tulang. Dokter juga akan memperhitungkan usia, jenis kelamin, dan berbagai cedera yang Anda alami sebelumnya untuk menentukan apakah dibutuhkan perawatan untuk osteoporosis.
100 Bonus Demografi Bonus Demografi adalah bonus yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialaminya.
101 Botulismus Keracunan akibat makanan (tidak selalu makanan kaleng) yang tercemar toksin yang dihasilkan oleh C.Botulinum. Kelainan ini ditandai oleh kelainan neuromuskuler, jarang terjadi diare.
102 Brain Booster Pengkayaan lingkungan kehamilan dalam bentuk stimulasi yang dilakukan pada ibu hamil mulai usia kehamilan 20 minggu untuk merangsang pertumbuhan sel otak dan peningkatan koneksi antar sel otak janin yang menunjang potensi kecerdasan melalui pemberian rangsangan auditorik berupa musik.
103 Breeding Risk Index (BRI) Proporsi controlable sites (tempat perindukan jentik nyamuk yang dapat dikontrol) seperti ember, pot bunga, talang air, drum minyak, sumur, bak mandi, padasan, tempat minum burung, bak air atau tower di setiap rumah.
104 Breteau Index Salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui kondisi penyakit DBDB memalui survei jentik yang biasa dilakukan adalah cara visual dan ukuran yang dipakai adalah dengan menghitung jumlah rumah dengan jentik aedes aegypti per 100 rumah di suatu daerah.
105 Bronkospasme Kontraksi otot di sekitar saluran napas yang mempersempit saluran napas itu dan menyebabkan wheezing.
106 Bude Jamu Gerakan Bugar dengan Jamu
107 Bufas Ibu nifas
108 Buffer stock Persediaan obat-obatan dan perbekalan kesehatan di setiap gudang farmasi provinsi dan kabupaten/kota yang ditujukan untuk menunjang pelayanan kesehatan selama bencana.
109 Bulin Ibu bersalin
110 Bumil Risti = Ibu hamil risiko tinggi = high risk pregnant woman Ibu hamil yang saat melahirkan menghadapi kemungkin membahayakan, misalnya usia terlalu muda/tua, ibu dengan riwayat kelainan kehamilan dan persalinan
111 Busung lapar = honger oedeema Bengkak (oedema) pada bagian tubuh (biasanya perut) akibat keadaan yang tejadi karena kekurangan pangan dalam kurun waktu tertentu pada suatu wilayah, sehingga mengakibatkan kurangnya asupan zat gizi yang diperlukan. Keadaan ini dapat terjadi pada semua golongan umur. (Sumber : Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk 2005-2009, Depkes 2005)
112 Buteki Ibu meneteki.
113 backache nyeri dibagian punggung, terutama daerah lumbosakral atau bagian bawah dari tulang punggung
114 blue baby bayi dengan kelainan jantung bawaan yang duktus arteriosus atau foramen ovale dari jantung gagal menutup sehingga darah arteri dan vena bercampur dibilik kiri jantung dan persediaan oksigen darah tidak cukup, warna kulit biasanya kebiru-biruan

Tentang Kamus Kesehatan

Kamus Kamus Kesehatan ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Kesehatan, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.